<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026</id><updated>2011-08-12T18:40:34.460+07:00</updated><category term='Artikel'/><category term='Testimoni / Sharing'/><category term='Tanya--Jawab'/><category term='Hypnosis / Hypnotherapy'/><category term='Notes'/><title type='text'>Memaknai Setiap Hari Dengan Kebahagiaan</title><subtitle type='html'>Di sini, Anda akan mendapatkan tulisan-tulisan yang bisa dibuktikan benar secara ilmiah tentang hipnoterapi, teknologi pikiran dan segala sesuatu yang (semoga) bisa mencerahkan hidup Anda. Ada pula tulisan-tulisan dan pendapat pribadi yang kadang menyentuh hati, lucu atau bahkan membuat Anda tertawa bahagia. Ijinkan diri Anda terisi dengan informasi yang bisa membantu hidup Anda menjadi lebih bermakna dan berbahagia. Selamat membaca!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>42</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-7133256872416166294</id><published>2010-04-12T18:06:00.000+07:00</published><updated>2010-04-12T18:07:52.770+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Testimoni / Sharing'/><title type='text'>Testimony: Bisa tidur nyenyak. Semakin PD dan Bahagia.</title><content type='html'>Buat pk Arifin Y dn Momo,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trimakasih banyak loh dng adanya acara gathering Jumat kemarin.Sy dapat banyak MANFAAT pembelajaran dr momo.Krn sy baru di komunitas hypnoterapi dn sy juga masih dlm penyembuhan krn TIA(Transient Ischemic Attack) atau Mini Stroke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu peserta gathering langsung "dibimbing" Momo u selfmeditation(bener gk sih namanya)...juga di terangkan "Bagaimana bila menghadapi masalah2 dlm perjalanan hidup ini,dn u mencapai tujuan kita".....Wuiiihhhh "MANTAB"....sy yg harusnya "gk boleh tidur liwat jam 9/10 malam.....baru bisa pulang jam 11 malam.....dng perjalanan dr tomang ke jagakarsa yg lumayan jauh....sampai rumah...langsung ganti baju siap2 u tidur...eee..weleh2..."LANGSUNG TIDUR PULAS las las...gak terbangun sama sekali sampai pagi...wuiiihhh..padahal sudah 3 minggu ini sy tidak bisa tidur nyenyak sejak sakit dn bolak balik ke toilet (3-4x)dlm se mlm krn pengaruh obat hypertensi.Tapi Jumat malam kemarin"Luar Biasa"...tidur nyenyak,pulas,tanpa di interupsi kebelakang.Dan....sy juga "sudah bisa PD dn Hepi "dlm menjalani hari2 sy kedepannya.Tq ya Mo...juga sy seneng bisa gabung di milis ini...isinya "ok"loh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senangnya ada orang2 yang "Luar Biasa" seperti MOMO yg Ikhlas ber"BAGI" ilmu tanpa pamrih.Tq juga u pk Arifin yg ramah dn ikhlas menyediakan rumahnya untuk kami belajar.&lt;br /&gt;Semoga Allah membalas kebaikkan2 kalian berlipat ganda.Amin.^-^&lt;br /&gt;Salam sehat yuli.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-7133256872416166294?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/7133256872416166294/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2010/04/testimony-bisa-tidur-nyenyak-semakin-pd.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/7133256872416166294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/7133256872416166294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2010/04/testimony-bisa-tidur-nyenyak-semakin-pd.html' title='Testimony: Bisa tidur nyenyak. Semakin PD dan Bahagia.'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-7076085616600279576</id><published>2010-03-12T14:57:00.000+07:00</published><updated>2010-03-12T14:59:05.894+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Hidup Ini Adalah Penderitaan ^_^</title><content type='html'>Sering dengar statement itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAMA :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru saja membaca beberapa bagian dalam buku Hidup Senang Mati Tenang tulisan Ajahn Brahm. Saya adalah salah satu penggemar tulisan-tulisan beliau dan belajar mempraktekannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok bisa ya ada statement begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini, saya mendengar curhat dari seorang teman yang patah hati. Dia begitu menderita karena merasa hampa hidupnya tanpa kekasih (kayak lagu ya :p). Anehnya, ada teman saya yang sudah menjalin relasi dengan pasangannya lebih dari 6 tahun, dia juga bisa tiba2 merasa sedih dan kemudian curhat sama saya. Ada lagi seorang yang lain teman saya. Sangat sukses di seusianya. Guru piano yang handal, murid2nya seringkali juara saat lomba dan lulus tes dengan nilai sempurna. Kepala Cabang di suatu dealer piano kelas atas. Bahkan sampai menjadi salah satu penampil di festival Java Jazz lalu. Dia juga curhat sama saya dan bilang hidupnya begitu berat dan penuh tekanan. Sampai kadang mesti minum Xanax dan Zoloft. Padahal, dia punya kekasih, unit apartment yang bagus, mobil keluaran terbaru dan karir yang gemilang. Tampan dan masih muda pula. Apa yang kurang coba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini lah saya sadar bahwa sesungguhnya derita itu TIDAK RELEVAN dengan situasi yang kita hadapi saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya? Dalam kondisi apa pun orang selalu saja bisa menderita dan ingin lepas darinya. Jadi, sebenarnya bukan kondisinya kan yang membuat penderitaan. Tetapi kurangnya rasa bahagia (kekeringan batin) itulah yang membuat kita menderita. Dan hal inilah yang seringkali membuat orang tidak sukses dalam hidupnya. Sukses dalam arti gak sekadar punya uang, tapi juga tenang batinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, bagi yang sudah membaca buku Pak Adi dan Pak Ariesandi, Becoming A Money Magnet tahu bahwa orang yang bahagia dan tenang itu level energinya sangat tinggi. Dan, semakin tinggi level energy, semakin mudahlah orang mendapatkan apa pun yang diinginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, seharusnya orang itu BAHAGIA SEKARANG juga. Karena dengan bahagia itulah orang otomatis akan menarik kekayaan dan semakin kaya semakin harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh yang betul? Loh, kan sudah ada penelitian ilmiahnya! Plus, saya sudah membuktikan hal ini dengan eksperimen kecil2an di sebuah perusahaan agency asuransi. Awalnya cuma karena saya bosen melihat seorang teman saya tiap kali dateng ke kantor bukannya setor SPAJ tapi malahan setor muka BT dan bikin BT orang lain dengan curhatnya yang gak abis2. Sampai leadernya nyerah dan minta saya ngomong sama dia. Jadilah awalnya saya menemukan teknik ini dengan gak sengaja. Dia berubah hanya dengan dua kalimat saya ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B, kamu sendirian selalu sedih? Atau kadang bisa hepi juga meski sendirian? -&gt; Ya, bisa hepi sendiri juga sih meski sendiri kadang.&lt;br /&gt;Terus, kalau sama teman/rame-rame itu selalu hepi atau kadang bisa sedih juga? -&gt; Ya, kadang bisa sedih juga sih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kamu sekarang sedih itu karena sendirian/rame-rame atau karena kamu yang milih jadi sedih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teng nong, si B diem aja dan mikir. Dan setelah kesadarannya kebuka dia tanya sama saya gimana caranya dong supaya dia gak sedih2 lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saya jawab dengan memintanya melakukan langkah AFL berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acknowlede (Akui):&lt;br /&gt;Kebanyakan orang berusaha memendam atau melarikan diri dari masalah ini. Mungkin karena gak mau kelihatan lemah sehingga berusaha (pura-pura) kuat. Misalnya, berusaha menutupi kesedihan/deritanya dengan cara minum-minum. Entertaining: karaoke, makan, kerja, dll. Yang intinya mencari kesenangan dari luar. O ow hal ini malah membuat emosi yang dipendam bertambah buruk. Setelah aktifitas pelariannya selesai, tambah parah lah perasan negative (derita)nya. Gimana caranya supaya emosnya bisa dilepas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akui kondisi Anda saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasakan perasaan Anda dan sejujurnya katakan dalam hati, “Kondisi saya saat ini…..” (isi dengan apa pun sedetil2nya apa yang mengganjal pikiran dan perasaan Anda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: Hiks hiks, gw sekarang lagi BT banget, benci sama si X. Tapi gw kangen banget sama dia ;-( (gitu salah satu contohnya hehehe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forgive (Memaafkan) and Let Go.&lt;br /&gt;Memaafkan akan jadi proses yang lebih mudah setelah Anda akui dulu masalahnya. Makanya ditaruh di langkah pertama ya akuinya. Sama seperti ada makanan busuk yang mau Anda buang. Lebih mudah membuangnya setelah Anda keluarkan dari laci Anda. Akan lebih mudah memaafkan kondisi saat ini setelah Anda mengeluarkan “makanan busuk” dari “laci” hati Anda dan memandang (menerima) kondisinya apa adanya. Lah kalau gak keliatan/ dikeluarin semua kan gak bisa dibuang total gitu loh ;p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutkan dengan kalimat ini:&lt;br /&gt;Meski kondisi saya saat ini seperti ini. Gimana caranya ya saya tetap bisa …? (isi dengan keadaan yang Anda inginkan, misalnya: bahagia, tenang, dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran dirancang untuk selalu memberikan jawaban. Dengan bertanya secara positif, Anda akan mendapatkan jawaban positif. Itulah mengapa yang negative dikeluarkan di langkah pertama dulu setuntas-tuntasnya. Dan langkah kedua sesungguhnya mengubah fokus seseorang dari masalah (hal yang tidak diinginkan) kepada solusi (hal yang diinginkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada langkah ini juga kita sebenarnya sedang menggunakan hukum kerja pikiran. Kemana pikiran diarahkan, kesitulah energi kita curahkan dan objeknya tumbuh. Jadi, setelah kalimat tanya positif di atas Anda tanyakan ke dalam hati Anda. Anda boleh tulisan jawabannya dan LANGSUNG LAKUKAN. Jawaban yang berasal dari hati Anda keluar berdasarkan data hidup Anda selama ini. Sudah diukur sesuai dengan kapabilitas&amp;amp;kemampuan Anda. Jawababannya pasti bisa Anda lakukan dan mudah. Dan, jika Anda lakukan, saat itu juga Anda telah melepaskan diri dari masalah dan menuju pada solusi. Langsung ada hasilnya. Dijamin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke kasus B di atas. Setelah dia melakukan langkah2 di atas. Dia kaget karena jawaban dari hatinya begini: Alah! Lo Cuma BT gara2 capek doang, bukan kesepian. Nebak2(analisa) sendiri sih. Udah rebahan santai aja dulu. Kan capek abisan pulang kerja. Si B yang biasanya setelah pulang ke rumah BT terus langsung deh kirim message ke orang via BB untuk cari teman dan kabur keluar setelahnya (main bilyard, dll) dengan konsekuensi pulangnya dia tambah BT karena duitnya abis, kali ini dia ingat panduan saya dan dia lakukan. Eh benar juga ya, dia merasa enakan setelah rebahan sebentar. Terus, dia tanya lagi ke dalam hatinya. Gimana ya caranya supaya bisa lebih hepi lagi? Dijawab: bikin teh manis anget aja. Sekalia lagi dia sempat ragu (analisa). Tapi, dia memilih melakukan. Eh, benar tambah hepi. Dia tanya lagi, dapat jawaban lagi, dia tambah hepi lagi. Sampai dia lupa bales message saya dua jam wakakakka….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran yang sering kita pilih, pikiran inilah yang akan tumbuh. Kadang, tanpa disadari kita telah terbiasa memilih pikiran buruk. Setelah kita melekati pikiran buruk ini. Munculah perasaan buruk. Kita pun bertindak buruk. Lama2 jadi perilaku dan setelahnya jadi kebiasaan (habit). Sedikit-sedikit berpikir buruk. Dengan teknik AFL di atas. Setiap kali Anda ingat, Anda lakukan. Maka pikiran Anda mulai dilatih fokus ke hal yang baik (positive) yang Anda inginkan. Pikiran bahagia membuahkan perasaan bahagia, perasaan bahagia membuat orang bertindak yang membahagiakan. Sering seperti ini lama2 perilaku kita menciptakan kebahagiaan. Teruskan, dan kita akan terbiasa jadi orang yang tahu caranya berbahagia dalam segala hal. Saat kebahagiaan mampu disadari dan diciptakan. Semakin mudah menarik dan menemukannya dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUKTIKAN!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ps: dari kasus B di atas, saya mulai buka kelas buat lebih banyak orang. Dari peserta kelas ini, saya dapat banyak sharing yang menakjubkan. Dari sini saya semakin matang dengan teknik ini. Dimintalah saya buka kelas untuk keseluruhan perusahaan. Hasilnya sangat bagus dan akhirnya saya diminta jadi salah satu coach kelas khusus high achiever di perusahaan afiliasi asuransi ini. Ehh… tentunya saya sendiri adalah salah seorang top agent di perusahaan ini ya. Kan semua teknik yang saya bagi adalah hasil dari pengalaman (pembuktian) pribadi dan juga konversi dari pengalaman saya memberikan terapi di dalam ruangan. Langkah2 sederhana di atas lahir dari pengamatan saya bahwa teknik terapi di ruangan ternyata sulit diterapkan di lapangan. Jadi, saya putuskan BACK TO BASIC. Kembali ke cara kerja pikiran Menciptakan teknik yang SEE (Simple Easy dan Effective). Saya akan membagikan teknik ini sesuai misi saya: “To make other people life worthy also.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi Muliyono (Momo), C.Ht. - QHI&lt;br /&gt;Certified-Client Centered Counselor &amp;amp; One Session Cleared Therapist&lt;br /&gt;Commited and proven to heal drugs addicted, trauma and phobia in only one session therapy. Helping people to achieve peak performance, maintaining self-development &amp;amp; have a peace of mind.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-7076085616600279576?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/7076085616600279576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2010/03/hidup-ini-adalah-penderitaan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/7076085616600279576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/7076085616600279576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2010/03/hidup-ini-adalah-penderitaan.html' title='Hidup Ini Adalah Penderitaan ^_^'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-7190774983302264393</id><published>2010-02-03T18:15:00.000+07:00</published><updated>2010-02-03T18:16:16.338+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Mencari Pemuas</title><content type='html'>Dear All,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belakangan ini banyak mengamati perilaku orang sekitar saya. Juga perilaku diri sendiri. Terutama sekali, saya banyak mengamati orang-orang yang sudah saya kenal baik dari milis ini :-) Kami tumbuh-berkembang bersama. Jatuh-bangun bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari yang saya amati. Sekali lagi, saya ingin memperkuat apa yang telah ditulis (dan semoga dilakukan oleh baik penulisnya maupun kita semua) oleh Pak Budharto maupun Dwi Yuniari Dharmanto. Bahwa hendaknya kita tidak hanya sekedar mencari jawaban atau inspirasi tetapi juga melakukannya agar ada bukti nyata yang memberikan kepuasan batin bagi diri kita sendiri :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia yang ingin saya sampaikan. Kepuasan batin bagi diri sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang (termasuk saya sendiri) seringkali mengalami lapar batin. Batinnya kering karena hidup dalam skenario yg sesungguhnya tidak diinginkan dan tidak sesuai yang diharapkan. Dan banyak kali akhirnya kita mencari jalan keluar. Kepada bacaan2, kepada buku2 dan kepada guru2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, banyak kali juga saya mendapati. Bahwa daripada menyelesaikan masalah sesungguhnya. Kebanyakan orang secara sadar maupun gak sadar belumlah mau sungguh2 mengatasi masalah dan mengubah hidupnya. Melainkan hanya mencari "alat pemuas" kekeringan batinnya dari sumber luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya... banyaklah saya mendegar kisah betapa seseorang menyalahkan seorang guru, terapis, teman atau sahabat yang dianggap tidak bisa "memuaskan" dirinya. Dan kemudian berganti "idola". Entah itu guru, bacaan atau pun teman. Dan semakin menumpuklah itu buku dan koleksi sertifikat seminar di rumahnya. Tapi, gak berubah juga ya hidupnya. Tetap begitu2 saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, jika suatu ilmu dilakukan dgn sungguh2. Impactnya akan sungguh sangat luar biasa. Misalnya EFT. Saya kenal seorang teman yg sangat pandai teori soal EFT, meditasi dll. Tapi yah begitu lah, dia tidak juga kunjung paham esensi dari semua ilmu ini. Karena, selalu berharap bimbingan dari orang lain yg bisa memuaskan keingintahuannya dan berharap dia bisa jadi pandai tetapi diajari cara jadi pandainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan anak sekolahan saja sudah diajari. Bahwa jika ingin pandai dan berkembang. Kita mesti tetap praktek sendiri apa yg sudah kita pelajari. Bukan selalu minta diajari dan ditemani setiap saat. Sama seperti orang yg belajar menyetir kendaraan. Instruktur akan mengajari semua ilmu di awal. Namun, seseorang jadi mahir menyetir di jalan adalah karena dia sering "praktek" nyetir di jalan. Bukan karena rajin bertanya soal menyetir dan tetap maunya ditemani kalau menyetir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nih dia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang, sadar atau tidak sadar. Sebenarnya hanya BUTUH PERHATIAN. Bukan ingin menyelesaikan masalah yang dia tanya, misalnya tanya soal mental block. Nanti sudah dijawab, juga ga dilakuin. Dan saya... menemui banyak kasus ini di lapangan. Bukan di milis saja dan melalui tulisan. Bahkan saya temukan pada banyak sahabat saya. Terutama yg banyak koleksi buku dan seminar itu. Kebanyakan mikir dan tanya. Tapi gak dilakukan :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda butuh perhatian. Beri diri Anda perhatian. Karena, hanya Anda yang sungguh tahu apa yang bisa memuaskan batin Anda. Jangan mencarinya dari org lain. Karena orang lain juga punya masalahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mau mengubah hidup. Jalankan apa jawaban yg sudah Anda dapat. Adalah lebih mudah menjalankannya daripada memikirkannya. Berpikir adalah pekerjaan yg berat dan melelahkan. Sama seperti Anda mau naik busway dari Sarinah ke Blok M. Adalah lebih mudah Anda jalan ke haltenya, beli tiket dan masuk ke bus. Daripada menghabiskan waktu 30 menit untuk cemas dan kahwatir memikirkan kemungkinan macet, dicopet atau kecelakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah lebih mudah Anda menjadi sukses dengan menjalankan saja apa yang Anda sudah tahu apa yang mesti dijalankan daripada memikirkannya terus-menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, lakukan! Jangan juga cuma kebanyakan ngetik dan baca. Move move move :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat ;-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari terapis yg akhirnya sadar setelah menggunakan semua ilmu yg dipelajarinya untuk mengubah hidupnyua sendiri dan menjalankan apa yg diajarkannya ke klien2nya. Momo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi Muliyono (Momo), C.Ht. - QHI&lt;br /&gt;Certified-Client Centered Counselor &amp;amp; One Session Cleared Therapist&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Commited and proven to heal drugs addicted, trauma and phobia in only one session therapy. Helping people to achieve peak performance, maintaining self-development &amp;amp; have a peace of mind.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-7190774983302264393?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/7190774983302264393/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2010/02/mencari-pemuas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/7190774983302264393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/7190774983302264393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2010/02/mencari-pemuas.html' title='Mencari Pemuas'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-9052854079420412321</id><published>2010-01-24T09:48:00.003+07:00</published><updated>2010-01-24T09:48:52.027+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>MENTAL BLOCK DUA LAPIS</title><content type='html'>Iya benar, mental block dua lapis bukan kue lapis hehehe… Apa tuh? Begini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah lama sekali ada di milis ini. Dari seorang penggemar setia Pak Adi dan Pak Ariesandi dan kemudian juga membaca buku-buku yang direferensikan di milis ini. Sampai pada akhirnya saya menjadi seorang terapis. Saya bersyukur telah begitu banyak beroleh pengetahuan. Namun, pengalaman memang adalah guru yang terbaik. Dan saya bersyukur bahwa sejak saya menjadi seorang terapis lulusan QHI. Saya dibolehkan mengalami begitu banyak insight dan pencerahan2 kecil hasil dari interaksi saya dengan ratusan klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada salah satu “penyakit kronis” yang melanda begitu banyak orang yang sudah lama mengikuti milis ini: terlalu pintar :-D huakakka Maksudnya? Pak Adi dan Pak Ariesandi membagikan begitu banyak ilmu dan informasi. Tentu semuanya dengan maksud dan niat baik. Namun, tidak dipungkiri bahwa menjelaskan soal pikiran dan perasaan bukanlah hal yang semudah membalik telapak tangan dan pemahaman setiap orang pastilah berbeda-beda sesuai persepinya masing2. Yang buat saya prihatin, banyak orang yang setelah “tersesat ke jalan yang benar” karena tulisan-tulisan Pak Adi dan Pak Ariesandi kadang tersesat kembali ke jalan yang salah karena lupa pada tujuan semula saat praktiknya dan akhirnya jadi fokus pada masalah. Fokus pada masalah inilah yang akhirnya menjadi mental block baru yang lebih susah diatasi kalau orang tidak segera sadar. Perlu diingat salah satu hukum pikiran adalah: pada pikiran apa kita sering berfokus, pada pikiran itulah kita beri energy (charge) hingga dia menjadi hidup dan tambah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berikan contoh percakapan saya dengan seorang anggota milis yang sudah lama menjadi sahabat chatting saya. Mohon maaf bahwa gaya bahasa saya adalah gaya bahasa kepada seorang sahabat dan saya copy apa adanya agar lebih orisinil. Selamat membaca, dan semoga mendapat berkat dari teman saya ini juga yang telah memberkati saya pagi ini dengan pertanyaanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 8:41:58 AM): nanyak ttg mekanisme pikiran donk&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 8:59:19 AM): eh&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 8:59:21 AM): gak salah?&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 8:59:27 AM): udah banyak baca buku kan?&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 8:59:31 AM): apa yang mau ditanya?&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 8:59:35 AM): ??&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 8:59:45 AM): pertanyaan 1&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 9:00:09 AM): mungkin gak sih orang lupa ingatan kaya di film2, nama nya sapa gak tau&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 9:00:16 AM): tapi dia bisa berbahasa&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:00:16 AM): mungkin&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:00:31 AM): karena alokasi memori itu gak cuma di satu tempat&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 9:00:40 AM): ooo&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 9:01:54 AM): terus&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 9:02:18 AM): kalo kita make a deal sama ego state, tapi kita pas gak dalam kondisi trance ntu bakalan permanen gak ya?&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 9:02:38 AM): kalo reframing ya setahu ku musi dalam kondisi somnam&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:02:43 AM): hmm&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:02:56 AM): tahu dari mana kalau lagi gak trance?&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 9:03:22 AM): gak tau kalo lagi trance apa gak&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 9:03:37 AM): kalo emang tahu beneran lagi gak trance gimana?&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:03:50 AM): makanya aku tanya&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:04:00 AM): tahu dari mana trance apa enggak?&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 9:04:03 AM): misalnya dia pake EEG&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:04:18 AM): apakah orang kalau mau terapi mesti selalu pakai EEG?&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 9:04:29 AM): ya gak musi&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:04:40 AM): terus yang penting dari suatu terapi itu apa?&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 9:04:49 AM): so, suppose ada 1 orang pas pake EEG&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 9:05:02 AM): terus dia pas dibaca itu eeg dia lagi gak kondisi trance&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:05:07 AM): so, suppose ada 1 orang pakai EEG atau enggak pakai EEG&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 9:05:10 AM): nah.. pas gak trance itu dia make deal sama ego state&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:05:13 AM): dari terapi itu apa yang paling penting?&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 9:05:14 AM): kalo gitu gmn?&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:05:41 AM): entah dia pakai ego state atau teknik apa apun&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:05:50 AM): apa yang paling penting dari suatu teknik terapi?&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 9:06:26 AM): dia sembuh + permanen&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:06:48 AM): ya sudah&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:06:50 AM): intinya&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:06:55 AM): bukan soal utama dia trance apa enggak&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:06:59 AM): EEG apa enggak&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:07:03 AM): pakai teknik apa enggak&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:07:08 AM): yang penting dia sembuh&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:07:10 AM): gitu aj&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:07:18 AM): dan soal dia mau sembuh dengan mudah&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:07:19 AM): apa susah&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:07:25 AM): dia yang pilih sendiir prosesnya&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 9:07:31 AM): nha ini pertanyaan nya, kalo dia pas gak trance(somnam) bakalan PERMANEN gak....&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:07:48 AM): nih dia yang mesti kamu jawab&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:07:52 AM): kalau permanen kenapa&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:07:55 AM): kalau enggak kenapa?&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:08:08 AM): karena orang yang sudah sembuh dengan permanen aja&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:08:13 AM): dia masih bisa bikin masalah yang lain&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 9:08:30 AM): kalo permanen ya bagus lah&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:08:34 AM): sementara orang yang gak sembuh dan permanen sakitnya aja&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 9:08:44 AM): kalo gak permanen, yaa.. pas masalahnya balik lagi dia musi do something lagi kan&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:08:46 AM): dia masih bisa hidup dengan baik dan berprestasi&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:08:47 AM): kok&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:09:05 AM): apakah orang yang fobia ketinggian gak bisa hidup dengan baik dan bahagia?&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:09:19 AM): bisa&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:09:29 AM): apakah orang yang minder gak bisa sukses?&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:09:34 AM): banyak kok orang yang pemalu&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:09:35 AM): bisa sukses&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:09:45 AM): so, masalah itu sebenarnya TIDAK RELEVAMN&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:09:48 AM): RELEVAN&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:10:06 AM): respon kita terhadap masalah itu yang menentukan kesuksesan kita&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:10:30 AM): ada dua orang&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:10:33 AM): si A dan B&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:10:40 AM): sama-sama takut bicara di depan umum&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:10:41 AM): si A&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:10:50 AM): seumur hidupnya habisakan waktu banyak dan biaya&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:10:54 AM): untuk sembuhkan masalahnya&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:11:00 AM): si B&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:11:04 AM): dia tahu masalahnya&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:11:20 AM): akhirnya dia cari solusi gimana dia bisa sukes meski dia takut bicara di depan umum&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:11:24 AM): akhirnya dia jadi penulis sukses&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:11:29 AM): dan buku2nya laris&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:11:37 AM): karena dia hanya perlu bicara lewat jarinya&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:11:43 AM): kamu sekarang lagi jadi si A/&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:11:50 AM): atau si B mindsetnya?&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:11:54 AM): dari segala chattingan kita&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:11:56 AM): sejak dulu&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:12:00 AM): kamu mindsetnya si A&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:12:06 AM): atau si B?&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:12:14 AM): lepas dari apa pun masalahmu&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:12:26 AM): kamu si A yang fokus pada masalah&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:12:37 AM): atau si B yang memilih fokus pada solusi?&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:12:40 AM): coba renungkan&lt;br /&gt;XYZ (1/24/2010 9:14:47 AM): hmm... ini yang namanya tekhnik membelok kan&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 9:14:51 AM): tapi ndak apa apa&lt;br /&gt;XYZ(1/24/2010 9:14:56 AM): aq dapet insight baru&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:15:04 AM): ya itu yang penting&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:15:09 AM): peningkatan kesadaran&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:15:21 AM): daripada mencoba membersihkan tempurung si katak&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:15:29 AM): lebih baik keluarkan katak dari tempurungnya&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:15:36 AM): aku sudah bosan melihat perilaku katakmu&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:15:38 AM):&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:15:45 AM): lebih baik membuatmu jadi manusia lagi&lt;br /&gt;Momo (1/24/2010 9:15:47 AM):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi Muliyono (Momo), C.Ht. - QHI&lt;br /&gt;Certified-Client Centered Counselor &amp;amp; One Session Cleared Therapist&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Commited and proven to heal drugs addicted, trauma and phobia in only one session therapy. Helping people to achieve peak performance, maintaining self-development &amp;amp; have a peace of mind.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-9052854079420412321?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/9052854079420412321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2010/01/mental-block-dua-lapis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/9052854079420412321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/9052854079420412321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2010/01/mental-block-dua-lapis.html' title='MENTAL BLOCK DUA LAPIS'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-1380151395841092086</id><published>2010-01-13T22:55:00.003+07:00</published><updated>2010-01-13T22:59:37.753+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Testimoni / Sharing'/><title type='text'>Jadi Rajin dan Lepas Dari Ketagihan Ganja</title><content type='html'>Pak Rudi, sejak diterapi Pak Rudi. Saya berhasil lepas dari kecanduan ganja. Karenanya tubuh saya juga jadi lebih sehat dan pikiran saya lebih jernih. Skripsi yang saya tunda-tunda akhirnya selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arya - mahasiswa&lt;br /&gt;Calon pilot&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-1380151395841092086?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/1380151395841092086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2010/01/jadi-rajin-dan-lepas-dari-ketagihan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/1380151395841092086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/1380151395841092086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2010/01/jadi-rajin-dan-lepas-dari-ketagihan.html' title='Jadi Rajin dan Lepas Dari Ketagihan Ganja'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-453009997966057351</id><published>2010-01-13T22:47:00.003+07:00</published><updated>2010-01-13T23:00:32.451+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Testimoni / Sharing'/><title type='text'>Hidup Berubah dan Maju Pesat Dalam Berbagai Hal</title><content type='html'>Makasih ya Mas MOMO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang banyak kemajuan yg aku dapatkan. Aku jadi tahu pengen kemana sebenarnya hidup ini. Rangkaian peristiwa saling berhubungan membantu aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Icha - Jogja&lt;br /&gt;Ibu rumah tangga, pebisnis dan networker.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-453009997966057351?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/453009997966057351/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2010/01/makasih-ya-mas-momo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/453009997966057351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/453009997966057351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2010/01/makasih-ya-mas-momo.html' title='Hidup Berubah dan Maju Pesat Dalam Berbagai Hal'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-7547577392660708369</id><published>2010-01-04T06:01:00.000+07:00</published><updated>2010-01-04T06:14:18.135+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Cara Melepas</title><content type='html'>Akhirnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tulis juga ya tulisan yang satu ini. Sudah ditagih sama satu orang dan rasanya orang itu sudah ngambek karena gak saya tulis-tulis juga hahaha… Mohon maaf ya :-D Saya hanya baru bisa menulis setelah data-datanya lengkap dan hati ini tergerak. Jujur aja sekarang saya juga masih bingung mau nulis apa. Saking banyaknya yang mau saya sharingkan. Baiklah, semoga tulisan ini menulis sendiri bagi kita semua ya ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian yang paling sulit dalam melepas… adalah melepaskan diri sendiri ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hoh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, sebelum masuk ke tema di atas. Saya mau cerita sedikit ya. Alkisah di jaman dahulu… Errrr terlalu jadul openingnya, ganti dulu ya hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah hal yang wajar orang ingin menikmati jerih payahnya sendiri  Maka, saat ada rejeki lebih, saya membeli sepatu yang bagus di mal yang isinya memang banyak toko yang menjual barang-barang dengan kualitas baik dan ternama. Saya ingat bahwa dulu sekali, jaman saya masih kecil. Saya seringkali dipaksa memakai sepatu yang kesempitan karena kaki saya lebih besar dari kebanyakan orang dan mencari ukuran sepatu saya dalam merek lokal itu susah. Akibatnya jari kaki saya banyak yang kurang lurus karena sering ketekan sepatu hahaha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, saya sayang-sayang banget sama sepatu ini. Bayangin aja, udah nol nya 6 biji harganya wakakaka Meski cuma untuk diinjak, setidaknya sepatu ini bikin saya enjoy kalau jalan lama dan tetap merasa nyaman dan segar karena peredaran darah lancer. Apalagi kualitasnya memang OK dan enak dipakai. Jadilah sepatu ini hampir setiap kali menemani saya. Di ruang terapi, di mal, di jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah senangnya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai....hilang lah sepatu ini semenjak saya pakai baru beberapa bulan! Dicuri tepat dari balik pintu kamar kos saya. Yang saya kira aman karena penghuninya anak-anak sekolah mode yang kebetulan dekat sama tempat kos saya (asumsi: anak sekolah mode mampu bayar kos harga segitu masa nyolong? &lt;- asumsi yang terbukti salah. Belum tentu pula yang nyolong penghuni kos kan hahaha… Itulah mengapa saya menulis bahwa kita seringkali tertipu pikiran kita sendiri karena kemampuan memroses data yang gak lengkap.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah sedihnya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah hidup terkadang ya :p Jujur saya dongkol luar biasa. Saya jarang membeli sesuatu yang special, apalagi cuma sepatu. Karena, saya tipe orang yang praktis. Gw butuh gw beli, enggak ya bodo amat. Ngapain mahal-mahal, gitu. Eeh sekali-kalinya udah suka banget, ilang! Biasa deh, sindrom kesel, dumel2 marah bahkan sampai tanya sama Tuhan juga saya lakukan (waktu senang pas beli lupa bilang terima kasih sama Tuhan, pas sepatunya ilang, tanya….bener-bener deh hahaha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi… itu adalah langkah yang tepat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya diam dalam rileksasi mental saya. Masuk ke dalam benak dan relung hati saya sendiri. Setelah sebelumnya berkutat dengan banyak pikiran dan analisa yang malah membuat saya makin dongkol. Akhirnya hati saya menjawab demikian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momo, selama kamu pakai sepatu itu, apakah kamu puas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas dong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pernah sekali saja sepatu itu mengecewakanmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enggak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pantas segala kenikmatan yang kaudapatkan dengan  harganya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah setelah segala kebaikan di atas kau dapatkan, dan sekarang masa pakai sepatu itu habis untukmu, kamu berhak marah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Speechless. Saya langsung berhenti marah, kesal dan kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang saat ini sepatu itu tidak ada lagi  Bahkan saya belum beli gantinya karena harganya mesti buat saya mikir kalau mau beli lagi wakaka :p Tetapi saya sadar. Saat bersama saya. Tidak pernah sekalipun saya dikecawakan olehnya. Saat-saat menyenangkan saya menggunakannya, saya sangat menikmatinya. Tidakkah hal ini layak disyukuri? Dan bukankah momen ini, bisa terulang kembali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata Mr. Gobind Vashdev saat menjadi pembicara gathering di Yayasan Mitra Netra. Kita sesungguhnya tidak pernah kehilangan apa pun. Saat sesuatu hilang dari kita. Maka, akan terbuka ruang dan waktu bagi yang lain. Saya memang belum lagi beli sepatu kulit yang bagus itu. Namun, saya jadi bisa beli sepatu lain yang berbahan sol karet dan mereknya sangat popular saat ini karena begitu enak dipakai. Sepatu ini bisa saya pakai naik gunung, lari-lari dan juga bahkan untuk kencan santai di mal hahaha… Harganya hanya separuh sepatu yang hilang namun fungsinya dua kali lipat. Dimana saya gak bakalan beli kalau sepatu saya yang sebelumnya masih ada (Ingat kan bahwa saya orang yang praktis?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti halnya melepaskan perasaan terhadap sepatu. Begitu pula caranya melepas perasaan terhadap orang lain. Termasuk… orang yang kita cintai  Perlu saya cerita lagi? Ga perlu ya. Tinggal ganti sepatunya sama nama orang yang ingin Anda lepaskan hahaha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal yang paling sulit adalah: melepaskan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, anggaplah Anda mengerti maksud dari cerita di atas. Tetapi… ih…kok harus gw sih yang ngalah, kan dia yang salah!!! Hahaha… ada pikiran gitu?  Hmmm wajar. Saya tidak akan bicara soal memaafkan atau pengampunan atau apa pun. Itu sudah pernah ditulis oleh Pak Adi, Pak Aries maupun guru-guru sepuh lainnya. Saya akan bertanya kepada diri Anda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Jika memang diri Anda yang saat ini mungkin begitu sedih, marah, kecewa juga tidak bahagia, dll. Mengapakah Anda masih saja mau mempertahankannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Tidakah Anda tahu? Selama Anda kekeuh mempertahankan kondisi saat ini. TIDAK AKAN PERNAH ADA ruang bagi hal yang berbeda untuk SAAT INI termasuk kebahagiaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, tapi kan susah!!!!” Ya iya lah, kalau gampang, semua orang sudah tercerahkan dan jadi suci :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, apakah bisa dilatih? BISA! Coba jawab deh tiga pertanyaan di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda MAU berbahagia dan sukses?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda BISA berbahagia dan sukses?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah diri Anda yang saat ini LAYAK untuk berbahagia dan sukses mendapatkan impian Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu jawaban tidak lolos. Artinya Anda harus melepaskan diri Anda dengan segala pikiran dan pembenarannya saat ini dan mulai belajar menjadi diri Anda yang sesuai keinginan Anda. Kalau tiga pertanyaan di atas Anda lolos semua, SELAMAT! Anda pasti sudah sukses lahir-batin sesuai dengan kemauan Anda apa pun kondisinya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi "Momo" Muliyono, C.Ht. - QHI&lt;br /&gt;Certified - Client Centered Counselor&amp;amp; Mind Therapist&lt;br /&gt;http://rudi-muliyono.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-7547577392660708369?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/7547577392660708369/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2010/01/cara-melepas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/7547577392660708369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/7547577392660708369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2010/01/cara-melepas.html' title='Cara Melepas'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-2009952440825687813</id><published>2009-12-10T18:20:00.000+07:00</published><updated>2009-12-10T18:22:07.101+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Pilihlah Aksi/Tindakan Anda Dengan Penuh Kesadaran, Bukan Karena Reaktif Terhadap Keadaan</title><content type='html'>Hidup adalah pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah banyak orang yang tau :p Udah sering orang yang ngomong dan banyak pula di buku ditulis begitu. Kalau hidup memang pilihan. Kok ya banyak yah orang yang tetap aja memilih hidup yang menderita, gak enak, penuh konflik, miskin atau memilih merugikan diri sendiri/orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang ini, saya adalah orang yang beruntung karena memiliki WAKTU. Di saat banyak orang mengeluh betapa sedikitnya waktu mereka untuk bersantai dan rileks atau menikmati hidup. Saya malah sempat mengeluh betapa saya memiliki terlalu banyak waktu untuk merasa sendirian dan kesepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus mulai deh ada yang mikir dan nanya gini, “Pak Momo kan terapis. Udah sembuhin banyak orang. Pasti enak yah hidupnya. Ada masalah apa pun. Tinggal merem, terapi diri sendiri, ilang deh masalahnya” Hahahaha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ehm…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saya juga sempat kejebak pada stereotip atau label yang banyak orang harapkan pada saya dan saya sendiri inginnnya begitu. Sampai saya bertemu kebenaran yang satu ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASALAH AKAN SELALU ADA. Karena hidup itu memang sudah dari sononya begitu Sesuai hukum alam. Ada panas, ada hujan. Ada badai, ada cucara cerah. Ada musim dingin, ada musim panas. Ada musim gugur, ada musim semi. Masalahnya, di musim apa pun, di keadaan apa pun. SELALU ADA saja orang yang senang dan bahagia juga ada orang yang sedih dan tersiksa. Lho?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah seorang sahabat saya curhat melalui YM ke saya. Dia omong gini, “Bro, aku kesal dan marah banget. Seluruh badanku rasanya panas dan darahku mendidih. Aku benci banget sama keadaan ini. Kenapa sih masalah selalu menghampiri aku? Padahal aku gak pernah dengan sengaja cari masalah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ow…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat merasakah kepedihan dan kemarahannya sampai saya sendiri sempat gak bisa omong apa. Saya cuma bisa diam sejenak dan berpikir, gimana cara saya menjawab yang bisa dia mengerti dan membuat kedewasaan serta kebijaksanaan yang sudah ada dalam dirinya muncul ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini , Bro!” kata saya. “Matahari itu panas kan ya?” tanya saya.&lt;br /&gt;“Iya, apalagi di Medan sini. Panas banget!”&lt;br /&gt;“Trus, kalau kita kepanasan kayak gitu, enaknya gimana?” tanya saya lagi/&lt;br /&gt;“Yah cari kipas, berteduh, pasang AC.”&lt;br /&gt;“Wah, Bro sudah tahu solusinya Bagus!” Dan saya lanjutkan lagi. “Sekarang ini Bro lagi kepanasan ya kena masalah? Iya kan?”&lt;br /&gt;“Nah, menurut Bro, gimana caranya suapaya Bro gak kepanasan karena masalah ini? Tadi Bro sendiri sudah jawab: cari kipas, berteduh, pasang AC. BUKAN marah-marah sama matahari kan kalau orang kepanasan? Trus, kenapa Bro marah-marah sama masalahnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tahu sekarang Bro sudah mendapatkan jawabannya dan menjadi lebih bijaksana ” lanjut saya lagi.&lt;br /&gt;“Bro, kalau aku ke Jakarta, aku akan temui Bro ya.” Jawabnya lagi, berhenti marah dan lebih tenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah pilihan. Tapi BUKAN sekadar pilihan. Banyak kali saya temui termasuk pada diri saya sendiri. Bahwa yang kita kerjakan saat ini bukanlah pilihan yang sudah kita pikirkan secara mendalam dengan hati nurani, pikiran jernih dan sepenuh hati dijalankan. Kita cenderung reaktif terhadap keadaan dan hanya berusaha mengatasi masalah TANPA kita sadar bahwa justru tindakan kita yang berdasarkan pilihan yang tidak sadar saat inilah justru yang jadi biang masalahnya. Hingga terjadilah sebab-akibat yang tidak pernah putus dan selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, balik ke topik semula. Tentang saya yang sedang menghadapi masalah: perasaan sendirian dan kesepian. Saya sudah mencoba melarikan diri dari perasaan ini sebelumnya. Saya mencoba mengatasinya dengan cara bersenang-senang, baca komik, ketawa-tiwi sendiri, jalan-jalan, cari pacar baru, having fun, dan cekakak-cekikik sama teman2. Bahkan saya mencoba cara positif seperti berbagi dengan orang lain. Menjadi terapis. Menjadi orang yang berprestasi agar dapat perhatian dan lain-lain. Namun, kehampaan ini tidak pernah hilang dan bisa diisi dengan kebahagiaan yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga jadi ingat pada seroang sahabat saya yang kena sindrom BlackBerry. Betapa manusia telah menjadi sangat kesepian sehingga kebutuhan untuk selalu diisi dari luar. Berharap senang karena selalu ada yang menemani itu sudah menjadi begitu kronis. “Biar rame aja.” begitu kata salah satu teman saya. Akibatnya adalah, teman saya ini tidak pernah bisa fokus 100% . Saat sedang bersama seseorang. Dia malah asik chatting dan main FB. Gimana gak kesepian? Dia tidak pernah benar-benar berelasi dengan orang di dekatnya. Dan saat kekosongan ini menerpa. Juga ditutup dengan cara menyibukan diri dengan harapan semangatnya dalam mengejar impian bisa menutup kehampaan hatinya. Begitulah siklus hidupnya jadinya setiap hari. Kerja, chatting, karena kalau gak kerja dan chatting dia kesepian, terus akibatnya jadi butuh bergaul, having fun: nonton, jalan-jalan, makan, hiburan. Butuh duit, kerja lagi lebih keras. Agar bisa bayar pulsa chatting, biaya hiburan dan biaya menggapai harapan…. Harapan yang MASIH JAUH di depan. Dan akhirnya proses mencapainya dicapai dengan mengorbankan kedamaian pikiran dan ketenangan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini lah saya ingat apa dikatakan oleh Pak Gobind Vashdev dalam salah satu sharingnya sebagai pembicara gathering MM, “Selama kebahagiaan dicari dari luar. Selama itulah kita tidak akan pernah bahagia sesungguhnya, karena yang bersumber dari luar, tidak kekal.” Hal ini menguatkan apa yang telah saya pelajari dari Pak Merta Ada, buku-buku Ajahn Brahm dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahahaha….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok ketawa? Ya iya,orang itu juga terjadi sama saya kok hahahaha… Sampai titik saya sadar dan mulai ketawa ngakak diiringi rasa bahagia bahwa saya sadar, ternyata, selama ini masalah TIDAK PERNAH menghampiri saya. Orang saya yang dengan senang hati menciptakannya dan memilih nyebur di dalamnya dengan sukarela kok :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya bediam dan TIDAK BERUSAHA menghilangkan rasa kesepian dan kesendirian itu. Saya mulai menjadi sahabat mereka, berangkulan. Dan, hei, anehnya, saat saya tidak lagi berusaha mengusir mereka. Mereka malah duduk senang dengan diam dan tidak lagi cari perhatian dengan berusaha terus kembali karena maksud mereka baik dan merusaha bilangin bahwa masalah saya sesungguhnya bukan pada keadaan di luar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm… saya pun tersenyum simpul demi menyadari. Bahwa segala kekacauan dalam hidup saya , masalah, konflik, ketidakberuntungan. Alamak! Ternyata karena saya selama ini tidak memilih dengan sadar tindakan saya tetapi cuma karena REAKTIF dan ingin lari dari PERASAAN serta ketakutan saya sendiri. Astaga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, saya pun memutuskan untuk berkawan dengan waktu. Saya memilih untuk mengisi waktu yang kosong ini dengan tindakan yang bermakna dan memperkaya diri saya. Mengisi diri saya dengan pikiran baik, meditasi dan merapikan segala yang berantakan yang selama ini terjadi karena tindakan reaktif saya. Penerimaan… membebaskan kita dari penjara mental (emosi dan pikiran). Dan setelah kita bebas, kita bisa memilih tindakan yang sesuai dengan rencana kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika Anda merasa hidup Anda saat ini kacau, kurang bahagia, batin Anda terasa hampa. Mungkin karena bukan hidup seperti inilah yang Anda inignkan dan rencakan. Coba ambil waktu duduk sejenak. Matikan semua HP, televisi dll yang dari luar. Coba bicaralah dengan hati Anda sendiri secara jujur. Akui perasaan Anda sesungguhnya. Setelah diberi perhatian, maka perasaan2 Anda pun gak perlu lagi cari perhatian dengan muncul semau2nya. Saat itulah ada ketenangan. Dan saat sketsa hati Anda cerah dan biru jernih seperti langit. Mulailah rencanakan tindakan Anda dengan kesadaran penuh untuk mencapai hasil yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sharing saya. Maaf ya kalau kepanjangan dan kalau ada salah kutip hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi "Momo" Muliyono, C.Ht. - QHI&lt;br /&gt;Certified - Client Centered Counselor&amp;amp; Mind Therapist&lt;br /&gt;http://rudi-muliyono.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-2009952440825687813?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/2009952440825687813/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/12/pilihlah-aksitindakan-anda-dengan-penuh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/2009952440825687813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/2009952440825687813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/12/pilihlah-aksitindakan-anda-dengan-penuh.html' title='Pilihlah Aksi/Tindakan Anda Dengan Penuh Kesadaran, Bukan Karena Reaktif Terhadap Keadaan'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-7991210750513072146</id><published>2009-10-04T21:46:00.003+07:00</published><updated>2009-10-04T21:56:15.747+07:00</updated><title type='text'>Anakku TERLAHIR KEMBALI - berhenti merokok, narkoba, ketagihan game online</title><content type='html'>Pak Rudi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, saya mengikutin pelatihan yang Bapak selenggarakan, TRUE RICHES WITHIN yang pertama adalah karena saya memang suka belajar. Dan waktu itu kebetulan saya sedang ada waktu. Saya sangat bersyukur bahwa pelatihan ini seperti menjawab banyak pertanyaan saya. Saya pun mengajak anak saya untuk mengikuti pelatihan TRW yang kedua. Yang kemudian anak saya berlanjut minta diterapi secara personal oleh Pak Rudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak saya sungguh BERUBAH TOTAL. Saya sampai merasa dia terlahir kembali. Dia &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;BERHENTI&lt;/span&gt; merokok, narkoba, juga ketagihan main game onlinenya. Dan yang membuat hati saya sangat bahagia. Dia yang tadinya tidak tahu tujuan hidupnya mau apa. Sepulang dari terapi dengan Bapak di Jakarta. Dia langsung menyatakan diri mau membantu saya mengelola kedai ayam bakar saya untuk belajar mengelola bisnis. Saya sungguh bangga dan besar hati melihat perubahannya. Sekarang dia sangat rajin. Bangun pagi, di kedai sampai kedai tutup.  Meski sebagai anak muda emosinya memang kadang masih mudah terpancing. Tapi perubahannya ini, sungguh suatu berkat tak berhingga bagi saya. Saya percaya sekarang dia yang telah terlahir kembali ini akan terus tumbuh dan berkembang, semakin baik semakin harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Tiwi - pemilik restoran ternama, pengusaha ekspor kerajinan dan kedai makanan di Yogyakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-7991210750513072146?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/7991210750513072146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/10/anakku-terlahir-kembali-berhenti.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/7991210750513072146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/7991210750513072146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/10/anakku-terlahir-kembali-berhenti.html' title='Anakku TERLAHIR KEMBALI - berhenti merokok, narkoba, ketagihan game online'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-5364628580718757750</id><published>2009-10-04T21:37:00.002+07:00</published><updated>2009-10-04T21:43:05.179+07:00</updated><title type='text'>Bisa Berdamai Dengan Mama.</title><content type='html'>Pak Rudi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengikuti pelatihan yang Pak Rudi adakan pada tanggal 27-28 September 2009 lalu di Sasanti Garden Restoran, Yogyakarta. Saya akhirnya bisa menuliskan segala isi hati saya melalui surat. Ini sesuai dengan saran dari hati nurani saya yang saya temui sewaktu sesi terapi. Akhirnya, selama ini emosi yang saya pendam sejak lama keluar. Saya merasa hidup BERUBAH total dalam dua hari. Mama sudah membalas pesan saya. Dan relasi kami jadi lebih baik dan terbuka. Terima kasih banyak atas dua hari yang begitu berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Fila - Ibu rumah tangga, businesswoman dan bekerja di perusahaan keluarga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ps: kebetulan Ibu dari Fila juga adalah klien saya dan mengofirmasi hal ini. Ibu dari Fila juga bersyukur, "kebekuan" antara beliau dan anaknya akhrinya terurai dan relasi mereka hangat kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-5364628580718757750?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/5364628580718757750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/10/bisa-berdamai-dengan-mama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/5364628580718757750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/5364628580718757750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/10/bisa-berdamai-dengan-mama.html' title='Bisa Berdamai Dengan Mama.'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-8817644444083973886</id><published>2009-10-04T21:31:00.002+07:00</published><updated>2009-10-04T21:37:22.788+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Testimoni / Sharing'/><title type='text'>Bisa Memaafkan Mantan Kekasih - KEREN!</title><content type='html'>&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;&lt;span class="UIIntentionalStory_Names" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;name&amp;quot;}"&gt; &lt;/span&gt;Pak Rudi, setelah diterapi, kemarin itu sempat bertemu dgn orang yg tlah membuat luka bathin diriku. Ee, pas ketemu sama dia, rasa marah itu entah LENYAP kemana lho hehehehe... KEREN, bisa seperti ini:))  Dan sangat bisa bersikap dewasa untuk mendengarkan segala ceritanya. Walau pun cerita itu sebenarnya adalah yg membuat saya bisa sakit hati &lt;span class="text_exposed_hide"&gt;...&lt;/span&gt;......&lt;br /&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;div id="id_4ac8b11459a09624e452a" class="text_exposed_root text_exposed"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;br /&gt;Wah SUNGGUH KEREN........nita jadi kagum ma perubahan nita:)) makasih y p:))........SENANG nya mulai damai ma diri sendiri ni baru SUKSES:))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nita - mahasiswi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-8817644444083973886?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/8817644444083973886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/10/bisa-memaafkan-mantan-kekasih-keren.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/8817644444083973886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/8817644444083973886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/10/bisa-memaafkan-mantan-kekasih-keren.html' title='Bisa Memaafkan Mantan Kekasih - KEREN!'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-7000795927173800062</id><published>2009-09-09T15:35:00.003+07:00</published><updated>2009-09-09T15:58:35.840+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Testimoni / Sharing'/><title type='text'>Sukses Diet Setelah Dihipnoterapi</title><content type='html'>Dear pembaca,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini testimoni dari seorang klien saya. Untuk menjaga privasinya, sebut saja namanya Andi. Andi memiliki berat badan 215 kg. Selalu gagal diet dan tidak bisa menahan nafsu makan. Butuh berapa kali sesi terapi untuk kasus "berat" seperti ini? Cukup dua sesi saja dengan hipnoterapi hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Woiii rud gw skrg makin oke. Uda bener2 vegetarian en ga makan nasi. Cm kadang2 aja masih kepengen makan nasi. Tapi, udah jarang banget. Kalo gw PAKSA makan daging eneg sendiri en gw berasa salah gede hehehe thanks bos&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang sekali saya mendengar kemajuannya ^_^ Saya banyak membaca PROMOSI di koran2 atau media2 yang kadang memasang biaya program sampai belasan juta dan belasa sesi untuk pelangsingan.  Nah, mengapa saya posting ini? Mau dianggap promosi? Yah MEMANG wakakaka…  Promosi ciamiknya metode terapi ala QHI :p Tapi, gak cuma promosi, saya juga akan bagi rahasia keberhasilan terapinya ;-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa diet GAGAL? Karena diet itu TIDAK MENYENANGKAN dan seringkali TIDAK COCOK sama orang yang menjalankannya. Karena terasa tidak menyenangkan dan tidak cocok, seringkali kita mesti MEMAKSA diri untuk menahan nafsu makan atau bahkan melaparkan diri (yang sudah jelas metode diet yang salah dan ditentang para ahli nutrisi karena mengacaukan pola metabolism tubuh). Saat  kita MENEKAN PAKSA rasa gak senang dan gak nyaman karena gak cocok itu, terjadilah penekanan emosi yang secara hipnoterapi disebut REPRESSED CONTENT! Saat emosi yang tertekan ini MELEDAK. Itulah saat terjadinya kita KALAP makan dan kemudian terjadi YOYO EFFECT. Ujung2nya -&gt; SELULIT!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hipnoterapi BERHASIL? SIMPLE, saya membimbing klien saya untuk membuat SEBUAH PROGRAM yang COCOK, MUDAH DIJALANKAN dan DISUKAI oleh bawah sadarnya. Karena cocok, mudah dijalankan dan disukai otomatis MAU dan BISA menjalankannya. Baca kembali sharing Andi di atas. Setelah terapi, biasanya Andi sukarela makan daging sampai kelebihan dan buat dia gemuk. Sekarang, mau makan daging aja mesti MAKSA. Enak kan, sama saja TIDAK DIET. Mengapa? Diet kerapkali diasosiasikan dengan menahan diri. Nah, kalo ini malah sebaliknya? Secara otomatis malah suka sama pola makan barunya dan TIDAK BISA LAGI balik ke pola lama. Itu namanya sudah mengubah habit, bukan lagi diet. Oh ya, teknik yang saya gunakan adalah teknik BARU yang saya buat dari hasil saya menerapi banyak orang. Selalu ada yang baru ;-) dan semakin EFEKTIF serta EFISIEN. Itulah prinsip saya sebagai terapis QHI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAU? Hahaha… Emang iklan tri ya :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi Muliyono, C. Ht. - Quantum Hypnosis Indonesia&lt;br /&gt;Certified - Client Centered Hypnotherapist&lt;br /&gt;www.rudi-muliyono.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-7000795927173800062?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/7000795927173800062/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/09/sukses-diet-setelah-dihipnoterapi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/7000795927173800062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/7000795927173800062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/09/sukses-diet-setelah-dihipnoterapi.html' title='Sukses Diet Setelah Dihipnoterapi'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-6799494855354345600</id><published>2009-08-24T22:28:00.003+07:00</published><updated>2009-08-24T22:48:46.738+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Notes'/><title type='text'>Setiap Orang Miliki Rahasia Kekayaan</title><content type='html'>&lt;span class="date2"&gt;21/02/2009 08:44:07&lt;/span&gt; &lt;span style="padding: 5px; margin-right: 5px;"&gt;&lt;strong&gt;YOGYA (KR) -&lt;/strong&gt; Kaya tentu menjadi impian setiap orang. Rahasia untuk menjadi kaya sebenarnya juga ada di setiap orang. Tinggal bagaimana rahasia kesuksesan masing-masing individu digali, caranya lewat restrukturisasi pikiran. Dengan begitu setiap orang akan mampu memaksimalkan potensi diri untuk mencapai kesuksesan yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;“Selama dua hari workshop yang akan dimulai Sabtu (21/2) hari ini, peserta akan diarahkan tahap demi tahap untuk memaksimalkan potensi diri, ada juga sesi terapi untuk menghancurkan mental block, dan cara-cara positif yang akan mendukung perubahan diri secara signifikan, permanen dan holistik guna mencapai kesuksesan,” kata Koordinator Acara True Riches Within (TRW) Inka Marisayu kepada KR di Kantor Learning Time Graha STMIK Amikom Yogyakarta, Jumat (20/2).&lt;br /&gt;Menurut Inka Marisayu, acara TRW sendiri akan digelar di Wisma LPP Demangan Baru 8 Yogyakarta 21-22 Februari dipandu Rudy Muliyono SE CHt, murid paling berprestasi dari pakar teknologi pikiran ternama Adi W Gunawan. Saat ini Rudi Muliyono dikenal sebagai seorang trainer di beberapa perusahaan besar, berbagai kasus dari segala penjuru tanah air yang berkenaan pemrograman ulang pikiran bawah sadar telah berhasil dipecahkannya dengan baik serta membawa perubahan yang signifikan dan permanen bagi para kliennya.&lt;br /&gt;“Pendaftaran sudah kami tutup, kami meminta maaf bagi masyarakat yang belum berkesempatan mengikuti acara seminar TRW saat ini, lain waktu tentu kami akan mengadakan lagi,” kata Inka Marisayu.&lt;br /&gt;Menurut Inka, TRW merupakan workshop yang berbeda dengan workshop-workshop lainnya, karena ada beberapa sesi terapi. Dengan mengikuti workshop TRW selama dua hari satu malam ini, peserta akan dibekali suatu kemampuan untuk melacak akar masalah yang menghambat keberhasilan. Sehingga seseorang akan menjadi money magnet dengan sangat mudah dan mengalami berbagai ‘kebetulan’ yang diinginkan sesuai impian peserta.&lt;br /&gt;Setiap hari, peserta akan menjalani 5 sesi workshop yang terdiri 2 sesi materi dan 3 sesi terapi. Materi dan terapi yang akan diberikan antara lain mengakses pikiran bawah sadar secara sadar, mengenali tipologi sugestibilitas dan lain-lain.    (Apw)-g&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Taken from Kedaulatan Rakyat (Online)&lt;br /&gt; http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=192229&amp;amp;actmenu=44&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-6799494855354345600?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/6799494855354345600/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/08/21022009-084407-yogya-kr-kaya-tentu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/6799494855354345600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/6799494855354345600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/08/21022009-084407-yogya-kr-kaya-tentu.html' title='Setiap Orang Miliki Rahasia Kekayaan'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-1403299429893639782</id><published>2009-08-21T06:32:00.003+07:00</published><updated>2009-08-21T06:38:04.581+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Testimoni / Sharing'/><title type='text'>Hidup Saya Berubah Drastis!</title><content type='html'>Pak Adi, Terima kasih atas kebaikan bp selama ini tak lupa sy ucapkan terimakasih kpd &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rudi Mulyono Cht (Momo)&lt;/span&gt; yg telah membantu membereskan mental blok tertentu yg "bandel" hanya dalam 2x sesi Therapi. Salam Bahagia Arifin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sent from BB-nya Ipin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====================================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: "Adi W. Gunawan" Date: Mon, 13 Jul 2009 17:50:52 +0700 To: &lt;money_magnet@ com=""&gt; Subject: [Money Magnet] Arifin QLT1 Hi Alls,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendapat email dari Pak Arifin, peserta QLT 1 di Selecta. Perubahan yang ia alami begitu dahsyat dan sampe jadi bintang iklan Bank Permata…ck..ck..ck.. Yang Pak Arifin itu yang pake baju putih sedang berbicara pake HP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ya Pak Arifin. Kami ikut bahagia dengan kemajuan Bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Testimoni Pak Arifin sudah saya sedikit “modifikasi”, atas ijin beliau, untuk menjaga privasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat selalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====================================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: arifin sutedja [mailto:arifin. sutedja@gmail. com] Sent: 11 Juli 2009 23:16 To: adi@adiwgunawan. com Subject: Scientific Meditation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Pak Adi, Sy alumnus  QLT 1 Malang yang sempat maju duduk di depan sebagai "Mama Arifin".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup saya sudah banyak berubah, setelah pulang dari Malang, saya pulang  langsung  mencium ibu saya tercinta &amp;amp; sangat terbantu dengan sesi terakhir untuk memaafkan papa yg telah tiada. Saya juga telah melakukan saran dari subsconscious utk mencetakkan buku Pelimpahan jasa kepada Papa yang telah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya juga sudah minta bantuan terapis, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;salah satu murid Pak Ad&lt;/span&gt;i di Jakarta utk membereskan mental blok tertentu yang “bandel”. Dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hasil terapi juga sangat terasa&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak berapa lama saya ditawari untuk menjadi Talent salah satu Bank&lt;/span&gt; dan fotonya sudah terpasang di jembatan  Bundaran HI walaupun sebelumnya sudah 5 tahun saya bekerja di Advertising tidak pernah ditawarkan jadi Talent iklan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus saya juga &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sudah mendapatkan rumah tinggal sendiri &lt;/span&gt;didekat rumah mama yang sekarang, sehingga kalo ada sesuatu masih bisa menjenguk mama. Dream saya yang ditulis di QLT 1 yaitu ingin memiliki rumah yang dekat rumah mama berkamar 4, ada garasi sehingga tidak bayar lagi sewa parkir mobil seperti sebelumnya, syukurlah bisa terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;akhirnya juga&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya bisa belajar PhotoReading&lt;/span&gt; ke Certified Trainer di Malaysia. Terima kasih banyak saya haturkan ke Pak Adi, Bu Elly &amp;amp; team QLT1 Malang. Suatu saat saya ingin membalas kebaikan Pak Adi dalam bentuk apapun asal saya mampu. Saya baru selesai membaca artikel terbaru Bapak mengenai "Scientific Meditation". Dan ini sangat menggugah saya untuk melatih meditasi lagi. Dalam benak pikiran saya apabila dengan "Scientific Meditasi" kita sebagai manusia mencapai "The Awakened Mind" atau lebih the "The Evolved Mind", bukan tidak mungkin kita dapat "Memutus Roda Samsara" pada saat kehidupan manusia ini &amp;amp; juga bisa membantu/membimbing yang lainnya untuk hal yg sama bila yang lainnya juga ingin/tertarik pd Scientific Meditation ini. Pak Adi, bila Bapak berkenan untuk melakukan pelatihan / pengajaran , saya daftar yg pertama yach Pak. Salam Metta &amp;amp; Mudita.&lt;br /&gt;Semoga Pak Adi selalu Sehat, Kuat, Damai &amp;amp; Berbahagia Selalu. Arifin&lt;br /&gt;&lt;/money_magnet@&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-1403299429893639782?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/1403299429893639782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/08/pak-adi-terima-kasih-atas-kebaikan-bp.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/1403299429893639782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/1403299429893639782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/08/pak-adi-terima-kasih-atas-kebaikan-bp.html' title='Hidup Saya Berubah Drastis!'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-2042104835935949277</id><published>2009-06-29T19:16:00.000+07:00</published><updated>2009-06-29T19:17:10.824+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanya--Jawab'/><title type='text'>Tentang memutuskan ^_^</title><content type='html'>Dear CM, sori ya baru bales :-) Aku tgl 19-24 Juni kemarin sibuk banget di Surabaya. Pulangnya udah ada kerjaan jadi pembicara lagi di yayasan tuna netra. PUJI TUHAN aku masih dikasih ijin buat produktif ya ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini masalahnya, jujur aja, susah dibahas pakai email nih :p Karena ada konflik batin ya. Begini, hidup kita adalah KITA SENDIRI yang memutuskan BUKAN pikiran atau perasaan kita. Lah! Memangnya kenapa kalau ada bagian yang gak mau atau mau. Kan Mbak CM bisa nilai sendiri mana yang lebih baik. Kok malah ikutan bingung sih? Haiya! Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia, kita juga dilengkapi yang namanya HATI NURANI. Nah, kita bisa menilai, pikiran/perasaan mana yang lebih baik bagi diri kita. Mbak yang tentukan dong. Jadi, yang mesti dilakukan adalah: ambil KEPUTUSAN dan TANGGUNG JAWAB. Enak aja diserahin ke subconsnya hehehe... Mereka kan cuma kendaraan kita loh. Masa nyuruh kudanya yang ambil keputusan. Nanti dibawa mandi lumpur lagi :-D Eh salah ya, kerbau yang suka mandi lumpur. Pilih maunya Mbak apa, bagian yang gak selaras dengan kemauan Mbak itu yang diterapi dan diedukasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga emailnya saya membantu ya ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi Muliyono, C. Ht. - Quantum Hypnosis Indonesia Client Centered Hypnotherapist www.rudi-muliyono.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----Original Message-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: CM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sent: Monday, June 22, 2009 2:57 PM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To: rudi.muliyono@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subject: Hai Momo...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Momo, apa kabar? Semoga selalu baik ya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah lama aku pengen kirim email, tapi pas mau nulis self talk ku malah jadi negatif. Part ku ngerasa aku terlalu manja, apa-apa maunya ditanyain, gak mau nyari jalan keluar sendiri. Karena ngerasa gak enak hati, jadi batal deh nulis nya. (hh…dia mulai keluar nih waktu aku nulis ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi makin lama masalahku bukan nya beres, malah bikin feel no good. Kan gak salah ya Mo kalau aku nanya sama kamu?? Wong aku memang gak tau dan butuh bantuan kok. (duuhh..perasaan ku makin gak enak. Ho'oponopono dulu ah...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I’m back…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gini Mo, barusan ini aku liat statusnya Mb’Ely di YM yang bikin pengumuman jadwal QLT Agustus. Perasaanku langsung gak karuan deh, aku coba di Ho'oponopono masih gak mau hilang juga. Aku jadi inget ama jadwal QHI Workshop yang udah 2 kali aku lewatin. Kok malah timbul rasa marah ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan untuk ikut QHI Workshop masih sangat kuat, tapi gak tau kenapa kok kayaknya susah banget untuk aku wujudkan. Seperti ada part yang gak suka… Aku pernah coba deep trance spy bisa EST tapi malah jadinya deep sleep…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 3 bulan ini, aku ngerasa makin tenang dan lebih sabaran. Tapi kok kayak nya ini bukan aku ya?? Biasanya kalau pengen sesuatu aku selalu berusaha untuk mewujudkannya, tapi ini kok malah pasrah (yang apatis). Aku malah jadi memaklumi diri sendiri kalau aku gak mencapai sesuatu, terasa bahwa apa yang aku inginkan itu sebenernya gak penting-penting banget.. Bingung deh Mo, rasanya aku makin jauh ama impian ku. Aku mesti gimana? Ada sesuatu yang mesti aku lakukan gak? Bantuin aku ya….Makasih banget Momo…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-2042104835935949277?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/2042104835935949277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/06/tentang-memutuskan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/2042104835935949277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/2042104835935949277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/06/tentang-memutuskan.html' title='Tentang memutuskan ^_^'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-8071872181015948176</id><published>2009-06-13T01:49:00.001+07:00</published><updated>2010-09-20T04:28:01.130+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>12 Menit Dalam Hidup Anda...</title><content type='html'>…apa yang telah Anda lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat terinspirasi sebuah kalimat dalam film STAR TREK yang baru saja saya tonton. Dalam salah satu adegan, Kapten Pike bicara dengan James T. Kirk (bagi penggemar film Star Trek sejak jaman jadul pasti tahu karakter ini selalu menjadi ikon film Star Trek yang tak pernah mati hehehe… Bahkan, film ini dibuat sebagai prequel untuk serial-serial yang sudah lebih dulu difilmkan dengan menceritakan kembali kisah hidup Kapten James T. Kirk sedari dia lahir) setelah menyaksikan perkelahian James dengan para awak Starfleet. Kapten Pike bicara begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahmu mendapatkan kesempatan menjadi kapten sebuah kapal bintang hanya 12 menit. Dan dalam waktu sesingkat itu dia memilih menyelamatkan 800 nyawa termasuk nyawa istrinya dan dirimu. Dia tidak menyerah sampai akhir. Dia terus melawan. Aku menantangmu melakukan yang lebih hebat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yang sudah mulai berpikir, “Ah, ini kan cuma film!” Ya, makanya cuma 800 yang diselamatkan hehehe... Dalam kehidupan nyata, ada orang yang berbuat tidak kalah hebatnya. Mau didaftar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ada seorang yang masuk kategori jenius dan jadi salah satu dosen termuda di tempat di mengajar. Dia memilih menjadi seorang pemimpin agama yang tulisan-tulisannya telah membawa begitu banyak pencerahan bagi dunia. 5 menit jutaan orang membaca buku tulisannya: Membuka Pintu Hati yang diterbitkan kembali dengan judul Si Cacing dan Kotorannya, beliau telah mengubah hidup orang banyak. Dialah Ajahn Brahm.&lt;br /&gt;2. Tersebutlah Pak Sudiyo (saya membaca tentang beliau di harian KOMPAS, sudah coba saya search di kompas online gak ketemu. Sori, saya lupa tanggalnya ^_^) yang dengan filosfinya selama bertahun-tahun: TEKUN, TEKEN, TEKAN mendapatkan penghargaan dari pemerintah karena telah menjadi pelopor penghijauan kembali hutan yang sudah gundul. Setiap menit yang dia berikan untuk merawat kembali hutan di desanya telah membangkitkan kembali desa-desa di sekitar hutan itu dari kemiskian. Sekarang, mereka bisa hidup dari pariwisat dan air kembali mengalir jernih tak kenal musim.&lt;br /&gt;3. Ada juga orang biasa yang memilih menyelamatkan satwa liar di lingkungannya.&lt;br /&gt;4. Ada orang tak dikenal yang memilih memberdayakan anak-anak di sekolah kolong jembatan.&lt;br /&gt;5. Ada ibu yang setiap detik dia berikan untuk merawat anaknya, ia tidak sadar bahwa ia sedang membesarkan calon penerus dunia ini.&lt;br /&gt;6. Ada ayah yang bekerja dengan tekun untuk membiayai rumah tangganya. Setiap detik dia bekerja dengan tekun. Ia telah berjasa besar bagi banyak kehidupan. Mungkin ia ayah bagi seorang Barrack Obama yang saat ini keputusannya bisa jadi menentukan nasib dunia.&lt;br /&gt;7. Dan ada ANDA yang jika dalam 12 menit saja kehidupan Anda setiap hari, Anda berikan kepada kebaikan hidup Anda dan sekitar Anda. Efeknya akan berantai dan tidak akan pernah terputus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sudah Anda lakukan dalam 12 menit yang lalu? Sudahkah Anda menggunakan hanya 12 menit saja dalam hidup Anda untuk berbuat hal yang berguna? Atau, Anda sedang sibuk membuat hal yang tidak produktif? Atau malah berbuat sesuatu yang Anda sebenarnya tahu itu negative?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 menit dalam hidup Anda, mulailah dari sana&lt;br /&gt;12 menit saja, senyumlah kepada semua orang yang Anda jumpai&lt;br /&gt;12 menit saja, hargailah segala prestasi dan kontribusi orang lain dalam hidup Anda&lt;br /&gt;12 menit saja, hitunglah berapa banyak orang yang bisa Anda bantu dengan berbagi pengalaman Anda&lt;br /&gt;12 menit saja, Anda bisa menulis dan membantu memberikan kebahagiaan banyak orang&lt;br /&gt;12 menit saja, hargailah diri Anda sendiri dan berbuat baiklah kepada diri Anda, gunakan waktu dengan baik dan bermakna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda PASTI bisa ^_^ jika mau memulainya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kalimat bijaksana yang saya dapatkan dari sebuah KOMIK (ya komik, dari sini pun kita bisa belajar banyak):&lt;br /&gt;“Orang pintar yang tidak pernah beraksi pasti kalah dengan orang yang lebih bodoh darinya namun beraksi. Namun seorang pengecut, hanya bersembunyi di balik teori dan kata-kata mesti mengetahui kebenaran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 menit saja, BERAKSILAH!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi  Muliyono, C.Ht. - Quantum  Hypnosis Indonesia&lt;br /&gt;Client Centered Hypnotherapist&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; www.rudi-muliyono.blogspot&lt;/span&gt;.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-8071872181015948176?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/8071872181015948176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/06/12-menit-dalam-hidup-anda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/8071872181015948176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/8071872181015948176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/06/12-menit-dalam-hidup-anda.html' title='12 Menit Dalam Hidup Anda...'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-2190016172826069115</id><published>2009-06-11T19:52:00.002+07:00</published><updated>2010-09-20T04:30:34.491+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>TULUS!</title><content type='html'>Apa sih artinya tulus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kakak saya di milis ini yang paling sering sebut-sebut soal ini juga. Namun, saya sama sekali gak ngerti. Apa sih yang dimaksud dengan tulus? Memberi tanpa pamrih? Ini juga saya ga ngerti. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan tanpa pamrih? Apa dengan memberi terus merasa bahagia itu sama dengan tanpa pamrih? Kalau orang memberi untuk merasakan kebahagiaan artinya berpamrih dong hahaha… Eeh, lupa, saya kan bukan tipa A ya, saya tipe B :p Karena di sekeliling saya 95% orang tipenya pemikir dan analitis serta banyak yang juga lebih suka mikir daripada aksi. Saya kadang kebawa juga deh, maklum, tipe B, gampang terpengaruh. Saya jadi suka bingung dengan definisi dan makna kata bagi setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BODO AH!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada satu titik, saya merasa jenuh dengan semua ini. Ada juga yang sering bilangin saya, “Be yourself!” Ini juga ngaco sih sebenarnya menurut saya. Jadi diri saya yang mana sih yang sebenarnya menurut dia itu saya perlu menjadi demikian hahaha… Yah, sekali lagi, itu kan soal persepsi dan pikiran aja ya. Gak perlu dibikin jadi repot deh, kalau buat saya ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya merenung, saya sempat heran, mengapa saya kok masih juga terperangkap dalam pola yang sama ya? Sukses dengan gemilang, prestasi naik cepat, banyak yang bilang saya hebat. Namun, mengapa setiap kali saya ingin “naik” lagi. Segala masalah selalu muncul lagi dan sepertinya ingin membawa saya kembali ke keadaan semula. Comfort Zone!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sudah sering dibahas di milis ini. Ada istilah homeostasis, UP and DOWN, dan lain-lain. Ada yang ngajari supaya pasrah, bersyukur. Pertanyaannya, apakah pengertian pasrah dan bersyukur itu sama bagi setiap orang. Dan jika salah satu pengertian itu bisa dipahami dan cocok buat satu orang, apakah sudah pasti cocok sama orang lain? Mencerna makna dan rasa dari suatu pikiran/perasaan, sungguh butuh ketekunan dan kemauan untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tiba-tiba mengingat kembali saat saya sungguh dikatakan sukses dan merasa demikian. Saat saya bisa menjadi seorang top producer di sebuah perusahaan asuransi, saat saya bisa membangkitkan kembali cabang sebuah kursus memasak dan bikin roti yang omzetnya terpuruk dalam waktu tiga minggu. Saat saya bisa membantu klien saya bebas dari masalah yang menderanya selama belasan tahun dalam satu sesi terapi. Apa ya? Apakah yang membuat saya sukses saat itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALL OUT! Itu jawabnya, saya mengingat saya bekerja hanya demi KEPUASAN PRIBADI. Hati-hati mencerna pengertian dari kalimat ini ya  Terima kasih kepada Pak Sjam yang telah membantu saya lebih memahami dengan oborolan kami di telepon. Saya jadi mengerti, saat saya merasa TIDAK PUAS atas apa yang saya kerjakan, menghasilkan banyak uang pun, rasanya hambar. Dan untuk mengisi kehambaran ini, saya mulai ngawur membelanjakann uang atau mulai bersikap ingin dihargai karena ketidakpuasan tersebut. Saya jadi ingat bahwa setiap kali saya sukses, TANPA DISADARI saya justru sama sekali tidak berharap sukses atau punya target tertentu. TENTU, tentu saya punya impian jadi orang kaya. Namun, mindset saya saat bekerja yang membuahkan keberhasilan itu adalah TIDAK untuk dihargai orang, TIDAK untuk dapat hasil maksimal, TIDAK juga untuk dipuji orang dan BULLSHIT kalau mau dibilang untuk membantu orang atau berbuat baik. Saya hanya melakukannya demi KEPUASAN PRIBADI. Ini mungkin ironi atau kontradiksi ya  Mari kita puaskan orang yang bertipe A. Saat saya merenung itu, saya jadi sadar. Bahwa saat2 saya TIDAK sadar bekerja all out itu adalah saat saya hanya ingin mengerjakan segala sesuatu itu semaksimal saya. Segala daya yang ada dalam diri saya selama belum dikeluarkan saya TIDAK MAU BERHENTI. Dan saat saya sudah selesai mengerjakan pekerjaan saya hari itu habis-habisan, meski lelah, saya merasa senang dan bahagia luar biasa. Gak peduli apakah hasilnya sudah kelihatan apa belum atau gimana. Saat saya menjalankan prosesnya dengan ALL OUT. Itulah yang tanpa saya minta orang bilang BAIK dan jujur saya sudah gak peduli lagi pada pujian atau penghargaan karena saya secara pribadi sudah merasa PUAS. Karena saya sudah merasa PUAS dan BAHAGIA, saya jadi gak butuh stimulasi dari luar seperti entertainment yang berlebihan atau uang dihabisin buat beli yang gak butuh cuma untuk memuaskan hasrat saja. Saya hanya merasa, CUKUP! Semuanya sudah cukup bagi saya. Segala yang saya dapatkan adalah bonus PLUS yang menambahkan kebahagiaan saya. Bukan bonus yang sudah minus duluan karena pekerjaan yang dilakukan dengan setengah hati. Terus, ada yang bilang, “Itu namanya TULUS, Pak Rudi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AH, se bodo teuing. Yang penting saya puas. Dan jika karena kepuasan saya bekerja ALL OUT mendatangkan kebaikan bagi orang lain. Saya juga gak ambil peduli tuh :p Itu sih udah jadi bagian mereka lah. Mungkin saja makna tulus bagi saya adalah; Saya tulus jika saya bekerja dengan PUAS HATI. Dan, saya puas hati jika sudah bekerja all out” Ini menyebabkan saya, kalau ambil contoh kasus terapi, TIDAK MAU berhenti menggali masalah dalam diri klien sampai TUNTAS dan setelah cek dan ricek berulang kali dan kadang sampai sepuluh kali saya cek lagi dan klien benar-benar YAKIN dia sudah enak dan masalahnya sudah gak terasa, baru saya PUAS dan membawa klien keluar dari sesi rileksasi. Pak Rudi, itu apa gak self-centered therapist namanya? Yah, kalau dengan menjadi self-centered therapist yang mengejar kepuasan pribadi saat menerapi hingga berbuah terapi yang all out hingga kliennya sembuh dengan habis2an juga, gpp lah :p Gitu jawab saya hihihi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi  Muliyono, C.Ht. - Quantum  Hypnosis Indonesia&lt;br /&gt;Client Centered Hypnotherapist&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.rudi-muliyono.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-2190016172826069115?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/2190016172826069115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/06/apa-sih-artinya-tulus-salah-satu-kakak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/2190016172826069115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/2190016172826069115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/06/apa-sih-artinya-tulus-salah-satu-kakak.html' title='TULUS!'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-4477853626222593979</id><published>2009-06-11T18:18:00.001+07:00</published><updated>2009-06-11T18:35:04.471+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanya--Jawab'/><title type='text'>Tentang alam bawah sadar.</title><content type='html'>Perlu hati-hati dalam menyikapi soal ini menurut saya, Pak Arifin dan Pak Danang ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lebih suka menyebutnya PIKIRAN bawah sadar daripada ALAM. Itu kesannya kok jadi gimana gitu. Pikiran bawah sadar memang bisa jadi gerbang ke ilmu metafisika. Saran saya, hal ini perlu dipelajari dengan baik dan ada baiknya mengerti landasan ilmiah dan risetnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang teman saya yang sangat saya sayangi. Dia sangat berbakat dan punya potensi luar biasa. Namun, saya melihat hidupnya saat ini jadi terjebak dalam ilusi kebenaran yang terdistorsi persepsinya sendiri tentang apa itu kebenaran. Akhirnya, keinginannya untuk membantu orang banyak dan menjadi seorang penyembuh pun, sampai sekarang gak terealisasi juga. Asik dengan ilusi pikirannya sendiri. Banyak orang yang kehilangannya kesadarannya dan kalau gak dibilang jadi kurang waras mungkin bisa dibilang jadi kurang kesadarannya. Jika Pak Arifin mau belajar. Belajarlah pada guru yang reputasinya sudah terbukti memang baik dan apa pun kemampuan yang dimilikinya memang berguna bagi kebaikan dirinya dan sesama. Jadi, gak sekadar menarik atau untuk senang-senangan aja. Saya pernah dinasehati Pak Adi tentang ini. Adalah percuma larut dalam euphoria ALAM lain kalau di dunia sendiri kita tidak berkarya apa pun yang berguna bagi kita dan sesama. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Boleh lihat-lihat ke alam lain selama kaki masih di bumi dan pikiran masih menunjung langit (Tuhan) kita. Remember that!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi  Muliyono, C.Ht. - Quantum  Hypnosis Indonesia&lt;br /&gt;Client Centered Hypnotherapist&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.rudi-muliyono.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: money_magnet@yahoogroups.com [mailto:money_magnet@yahoogroups.com] On Behalf Of arifin.sutedja@gmail.com&lt;br /&gt;Sent: 11 Juni 2009 16:23&lt;br /&gt;To: money_magnet@yahoogroups.com&lt;br /&gt;Subject: Re: [Money Magnet] DUNIA ALAM BAWAH SADAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Danang, Lokasi padepokan meditasinya dimana? Trus apakah ada Gurunya yg mengajar tehnik2 meditasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon infonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thx&lt;br /&gt;Sent from BB-nya Ipin&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;From: Danang Iftian&lt;br /&gt;Date: Thu, 11 Jun 2009 15:52:50 +0700&lt;br /&gt;To: &lt;money_magnet@yahoogroups.com&gt;&lt;br /&gt;Subject: Re: [Money Magnet] DUNIA ALAM BAWAH SADAR&lt;br /&gt;Kalo mememang pikiran bawah sadar terhubung satu sama lain di "alam bawah sadar", maka fenomena telepati terpecahkan.&lt;br /&gt;Di tempat saya ada sebuah padepokan meditasi yang mengeksplor alam ini.&lt;br /&gt;Seluruh anggotanya dapat saling berkominikasi tanpa batas jarak dan waktu (tanpa pake HP..lho)&lt;br /&gt;Dan melakukan sugesti juga tanpa batas jarak dan waktu serta gak perlu komunikasi verbal.&lt;br /&gt;Mereka juga menyebutnya Alam Bawah Sadar bukan alam ghoib ato alam jin.&lt;br /&gt;Di alam ini mereka bisa saling bertemu dan berkomikasi layaknya di alam nyata, dalam kondisi hipnosis di alam nyata. Bahkan kadang sampai beberapa hari dalam kondisi hipnosis. Kalo ditanya katanya di alam sana sangat menyenangkan dan sampai lupa waktu untuk balik.&lt;br /&gt;Kalo dilihat dari kwalitas hidup, mereka luar biasa. Gak ada yang miskin dari segi apapun.&lt;br /&gt;Benarkan alam bawah sadar itu ada...? Saya nggak tau.&lt;/money_magnet@yahoogroups.com&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-4477853626222593979?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/4477853626222593979/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/06/tentang-alam-bawah-sadar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/4477853626222593979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/4477853626222593979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/06/tentang-alam-bawah-sadar.html' title='Tentang alam bawah sadar.'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-1442512292321978453</id><published>2009-05-31T12:33:00.001+07:00</published><updated>2009-05-31T14:19:29.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Testimoni / Sharing'/><title type='text'>Hidup Adalah Sebuah Proses</title><content type='html'>Dear Momo,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ngikutin postingan seorang Rudi Muliyono di milist MM, saya jadi makin "ngeh"&lt;br /&gt;Kalau memang setiap manusia itu selalu punya masalah...&lt;br /&gt;Sekarang tinggal gimana setiap manusia itu menyikapinya.&lt;br /&gt;Rasa kesepian, rasa takut kekurangan... Normal banget kan? Saya ngerasain!&lt;br /&gt;Dan ternyata, Momo juga! :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap baca postingan2 Momo, jadi suka ngerasa, gw banget yah? Ehmmm maksud, kok gw juga gitu?&lt;br /&gt;Saya belajar buanyak banget dari seorang Momo lewat tulisan-tulisannya Dan beberapa kali temu muka :)&lt;br /&gt;Bukan hasil yang di fokusin, tapi proses hidup itu sendiri. Bukan juga orang lain yang disalahin untuk apa yang terjadi sama diri kita.&lt;br /&gt;Proses yang baik, gak usah mikir hasil, kalau orang tua saya selalu bilang,&lt;br /&gt;"Gusti Allah ora sare" masa iya sih, kalau prosesnya udah baik, hasilnya amburadul?&lt;br /&gt;Allah kan Ga pernah tidur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mo, saya seneng banget udah di Bantu untuk melewati tangga-tangga awal pembelajaran.&lt;br /&gt;Dulu, saya selalu liat Dan mau loncat ke tangga paling atas. Tanpa mau melewati Dan membersihkan&lt;br /&gt;Program2 di tangga-tangga pertama.&lt;br /&gt;Tapi, dengan melihat kamu Dan belajar dari kamu, saya gak lagi mau tergesa-gesa.&lt;br /&gt;Beresin dulu yang sekarang...&lt;br /&gt;Thank you yah Mo....&lt;br /&gt;Saya nyaman banget kalau cerita sama kamu, se frekwensi kali yah? :-)&lt;br /&gt;Pokoknya terima kasih banyak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Erita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-1442512292321978453?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/1442512292321978453/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/hidup-adalah-sebuah-proses.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/1442512292321978453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/1442512292321978453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/hidup-adalah-sebuah-proses.html' title='Hidup Adalah Sebuah Proses'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-3390624443232541826</id><published>2009-05-16T00:22:00.001+07:00</published><updated>2009-05-16T00:22:44.853+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Testimoni / Sharing'/><title type='text'>Sungguh Tak Kuduga!</title><content type='html'>Selamat malam Pak Rudi,&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pertama-tama saya hendak mengucapkan banyak terima kasih pada Pak Rudi. Sungguh saya dulu tidak mengira bahwa saya bisa berubah begitu banyak seperti sekarang ini. Saya yang dulu sering merasa canggung dan pemalu, tidak berani menegur orang lebih dulu, sejak saya diterapi mulai berubah jadi lebih santai, suka bersosialisasi dan tidak canggung lagi. Rasanya nyaman sekali. Dan perubahan ini berlangsung terus sampai sekarang sehingga saya makin merasa nyaman dengan diri saya sendiri, dan makin percaya diri. Dulu saya pikir supaya saya bisa percaya diri saya harus ikut John Robert Powers atau sebangsanya, ternyata hanya dgn diterapi Pak Rudi saya sudah mendapatkan itu. Dan saya juga berterima kasih atas kesediaan Pak Rudi untuk membimbing saya via email dan chatting sehingga saya bisa menyembuhkan luka batin saya, sehingga sekarang saya bisa lebih sabar, tidak mudah panik dan lebih tenang. Terima kasih banyak Pak Rudi, God bless you always.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salam hangat&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mary&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-3390624443232541826?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/3390624443232541826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/sungguh-tak-kuduga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/3390624443232541826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/3390624443232541826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/sungguh-tak-kuduga.html' title='Sungguh Tak Kuduga!'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-4499302386956076748</id><published>2009-05-16T00:21:00.001+07:00</published><updated>2009-05-16T00:21:15.269+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Testimoni / Sharing'/><title type='text'>Sahabat, Guru dan Temanku ^_^</title><content type='html'>Perkenalan saya dengan dunia pikiran dimulai dengan satu cerita seru seorang sahabat saya bernama Rudi Muliyono yang saya kenal sejak 5 tahun lalu. Suatu hari, Rudi atau yang biasa saya panggil Momo ini bercerita bagaimana hebatnya pikiran manusia lewat pengalamannya mengikuti SuperCamp V di Jakarta, Mei 2006 silam. Cerita dan pengalaman yang begitu menginspirasi, yang hingga kini selalu saya syukuri. Karena inspirasi cerita itulah yang membawa kaki dan hidup saya kini untuk bertemu dengan banyak teman baru serta guru-guru kehidupan yang senantiasa membagi ilmunya bagi dunia. Hal yang dulu tak pernah sedikitpun terpikirkan oleh saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya dan Momo berkenalan di dunia maya lewat salah satu bisnis online yang kami geluti. Dari awal saya kenal pria berkulit putih ini dia sudah biasa jadi selebritis milist hahahaha... Kepandaiannya serta kemauannya untuk selalu belajar agar jadi yang terbaik di bidangnya , membuat banyak orang berdecak kagum. Saya salah satunya. Dan beruntunglah saya, ternyata Momo ini adalah orang yang tidak pelit ilmu. Selama 5 tahun ini, saya terus menerus belajar dari dia. Bukan lagi soal bisnis online tapi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Anda yang masih punya pola pikir bahwa usia muda artinya belum bijaksana, buat saya artinya Anda belum bertemu dengan sosok satu ini. Kemauannya yang luar biasa untuk menemukan jati diri dan hakekat hidupnya di dunia, menghantar Momo menuju berbagai kesadaran melalui pengalaman hidup yang mencengangkan. Selalu bangkit dan belajar sesuatu dari tiap kejadian serta membuatnya sebagai pelajaran yang dipahaminya dengan benar, membuatnya matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi banyak orang, termasuk saya, Momo ini adalah sahabat serta salah satu guru kehidupan saya yang terbaik. Sebagai terapis, ilmu-ilmu yang berkaitan dengan hipnoterapi dikuasainya dengan baik. Saya banyak kali dibantu beliau dalam menemukan berbagai hambatan hidup berdasarkan memori buruk atas berbagai pengalaman hidup saya selama ini. Di kursi terapinya yang empuk, saya berkali-kali serasa dihidupkan kembali dengan kelegaan dan pemahaman baru mengenai hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, saya juga sering dibangunkan kembali saat chatting oleh Terapis satu ini. Tanpa saya sadari, Momo mengajarkan, mengarahkan saya banyak hal bijak dan juga potensi-potensi diri yang tadinya tak saya sadari hanya lewat chatting. Perubahan ini tak hanya memberi dampak baik bagi saya, namun juga bagi setiap relasi yang saya bangun dengan sesama dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat bantuan seorang sahabat baik sebaik Momo ini, saya kini bisa menatap hidup saya sebagai satu perjalanan yang mengasyikkan, yang membahagiakan penuh berkat dan cinta dari sesama dan semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga semua hidup berbahagia&lt;br /&gt;Saya mengasihi Anda semua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Dwi Yuniarti Dharmanto, 30, copywriter ~&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-4499302386956076748?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/4499302386956076748/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/sahabat-guru-dan-temanku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/4499302386956076748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/4499302386956076748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/sahabat-guru-dan-temanku.html' title='Sahabat, Guru dan Temanku ^_^'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-1621404795065570114</id><published>2009-05-15T05:04:00.003+07:00</published><updated>2009-05-15T07:16:44.403+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Notes'/><title type='text'>Halo!</title><content type='html'>Dear pembaca,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam ketemu di blog saya ini. Blog ini masih baru. Jadi, belum semua isinya terposting. Sambil menunggu banyak tulisan baru saya dikumpulkan dan ditulis lagi, Anda bisa menikmati tulisan-tulisan yang ada saat ini yang termasuk dalam kategori BASIC atau mendasar sehingga lebih mudah dimengerti. Sebagian besar saya ambil dari guru-guru saya yang sangat mumpuni dan pakar dalam mind technology. Tulisan-tulisan yang lebih ADVANCED akan menyusul kemudian.  Silakan meninggalkan komentar dan pertanyaan jika Anda menginginkannya. Saya akan menjawab sesegera mungkin. Semoga isi blog ini dapat bermanfaat bagi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi Muliyono&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-1621404795065570114?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/1621404795065570114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/halo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/1621404795065570114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/1621404795065570114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/halo.html' title='Halo!'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-4817255628856258709</id><published>2009-05-15T04:38:00.002+07:00</published><updated>2009-05-15T04:38:47.936+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Testimoni / Sharing'/><title type='text'>Langsing Dengan Hypnosis</title><content type='html'>Dear Pak Momo,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mengucapkan terima kasih untuk Hypnoslim yang begitu singkat namun juga begitu dahsyat.&lt;br /&gt;Setelah di terapi, esok harinya langsung celana saya terasa longgar, dan badan saya terasa lebih ringan.&lt;br /&gt;Apakah efeknya langsung begitu terasa?, saya sendiri sampai terheran-heran, kok cepat banget.&lt;br /&gt;Pikirku mungkin celanaku yang sudah molor karena udah di pake 2 hari, he…, tapi ternyata sampai di kos saya coba&lt;br /&gt;Pake celana yang lain, hasilnya juga sama, terasa longgar.&lt;br /&gt;Sebelum di terapi sama Pak Momo, saya sempat diet kira2 2 minggu, sangat tersiksa, pagi dan malam makan apel,&lt;br /&gt;Baru siang hari makan nasi. Saya tidak suka makan buah jadi pada waktu itu saya benar2 maksa sampai2 setiap kali makan rasanya pengen muntah.&lt;br /&gt;Malam hari juga saya membiarkan diri saya kelaparan, hingga pencernaan saya juga terganggu sampai kadang 2/3 hari baru bisa buang air besar.&lt;br /&gt;Makanya ga banyak efeknya ke tubuh saya, yang ada malah sering bad mood.&lt;br /&gt;Tapi setelah di terapi, saya berani makan apapun, dan kapanpun asal tiak sampai berlebihan, kalo sampai berlebihan maka perut langsung memberi isyarat.&lt;br /&gt;Sekarang saya juga lebih bisa mengontrol selera makan, karena kalo sudah kenyang sudah ga pengen makan apa2 lagi.&lt;br /&gt;Kalo dulu, heemmm hajar terusss, he….&lt;br /&gt;Pencernaan saya juga semakin lancar, meskipun saya tetap tidak makan malam, (bukan maksa tapi memang ga pengen), pagi harinya tetap lancar.&lt;br /&gt;Sampai saat ini saya masih belum berani timbang badan, ya.. Nanti aja dulu deh.. ^_^&lt;br /&gt;Kalo ini sudah benar2 terlihat hasilnya, saya ingin belajar hypnoslim biar bisa bantu teman2 saya yang ingin langsing dan tetap sehat.&lt;br /&gt;Demikian curhatan saya (mo ngucapin terima kasih malah curhat, he..)&lt;br /&gt;Terima kasih Pak Momo… ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Heni K&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-4817255628856258709?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/4817255628856258709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/langsing-dengan-hypnosis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/4817255628856258709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/4817255628856258709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/langsing-dengan-hypnosis.html' title='Langsing Dengan Hypnosis'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-3632132819551549663</id><published>2009-05-15T04:32:00.001+07:00</published><updated>2009-05-15T04:33:40.683+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Testimoni / Sharing'/><title type='text'>Merasa Terlahir Kembali</title><content type='html'>Halo Hari (katanya jangan dipanggil Pak yah? Maaf kalau salah), dan semua anggota milis Money Magnet.&lt;br /&gt;Salam kenal. Saya Nel, sudah join di milis yang luar biasa ini sekitar 1 bulan, maaf baru posting sekarang.&lt;br /&gt;Saya belajar banyak dari teman-teman, dan pengalaman-pengalaman yang dibagikan teman-teman di sini mengingatkan saya untuk take action daripada terus menunggu, menganalisa atau mempertanyakan kebenaran atau keampuhan suatu metode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Email Hari mendorong saya untuk berbagi pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari, sebelumnya saya ucapkan selamat karena telah menemukan mental block yang ada dalam diri Hari.&lt;br /&gt;Mengapa selamat?&lt;br /&gt;Karena banyak orang yang kesulitan mengenali mental blocknya, tidak menyadari, atau bahkan menyangkal.&lt;br /&gt;Kalau tidak pernah menyadari, tidak akan bisa disembuhkan, dan akan terus menjadi penghalang, padahal di luar sana begitu banyak peluang yang terbuka (karena LOA bekerja terus tanpa henti).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga pernah seperti Hari, tidak percaya diri, kalau bertemu orang bingung bagaimana memulai percakapan, berusaha menghindari mata teman bicara (seperti kata Pak Johansyah, bukan lawan bicara :) ).&lt;br /&gt;Dalam kelas atau seminar, meskipun punya banyak pertanyaan karena saya orang yang selalu ingin tahu lebih banyak, tapi berat sekali untuk mengangkat tangan.&lt;br /&gt;Berbagai macam pikiran bermain, seperti "pertanyaannya bego gak yah?", "perlu gak yah ditanyain?", "mengganggu orang lain gak yah kalau saya tanya?".&lt;br /&gt;Ketika sudah meniatkan diri untuk tidak mengindahkan apa kata orang pun, tangan serasa ada yang menahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama sekali saya membawa emosi negatif tersebut.&lt;br /&gt;Ketika menyadari adanya emosi negatif tersebut, saya menyangkalnya.&lt;br /&gt;Tadinya saya berpikir mungkin karena saya orang yang pemalu.&lt;br /&gt;Ketika saya merasa tidak kompeten dalam "menjual diri", saya mencari alasan dengan mengatakan "kalau harus mempromosikan diri sendiri kok rasanya seperti orang sombong atau pamer yah?".&lt;br /&gt;Padahal kalau melihat orang lain mempromosikan diri sendiri, saya melihat itu sebagai hal yang wajar.&lt;br /&gt;Sulit sekali menerima bahwa saya tidak percaya diri, mengingat saya yakin dengan kemampuan saya, di sekolah selalu menjadi salah satu yang terbaik, di lingkungan pekerjaan saya selalu memberikan kontribusi terbaik dan tidak pernah mengecewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan orang lain pun mungkin akan sulit percaya meskipun terlihat dari bahasa tubuh. Beberapa kali saya diingatkan "loe jangan begini begini begini... kayak orang gak percaya diri", "berpikir positif, jangan mikir yang aneh-aneh, bla bla bla...".&lt;br /&gt;Saya juga membaca buku-buku dan mengikuti seminar pengembangan diri dan motivasi, tapi tetap tidak bisa mengendalikan emosi-emosi negatif tersebut.&lt;br /&gt;Sampai saya berpikir ini cuma pikiran saya saja, saya mengada-ada, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai bertemu buku Pak Adi "The Secret Of Mindset" (buku yang sangat membuka mata dan pikiran), saya menyadari bahwa hal-hal yang saya rasakan itu wajar dan akhirnya mengingatkan saya akan luka masa lalu yang menyebabkan terjadinya mental block itu.&lt;br /&gt;Dan thank God, sudah diterapi oleh Pak Adi dan Pak Rudi (Momo).&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;(Pak Adi dan Pak Rudi, terima kasih banyak, saya merasa terlahir kembali. I can't thank you enough. God bless you)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran saya untuk Hari:&lt;br /&gt;1. Apapun emosi negatif yang ada, terimalah. Emosi itu ada sebagai pesan.&lt;br /&gt;2. Jika hanya ingin menghilangkan emosi negatif tersebut, bisa dengan EFT (ada di "The Secret Of Mindset").&lt;br /&gt;Emosi negatif biasanya adalah efek dari luka hati atau mental.&lt;br /&gt;Kalau lukanya (core issue) tidak disembuhkan, kemungkinan emosi negatifnya akan muncul lagi.&lt;br /&gt;Jika setelah EFT sembuh dan kemudian muncul lagi, tidak apa-apa, biasanya intensitasnya sudah berkurang, silakan EFT lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tetapi jika ingin mencari tahu penyebab dari emosi negatif tersebut, bisa dengan Ego State Therapy (dengan arahan CD EST yang ada di buku Hard Cover "The Secret Of Mindset").&lt;br /&gt;Jika tidak menemukan apa-apa, jangan kuatir. Mungkin pikiran bawah sadar kita akan berkomunikasi atau memberi pesan lewat mimpi atau kesempatan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jika emosi negatifnya berat dan mengganggu sekali, hubungi terapis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa sedikit menjawab pertanyaan Hari dan semoga Hari bisa mengatasi mental block yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari, you are great!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warm Regards,&lt;br /&gt;Nel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Taken from http://asia.groups.yahoo.com/group/money_magnet/message/11267&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-3632132819551549663?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/3632132819551549663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/merasa-terlahir-kembali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/3632132819551549663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/3632132819551549663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/merasa-terlahir-kembali.html' title='Merasa Terlahir Kembali'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-3973732842909804468</id><published>2009-05-15T04:28:00.002+07:00</published><updated>2009-05-15T04:56:23.002+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Testimoni / Sharing'/><title type='text'>Kembali Damai Dengan Orang Tua</title><content type='html'>&lt;div&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="EN-US"&gt;Dear temen2 money magnet…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="EN-US"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="EN-US"&gt;Perkenalkan, nama saya Damayantie.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="EN-US"&gt;Saya sudah agak lama juga ikut di milis ini stelah membaca buku BaMM, tapi cuman jadi pembaca aja, belum berani nulis dan kasih komentar…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="EN-US"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="IT"&gt;Cerita dibawah yg diposting oleh Pak Momo ini adalah cerita saya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="SV"&gt;Sebenarnya pengen langsung nulis begitu cerita ini diposting, tapi karena kesibukan, jadi tertunda, baru bisa sekarang…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="IT"&gt;Awalnya, setelah membaca buku BaMM, saya tertarik sekali, karena merasa inilah buku yg saya cari. Hampir semua buku karangan Pak Adi saya beli dan baca habis, kesimpulannya : Saya harus bertemu beliau utk membantu masalah saya, saya coba kirim email ke beliau, ternyata beliau baru bisa ada waktu sekitar bulan September, which is saya yg gak bisa karena anak saya sudah masuk sekolah dan gak ada yg ngantar kalo dia sekolah, tetapi keinginan saya utk menyelesaikan masalah saya itu sangat besar, jadi setelah berdiskusi dengan suami, kita coba utk cari di Jakarta, karena kita sudah familiar dengan kota itu dibanding Surabaya.. Lalu saya coba cari tau dari Ibu elly, siapa aja murid beliau di Jakarta, dan dapatlah nama Pak Momo ini…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="IT"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="IT"&gt; Awalnya saya dan suami agak ragu, kira2 bisa gak ya muridnya Pak Adi menerapi kami (saya terutama..), karena saya merasa masalah saya sangat kompleks, saya sempat agak ragu dan rada2 gak percaya...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="IT"&gt; saya sampai kirim email ke pak Adi loh, menanyakan Pak Momo ini, dan hilang keraguan saya saat Pak Adi reply email saya dan bilang : Ibu, saya SANGAT MEREKOMENDASIKAN Pak Rudi Momo sebagai terapis ibu... &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="IT"&gt; jadilah kami berangkat ke jakarta... &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="IT"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="IT"&gt;Sebenarnya sih, waktu di Kompas, wajahnya pak Momo ini udah liat, tapi pas ketemu..wuih… ternyata orangnya jauh lebih slim daripada fotonya dan jauh lebih muda loh…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="IT"&gt;Asyik juga ternyata begitu tau pak momo ini orang yg heboh, sedikit perfeksionis. .tapi baik hati…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="IT"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="IT"&gt;Sesi terapi saya dan suami berlangsung 2 hari, saya memilih aspek yg saya rasa sangat berat dan benar2 membuat saya tidak nyaman, yaitu hubungan dengan orang tua…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="IT"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="IT"&gt;Bagaimana proses terapinya, kalo saya cerita bisa jadi 5 halaman nich…(belum lagi bagian saat saya menghabiskan stok tissue nya pak momo…hehehe…)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="IT"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="IT"&gt;Intinya, saya diajak utk berdamai dengan orang tua saya…semua kemarahan dan rasa benci saya pada orang tua saya tumpahkan, dan setelah semuanya terbuang habis, saya memeluk orang tua saya dan berdamai dengan mereka…saya bisa tersenyum, dan memandang mereka dengan perasaan plong…duh leganya…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="IT"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="SV"&gt;Nah, sisanya pas pulang ke Balikpapan…seperti yg teman2 baca…(Saya saja masih heran kog..)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="SV"&gt;Dan sampai sekarang, saya bisa biasa aja ke orang tua, gak ada lagi perasaan takut, khawatir or perasaan gak enak...kalo dulu, mo telp orang tua aja, mikir 1000 kali, kalo sekarang, jadi sering2 telp, soalnya rencana bisnis yg ditawarin oleh ayah saya akan segera terealisasi bulan September... Puji Tuhan... &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:11;"   lang="SV"&gt;&lt;span&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="SV"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="SV"&gt;Sebenarnya masih banyak sih masalah saya yg saya ingin diterapi...( Pak Momo, masih nyimpan gak catatan saya??? Hehehe...) Tapi seperti kata beliau, terapi gak bisa sekaligus, ntar bawah sadarnya bingung mo jalanin yg mana duluan....jadi ya...sabar.. .ditambah syukur, bahagia dan pasrah...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="SV"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="SV"&gt;Buat teman2 yg merasa stuck dengan masalah dan butuh bantuan terapis, jangan salah pilih terapis ya...seperti yg pak Adi bilang di artikel beliau, hati2 saat memilih hypnoterapist, harus yg benar2 client centered, bukan terapist centered, seperti yg sudah saya rasakan...Pak Momo...thank you !&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="SV"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="SV"&gt;Oya, saya juga sudah mendaftar ikutan QLT bulan November mendatang (mumpung masih early bird), berharap bisa menimba ilmu yg banyak utk lompatan kehidupan saya selanjutnya. ..dan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bertemu dengan idola saya, Pak Adi, Pak Aries, Ibu Elly....dan Pak Rudi ”Momo” Mulyono....cihui! !!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="SV"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="SV"&gt;Ayo...mari kita raih kesuksesan bersama !!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="SV"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="SV"&gt;Salam Berkelimpahan,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="SV"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:11;"   lang="SV"&gt;damayantie&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; ----- Original Message ----&lt;br /&gt;From: Rudi Muliyono &lt;hongkongblueboy@&gt;&lt;br /&gt;To: money_magnet@ yahoogroups. com&lt;br /&gt;Sent: Monday, August 4, 2008 11:04:00 AM&lt;br /&gt;Subject: [Money Magnet] Curhat Setelah Terapi &lt;== Perubahan dalam hidup setelah sesi terapi ^_^   Email ini saya posting kemari atas ijin kliennya dan juga Pak Adi.  Dari cerita klien ini membuktikan bahwa SEGALA HAL MUNGKIN dan bisa terjadi setelah terapi. Dan hasil-hasil terapi ini seringkali JAUH MELEBIHI dugaan baik klien maupun terapisnya. Ini semua tergantung kondisi kliennya. Kalau sudah siap berubah dan berani bayar "harga"nya (ada tanda kutip, berarti bukan soal duit aja, yang terpenting adalah kemauan). Hanya 1-2 sesi saja berubahnya sudah bisa drastis kayak cerita di bawah ini. Tulisan bagian atasnya adalah jawaban dan tanggapan saya. Bacanya mulai dari yang paling bawah dulu ya.  Vinsens Gerardo Rudi Muliyono, C.Ht. Client Centered Hypnotherapist ----- Original Message ----- From: "Rudi Muliyono" &lt;&lt;a linkindex="19" rel="nofollow" ymailto="mailto:rudi.muliyono%40gmail..com" target="_blank" href="http://asia.groups.yahoo.com/group/money_magnet/post?postID=HuC9nVmcr-Fj92Mk6j8t5gpfDQB9ZYCI4Xa4A7ZLJVZIXLwFhOagX2EV4F5sGEaW-N9vRutBsbRVLYIsXvIwz7PmL4w"&gt;rudi.muliyono@ gmail.com&lt;/a&gt;&gt;&lt;br /&gt;To: Mrs. D&lt;br /&gt;Sent: Thursday, July 31, 2008 1:06 AM&lt;br /&gt;Subject: Re: Curhat setelah Terapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Dear Bu D,&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Yang sudah diterapi waktu itu memang titik beratnya masalah dengan orang&lt;br /&gt;&gt; tua. Sesi yang pertama adalah untuk mengatasi masalah yang Anda bilang ini&lt;br /&gt;&gt; loh "saya juga tidak pernah minta utk diikutkan karena saya merasa gak&lt;br /&gt;&gt; enak dan gak pantas". Ini yang paling penting :-) Saya meletakan fondasi&lt;br /&gt;&gt; HARGA DIRI pada Ibu D. Seperti penjelasan saya sebelumnya, salah satu ciri&lt;br /&gt;&gt; harga diri yang rendah yang paling kelihatan adalah rasa tidak pantas&lt;br /&gt;&gt; (malu/shame) . Nah, berhasil kan. Setelah ini diberesi, tanpa Ibu minta aja&lt;br /&gt;&gt; ditawari.. Selama Ibu merasa ga pantas, orang lain yang mau nawari juga&lt;br /&gt;&gt; jadi ga yakin dan jadi merasa sungkan omong sama Ibu. Jadi, terapi yang&lt;br /&gt;&gt; kemarin itu bisa dinilai sangat berhasil ya karena aspek yang mau diterapi&lt;br /&gt;&gt; kena semua dan langsung kelihatan hasilnya. Termasuk bisa menghadapi orang&lt;br /&gt;&gt; tua dengan hasil ini: "Pas ketemu ayah, jess...perasaan kog ada yg aneh&lt;br /&gt;&gt; ya?? saya cium tangan beliau seperti biasa, trus duduk lagi di ruang tamu.&lt;br /&gt;&gt; Beliau juga duduk. Kami berempat (Saya, suami, ibu, ayah) ngobrol2.&lt;br /&gt;&gt; Obrolan berlangsung biasa2 saja, tetapi perasaan saya yg awalnya deg2an,&lt;br /&gt;&gt; perlahan mulai hilang, dan saya bisa menikmati obrolan tersebut"&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Soal aspek yang ini:&lt;br /&gt;&gt; 1) takut gelap&lt;br /&gt;&gt; 2) mau jual mobil&lt;br /&gt;&gt; 3) perasaan ga enak waktu mau prospek orang&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Memang belum diterapi karena aspek ini beda sama yang kemarin itu,&lt;br /&gt;&gt; sementara dalam waktu bersamaan ga bisa terapi banyak hal sekaligus. Nanti&lt;br /&gt;&gt; pikiran bawah sadarnya bingung program mana yang mesti dijalanin duluan.&lt;br /&gt;&gt; Sesi pertama Ibu adalah peletakan fondasi dasar kesuksesan yaitu harga&lt;br /&gt;&gt; diri dan percaya diri bahwa Ibu boleh dan pantas untuk sukses dan bahagia,&lt;br /&gt;&gt; belum restructuring secara spesifik. Sesi ke-2 Ibu saya bantu&lt;br /&gt;&gt; restructuring untuk hubungan dengan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Afirmasi Ibu sudah benar kok, memang kadang butuh proses supaya afirmasi&lt;br /&gt;&gt; itu jalan. Kalau gak jalan-jalan pasti karena ada mental block. Rasanya&lt;br /&gt;&gt; terapi berikutnya kita sudah bisa masuk ke bidang finansial ya.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Soal RBM, tools ini sangat powerful. CUMA, ada cumanya hehehe...Tools ini&lt;br /&gt;&gt; baru bisa dipakai dan berjalan dengan baik setelah serangkaian sesi&lt;br /&gt;&gt; terapi. Makanya, RBM baru dikasih setelah orang ikutan Supercamp. Karena&lt;br /&gt;&gt; di Supercamp biasanya bisa sampai 8 sesi terapi semuanya terutama untuk&lt;br /&gt;&gt; menunjang bidang finansial. Jadi, kalau Bapak dan Ibu kerjakan saat ini,&lt;br /&gt;&gt; mungkin ga terlalu ada gunanya. Penjelasannya pun sangat kompleks dan&lt;br /&gt;&gt; panjang. Gak bisa dijelasin pake email. Bingung ane jelasinnya gimana :p&lt;br /&gt;&gt; Di Supercamp untuk menjelaskan RBM Pak Adi biasanya mengambil waktu 1-2&lt;br /&gt;&gt; jam. Mungkin ada baiknya Ibu ikutan QLT Ws karena workshop ini jauh lebih&lt;br /&gt;&gt; lengkap lagi dan formatnya berbeda dari Supercamp, disempurnakan dan&lt;br /&gt;&gt; banyak tambahan. Terus yang "dibenahi" ga cuma aspek finansial aja. Sesuai&lt;br /&gt;&gt; namanya, lompatan kuantum dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Oke, saya tunggu kedatangannya ya. Saya senang sekali menerima dan membaca&lt;br /&gt;&gt; email ini. Kemajuan Ibu luar biasa :-) Dilanjutkan dengan bahagia, ikhlas&lt;br /&gt;&gt; dan pasrah ya Bu. Saya senang pada orang-orang yang mau maju dan berubah&lt;br /&gt;&gt; seperti Ibu dan Bapak. Silakan email saya jika merasa perlu dan ada&lt;br /&gt;&gt; pertanyaan. Saya akan menjawab selengkap dan sebaik mungkin.. Terima kasih&lt;br /&gt;&gt; ya.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Vinsens Gerardo Rudi Muliyono, C.Ht.&lt;br /&gt;&gt; Client Centered Hypnotherapist&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; ----- Original Message -----&lt;br /&gt;&gt; From: Mrs. D&lt;br /&gt;&gt; To: &lt;&lt;a linkindex="20" rel="nofollow" ymailto="mailto:rudi.muliyono%40gmail.com" target="_blank" href="http://asia.groups.yahoo.com/group/money_magnet/post?postID=P-PISQCsbyZcvj5oUTyNepz6Fyd1V__2ZqE2IP_7LwKvIAoPrNF3baawWFg0nLYozYvFst2lmWraTEY179tRPOdrZw"&gt;rudi.muliyono@ gmail.com&lt;/a&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Sent: Tuesday, July 29, 2008 11:27 AM&lt;br /&gt;&gt; Subject: Curhat setelah Terapi&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Selamat Pagi Pak Rudi...&lt;br /&gt;&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Semoga dalam keadaan sehat ya...&lt;br /&gt;&gt;&gt; Pak, saya gak tau mesti mulai nulis darimana nich...saya ini antara&lt;br /&gt;&gt;&gt; senang&lt;br /&gt;&gt;&gt; dan bingung juga....&lt;br /&gt;&gt;&gt; persisnya seperti ini pak...&lt;br /&gt;&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Saya udah pernah cerita ke Pak Rudi masalah saya dan orang tua, saya&lt;br /&gt;&gt;&gt; rasanya gak pernah betah kalau berada di rumah orang tua..dan utk itu&lt;br /&gt;&gt;&gt; saya&lt;br /&gt;&gt;&gt; minta diterapi...&lt;br /&gt;&gt;&gt; nah, waktu pulang dari jakarta kemarin itu, kan anak2 saya titip di rumah&lt;br /&gt;&gt;&gt; orangtua, dan begitu kami sampai di balikpapan, kami cuman mampir bentar&lt;br /&gt;&gt;&gt; ke&lt;br /&gt;&gt;&gt; rumah, ambil mobil dan berangkat lagi mau jemput anak2, soalnya udah&lt;br /&gt;&gt;&gt; kangen&lt;br /&gt;&gt;&gt; banget...&lt;br /&gt;&gt;&gt; eng ing eng.... waktu diperjalanan mau ke rumah orangtua, saya ada&lt;br /&gt;&gt;&gt; perasaan&lt;br /&gt;&gt;&gt; deg2an, gimana ya ntar kalo pas ketemu sama ayah saya, duh rasanya kog&lt;br /&gt;&gt;&gt; jadi&lt;br /&gt;&gt;&gt; pengen putar mobil aja, pulang lagi..tapi saya diam aja, gak ngasih tau&lt;br /&gt;&gt;&gt; suami perasaan gak enak saya...&lt;br /&gt;&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Sampai di rumah orangtua, ketemu sama ibu dulu, biasa aja, trus ibu&lt;br /&gt;&gt;&gt; manggil&lt;br /&gt;&gt;&gt; ayah...saya duduk di ruang tamu sambil main sama anak saya, numpahin&lt;br /&gt;&gt;&gt; perasaan kangen yg menumpuk2. Pas ketemu ayah, jess...perasaan kog ada yg&lt;br /&gt;&gt;&gt; aneh ya?? saya cium tangan beliau seperti biasa, trus duduk lagi di ruang&lt;br /&gt;&gt;&gt; tamu. Beliau juga duduk. Kami berempat (Saya, suami, ibu, ayah) ngobrol2.&lt;br /&gt;&gt;&gt; Obrolan berlangsung biasa2 saja, tetapi perasaan saya yg awalnya deg2an,&lt;br /&gt;&gt;&gt; perlahan mulai hilang, dan saya bisa menikmati obrolan tersebut. Ayah n&lt;br /&gt;&gt;&gt; Ibu&lt;br /&gt;&gt;&gt; cerita panjang lebar ttg kelakuan lucu anak2 saya, n tiba2...jess, ayah&lt;br /&gt;&gt;&gt; saya nawarin saya utk ikut tanam modal di stand yg dibeli beliau. Beliau&lt;br /&gt;&gt;&gt; ngajak saya bisnis!!! Wah...sesuatu yg luar biasa loh pak! Soalnya selama&lt;br /&gt;&gt;&gt; ini, beliau tidak pernah ngajak anak2nya utk ikut di bisnis beliau. Ayah&lt;br /&gt;&gt;&gt; saya punya usaha kos2an, punya CV, punya rumah kontrakan, dan semua itu&lt;br /&gt;&gt;&gt; tidak pernah beliau sharing ke saya selama ini. Beliau jalankan bisnis&lt;br /&gt;&gt;&gt; itu&lt;br /&gt;&gt;&gt; hanya dengan ibu saya, dan saya juga tidak pernah minta utk diikutkan&lt;br /&gt;&gt;&gt; karena saya merasa gak enak dan gak pantas. Dan sekarang, beliau ada beli&lt;br /&gt;&gt;&gt; 1&lt;br /&gt;&gt;&gt; stand di Plaza, dan minta saya utk join ngisi stand tsb, keuntungannya&lt;br /&gt;&gt;&gt; ntar&lt;br /&gt;&gt;&gt; terserah saya aja...wah, saya langsung senang bukan main, soalnya saya&lt;br /&gt;&gt;&gt; dan&lt;br /&gt;&gt;&gt; suami emang berencana mo mulai buka usaha, tapi modal belum cukup...eh,&lt;br /&gt;&gt;&gt; tiba2 ada yg nawarin...ayah saya lagi...Puji Tuhan!&lt;br /&gt;&gt;&gt; Dan menurut suami saya, perasaannya sekarang ke orangtua saya biasa2&lt;br /&gt;&gt;&gt; saja,&lt;br /&gt;&gt;&gt; sudah gak ada ganjalan seperti dulu saat kami pertama menikah.&lt;br /&gt;&gt;&gt; Yah, mudah2an dengan berjalannya waktu, dan kami memperbaiki sikap kami,&lt;br /&gt;&gt;&gt; hubungan dengan orangtua menjadi semakin baik dan semakin baik ya...&lt;br /&gt;&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Itu yg bikin saya senang, tapi ada juga yg bikin saya bingung..&lt;br /&gt;&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Saya dan suami kan pengen jual mobil kami, Mazda thn 91.. sebelum kami&lt;br /&gt;&gt;&gt; pergi terapi sih udah diiklanin di koran, tetapi sampai hari ini belum&lt;br /&gt;&gt;&gt; ada&lt;br /&gt;&gt;&gt; juga yg tertarik beli, kalo yg nelp sih udah banyak, tapi belum satupun&lt;br /&gt;&gt;&gt; yg&lt;br /&gt;&gt;&gt; datang liat mobil itu, padahal kita mau lepas cepat2, soalnya duitnya mo&lt;br /&gt;&gt;&gt; diputar utk modal usaha yg lain.&lt;br /&gt;&gt;&gt; Sebelum tidur saya sudah afirmasi kira2 begini : (karena saya tipe&lt;br /&gt;&gt;&gt; emosional)&lt;br /&gt;&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; "Uang dari hasil penjualan mobil mazda sebesar Rp. 37,5 juta akan saya&lt;br /&gt;&gt;&gt; gunakan utk modal usaha utk menambah kebahagiaan anak - anak saya"&lt;br /&gt;&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Apa afirmasinya salah ya pak? Please masukannya.&lt;br /&gt;&gt;&gt; Oya, karena mobil itu belum juga terjual, kadang suami saya suka ngeluh,&lt;br /&gt;&gt;&gt; "Apa harganya kemahalan ya?, Apa gak ada yg tertarik beli ya? dll"&lt;br /&gt;&gt;&gt; duih, jadi pusing sayanya...&lt;br /&gt;&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Trus, Saya kan pengennya jadi agen asuransi yg sukses nich, pengennya&lt;br /&gt;&gt;&gt; apapun yg saya katakan bisa mempengaruhi orang, bisa dipercaya orang, dan&lt;br /&gt;&gt;&gt; akhirnya mau membeli produk saya.&lt;br /&gt;&gt;&gt; Tapi kayaknya saya masih belum bisa utk berbicara di depan orang banyak.&lt;br /&gt;&gt;&gt; Saya sih udah coba pelajari lagi produk yg saya jual, tapi&lt;br /&gt;&gt;&gt; Saya masih takut utk presentasi di depan calon nasabah saya, mulut saya&lt;br /&gt;&gt;&gt; masih terkunci rapat kalo mo prospect. Trus, kalo saya mo nelp nasabah&lt;br /&gt;&gt;&gt; saya, kayak ada perasaan gak enak yg bikin saya batal nelp nasabah saya.&lt;br /&gt;&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Dan satu lagi, saya juga masih takut berada di kegelapan, kalo saya mau&lt;br /&gt;&gt;&gt; keluar kamar pas tengah malam, mo buatin susu buat anak saya, saya masih&lt;br /&gt;&gt;&gt; ketakutan, saya akhirnya bangunin suami saya aja. Apa masih ada mental&lt;br /&gt;&gt;&gt; bloknya ya?&lt;br /&gt;&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Kalo memang iya, saya masih mau diterapi lagi Pak Rudi, biar hilang&lt;br /&gt;&gt;&gt; semuanya.&lt;br /&gt;&gt;&gt; Kalo memang begitu, rencananya suami saya akan ditugaskan ke Jakarta tgl&lt;br /&gt;&gt;&gt; 25&lt;br /&gt;&gt;&gt; - 29 Agustus'08. Mungkin saya bisa ikut 1-2 hari.&lt;br /&gt;&gt;&gt; Mohon masukannya.&lt;br /&gt;&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Oya, boleh minta tolong dijelasin bagaimana menulis Rekening Bank Mental?&lt;br /&gt;&gt;&gt; Kami memang belum pernah ikut SC, tapi dari buku yg kami baca, ada&lt;br /&gt;&gt;&gt; dijelasin soal RBM itu, cuman yg bikin bingung, apa ya fungsinya RBM itu?&lt;br /&gt;&gt;&gt; Apa dengan menulis RBM itu, akan membantu kami utk mensyukuri hidup ini?&lt;br /&gt;&gt;&gt; Dan bagaimana cara mengisinya? (kalo gak keberatan, boleh dong dishare)&lt;br /&gt;&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Tuh kan?? panjang jadinya curhat saya... :))&lt;br /&gt;&gt;&gt; Mudah2an Pak Rudi gak bosan ya?? Dan masih mau bantu kami....&lt;br /&gt;&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Terima kasih atas waktunya membaca email saya.&lt;br /&gt;&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Salam n GBU&lt;br /&gt;&gt;&gt; D dan T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Taken from http://asia.groups.yahoo.com/group/money_magnet/message/6833&lt;/span&gt;&lt;/hongkongblueboy@&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-3973732842909804468?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/3973732842909804468/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/dear-temen2-money-magnet-perkenalkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/3973732842909804468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/3973732842909804468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/dear-temen2-money-magnet-perkenalkan.html' title='Kembali Damai Dengan Orang Tua'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-8561513160850797537</id><published>2009-05-15T04:10:00.001+07:00</published><updated>2009-05-15T04:23:37.210+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hypnosis / Hypnotherapy'/><title type='text'>Rahasia Masuk Ke Level Deep Hypnosis</title><content type='html'>Baru-baru ini saya mendapat email dari peserta roadshow The Secret of Mindset, di Jogjakarta, yang bertanya, “Pak, saya penasaran dengan yang Bapak lakukan. Bagaimana Pak Adi bisa begitu mudah membawa peserta seminar, yang jumlahnya ratusan, masuk hingga ke kedalaman profound somnambulism?”&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;span class="txtblue14"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt; &lt;p&gt;Penasaran dengan pertanyaan ini, karena peserta ini menggunakan istilah yang sangat teknis, profound somnambulism, saya lalu menanyakan latar belakangnya. Peserta ini, sebut saja, Pak Anggoro, menerangkan bahwa ia juga mempelajari hipnosis dan hipnoterapi. Namun selama ini mengalami kesulitan membawa kliennya masuk ke kondisi very deep hypnosis atau yang dikenal dengan level profound somnambulism. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi anda, pembaca, yang tidak menghadiri roadshow seminar saya mungkin bingung apa yang saya lakukan? Di seminar saya menjelaskan dan memeragakan cara untuk masuk ke pikiran bawah sadar dengan sangat cepat dan mudah. Pertama, saya akan memberikan contoh dengan meminta seorang peserta maju ke depan, ke atas panggung, untuk saya bimbing masuk ke kondisi deep hypnosis. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam waktu yang sangat singkat dan sangat mudah, peserta ini, bisa masuk sangat dalam, hingga mencapai kondisi profound somnambulism. Untuk membuktikan bahwa subjek hipnosis saya ini telah masuk ke level yang sangat dalam saya melakukan uji kedalaman. Salah satu fenomena kondisi profound somnambulism adalah negative visual hallucination. Dan subjek saya ini memberikan respon yang sesuai dengan kedalaman hipnosis yang ia capai saat itu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah menjelaskan panjang lebar beserta contoh dan peragaan yang gamblang, saya selanjutnya membimbing semua peserta untuk masuk ke kondisi deep hypnosis atau profound somnambulism. Dan rupanya hal ini yang membuat Pak Anggoro penasaran. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, mungkin anda juga bertanya, seperti Pak Anggoro, bagaimana cara saya melakukannya? Mengapa begitu mudah? Pake ilmu apa ya?  Apa rahasianya? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah memang ada rahasia di balik apa yang saya lakukan? Nggak ada rahasia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lho, kok nggak ada rahasia? Kalo begitu mengapa sulit untuk mencapai kondisi profound somnambulism? Lha, memang bukan rahasia, kok. Di berbagai buku, literatur, dan pelatihan hipnosis/hipnoterapi “rahasia” ini pasti dijelaskan atau diajarkan sebagai pengetahuan dasar. Namun sayangnya informasi ini kurang mendapat perhatian yang layak dan malah sering diabaikan.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada beberapa hal yang selama ini menghambat seorang operator (baca: hipnotis atau hipnoterapis) untuk bisa membimbing subjek hipnosis atau klien masuk ke kondisi hipnosis yang sangat dalam. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama, banyak operator yang berpikir bahwa hipnosis adalah sesuatu yang mereka lakukan terhadap subjek hipnosis, subjek masuk kondisi hipnosis karena hasil kerja si operator. Pemahaman ini kurang tepat. Yang benar adalah subjek masuk kondisi hipnosis karena subjek mau. Jadi, langkah awal adalah si subjek harus bersedia untuk dihipnosis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua, operator harus bisa menghilangkan perasaan takut ataupun mispersepsi subjek terhadap hipnosis. Ini faktor yang sangat-sangat penting. Mengapa? Karena pencapaian kedalaman hipnosis berbanding terbalik dengan intensitas perasaan takut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan kata lain, bila subjek sangat takut maka ia tidak akan bisa dihipnosis. Bila takutnya sedikit maka ia bisa masuk lebih dalam lagi. Jika sama sekali tidak ada rasa takut maka subjek bisa masuk dengan sangat mudah ke level hipnosis yang sangat dalam.   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah klien tidak takut dan bersedia dihipnosis maka langkah selanjutnya adalah operator harus bisa mengembangkan imajinasi dan menciptakan pengharapan mental pada diri subjek.&lt;br /&gt;Ketiga, banyak orang mempunyai pemahaman yang kurang tepat, jika tidak mau dikatakan salah, mengenai hipnosis. Banyak orang berpikir bahwa untuk bisa masuk ke kondisi hipnosis maka secara fisik subjek harus rileks. Dengan demikian, jika subjek mau dibawa ke kondisi hipnosis yang sangat dalam maka ia harus sangat-sangat rileks. Dengan kata lain, level relaksasi berbanding lurus dengan level kedalaman hipnosis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemahaman ini, sekali lagi, kurang tepat. Benar, salah satu ciri orang yang berada dalam kondisi hipnosis adalah tubuhnya tampak rileks. Namun tubuh yang rileks tidak berarti orang dalam kondisi hipnosis. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Definisi hipnosis yang saat ini paling banyak digunakan dan diterima adalah definisi yang dilansir oleh U.S. Dept. of Education, Human Services Division, yaitu “Hypnosis is the by-pass of the critical factor of the conscious mind followed by the establishment of acceptable selective thinking” atau “hipnosis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar diikuti dengan diterimanya suatu pemikiran atau sugesti”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila dicermati dengan saksama maka dari definisi di atas tampak jelas bahwa hipnosis sama sekali tidak ada hubungannya dengan kondisi rileks, rileks secara fisik. Untuk bisa dikatakan sebagai kondisi hipnosis, menurut definisi di atas, maka ada dua syarat yang harus dipenuhi. Pertama, penembusan faktor kritis, dan kedua, diterimanya suatu sugesti oleh pikiran bawah sadar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Faktor keempat,  yang membuat seseorang sulit masuk ke kondisi hipnosis yang dalam adalah karena operator salah memilih teknik.  Ada sangat banyak teknik untuk menembus faktor kritis pikiran sadar. Akan terlalu teknis bila saya jelaskan di artikel ini. Namun secara umum, ada 6 (enam) teknik dasar yang biasa digunakan. Dari enam teknik dasar ini selanjutnya berkembang menjadi sangat banyak teknik. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu teknik yang paling umum dan paling banyak digunakan adalah progressive relaxation. Teknik ini paling banyak digunakan karena paling mudah dan paling “aman” untuk operator. Oh ya, sebenarnya nama progressive relaxation juga kurang tepat. Nama yang benar adalah fractional relaxation. Usahakan untuk tidak menggunakan teknik ini. Gunakan teknik lain yang lebih efektif. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Progressive relaxation tidak cocok untuk orang analitis, kritis, pemikir, melankolis, pengacara, pimpinan perusahaan, atau orang yang berada pada level otoritas tinggi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oh ya, banyak orang mengatakan bahwa orang analitis adalah orang yang sangat sulit untuk dihipnosis. Apa benar seperti itu? Ah, tidak. Tahukah anda bahwa sebenarnya orang analitis adalah orang yang sangat sugestif.  Nah, bingung, kan? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Faktor kelima, dan ini juga sering diabaikan oleh banyak operator, adalah semantik atau pilihan kata. Banyak operator menggunakan kata yang mengandung makna si operator lah yang mencipta kondisi hipnosis pada diri subjek. Contohnya seperti ini, “Sekarang anda merasa diri anda semakin rileks dan lebih rileks lagi” atau “Sekarang anda menjadi 10 kali lebih rileks”. Ini adalah perintah yang belum tentu akan dijalankan oleh subjek. Yang lebih tepat adalah dengan menggunakan kalimat yang lebih permisif, persuasif, dan bersifat himbauan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika lima faktor di atas diperhatikan dengan sungguh-sungguh maka siapapun bisa dibimbing masuk ke kondisi hipnosis yang sangat dalam, dengan sangat mudah dan cepat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Written by Adi W. Gunawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-8561513160850797537?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/8561513160850797537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/rahasia-masuk-ke-level-deep-hypnosis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/8561513160850797537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/8561513160850797537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/rahasia-masuk-ke-level-deep-hypnosis.html' title='Rahasia Masuk Ke Level Deep Hypnosis'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-7249164336776006321</id><published>2009-05-15T04:09:00.000+07:00</published><updated>2009-05-15T04:10:39.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hypnosis / Hypnotherapy'/><title type='text'>Bahaya Self Hypnosis</title><content type='html'>Pembaca, kembali saya menulis artikel yang jika hanya dibaca judulnya saja pasti akan menimbulkan kontroversi. Masih ingat beberapa waktu lalu saya menulis artikel dengan judul “Bahaya Berpikir Positif”?&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;span class="txtblue14"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt; &lt;p&gt;Apakah saya tidak salah pilih judul? Oh, tentu tidak. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah tidak ada judul lain? Wah, kalo judul sih sebenarnya banyak sekali. Tapi judul yang saya pilih kali ini sudah benar. Sekarang anda sabar dulu ya. Nanti setelah selesai membaca artikel ini anda pasti akan memahami maksud saya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ok, kalo gitu apa maksud pernyataan di atas?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ceritanya begini. Secara umum hipnosis sebenarnya ada tiga macam. Pertama, hipnosis yang dilakukan diri sendiri, dikenal dengan nama self hypnosis. Jadi, self hypnosis ini artinya kita menghipnosis diri kita sendiri. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua, hipnosis yang dilakukan seseorang terhadap orang lain. Nah, kalo hipnosis seperti ini disebut dengan nama heterohypnosis. Ini yang biasa dilakukan oleh seorang hypnotist terhadap subjek hipnosis, saat melakukan pertunjukan, atau hipnoterapis terhadap klien, dalam setting terapi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketiga, hipnosis yang disebabkan oleh anestesi yang disebut dengan parahypnosis. Pasien yang telah dianestesi/dibius, walaupun tampak tidak sadarkan diri tetap mampu mendengar suara. Kondisi parahypnosis ini umumnya tidak diketahui atau disadari oleh dokter bedah, anesthesiologist, dan perawat. Apapun yang dikatakan oleh mereka selama proses pembedahan akan didengar oleh pasien dan menjadi sugesti yang sangat powerful karena pasien sebenarnya berada dalam kondisi hipersugestibilitas.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Istilah self hypnosis lebih populer dan dikenal masyarakat daripada heterohypnosis dan parahypnosis. Self hypnosis banyak dianjurkan digunakan untuk mengubah perilaku. Banyak pelatihan mengajarkan self hypnosis. Bahkan ada banyak CD audio yang diklaim mampu membantu pendengarnya melakukan self hypnosis dengan mudah dan efektif. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, jika self hypnosis memang begitu ampuh untuk mengubah perilaku atau meningkatkan kinerja, lalu mengapa saya kok berani-beraninya memilih judul yang berseberangan dengan pandangan awam?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;He..he...sekali lagi, sabar dong. Ini kan baru appetizer. Baru pembukaan. Belum masuk ke main course atau menu utama.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semua hipnosis sebenarnya adalah self hypnosis. Subjek hipnosis hanya bisa dihipnosis, oleh seorang operator (baca: hipnotis/hipnoterapis) bila ia bersedia menerima sugesti yang diberikan kepadanya. Saat seseorang berusaha menghipnosis dirinya sendiri maka ia menggunakan prosedur yang sama. Ia, lebih tepatnya pikirannya, harus bersedia menerima sugesti yang diberikan oleh dirinya sendiri. Namun satu hal yang biasanya tidak disadari kebanyakan orang adalah bahwa self hypnosis bisa terjadi secara tidak disengaja, tanpa disadari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa maksudnya self hypnosis bisa terjadi secara tidak disengaja?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk itu saya perlu menjelaskan terlebih dahulu salah satu definisi hipnosis. Hipnosis adalah suatu kondisi di mana perhatian menjadi sangat terpusat sehingga tingkat sugestibilitas meningkat sangat tinggi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, saat pikiran fokus pada sesuatu, bisa kejadian, peristiwa, ide, atau emosi/perasaan maka saat itu pula seseorang sebenarnya telah berada dalam kondisi hipnosis. Jadi, untuk bisa masuk ke kondisi hipnosis tidak sulit seperti yang dibayangkan orang. Tidak harus menggunakan induksi formal atau bantuan operator. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat seseorang mengalami emosi yang intens, khususnya emosi negatif, maka pada saat itu gerbang pikiran bawah sadarnya terbuka sangat lebar. Pada saat ini, ide apapun yang diberikan saat kondisi pikiran terfokus, fokus pada emosinya, akan diterima sebagai sebuah sugesti atau perintah hipnotik. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baru-baru ini seorang kawan dari Balikpapan bercerita mengenai kondisinya. Ia sudah sekitar 5 tahun minum obat penenang. Ia mempunyai kecemasan yang sangat tinggi, takut mati. Dari apa yang ia ceritakan saya tahu bahwa ini semua hanyalah psikosomatis. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah mendengar cukup banyak ceritanya, saya sampai pada satu pencerahan. Ternyata semua diawali saat ia bertemu dengan kawan baiknya, bertahun-tahun lalu, yang mengalami stroke. Kawannya ini berkata, ”Eh, kamu pasti juga akan kena stroke. Cara kamu berjalan persis seperti saat sebelum saya kena stroke. Saat ini kamu kalo jalan agak nyeret kaki, kan?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kawan saya menjawab, ”Ah, nggak. Saya dari dulu memang jalannya seperti ini”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Tunggu saja. Cepat atau lambat pasti kamu juga akan stroke. Coba lihat wajahmu. Merah seperti wajah saya saat sebelum kena stroke. Kalo nggak percaya, boleh cek tekanan darahmu. Pasti tinggi. Pokoknya kamu hati-hati” tegas kawannya kawan saya ini. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kawan saya semula tidak terlalu menanggapi apa yang dikatakan kawannya. Namun semakin lama kekhawatirannya akan terkena stroke semakin kuat. Akhirnya kawan saya memutuskan untuk memeriksa tekanan darahnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa yang terjadi?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ternyata ”benar”. Tekanan darah kawan saya ini cukup tinggi, jauh di atas rata-rata. Mengetahui hal ini kawan saya menjadi semakin takut. Ia panik. Bahkan hampir pingsan.Dan pada saat itu muncul berbagai pemikiran kreatif yang negatif. Ia membayangkan bagaimana jika sampai ia kena stroke seperti kawannya. Badannya lumpuh separoh. Jalannya miring. Harus pake kursi roda. Pokoknya, yang muncul di pikirannya saat itu, saat mengetahui tekanan darahnya cukup tinggi, adalah berbagai pemikiran negatif. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;So, apa yang terjadi selanjutnya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Badan kawan saya ini memberikan respon yang sesuai. Mulailah muncul ”tanda” bahwa kesehatannya semakin memburuk. Ia menjadi semakin gelisah, susah tidur, tidak bisa konsentrasi, dan akhirnya harus ke psikiater dan diberi penenang. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa yang terjadi pada kawan saya ini sebenarnya adalah suatu bentuk self hypnosis. Pada saat emosinya bergejolak, pada saat ia fokus pada perasaan takut dan cemas, pada saat itu sebenarnya ia berada dalam kondisi hipnosis. Dalam kondisi ini ia secara tidak sengaja memberikan sugesti, kepada dirinya sendiri, dalam bentuk berbagai pemikiran negatif, yang muncul dalam bentuk self talk dan gambaran mental. Dan terjadilah seperti yang ia sugestikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat ini kawan saya begitu sibuk mencemaskan simtom yang ia alami dan ia sudah lupa apa yang sebenarnya menjadi pemicu semua ini. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila kita cermati, sebenarnya tekanan darah yang tinggi, saat diukur, bisa disebabkan oleh banyak faktor. Salah satu adalah perasaan takut dan cemas. Saat kita takut atau cemas maka jantung akan berdegup lebih kencang. Ini adalah mekanisme pertahanan diri yang telah terpatri di dalam DNA kita. Hormon adrenalin mengalir deras. Otot-otot tubuh  menjadi kaku. Wajah menjadi lebih pucat. Tubuh disiapkan untuk fight (lawan) atau flight (lari). Ini adalah hal yang sangat normal. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk orang yang mengalami depresi maka yang terjadi adalah mereka mensugesti diri mereka sendiri, melalui self hypnosis, dengan automatic thought. Automatic thought ini yang disebut dengan spontaneous self suggestion. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Automatic thougth pada orang depresi adalah perasaan “kehilangan” atau loss. Orang depresi takut kehilangan sesuatu. Ketakutan ini yang terus timbul di pikirannya dan terus menerus mensugesti dirinya. Sedangkan pada orang yang cemas, automatic thought-nya adalah “ancaman” atau threat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Self hypnosis terjadi pada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Setiap kali pikiran fokus pada sesuatu dan pada saat itu terjadi self talk atau muncul gambaran mental maka pada saat itu telah terjadi self hypnosis. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Self hypnosis negatif ini yang banyak menghancurkan hidup anak-anak kita. Saya sangat banyak bertemu dengan anak yang memberikan label negatif pada diri mereka, ”Saya anak bodoh”, ”Saya nggak pernah bisa berhasil”, ”Matematika itu sulit”, ”Belajar tidak menyenangkan”, ”Sekolah sama dengan penjara”, dan masih banyak lagi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari mana ”belief” ini muncul?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya, dari proses enviromental hypnosis yang diperkuat oleh self hypnosis. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lho, maksudnya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begini ceritanya. Misalnya seorang anak ujian, terserah bidang studi apa saja boleh, dan mendapat nilai jelek. Anak ini selanjutnya dimarahi ibunya. Pada saat itu anak menjadi takut. Pada saat sedang takut ia mendapat “sugesti” dari ibunya, “Anak bodoh. Begitu saja nggak bisa. Kamu ini anak siapa sih, kok goblok amat”. (Sebenarnya ya anak si ibu. Lha, kalo bukan anak ibu, masa anak tetangga?)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sugesti ini masuk sempurna ke pikiran bawah sadar anak. Selajutnya anak kembali mendapat nilai jelek. Dan kembali si ibu memberikan berbagai “sugesti” saat anak merasa takut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa yang terjadi saat anak kembali mendapat nilai jelek?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada saat ini anak, yang takut akan dimarahi ibunya, menghipnosis dirinya sendiri dengan perkataan dan pemikiran, “Memang benar, saya ini anak bodoh. Tiap kali ulangan pasti dapat nilai jelek.” Saat anak tiba di rumah, ibunya memperkuat sugesti ini. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa yang terjadi selanjutnya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anak ini akan menjadi anak yang bodoh. Bukan karena kemampuan otaknya rendah namun lebih karena program pikiran negatif yang telah terinstal di pikiran bawah sadarnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, pembaca, anda jelas sekarang? Self hypnosis nggak selamanya baik, kan?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Written by Adi W. Gunawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-7249164336776006321?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/7249164336776006321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/bahaya-self-hypnosis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/7249164336776006321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/7249164336776006321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/bahaya-self-hypnosis.html' title='Bahaya Self Hypnosis'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-2282967126208804241</id><published>2009-05-15T04:08:00.000+07:00</published><updated>2009-05-15T04:09:17.919+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>How to Make Affirmations Work for You</title><content type='html'>No man means all he says, and yet very few say all they mean, for words are slippery and thought is viscous.&lt;br /&gt;- &lt;strong&gt;Henry Brooks Adams&lt;/strong&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;span class="txtblue14"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt; &lt;p&gt;Dalam workshop "&lt;strong&gt;Becoming a Money Magnet&lt;/strong&gt;" yang barusan kami selenggarakan di kota Batu, Malang, saat saya menjelaskan mengenai ?Why Affirmations Fail??, ada peserta yang bertanya, ?Pak, kami tahu bahwa Pak Adi dan Pak Aries akan mengajarkan cara melakukan reprogramming pikiran bawah sadar. Salah satunya adalah dengan afirmasi yang dilakukan secara efektif dalam kondisi Alfa atau Theta. Untuk orang yang nggak ikut workshop kan nggak bisa melakukannya dengan benar. Apa ada cara melakukan (afirmasi) yang bisa diterima pikiran bawah sadar walaupun kita ucapkan dalam kondisi Beta? Saya ingin berbagi informasi ini dengan kawan atau anggota keluarga saya.? ?Sudah tentu ada?, jawab saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa yang saya jelaskan berikut ini adalah apa yang kami ajarkan di workshop. Saya akan jelaskan intisarinya saja. Artikel ini juga untuk menjawab berbagai pertanyaan yang saya terima melalui email dari para pembaca dan juga dari komentar yang di posting di Pembelajar.com.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk bisa melakukan afirmasi dengan benar, saat dalam kondisi gelombang Beta, kita perlu memahami cara kerja pikiran. Pikiran terbagi ke dalam beberapa area. Salah satunya adalah Critical Area. Critical Area ini sebagian ada dalam wilayah pikiran sadar dan sebagian lagi di wilayah pikiran bawah sadar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat kondisi sadar kita selalu menganalisis setiap informasi yang masuk. Yang melakukan ini adalah Critical Area dari pikiran sadar. Saat kita dihipnosis dan diminta melakukan sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai moral yang kita pegang maka, meskipun dalam kondisi trance, kita akan menolak permintaan si hipnotis. Bagian yang menolak ini adalah Critical Area dari pikiran bawah sadar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kondisi sadar atau beta saat suatu informasi (afirmasi atau sugesti) masuk ke pikiran sadar maka informasi ini akan ?menetap? di Critical Area. Informasi ini baru akan di-down load ke pikiran bawah sadar saat kita tidur. Selama menunggu di Critical Area, dari pikiran sadar, informasi itu akan mengalami distorsi. Contohnya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Misalnya anda ingin meningkatkan income anda. Saat ini anda berpenghasilan Rp. 2,5 juta per bulan dan anda melakukan afirmasi, ?Penghasilan saya Rp.10 juta per bulan.? Saat anda melakukan afirmasi ini maka informasi ini masuk ke Critical Area dari pikiran sadar. Anda membaca kalimat afirmasi berulang-ulang agar lebih tok cer alias manjur. Ditambah lagi, seperti yang dianjurkan di berbagai buku dan seminar, anda harus menulis afirmasi anda dalam Present Tense atau kalimat saat ini. Apa yang terjadi di pikiran anda? Mari kita lakukan analisis. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Informasi masuk ke Critical Area dari pikiran sadar karena anda melakukan afirmasi dalam kondisi beta. Kalimat yang digunakan adalah Present Tense atau sekarang. Hal ini berarti penghasilan anda saat ini Rp. 10 juta per bulan. Iya nggak? Nah, apakah kondisi income anda yang sesungguhnya saat ini benar Rp. 10 juta? Kan, tidak. Saat ini income anda hanya Rp. 2,5 juta per bulan. Pikiran sadar anda tahu bahwa ini nggak benar. Pikiran sadar ini lalu mendistorsi ?kebenaran? informasi ini. Dan seperti yang telah saya jelaskan di atas informasi ini baru akan turun ke pikiran bawah sadar saat kita tidur. Nah, bisa anda bayangkan apa yang terjadi pada unit informasi ?Penghasilan saya Rp.10 juta per bulan? saat masuk ke pikiran bawah sadar. Pasti sudah ?babak belur? karena dikritik dan didistorsi oleh Critical Area dari pikiran sadar. Kalo sudah begini kira-kira afirmasi ini masih efektif, nggak? Anda tahu jawabannya, kan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah sebabnya mengapa pada artikel sebelumnya saya selalu menganjurkan untuk melakukan afirmasi dalam kondisi alfa atau theta. Saat kita dalam gelombang ini maka unit informasi akan mem-by pass Critical Area dari  pikiran sadar dan langsung masuk ke pikiran bawah sadar.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ok, kalau begini kondisinya, lalu bagaimana kita ?mengakali? Critical Area dari pikiran sadar kita agar bisa menerima dan tidak mendistorsi afirmasi kita? Caranya mudah. Yang perlu dilakukan adalah kita menggunakan kekuatan Critical Area, dalam melakukan analisis, menjadi kelemahannya. Caranya? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam melakukan afirmasi anda harus menggunakan kata ?Saya dalam proses?, ?Saya memutuskan?, atau ?(kondis) ideal saya?. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekarang saya akan memperjelas maksud saya. Pada contoh di atas kita menggunakan kalimat ?Penghasilan saya Rp.10 juta per bulan?. Critical Area dari pikiran sadar tahu bahwa ini nggak benar. Sekarang coba kita gunakan kalimat ?Saya dalam proses mencapai penghasilan Rp. 10 juta per bulan?. Terasa bedanya? Critical Area tahu bahwa ini nggak bohong. Benar, kita belum mencapai penghasilan Rp. 10 juta per bulan. Tapi kita kan dalam proses. Jadi, unit informasi ini tidak akan terkena distorsi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selanjutnya coba anda rasakan kalimat ?Saya memutuskan untuk mempunyai penghasilan Rp. 10 juta per bulan?. Ini juga nggak bohong. Berapapun income anda saat ini nggak jadi masalah. Mengapa? Karena anda ?memutuskan? untuk menaikkan income anda. Jadi ini sama sekali nggak ada urusan dengan kondisi riil anda. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana dengan kalimat ?Penghasilan ideal saya adalah Rp. 10 juta per bulan?? Afirmasi ini juga aman dari distorsi. Mengapa? Karena yang diafirmasi adalah penghasilan ideal. Kalau sekarang belum ideal ya nggak apa-apa. Afirmasi ini nggak ditolak. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, karena Critical Area dari pikiran sadar nggak menolak maka, saat kita tidur, unit informasi ini masuk ke pikiran bawah sadar dalam kondisi untuh dan lengkap, tidak terdistorsi. Dengan demikian pemrograman pikiran bawah sadar menjadi sangat efektif. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah ada cara lain untuk memprogram pikiran bawah sadar dalam kondisi beta? Sudah tentu ada. Berikut saya berikan beberapa tips lagi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama, anda perlu mengembangkan sikap syukur dan pasrah. Apapun yang anda capai dalam proses mencapai target anda perlu disyukuri. Kedua, anda perlu mencatat pencapaian kecil maupun besar dalam perjalanan anda mencapai target anda. Hal ini bertujuan untuk mengedukasi pikiran anda bahwa berada pada jalur yang benar. Ketiga, siapkan sebuah kotak ?sukses?. Kotak ?sukses? ini fungsinya sebagai celengan atau tabungan. Anda bisa memotong gambar atau hal-hal yang ingin anda capai dan masukkan ke kotak ?sukses? anda. Anda juga bisa menuliskan afirmasi anda, membacanya, dan memasukkannya ke kotak ?sukses? anda.  Mengapa ini perlu dilakukan? Saat anda memotong gambar dan memasukkannya ke kotak ?sukses? maka dalam hati anda tumbuh pengharapan. Saat anda menulis, membaca, dan memasukkan afirmasi anda ke kotak maka anda semakin mempertegas apa yang anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh di atas adalah dalam aspek finansial. Dengan menggunakan prinsip yang sama anda bisa menggunakannya untuk meningkatkan aspek lain dalam hidup anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata saya ucapkan selamat mencoba. Semoga bermanfaat dan salam sukses.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Written by Adi W. Gunawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-2282967126208804241?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/2282967126208804241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/how-to-make-affirmations-work-for-you.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/2282967126208804241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/2282967126208804241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/how-to-make-affirmations-work-for-you.html' title='How to Make Affirmations Work for You'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-9054437916313959646</id><published>2009-05-15T04:06:00.000+07:00</published><updated>2009-05-15T04:08:13.075+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Positive Thinking, Negative Thinking, &amp; Right Thinking</title><content type='html'>"Knowing others is wisdom, knowing yourself is enlightenment."&lt;br /&gt;- &lt;strong&gt;Lao Tzu&lt;/strong&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;span class="txtblue14"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt; &lt;p&gt;Saat memberikan in-house traning di perusahaan penghasil pulp and paper nomor dua terbesar di dunia, yang berbasis di Kerinci, Riau, baru-baru ini, ada peserta yang bertanya. ?Pak, sebenarnya apa sih yang menjadi dasar untuk menentukan yang mana masuk positive thinking dan mana yang masuk negative thinking?? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jujur, saya cukup kaget saat mendapat pertanyaan seperti ini. Bukan karena saya tidak tahu jawabannya. Namun baru kali ini saya harus berpikir secara mendalam mengenai esensi positive thinking dan negative thinking. Selama ini kita selalu yakin dan percaya bahwa positive thinking adalah pikiran yang ?positif? dan ?bermanfaat? bagi kita. Sedangkan negative thinking adalah pikiran yang negatif dan merugikan diri kita. Kita mengamini hal ini karena ini yang kita pelajari dari berbagai pembicara terkenal, buku-buku pengembangan diri, dan dari berbagai seminar atau workshop. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah diam sejenak untuk berpikir saya lalu menjawab seperti yang saya tulis pada paragraf di atas, ?Pikiran positif adalah pikiran yang bermanfaat sedangkan pikiran negatif adalah pikiran yang merugikan diri kita?. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jawaban saya tampaknya sudah benar. Namun saya sadar bahwa jawaban yang saya berikan masih kurang lengkap. Ada dorongan dalam hati saya untuk memperdalam analisis saya terhadap jawaban yang saya berikan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Malam hari, saat sendirian di kamar hotel, saya duduk dan memikirkan dengan mendalam pertanyaan yang diajukan peserta tadi siang, ?Sebenarnya apa yang menjadi dasar untuk menentukan yang mana masuk positive thinking dan mana yang masuk negative thinking?? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat saya merenungkan pertanyaan ini saya langsung teringat dengan berbagai peristiwa yang telah saya alami dalam hidup saya. Saya juga telah mempraktekkan positive thinking. Teman-teman saya juga begitu. Saya teringat pada artikel yang saya tulis yang berjudul ?Bahaya Berpikir Positif? yang sempat menjadi kontroversi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ternyata positive thinking saja tidak cukup untuk bisa meraih sukses. Positive thinking dan negative thinking masih dipengaruhi oleh persepsi dan keterbatassan pola pikir kita sendiri. Apa yang kita yakini sebagai sesuatu yang positif ternyata belum tentu positif. Bisa jadi, kita merasa atau yakin pikiran ini positif karena berdasar pada asumsi atau paradigma berpikir yang salah, yang masih dipengaruhi oleh belief system kita, yang kita yakini sebagai hal yang benar. Jadi kita merasa telah berpikir positif atau positive thinking. Padahal belum tentu yang kita lakukan adalah positive thinking. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita harus bergerak dari negative thinking ke positive thinking dan akhirnya mencapai right thinking. Mengapa right thinking? Right thinking adalah mengetahui siapa diri kita yang sesungguhnya, apa tujuan hidup kita yang tertinggi, apa misi hidup kita di dunia ini, dan menyelaraskan diri dengan hukum abadi yang mengatur alam semesta. Right thinking juga berarti kita berpikir dengan dasar Kebenaran dan menjadi dasar dari semua proses dan level berpikir lainnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Right thinking berasal dari kesadaran akan kebenaran atau dari realitas yang sesungguhnya dari setiap situasi yang kita hadapi. Right thinking membuat kita mampu melihat segala sesuatu apa adanya, tanpa terpengaruh emosi sehingga kita bersikap netral.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin sampai di sini anda merasa bingung? Ok, saya beri contoh. Misalnya ada orang yang menghina kita. Apa yang kita lakukan? Kalau negative thinking maka kita pasti akan marah besar. Semakin berkobar emosi kita maka akan semakin negatif kita jadinya. Emosi yang dipicu oleh negative thinking ibarat bensin yang disiramkan ke kobaran api. Kita menyalahkan orang yang telah menghina kita. Pokoknya, orang ini yang salah, titik. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita, biasanya, akan berusaha mengatasi hal ini dengan menggunakan positive thinking. Apa yang kita lakukan? Kita berusaha berpikir positif, berusaha memaafkan, berusaha mengerti, melakukan reframing, berusaha mengendalikan emosi kita, berusaha mencari hal-hal positif dari kejadian ini. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana dengan right thinking? Dengan right thinking kita mencari kebenaran dari apa yang kita alami. Kita harus melampaui belief system kita untuk bisa menggunakan right thinking. Tanyakan kepada diri kita, ?Kebenaran apa yang terkandung dalam kejadian ini?? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat kita mendapat jawaban dari hati nurani kita dan kita melakukan tindakan berdasar jawaban yang kita peroleh maka pada saat itu kita telah menggunakan right thinking. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Right thinking berarti kita menyadari sepenuhnya bahwa kita bukanlah pikiran kita. Kita adalah yang menggerakkan pikiran kita. Kita mencipta realita hidup kita. Kita bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang kita alami, hal yang baik maupun yang buruk. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat seseorang menghina kita, apakah benar bahwa ?kita? yang dihina? Coba tanyakan pada diri kita secara jujur. ?Sebenarnya siapa sih yang dihina? Apakah benar saya dihina? Bagian mana dari diri saya yang merasa dihina?? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau kita menggunakan right thinking maka kita sadar bahwa sebenarnya kita tidak dihina. Tidak ada seorang pun yang bisa menghina kita. Yang sebenarnya terjadi adalah kita telah memberikan makna terhadap kejadian itu, berdasar pada asumsi, persepsi, pengalaman hidup di masa lalu, belief system, dan value kita, yang mengakibatkan munculnya emosi negatif. Eleanor Roosevelt dengan sangat bijak berkata, "No one can make you feel inferior without your consent." &lt;/p&gt; &lt;p&gt;OK, anda mungkin berkata, ?Lha, tapi kita kan tetap tersinggung karena dihina.? Kalau anda tetap bersikeras dengan pendapat ini, baiklah, ijinkan saya mengajukan satu pertanyaan pada anda, ?Siapakah yang tersinggung atau merasa terhina? Aku? Saya? Aku yang mana? Bagian mana dari diri saya yang tersinggung?? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau kita mau jujur maka yang sebenarnya ?kena? adalah perasaan kita. Pertanyaan selanjutnya adalah, ?Apakah perasaan kita sama dengan diri kita? Apakah perasaan kita adalah diri kita?? Tentu tidak. Perasaan, sama dengan pikiran, akan selalu timbul dan tenggelam, tidak abadi, dan sudah tentu bukan diri kita.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Written by Adi W. Gunawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-9054437916313959646?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/9054437916313959646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/positive-thinking-negative-thinking.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/9054437916313959646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/9054437916313959646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/positive-thinking-negative-thinking.html' title='Positive Thinking, Negative Thinking, &amp; Right Thinking'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-3089264226047557539</id><published>2009-05-15T04:05:00.001+07:00</published><updated>2009-05-15T04:06:48.388+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Bahaya Berfikir Positif</title><content type='html'>Dunia objektif muncul dari pikiran itu sendiri&lt;br /&gt;-&lt;strong&gt;Buddha&lt;/strong&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;span class="txtblue14"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt; &lt;p&gt;Ide menulis artikel ini muncul saat saya berbincang dengan rekan saya, Ariesandi Setyono, saat mengevaluasi mekanisme pikiran. Kami mengevaluasi pengalaman hidup kami berdasarkan berbagai buku positip yang telah kami baca. Diskusi berjalan seru,  sangat inspiring dan mind challenging. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jujur saya akui bahwa tidak mudah untuk bisa benar-benar menjadi seorang pengamat atas belief system dan proses pikiran kami. Kami harus melepaskan keterikatan dan kemelekatan terhadap berbagai informasi dan konsep yang telah kami terima selama ini, yang kami yakini sebagai hal yang benar. Bill Gould, mentor kami selalu berpesan, ?You have to challenge everything, including your own belief system or assumptions. That?s the key to quantum leap in personal growth and consciousness expansion?. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu topik yang kita bahas dengan intens adalah mengapa berpikir positip justru semakin memperburuk kinerja seseorang. Topik ini menjadi materi yang menarik untuk didiskusikan karena kami sendiri telah mengalami efek negatip dari ?berpikir? positip. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Benar. Anda tidak salah baca. Kami mengalami efek negatip dari ?berpikir? positip. Namun tolong jangan protes dulu. Saya menempatkan kata berpikir dalam tanda kutip. Apa maksudnya ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sering kali kita merasa yakin, diyakinkan, atau asal percaya bahwa kita harus berpikir positip. Menurut berbagai buku dan motivator atau trainer berpikir positip baik bagi diri kita. Yang jarang diungkapkan adalah bahwa berpikir positip itu harus benar-benar tulus dan holistik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang saya maksudkan dengan holistik adalah baik pikiran sadar maupun bawah sadar keduanya saling setuju, sinkron, kongruen dalam berpikir positip.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ambil contoh orang yang menetapkan suatu target penjualan. Misalnya target bulan ini adalah 50% lebih tinggi dari bulan sebelumnya.  Pikiran sadar kita ?percaya?, lebih tepatnya dipaksa untuk percaya, bahwa kita mampu mencapai target ini. Kita melakukan afirmasi setiap hari, menempel kata-kata positip di berbagai tempat, dan melakukan visualisasi. Apa yang terjadi ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ternyata ada bagian dari diri kita yang menolak hal ini karena kenaikan target dianggap terlalu tinggi sehingga dirasa tidak mungkin bisa dicapai. Akibatnya kita tidak berhasil mencapai target ini. Namun kita tetap ?percaya? dan ?positive thinking? bahwa kita dapat mencapai apapun asal kita yakin. Bukankah ini yang diajarkan di hampir semua buku positip dan berbagai seminar motivasi ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu apa yang kita lakukan ? Kata orang, ?Kegagalan adalah sukses yang tertunda?, ?Tidak penting berapa kali kita jatuh yang penting adalah kita bangkit setiap kali kita jatuh?, ?Tidak ada namanya kegagalan, yang ada adalah hasil yang tidak kita inginkan?, dan masih banyak lagi kata-kata mutiara berkenaan dengan kegagalan. So.... ? Keep trying..... pokoke maju tak gentar, pantang menyerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah dua bulan, tiga bulan, empat bulan, dan kita masih belum berhasil mencapai goal kita maka kita mulai merasa nggak enak. Tapi kita tetap berusaha berpikir positip. Why ? Karena memang begitulah yang kita baca di buku-buku positip. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu, mengapa ?berpikir? positip justru akan sangat berbahaya bagi diri kita ? Pada kasus di atas, yang terjadi sebenarnya adalah kita, secara tidak sadar, telah mengedukasi pikiran bawah sadar bahwa kita sebenarnya memang tidak kompeten alias gagal. Lho, kok bisa begitu ? Lha, buktinya kita sudah berkali-kali tidak berhasil mencapai target. Pikiran sadar kita dapat kita paksa untuk berpikir positip. Namun pikiran bawah sadar kita tidak bisa kita bohongi. Setiap kali kita gagal mencapai goal maka pikiran bawah sadar diedukasi dengan suatu pelajaran negatip, ?Ternyata memang saya nggak bisa mencapai goal ini?.  Dengan mengalami kegagalan beruntun maka efek repetisi terjadi (ingat prinsip pemrograman pikiran). Dan kita, secara bawah sadar, semakin percaya bahwa kita memang tidak mampu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau anda tidak percaya apa yang saya jelaskan coba anda rasakan perasaan anda saat saya berkata, ?Set Goal?. Bagaimana perasaan anda saat anda melakukan Goal Setting. Apakah yang muncul perasaan positip atau negatip ? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari pengalaman saya, kata ?goal setting? ternyata mempunyai konotasi negatip. Mengapa ? Karena kata ini mengingatkan kita akan kegagalan kita. Banyak kawan saya yang secara jujur berkata, ?Sekarang kalau saya diminta set goal maka perasaan saya langsung menolak. Ada perasaan nggak enak di hati saya. Nggak tahu kenapa bisa seperti ini?. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebenarnya jawabannya sederhana. Goal  karena terlalu sering tidak berhasil dicapai akhirnya mempunyai konotasi negatip. Kita secara bawah sadar menghubungkan / meng-anchor kata goal setting dengan perasaan gagal. Jadi setiap kali kita mendengar kata ?goal setting? maka yang muncul adalah memori atau pengalaman kita saat gagal (berkali-kali) dalam mencapai goal kita. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, semakin seseorang berusaha untuk positip maka semakin negatip ia jadinya. Mengapa bisa begini ? Karena memori manusia bersifat holographic sehingga mempunyai kemampuan / sifat cross referenced. Artinya, tidak ada memori yang berdiri sendiri. Semuanya saling terkait. Saat kita berusaha positip maka pada saat yang sama pula kita mengaktifkan memori negatip, di bawah sadar. Semakin kita berusaha positip maka semakin kuat efek negatip. Hal ini jarang disadari dan dimengerti orang.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang kawan yang bergerak di bidang marketing, satu minggu setelah menerapkan konsep keselarasan pikiran positip (sadar dan bawah sadar) mampu meningkatkan penghasilan 3 (tiga) kali lipat dibandingkan sebelumnya. Dan yang lebih hebat lagi ia tidak usah kerja keras untuk mencapai hal ini. Kesannya adalah semua sudah ada yang mengatur. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu hal yang perlu anda ketahui yaitu kawan saya ini adalah orang yang selalu berusaha berpikir positip, telah membaca sangat banyak buku positip, menghadiri berbagai seminar di dalam negeri dan di luar negeri. Ia malah telah bertemu dengan dua orang top. Seorang  di bidang motivasi dan seorang lagi adalah penulis buku keberhasilan finansial yang sangat terkenal. Sudah tentu ia membayar sangat mahal untuk bisa menghadiri seminar-seminar ini. Apalagi seminarnya dilakukan di Singapore. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun apa yang terjadi ? Semakin ia berusaha positip maka semakin dalam ia terperosok ke dalam perangkap berpikir negatip. Kawan saya ini protes keras saat pertama kali mendengar tentang ?Bahaya Berpikir Positip?. Baginya statement ini nggak masuk akal.&lt;br /&gt;Namun setelah berdiskusi cukup panjang kawan saya akhirnya bisa memahami maksud saya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu bagaimana cara berpikir positip yang benar-benar positip ? Ya itu tadi. Pikiran sadar dan bawah sadar harus selaras. Yang harus menjadi landasan pijak adalah apa yang ada di pikiran bawah sadar. Jadi, untuk  benar-benar mampu berpikir positip yang positip maka pikiran positip itu harus berawal di pikiran bawah sadar. Bila ini berhasil kita lakukan maka efeknya akan sangat luar biasa. Kita akan dapat dengan sangat mudah mencapai target yang kita inginkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anda pasti bertanya, ?Ok, kalau begitu bagaimana caranya ??. Ada banyak cara untuk bisa menyelaraskan pikiran sadar dan bawah sadar, untuk bisa membuatnya kongruen.  Kita bisa menggunakan NLP, Hypnotherapy (ada sangat banyak teknik), SMC, Visualisasi, Mind Reprogramming dengan bantuan guided imagery, menggunakan musik/audio dengan muatan frekwensi khusus, atau teknik lainnya. Akan sangat panjang dan teknis bila saya jelaskan dalam artikel ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Written by Adi W. Gunawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-3089264226047557539?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/3089264226047557539/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/bahaya-berfikir-positif.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/3089264226047557539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/3089264226047557539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/bahaya-berfikir-positif.html' title='Bahaya Berfikir Positif'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-842254675974929331</id><published>2009-05-15T04:02:00.000+07:00</published><updated>2009-05-15T04:04:10.604+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>A Little Secret about Self-Releasing Technique: The Greatest Power in Human Behaviour (3)</title><content type='html'>Apakah anda pernah mengalami punya semangat yang menggebu-gebu ketika memulai sesuatu dan kemudian macet di tengah jalan kehabisan napas? Itulah tanda sebuah mental blok sedang menghambat kita untuk melakukan atau menjadi atau memiliki apa yang kita inginkan. Hal ini bisa dikarenakan mekanisme homeostasis dan psikosklerosis yang sudah dijelaskan di artikel sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika berbicara mengenai hambatan maka akan ada suatu emosi tertentu yang biasanya mengganjal dalam diri kita. Emosi ini berasal dari pengalaman masa lalu yang mengkristal dan akhirnya tak  terselesaikan. Emosi ini terpendam dan kita tumpuki terus menerus sehingga akhirnya kita pun lupa akan apa yang telah kita  pendam.&lt;br /&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;span class="txtblue14"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Biasanya ini ditandai dengan kata-kata hiburan semacam :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;"Alaaaa â€¦â€¦. Begitu saja sedih! Lupakan itu masalah kecil. Ayo kita bersenang-senang aja!" &lt;/li&gt;&lt;li&gt;"Ah cowok kok nangis! Sudah diam nanti kan hilang sendiri sedihnya!"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;"Astaga begitu saja sakit hati! Sudahlah tak usah dipikirkan lagi ya!"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;"Masak cantik-cantik menangis? Nanti cantiknya hilang lho! Ayo dihapus air matanya!"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;"Hah perkataan orang seperti itu dimasukkan hati!"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;"Ayolah kita coba lagi. Nanti waktu akan menyelesaikan masalah tersebut. Lupakan saja!"&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Kalimat-kalimat di atas tak menyelesaikan masalah sampai ke akarnya. Kalimat di atas hanyalah pertolongan pertama yang harusnya segera ditindaklanjuti dengan pembersihan emosi sampai ke akar masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dipendam dan ditekan maka kita juga sering menjumpai seseorang melampiaskan emosinya. Setelah proses pelampiasan tersebut biasanya ia menjadi lega. Namun pertanyaan berikutnya adalah apakah proses pelampiasannya membawa korban? Seringkali proses pelampiasan tersebut menyeret korban baru. Bisa jadi sang korban adalah staf kita, teman kita, orang yang baru kita kenal atau bahkan anak dan istri kita sendiri. Kita senang bisa lepas dari ganjalan emosi negatif tetapi orang lain sekarang jadi terluka hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah cara lain selain memendam dan melampiaskan emosi negatif? Tentu saja ada. Dan inilah yang akan kita bahas. Cara ini sebenarnya telah ada dalam diri kita sejak anak-anak. Perhatikan seorang anak kecil yang sedang bermain dengan temannya. Ketika mereka bertengkar hebat berapa lamakah waktu yang diperlukan untuk berbaikan kembali? Satu hari? Satu minggu? Satu bulan? Atau satu tahun? Anda benar! Tak lebih dari lima menit bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan anak kecil untuk melepas emosi negatif begitu cepat. Namun seiring dengan pertambahan usia kemampuan untuk melepas ini menjadi makin hilang dan sebagai gantinya kita memendam atau menekan dan melampiaskan emosi negatif kita. Apakah jadinya emosi negatif yang tak terselesaikan ini? Mental blok!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika sekarang kita mengetahui bahwa ada banyak masalah yang mengganjal dalam diri kita? Bagaimana cara melepaskan emosi negatif tersebut? Keputusan untuk melepaskan emosi negatif sebenarnya ada pada diri kita. Kita tidak memerlukan emosi negatif tersebut untuk mencapai / memiliki / menjadi apa yang kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum anda membaca lebih jauh ketahuilah lebih dahulu empat hal yang mendasari sebuah keinginan. Empat hal inilah yang membuat kita sulit melepaskan emosi negatif kita. Apakah keempat hal tersebut? Yang pertama adalah keinginan untuk mengontrol / dikontrol. Ketika kita ingin mengontrol maka kita merasa tidak memiliki kontrol. Ini akan membuat kita terlihat memaksakan kehendak. Biasanya ditandai dengan pernyataan ,"harusnya kan seperti begini atau begitu?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya menjelaskan hal ini dalam sebuah pelatihan internal, yang sudah dibuat dalam format DVD dan bisa anda beli di web pribadi saya, sebagian besar  peserta langsung mengiyakan dan mengerti mengapa selama ini mereka susah mencapai apa yang mereka inginkan. Rupanya keinginan untuk mengontrol ini membuat mereka tidak bisa melepaskan potensi alaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya harus mencapai impian saya!" adalah sebuah kalimat yang sering digunakan untuk memotivasi diri. Ketika sebuah target tak tercapai maka mereka biasanya mengatakan "Kok bisa ya! Harusnya kan â€¦â€¦ ( begini atau begitu) ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal kedua yang melatarbelakangi emosi negatif yang muncul di balik sebuah keinginan adalah persetujuan / pengakuan / penerimaan / mencintai atau disetujui / diterima / diakui / dicintai. Saat kita ingin persetujuan / penerimaan maka kita merasa tidak memiliki penerimaan / persetujuan. Ketika kita melekat pada hal ini maka emosi negatif akan muncul. Entah itu perasaan dikianati yang berkembang jadi benci ataupun marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bisa juga perasaan dianggap remeh yang berkembang menjadi merendahkan orang lain dan membuat kita merasa benar / psikosklerosis. Ujung-ujungnya adalah pembuktian diri yang didasari dengan emosi negatif, "Akan kubuktikan bahwa aku juga bisa melakukan yang lebih baik!", atau "Memangnya hanya dia yang bisa?", atau "Memangnya dia itu siapa? Baru tahu begitu saja sudah berlagak?" Dengan melepas keinginan untuk disetujui / diterima / diakui maka kita merasa penuh cinta dan dicintai sehingga tak perlu mencari ke luar diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ketiga adalah kebutuhan mempertahankan rasa aman / homeostasis. Kemelekatan pada hal ini membuat kita merasa tak pasti yang bisa berkembang menjadi rasa takut yang bisa jadi menuntun kita untuk memaksakan kehendak dan menyakiti orang lain ataupun balas dendam. Dan jika sudah pada tahap akhir bisa berujung pada rasa frustrasi dan berkembang menjadi keinginan untuk mati. Bisa juga berkembang menjadi perasaan bersalah. "Seandainya dulu saya melakukan hal ini atau itu â€¦ pasti tidak begini jadinya". Ketika kita melepas perasaan ingin mempertahan rasa aman maka kita akan lebih nyaman dan aman berada di manapun tanpa menggerogoti keberadaan individu lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal keempat adalah keinginan untuk memisahkan diri / menjadi individu yang dianggap spesial. Ini mudah terjadi pada orang-orang yang mencari jalan spiritual atau yang termotivasi oleh keinginan semacam ini. Kemelekatan pada hal ini akan membuat kita tergelincir pada kultus individu dan kesombongan. Kita cenederung ingin membuktikan diri bahwa kita lebih baik, berbeda dari yang lain dan spesial. Kita seakan menyuarakan pada dunia, "Inilah saya. Biarkan saya sendiri melakukannya!" Ketika kita melepas keinginan untuk memisahkan diri / menjadi individu yang dianggap spesial maka kita akan merasa menjadi satu kesatuan dan terkoneksi dengan alam semesta tanpa kehilangan keunikan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah kemelekatan terhadap keempat hal itulah yang membuat emosi negatif timbul. Dengan melepaskan keinginan tersebut maka kita akan merasa bebas seperti anak kecil yang bebas mengekspresikan dirinya. Mereka bisa tertawa dan menangis kapanpun mereka mau dan setelah itu melupakannya. Mereka menikmati hidup saat ini tanpa didasari perasaan negatif tertentu seperti keempat hal di atas. Inilah kunci menuju kebebasan emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita siap untuk melakukan Self-Releasing Technique dengan pemahaman terhadap uraian di atas. Ikutilah beberapa mekanisme sederhana berikut  untuk melakukan self-releasing technique. Kunci untuk mencapai hasil optimal melakukan teknik ini adalah dengan berulang kali melakukannya kecuali anda bisa berada dalam kondisi relaksasi yang dalam sekali dan sudah mahir. Saya pribadi menggunakan teknik ini sudah hampir setahun baik untuk mengevaluasi diri sendiri maupun untuk menolong klien. Ketika dikombinasikan dengan hipnosis hasilnya menjadi jauh lebih efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah teknik dasar yang paling sederhana untuk melakukan Self-Releasing Technique :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mencari tempat tenang dan nyaman serta bebas gangguan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anda boleh melatarbelakanginya dengan musik lembut ataupun tidak sama sekali&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Duduklah dengan tegak namun tidak tegang usahakan serileks dan senyaman anda&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah itu cobalah pikirkan sebuah kejadian / seseorang yang anda rasa akan menimbulkan emosi negatif jika terpicu oleh sesuatu. Muatan emosi negatif inilah yang akan anda lepaskan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tingkatkan intensitas emosi negatif ini dan buatlah perkiraan skala antara 0 â€“ 10 dimana angka 10 menandakan sangat negatif&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah itu perhatikan di balik emosi negatif ini sebenarnya ada keinginan apa yang melatarbelakanginya &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adakah keinginan untuk mengontrol/dikontrol, atau keinginan untuk disetujui/diterima atau keinginan untuk mendapatkan rasa aman atau keinginan untuk memisahkan diri/dianggap sebagai individu spesial?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah tanyakan pada diri anda beberapa pertanyaan kunci berikut sampai anda merasa intensitasnya berkurang&lt;br /&gt;a. Apakah saya mau mengakui keberadaan perasaan ini?&lt;br /&gt;b. Maukah saya melepaskan emosi ini?&lt;br /&gt;c. Dapatkah saya melepaskannya?&lt;br /&gt;d. Bisakah saya melepaskannya?&lt;br /&gt;e. Kapan?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ulangi pertanyaan 8c, 8d dan 8e berulang kali setelah itu stop, tarik napas panjang, hembuskan dan rasakan intensitas emosi jika anda memikirkan kembali hal tersebut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ulangi kembali langkah no 8 jika merasa perlu &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ulangi kembali beberapa hari ke depan dan setelah itu barulah pindah ke topik/permasalahan berikutnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semakin sering anda melakukan pelepasan emosi negatif ini maka semakin bebaslah diri anda tanpa perlu khawatir kehilangan identitas dan keunikan diri.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Hal di atas adalah teknik yang sangat mendasar sekali untuk suatu sesi self-releasing. Jika anda rasa ada beberapa hal yang belum bisa tuntas dengan teknik tersebut maka artinya bukan tekniknya yang tidak jalan namun caranya yang perlu dimodifikasi dengan tingkat kedalaman tertentu. Untuk maksud tersebut diperlukan halaman lebih banyak guna menuliskan keterangan detailnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah teknik dasar saya sering juga menggunakannya untuk membantu klien menemukan akar permasalahannya pada pertemuan pertama. Dan banyak diantara mereka mendapatkan hasil yang signifikan dengan pertemuan pertama saja. Saya harap andapun demikian. Kuncinya adalah berlatih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Written by Ariesandi Setyono&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-842254675974929331?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/842254675974929331/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/little-secret-about-self-releasing.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/842254675974929331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/842254675974929331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/little-secret-about-self-releasing.html' title='A Little Secret about Self-Releasing Technique: The Greatest Power in Human Behaviour (3)'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-4330142422782867956</id><published>2009-05-15T04:00:00.002+07:00</published><updated>2009-05-15T04:02:27.591+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Psikosklerosis : The Greatest Power in Human Behaviour (2)</title><content type='html'>Masih ingat artikel sebelumnya? Homeostasis : The Greatest Power in Human Behaviour? Yaaa â€¦â€¦ itu adalah mekanisme alamiah untuk menjaga agar kita tetap konsisten dengan diri sendiri. Terutama dengan cara kita bertindak dan berpikir di masa lalu. Dari artikel sebelumnya kita menyadari bahwa mekanisme homeostasis ini juga banyak manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika berbicara mengenai perubahan positif dan pengembangan diri maka mau tidak mau kita akan mendapat tantangan dari mekanisme ini. Mengapa begitu? Karena semua pertumbuhan dan pengembangan diri memerlukan upaya untuk keluar dari zona kenyamanan menuju sesuatu yang lebih besar dan lebih baik. Sebelum kita berbicara bagaimana mengatasinya maka kita akan tinjau dulu satu mekanisme lain yang tak kalah pentingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hambatan kedua terbesar dalam proses perubahan, setelah homeostasis, adalah apa yang disebut : Psikosklerosis. "Hah â€¦â€¦ apaan lagi nih! Susah banget bacanya!"Marilah kita petik pelajaran dari seorang pasangan suami istri yang datang pada saya untuk minta nasihat bagaimana menghadapi anak perempuannya,  yang berusia 7 tahun dan punya kebiasaan menggigit kuku dan mengompol.&lt;br /&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;span class="txtblue14"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;"Begini Bu, dari pengamatan saya anak Ibu ini mengalami kecemasan cukup tinggi dan Ibu perlu ......", belum selesai saya berbicara tiba-tiba si Ibu memotong pembicaraan dengan  suara kerasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho saya ini kurang perhatian apa Pak. Tidak mungkin dia cemas. Karena semua kebutuhannya kami penuhi dengan baik. Lagi pula saya selalu menemaninya dalam belajar. Seminggu sekali dia kami ajak jalan-jalan bersama kakak-kakaknya. Saya ini kurang apa lagi?", demikian si Ibu mengemukakan pendapatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kecemasan itu bukan hanya berasal dari hal-hal yang Ibu sebutkan tadi. Bisa juga berasal dari tekanan yang Ibu berikan padanya ketika mengajarkan sesuatu", kata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Loh saya ini mengajarkan hal yang sama juga kok pada kakak-kakaknya. Mereka semua saya perlakukan dengan sama. Tapi kakak-kakaknya tidak ada masalah sedangkan dia kenapa jadi begini? Saya merasa tidak ada yang salah. Dan kalau saya tidak merasa bersalah apa yang harus saya perbaiki?", demikian katanya membela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebentar Ibu, memang Ibu berhak untuk tidak merasa bersalah dan ....... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah benar kan saya tidak bersalah. Berarti anak ini yang memang bermasalah, bukankah begitu?" kata si Ibu kembali memotong pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang disebut psikosklerosis! Ya ....... bahasa sederhananya adalah : Pengerasan sikap. Hal ini berakar pada rasa takut dikarenakan kurangnya harga diri. Psikosklerosi adalah kecenderungan alami untuk jatuh cinta pada gagasan kita sendiri dan kemudian dengan gigih memeprtahankannya terhadap apa saja yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lawan dari psikosklerosis adalah kelenturan, kemauan untuk mempertimbangkan segi pandangan lain, gagasan  lain walau dengan kemungkinan menghadapi kenyataan bahwa kita bisa  saja salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelenturan mental adalah pertanda kesehatan harga diri. Menunda sebuah komentar  atau penilaian dan mempertimbangkan semua gagasan terlebih dahulu dalam sebuah situasi memungkinkan kita untuk melihat lebih banyak pilihan dari yang kita bisa bayangkan sebelumnya. Pendekatan seperti  ini sangat penting dalam pemrograman mental untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu alasan utama mengapa orang gagal dalam hidupnya adalah karena mereka terlalu kaku  dan tidak lentur dalam gagasan mereka. Terutama gagasan tentang diri sendiri dan apa yang mungkin bagi mereka. Mereka mempertimbangkan dan mencari-cari alasan mengapa sesuatu tidak berjalan bagi mereka, bukannya mengapa sesuatu itu akan berjalan bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memahami hal ini diharapkan kesadaran diri kita akan tumbuh ketika menghadapi kenyataan yang mengharuskan kita berubah. Pada artikel berikutnya saya akan membahas bagaimana cara menyiasati kedua hambatan utama dalam proses perubahan ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Written by Ariesandi Setyono&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-4330142422782867956?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/4330142422782867956/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/psikosklerosis-greatest-power-in-human.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/4330142422782867956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/4330142422782867956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/psikosklerosis-greatest-power-in-human.html' title='Psikosklerosis : The Greatest Power in Human Behaviour (2)'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-3648213769436764209</id><published>2009-05-15T03:56:00.000+07:00</published><updated>2009-05-15T03:58:12.029+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Homeostasis: The Greatest Power in Human Behaviour (1)</title><content type='html'>Sepasang suami istri duduk di ruangan saya dengan raut wajah yang tegang. Mereka telah menikah selama sembilan tahun dan hendak memutuskan untuk melakukan perceraian. Namun masih ada setetes embun di hati mereka yang membuat mereka menemui saya. â€œJika tak mengingat dua anak yang menjadi tanggung jawab saya maka saya akan langsung putuskan untuk meninggalkan suami sayaâ€ demikian istrinya berkata pada saya. &lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;span class="txtblue14"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt; &lt;p&gt;     â€œSebenarnya adakah hal positif yang ada pada diri suami Anda?â€ tanya saya pada sang istri. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; â€Hmmm ..... ya sebenarnya dia itu sabar dan baik. Dia mengurus banyak hal tanpa pernah mengeluh. Satu-satunya hal yang sering dia keluhkan adalah kecerewetan saya. Namun dia seringkali menyinggung perasaan saya. Saya adalah tulang punggung ekonomi keluarga. Saya sih tidak masalah dengan hal itu. Marilah kita sama-sama berbagi tugas sembari menunggu usahanya maju. Namun tindakannya yang menyinggung perasaan saya seringkali membuat saya muak dan benar-benar tak tahan. Dia tak pernah menghargai apa yang telah saya lakukan. Membanting tulang memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Bagaimanapun saya juga seorang wanita yang ingin merawat diri saya sendiri, ingin jalan-jalan ke mall dengan santai walaupun tak berbelanja, ataupun ingin bermanja-manja dengannya. Namun setelah semua pekerjaan yang telah saya lakukan saya tak pernah mendapatkan hal yang saya dambakan itu. Say benci tdak bisa menjadi diri saya sendiri. Setiap kali dia meminta maaf maka saya akan memaafkannya. Namun kata-kata maaf itu seakan menjadi kata kunci untuk kesalahannya. Dia terus mengulanginya lagi. Sampai kapan saya tak tahu. Saya jenuh menunggu perubahan yang ia janjikan. Perubahan dirinya maupun perubahan kondisi finansial kami. Saya bosan dengan janji-janjinya! Lebih baik kami berpisah saja!â€, demikian semua kalimat itu meluncur deras tanpa bisa dibendung. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;     â€Oke saya mengerti perasaan Anda. Bagaimana dengan anak-anak?â€ tanya saya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; â€Itulah satu hal yang memberatkan saya. Saya tidak ingin anak saya mengalami kejadian yang tak menyenangkan. Saya tak ingin anak-anak saya memiliki orangtua yang bercerai. Tapi saya sudah tak kuat lagi!â€, katanya sambil menguraikan air mata. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;     Beberapa saat setelah ia mulai bisa menenangkan diri maka saya berbicara dengan suaminya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;     â€Apa yang bisa saya bantu?â€ tanya saya pada suaminya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; â€Ya itulah saya ini bingung. Saya selama ini tidak melakukan hal-hal yang aneh. Saya tidak main perempuan, saya tidak berjudi, saya tidak pernah keluar dengan teman-teman saya, bahkan merokok saja pun saya tidak suka. Sehari-hari saya hanya mengurus anak-anak. Dari mulai memandikan, memberi makan, mengantarnya sekolah, menjemputnya, mengajaknya main, dan menemani belajar. Namun setelah itu semua saya lakukan yang saya dapatkan adalah sikap uring-uringan dari istri tanpa sebab yang jelas. Saya pun tak ingin menjalani kondisi finansial seperti ini. Namun apa mau dikata semua usaha yang saya lakukan belum membuahkan hasil seperti yang kami harapkanâ€, demikian kata suaminya dengan wajah memelas. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; â€Menurut Bapak apakah tuduhan istri Anda yang mengatakan bahwa ia sering tersinggung dengan sikap Bapak itu benar?â€, tanya saya berusaha mengklarifikasi data yang ada. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; â€Sejujurnya saya terkadang tak pernah merasa menyinggung perasaannya. Tapi jika meminta maaf bisa meredakan ha itu maka saya akan lakukan. Saya harus bagaimana lagi?â€,sambungnya dengan nada masih memelas. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;     â€Tapi sikapmu itu memang sering menyinggung perasaanku!â€, tiba-tiba istrinya memotong dengan sikap sinis. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;     â€Sebentar Ibu sabar duluâ€, demikian saya berusaha menengahi mereka. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; â€Saya sudah sabar bertahun-tahun tanpa hasil. Sikapnya yang merasa tak bersalah inilah yang sering memicu saya untuk marah! Kondisi keuangan kami sudah memprihatinkan namun ia tak pernah melakukan usaha lebih keras demi kemajuan. Setelah mengantar anak sekolah ia pulang ke rumah dan tidur sampai siang!â€, kata istrinya benar-benar seperti air bah yang tak bisa dibendung. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; â€Lalu saya harus melakukan apa. Semuanya kan tergantung pelanggan saya. Saya tak bisa memaksa mereka untuk melakukan pesanan jika mereka memang tak membutuhkannya, kan?â€, kata suaminya berusaha membela diri. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; â€Baiklah mulai sekarang Anda hanya boleh bicara jika saya tanya, oke?â€, kata saya mengambil kendali situasi yang tak menentu tersebut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Setelah melakukan wawancara dengan keduanya saya pun mulai mendapatkan gambaran tentang apa yang bisa saya lakukan untuk membantu keduanya. Singkat cerita saya membantu mereka sebanyak tiga sesi terapi setelah menemukan akar masalahnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Permasalahan mereka sebenarnya adalah muatan emosi masa lalu yang terus dibawa-bawa. Muatan emosi negatif itu terpicu ketika seseorang melakukan hal yang mirip dengan pertama kali muatan emosi itu muncul dari sebuah pemaknaan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Sang istri mudah sekali merasa tersinggung jika idenya ditolak. Bahkan untuk ide keluar makan malam yang ditolak pun ia bisa merasa tersinggung berat. Ia merasa harga dirinya direndahkan. Ia tahu bahwa marah tak menyelesaikan masalah. Namun setiap kali ia berusaha menahan rasa marahnya maka ia semakin ingin meledak. Dan akhirnya ........ meledak juga! &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Hal ini bermula dari kejadian ketika sang istri, yang waktu itu masih seorang anak 5 tahun, disalahkan dan dimarahi oleh kakaknya. Rasa jengkel dan marah itu masih mengganjal dan dibawa terus sampai dewasa. Akibatnya ia mudah sekali merasa tersinggung. Jika dengan orang lain maka ia bisa menahan emosi negatif tersebut. Namun ketika sampai di rumah dan suami atau anak-anak . melakukan satu hal kecil saja yang bisa memicu memori tersebut maka tumpukan emosi negatif yang sudah menggunung tersebut akan langsung meledak tanpa ampun. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Ia tahu bahwa harusnya ia tak boleh seperti itu. Hal itu bisa merugikan perkembangan anak-anaknya. Namun keinginannya untuk berubah tak pernah kunjung kesamapaian. Baginya perubahan itu terasa sangat sulit dan memakan waktu cukup lama. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Masalah yang dialami pasangan di atas adalah salah satu dari sekian banyak masalah yang bisa kita jumpai sehari-hari. Muatan emosi negatif yang tak terselesaikan di masa kecil menjadi beban yang terus dibawa sampai di kehidupan dewasa. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Efek dari muatan emosi negatif tersebut bisa dirasakan di semua aspek kehidupan. Pada aspek relasi dengan pasangan, relasi dengan anak, kondisi finansial dan bahkan kesehatan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Di samping itu ada sebuah daya lain yang tak kalah kuatnya yang menyebabkan perubahan perilaku susah dilakukan. Daya ini adalah â€homeostasisâ€. Homeostasis adalah suatu daya yang berusaha mengembalikan kita pada kondisi semula. Jika kita bicara perilaku manusia maka daya ini adalah musuh nomor satu dari perubahan. Setiap orang yang ingin berubah dan setiap terapis yang membantu kliennya untuk berubah harus bisa menghadapi homeostasis. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Ini seperti anda menarik sebuah karet gelang. Ada sebuah daya yang kasat mata yang menahan gerakan anda untuk meregangkan karet gelang tersebut. Itulah perubahan. Setiap kali kita ingin berubah maka kita merasa tak nyaman. Kita ingin kembali ke kondisi semula. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Pernahkah anda menemui seseorang yang mengeluhkan rekan kantornya yang brengsek, sistem manajemen kantor yang tidak bagus dan atasan yang semena-mena? Namun ia tetap bekerja di sana sampai bertahun-tahun kemudian. Ia tak berani keluar dari zona tersebut. Baginya walaupun merasa tak nyaman namun satu hal yang sudah pasti : ketidaknyamanan tersebut sudah bisa diukurnya. Daripada menghadapi resiko ketidaknyamanan yang lebih parah di tempat baru maka lebih baik di tempat lama. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Itulah homeostasis. Daya ini sangat luar biasa. Bekerja di pikiran bawah sadar. Setiap keinginan sadar kita untuk berubah mendapat tantangan yang besar. Bagaimanapun juga ada satu alasan positif yang didapat jika kita tidak berubah. Karena alasan inilah maka homeostasis ada. Hanya saja ini tidak sinkron dengan keinginan sadar kita. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Tantangan setiap terapis adalah membantu kliennya menyinkronkan program pikiran bawah sadar dan pikiran sadar. Jika ini bisa dilakukan maka perubahan adalah hal yang sangat mudah. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Satu hal yang perlu diingat adalah homeostasis ada di setiap level pencapaian kita. Ketika kita keluar dari sebuah habit lama dan masuk ke habit baru maka segera setelah itu kita masuk dalam sebuah zona kenyamanan yang baru. Zona ini menjadi tantangan lagi bagi perbaikan lebih lanjut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;     Kita akan membahas bagaimana mengatasi homeostasis ini pada artikel berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Written by Ariesandi Setyono&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-3648213769436764209?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/3648213769436764209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/homeostasis-greatest-power-in-human.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/3648213769436764209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/3648213769436764209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/homeostasis-greatest-power-in-human.html' title='Homeostasis: The Greatest Power in Human Behaviour (1)'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-1210179021465121414</id><published>2009-05-15T03:51:00.001+07:00</published><updated>2009-05-15T03:52:54.428+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Becoming The Real Success</title><content type='html'>Try not to become a man of success but rather try to become a man of value&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Albert Einstein&lt;/strong&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;span class="txtblue14"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt; &lt;p&gt;Barusan saya menerima telpon dari seorang pembaca buku Manage Your Mind for Success. Pak Budi, sebut saja begitu, bertanya mengenai jadwal seminar publik yang akan saya lakukan dalam waktu dekat. Setelah berbincang beberapa saat saya mendengar keluhan, ?Pak, saya merasa diri saya gagal. Bagaimana caranya agar bisa cepat sukses??.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;?Pak, yang pertama saya ingin sampaikan adalah saya salut dan bangga karena mengenal Bapak. Bapak adalah orang sukses?, jawab saya. ?Pak Adi bercanda ya? Lha, saya yang merasa gagal kok malah dikatakan sebagai orang sukses?, tanyanya lagi dengan sedikit bingung. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;?Begini ya Pak. Tidak ada yang namanya kegagalan. Bapak sejak lahir telah menjadi orang sukses. Sukses ada dua macam. Sukses mencapai keberhasilan dan sukses mencapai ketidak-berhasilan, yang oleh kebanyakan orang disebut sebagai kegagalan?, jawab saya sedikit filosofis. ?Apa maksudnya? Kok saya baru dengar kalau ada namanya sukses mencapai ketidak-berhasilan atau kegagalan ??, tanyanya dengan penasaran. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin anda juga bingung membaca uraian di atas. Sebelum saya meneruskan cerita saya, kita perlu sepakat mengenai satu hal. Semua orang adalah orang sukses. Bedanya adalah ada yang sukses dalam mendapatkan atau mencapai apa yang ia inginkan. Dan ada yang sukses untuk tidak mencapai apa yang ia inginkan. Jadi, dengan kata lain, apapun yang kita capai, baik itu yang positip maupun yang ?negatip? sebenarnya adalah cermin keberhasilan kita. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk menjawab pertanyaan Pak Budi saya lalu menceritakan mengenai cara kerja pikiran. Hal yang sama juga saya jelaskan saat menjawab email seorang Ibu dari Bandung, yang juga telah membaca buku-buku yang saya tulis. Ibu ini penasaran mengapa dalam lima buku yang saya tulis, saya selalu menekankan pentingnya memahami cara kerja pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, dari manakah sumber sukses atau gagal ? Semua bergantung pada skenario drama kehidupan (life script) yang berawal sejak kita dilahirkan. Bahkan ada pakar yang mengatakan bahwa bayi yang berada di dalam kandungan seorang ibu juga dapat mengalami ?programming?. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang bayi hanya lahir hanya dengan dua rasa takut yaitu takut jatuh dan takut suara yang keras. Semua ketakutan lainnya, misalnya takut air, takut ketinggian, takut tikus, takut kecoa, takut sukses, takut gagal, takut matematika, takut ini, takut itu, adalah hasil pembelajaran. Sejak hari pertama kita dilahirkan, pikiran kita telah diprogram atau dikondisikan.  Kita secara konsisten berinteraksi dengan orangtua, kawan, guru, rekan sebaya, dan siapa saja. Kita mengadopsi, secara sadar maupun tidak sadar, sistem kepercayaan, nilai-nilai hidup, keterbatasan dan gaya hidup mereka untuk kita pakai sebagai model dalam membentuk diri kita. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam masa pertumbuhan, khusus usia 0 ? 7 tahun, kita menyerap apa saja ke dalam pikiran kita. Pada saat ini kita belum mempunyai informasi atau data-base yang dapat digunakan sebagai pembanding. Kita tidak tahu apakah yang kita serap itu adalah hal yang baik atau buruk, bermanfaat atau justru merugikan diri kita. Saat ini, pikiran kita berlaku seperti sepon yang sangat ?rakus? menyerap informasi apa saja yang ada di sekitar kita. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setiap orang mencapai goal yang telah mereka tetapkan dan program ke dalam pikiran bawah sadarnya. Saat kita ?gagal? maka yang terjadi adalah kita berhasil, secara konsisten, mewujudkan program mental kita. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anda pasti akan bertanya, ?Pak, kalau orang yang hidupnya miskin, nggak punya uang, apakah ini berarti mereka berhasil mencapai goal mereka? Bukankah ini tidak masuk akal? Mana ada orang yang mau hidup susah? Mana ada yang goalnya adalah hidup susah??&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang yang hidupnya susah biasanya mempunyai program finansial yang salah. Salah dua pertanyaan penting yang selalu saya ajukan pada orang yang mengalami kesulitan finansial adalah, ?Apa perasaan anda mengenai uang??, ?Apa arti uang bagi hidup anda??.  Dari jawaban mereka saya bisa tahu program mental yang mengendalikan kondisi keuangannya. Yang miskin biasanya menjawab, ?Uang adalah akar segala kejahatan. Orang kaya itu orang jahat. Orang kaya adalah orang yang suka memanfaatkan orang lain?. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jawaban di atas menjelaskan mengapa orang itu tidak bisa berhasil secara finansial. Dia telah memutuskan, dengan program mental ini, untuk hidup miskin. Mengapa ? Karena ia tidak mau jadi orang kaya dan banyak uang. Orang kaya adalah orang jahat. Orang yang punya banyak uang adalah orang jahat. Program pikiran ini mengendalikan setiap aspek kehidupan finansialnya. Yang lebih parah lagi adalah ada orang yang sangat yakin bahwa orang miskin lebih mudah masuk surga daripada orang kaya. Sekarang anda jelas dengan maksud saya? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang wanita, sebut saja Joan, 35 tahun, yang mengalami kesulitan keuangan, mendatangi seorang terapis untuk membantunya. Joan mempunyai penghasilan USD 200 per minggu. Sudah tentu income ini , untuk ukuran di Amerika, sangat sedikit jumlahnya. Selidik punya selidik, ternyata saat Joan masih kecil, berusia 7 tahun, ia begitu kagum pada ayahnya. Ayahnya mempunyai income USD 10.000 per tahun. Saat itu ia memutuskan akan menjadi seperti ayahnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa yang terjadi? Benar, ia berhasil mencapai income seperti ayahnya. Dalam 1 tahun ia mendapat sekitar USD 10.000. Hanya saja Joan tidak tahu, pada saat ia membuat keputusan itu, yaitu saat masih beusia 7 tahun, bahwa nilai uang berubah sejalan dengan waktu. Jumlah USD 10.000 sangat besar pada saat ia berusia 7 tahun. Namun jumlah yang sama mempunyai nilai yang jauh lebih kecil saat ia berusia 35 tahun. Goal ini ia tetapkan saat ia masih berusia 7 tahun dan ia berhasil mewujudkan impiannya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contoh lain adalah tentang Ani. Saat di kelas 1 SD Ani pernah mendapat masalah. Saat itu Ani mengerjakan ujian. Pada lembar soal tertulis, ?Jawablah pertanyaan berikut ini dengan jawaban singkat dan jelas?. Setelah membaca dengan saksama perintahnya Ani menjawab semua pertanyaan dengan jawaban, ?Singkat dan jelas?. Maksudnya, Ani menjawab soal no 1 dengan jawaban ?Singkat dan jelas?. Jawaban no 2 ?Singkat dan jelas?. Demikian seterusnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gurunya Ani marah besar dan memberikan nilai nol. Orangtua Ani dipanggil ke sekolah. Pihak sekolah kemudian meminta orangtua Ani untuk membawa Ani ke psikolog karena si Ani dianggap bermasalah. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan patuh orangtua Ani membawanya menghadap seorang psikolog untuk ?memperbaiki? Ani. Ternyata psikolog ini berhasil meyakinkan Ani bahwa Ani adalah anak yang pintar. Ani sama sekali tidak ada masalah. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ani sangat terkesan dengan keramahan dan kebaikan psikolog ini. Saat itu Ani memutuskan bahwa kalau nanti ia besar, ia ingin menjadi seperti psikolog ini. Goal ini Ani tetapkan saat ia masih kelas 1 SD. Apa yang terjadi? Ani saat ini adalah seorang Doktor (S3) psikologi di salah satu universitas ternama di Jogja. Luar biasa bukan?  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oh ya, kalau anda jadi gurunya si Ani, berapa nilai yang akan anda berikan kepada Ani? Kalau saya, saya akan berikan nilai 100 (seratus) buat Ani. Ani sebenarnya telah menjawab dengan benar semua pertanyaan. Bukankah gurunya meminta murid untuk menjawab semua pertanyaan dengan jawaban ?Singkat dan jelas??&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah sadar bahwa semua adalah hasil dari program pikiran, yang sebenarnya merupakan hasil dari proses pembelajaran (learn) , maka kita dapat secara sadar memprogram ulang (unlearn and relearn) pikiran kita. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita harus secara sadar memutuskan apa yang ingin kita capai. Saat kita secara sadar memutuskan apa impian kita yang sesungguhnya saat itulah kita memutuskan untuk menjadi The Real Success atau Sukses Sejati. Jadi, kita benar-benar mencapai apa yang kita inginkan dan bukannya mencapai apa yang tidak kita inginkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Written by Adi W. Gunawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-1210179021465121414?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/1210179021465121414/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/becoming-real-success.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/1210179021465121414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/1210179021465121414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/becoming-real-success.html' title='Becoming The Real Success'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-7533733282972934480</id><published>2009-05-15T03:50:00.002+07:00</published><updated>2009-05-15T03:51:13.333+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Mitos Motivasi: Antara Harapan dan Kenyataan</title><content type='html'>&lt;em&gt;The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams &lt;/em&gt;- &lt;strong&gt;Eleanor Roosevelt&lt;/strong&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;span class="txtblue14"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt; &lt;p&gt;Minggu lalu beberapa orang kawan dari sebuah bank nasional ternama mengajak saya makan siang sambil mendiskusikan detil acara yang akan mereka laksanakan, di mana  saya adalah pembicara di acara tersebut. Saat menunggu makanan kawan saya, yang kebetulan adalah seorang Area Manager, bertanya, ?Pak Adi apa bisa memberikan seminar motivasi ??. ?Maksudnya ??, saya balik bertanya. ?Kami pernah mengundang pembicara untuk memberikan motivasi bagi staff kami. Apa Bapak juga bisa memberikan seminar motivasi untuk membangkitkan semangat staff ??, tanyanya lagi. Sebelum menjawab pertanyaan kawan saya ini, saya bertanya, ?Apa yang Ibu harapkan dari seminar motivasi ?? ?Kami ingin semangat kerja staff kami meningkat. Namun selama ini motivasi yang mucul setelah mengikuti seminar tidak bisa bertahan lama. Paling lama satu-dua hari. Setelah itu semangat kerja kembali ke keadaan semula seperti saat sebelum mengikuti seminar. Saya sendiri sudah sangat sering menghadiri berbagai seminar motivasi. Biasanya kalau saat seminar, motivasi saya akan sangat tinggi. Tapi satu dua hari setelah seminar, motivasi saya gembos seperti balon kehabisan udara. Mengapa bisa begini ya Pak ??, kejar kawan saya dengan penasaran. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernahkah anda mengalami seperti yang diceritakan kawan saya ini ? Saya sendiri telah mengalaminya. Kesulitan yang selalu ditemui setiap peserta seminar motivasi adalah motivasi yang mereka dapatkan di seminar tidak bisa bertahan lama. Mengapa ini terjadi ? Apakah ada cara untuk bisa mempertahankan motivasi ? Kalau ada, bagaimana caranya? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya mulai aktif menghadiri berbagai seminar motivasi sejak tahun 1994. Saya membaca sangat banyak buku motivasi, mendengarkan ratusan kaset seminar motivasi, dan bahkan sampai beberapa kali mengikuti seminar motivasi yang lamanya 2 hari, di luar negeri, yang dihadiri lebih dari 35.000 (tiga puluh lima ribu) orang dalam satu stadion. Saat di seminar biasanya saya membuat ?keputusan besar? untuk sukses, untuk berubah, untuk ini, untuk itu, dan masih banyak ?keputusan besar? yang lain. Namun apa yang terjadi setelah itu ? Semangat yang begitu menggebu-gebu dengan cepat hilang tak berbekas dan saya kembali seperti diri saya sebelum menghadiri seminar motivasi itu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertanyaannya sekarang adalah, ?Apakah pembicara motivasinya tidak mampu memotivasi audiensnya ??. Wah, kalau soal memotivasi, mereka sungguh luar biasa. Saya katakan ?mereka? karena yang berbicara di seminar motivasi selama 2 hari itu adalah para pembicara kaliber internasional. Mereka adalah figur sukses yang menjadi contoh bagi banyak orang. Mereka telah berhasil mengubah hidup mereka dari orang biasa menjadi luar biasa. Mereka sukses secara finansial dengan income 6 digit, dan ini dalam dollar Amerika bukan rupiah.&lt;br /&gt;Mereka banyak membantu orang lain, keluarganya bahagia, kondisi mental dan fisik sangat prima. Mereka adalah orang yang walk the talk. Bukan sekedar talk the talk seperti kebanyakan orang. Namun mengapa motivasi saya masih tetap seperti yo-yo ? Sebentar naik, sebentar turun ? Padahal saya sudah dimotivasi oleh pembicara yang sangat luar biasa ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cukup lama saya mencari jawaban atas pertanyaan ini. Dalam upaya mencari jawaban atas pertanyaan ini saya terus menghadiri berbagai seminar motivasi. Saya membandingkan style pembicara satu dengan pembicara lainnya. Saya mengajak diskusi dan bertukar pikiran dengan sesama peserta seminar. Diakui oleh peserta seminar, ada pembicara yang sangat bagus memotivasi audiens sehingga motivasi bisa bertahan lama. Ada yang motivasinya hanya bisa bertahan satu atau dua hari. Dari perbandingan yang saya lakukan saya mendapatkan satu pola yang konsisten. Pembicara motivasi yang mampu memotivasi audiens dengan baik, sehingga audiens tetap bersemangat untuk waktu yang lama, mempunyai kelebihan tersendiri. Meskipun demikian, motivasi ini tidak dapat bertahan seterusnya. Cepat atau lambat, seperti yang telah saya alami, motivasi ini akan berkurang dan akhirnya habis... bis.... seperti balon yang kehabisan udara. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa sebabnya ? Motivasi yang didapat saat mengikuti seminar adalah motivasi yang berasal dari luar atau motivasi ekstrinsik. Motivasi jenis ini tidak bisa bertahan lama. Untuk berubah dan mencapai sukses kita harus mempunyai motivasi yang tumbuh dari dalam (intrinsik).  Pembicara motivasi yang lihay adalah pembicara yang mampu menimbulkan motivasi intrinsik dalam diri audiensnya dan mengajarkan cara mempertahankan motivasi itu, setelah audiens pulang ke rumah dan menjalani kehidupan sehari-hari yang penuh tantangan. Jika audiens tidak diajarkan cara memelihara dan mempertahankan motivasinya maka motivasi itu pasti gembos dengan sendirinya.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang datang dari luar dan bersifat sementara. Motivasi eksternal membuat kita sangat bersemangat, pada saat di seminar, namun tidak bisa membuat semangat itu bertahan lama. Motivasi eksternal dapat mempengaruhi kita untuk melakukan perubahan namun tidak bisa membuat perubahan bagi kita. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin anda akan bertanya, ?Mengapa motivasi yang berasal dari luar tidak dapat bertahan lama ??. Ini semua berhubungan dengan program pikiran. Motivasi eksternal membuat kita berpikir, dan ini adalah kerja pikiran sadar, bahwa kita dapat melakukan apa saja untuk mencapai semua impian hidup kita. Kita tentu ingin percaya bahwa kita bisa mencapai goal kita. Namun program pikiran, yang mempengaruhi 90% kemampuan berpikir kita, berkata lain, ?Ah.... goal itu nggak masuk akal. Saya nggak mungkin bisa mencapainya. Saya sudah gagal berulang kali. Latar belakang saya berbeda dengan si pembicara. Saya punya banyak masalah dan hambatan. Saya nggak bisa ini.... nggak bisa itu... Tentu saya akan sangat sulit berhasil?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kembali saya ulangi pertanyaan, ?Mengapa motivasi yang berasal dari luar tidak dapat bertahan lama ?? Karena motivasi eksternal hanya mampu membuat perubahan yang bersifat sementara. Motivasi eksternal bekerja &lt;strong&gt;tidak sejalan&lt;/strong&gt; dengan prinsip kerja otak dan pikiran bawah sadar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu, bagaimana caranya untuk bisa menghasilkan perubahan yang permanen ? Inilah rahasianya. Empowerment atau peningkatan diri bukanlah hasil dari proses kerja pikiran sadar. Empowerment  adalah suatu pengalaman pribadi yang kita alami karena pikiran bawah sadar berhasil mencapai goal dan kemudian pengalaman ini naik ke level pikiran sadar dalam bentuk perasaan ?in control? terhadap hidup kita. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita bisa ?mencoba? untuk merasa berubah. Kita bisa menggunakan kekuatan kehendak (will power) kita. Kita bisa datang ke berbagai seminar, membaca berbagai buku, mendengarkan kaset-kaset motivasi, dan setelah itu, untuk beberapa saat, kita merasa lebih mampu mengendalikan diri dan lebih fokus. Meskipun demikian kita tetap tidak bisa berubah atau mengalami empowerment bila tidak mendapat dukungan pikiran bawah sadar kita. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Inti perubahan adalah kita harus mengganti program-program negatip yang ada di pikiran bawah sadar kita dengan program yang positip. Saat kita termotivasi untuk berubah kita memutuskan untuk meng-uninstall program negatip. Namun kita tidak diajarkan, di seminar motivasi itu, bagaimana cara untuk meng-install program positip. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengapa kita perlu mengganti program negatip dengan yang positip ? Karena program mental yang ada di pikiran bawah sadar adalah program lama ? program yang akan menolak setiap informasi yang tidak sejalan dengan informasi yang telah tersimpan sebelumnya. Sesuai dengan cara kerja pikiran, semakin lama suatu program ?menetap? di pikiran bawah sadar maka semakin kuat program itu. Salah satu hukum penting yang berhubungan dengan pikiran yaitu bila terjadi konflik antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar maka yang menang adalah pikiran bawah sadar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu hal yang luar biasa mengenai program ini adalah bahwa setiap program bertindak seperti mahluk hidup yang mempunyai kehidupan sendiri. Saat kita akan mengganti program lama dengan yang baru, program lama ini akan melawan dengan segala cara untuk bisa bertahan ?hidup?. Itulah sebabnya mengapa orang biasanya sulit untuk melakukan perubahan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang pakar di bidang pikiran, yang bukunya baru-baru ini saya baca, malah mengatakan bahwa pikiran bawah sadar bekerja mirip dengan suatu jaringan komputer (network) yang terdiri dari sangat banyak komputer (baca: proses berpikir/program). Setiap komputer ini ada yang saling berbagai resource dan ada yang menutup diri tidak mau berbagi resource. Setiap komputer ini saling mempengaruhi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu kisah menarik saya alami saat saya membantu seorang kawan memprogram ulang pikirannya. Selang beberapa saat, saya didatangi kawan saya ini dan sambil menangis ia berkata, ?Pak, saya merasa diri saya saat ini bukanlah diri saya yang sesungguhnya. Namun di sisi lain saya merasakan ada sesuatu yang baru dalam diri saya. Seakan-akan ada dua bagian dalam diri saya yang saling tarik ulur, saling bertempur. Ada apa yang dengan diri saya ??. Saya lalu menjelaskan bahwa ini adalah sesuatu yang normal. Saya pernah  mengalami keadaan ini. Kawan saya yang lain juga pernah. Saya kemudian meminta ia meneruskan programming-nya. Jika ia terus bertahan dengan program barunya maka program ini akan semakin kuat dan akhirnya akan mengalahkan pengaruh program yang lama. Seminggu kemudian ia memberikan laporan bahwa ia sudah merasa jauh lebih baik dan program barunya yang menang. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Komputer Mental&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Setelah membaca sejauh ini saya yakin anda pasti akan bertanya, ?Bagaimana melakukan pemrograman ulang pikiran bawah sadar ??. Sebenarnya mudah. Caranya sama dengan, namun sudah tentu tidak sesederhana, memprogram ulang komputer. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah komputer menerima input dan mengeluarkan output. Untuk mengubah output, kita mesti mengubah input atau mengubah program. Prinsip ini berlaku untuk pikiran bawah sadar. Kalau kita hanya mengubah input maka kualitas output dibatasi oleh program yang digunakan. Jika programnya buruk maka meskipun input diubah maka output tetap tidak bisa maksimal. Saat kita mencoba mengubah suatu pola perilaku atau cara berpikir dengan hanya mengubah input tanpa mengubah program yang ada di bawah sadar maka cepat atau lambat program lama ini akan memicu ulang pola perilaku dan cara berpikir yang lama. Dalam hidup, sering kali lebih mudah bagi kita untuk mengubah program dari pada mengubah input secara permanen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada lima cara untuk masuk ke pikiran bawah sadar yaitu repetisi, identifikasi kelompok/keluarga, informasi yang disampaikan oleh figur yang dipandang mempunyai otoritas, emosi yang intens, dan hipnosis. Kita bisa menggunakan satu cara saja atau kombinasi dari beberapa cara sekaligus.  Begitu kita dapat masuk ke pikiran bawah sadar maka akan sangat mudah untuk melakukan perubahan atau modifikasi program. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemrograman ulang bawah sadar ada banyak cara. Yang pertama adalah dengan mengubah self-talk kita (untuk self-talk, saya akan bahas di artikel tersendiri). Cara lain adalah dengan visualisasi kreatif, kisah sukses, simbol sukses, dan self-hypnosis. Yang lebih rumit adalah dengan bantuan seorang hipnoterapis yang berpengalaman. Khusus untuk hipnoterapi saya sarankan agar anda mencari orang yang benar-benar kompeten agar jangan sampai terjadi kesalahan prosedur terapi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Written by Adi W. Gunawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-7533733282972934480?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/7533733282972934480/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/mitos-motivasi-antara-harapan-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/7533733282972934480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/7533733282972934480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/mitos-motivasi-antara-harapan-dan.html' title='Mitos Motivasi: Antara Harapan dan Kenyataan'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-87643024413931178</id><published>2009-05-15T03:43:00.002+07:00</published><updated>2009-05-15T03:48:45.901+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Why Affirmation Fails?</title><content type='html'>When you affirm big, believe big and pray big, big things happen.&lt;br /&gt;- &lt;strong&gt;Norman Vincent Peale&lt;/strong&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;span class="txtblue14"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt; &lt;p&gt;Saya yakin, anda semua, pasti pernah mendengar kata ?Afirmasi?. Mungkin anda pernah menghadiri seminar atau loka karya dan pembicaranya menyarankan anda melakukan afirmasi untuk menunjang keberhasilan anda. Mungkin juga anda pernah membaca buku-buku positive thinking yang banyak terdapat di toko buku. Para pelaku MLM (multi level marketing) , DS (Direct Selling), agen asuransi,  atau mereka yang suka dengan pengembangan diri pasti tahu betul apa itu ?Afirmasi?.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengapa afirmasi sangat banyak disarankan untuk digunakan ? Jawabnya sederhana. Afirmasi adalah self-talk yang kita ucapkan pada diri kita sendiri dan merupakan salah satu bentuk pemrograman ulang pikiran. Menurut kebanyakan orang, afirmasi sangat mujarab untuk membantu pencapaian prestasi. Benarkah demikian ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Benarkah afirmasi bisa sedemikian efektif ? Jawabnya, ?TIDAK?. Saya pernah melakukannya selama 7 (tujuh) tahun tanpa hasil yang maksimal. Saya telah mengikuti semua aturan menulis afirmasi yang benar, yang dijelaskan oleh banyak pembicara terkenal, dan juga ditulis di berbagai buku best seller. Saya bahkan membeli buku yang khusus membahas mengenai self-talk. Hasilnya ? Tetap tidak bisa maksimal. Saya tidak mengatakan ?tidak ada hasil?, lho. Yang saya tekankan adalah hasilnya ?tidak maksimal?.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cukup lama saya mencari jawaban mengapa afirmasi yang saya lakukan kok nggak bisa memberikan hasil yang maksimal ? Apa saja yang telah saya lakukan untuk afirmasi ? Saya menulis script dan saya tempelkan di tempat yang biasa saya lihat. Misalnya di cermin kamar mandi, di pintu kamar tidur, di pintu kamar mandi, di komputer, di dashboard mobil, di hand phone, di diary, dan dijadikan screen saver. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu saya juga menggunting gambar-gambar impian saya. Saya tempelkan di tempat yang dapat saya lihat dengan mudah. Tujuannya ? Untuk mengingatkan (baca: memprogram) diri saya agar saya selalu fokus pada impian-impian itu. Hasilnya ? Tetap tidak maksimal. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya bahkan membuat kaset khusus yang berisi berbagai afirmasi yang ingin saya masukkan ke pikiran bawah sadar saya. Kaset ini saya mainkan setiap kali saya berada di dalam mobil. Saya bahkan sampai menggabungkan afirmasi dengan musik khusus untuk membantu pikiran saya untuk bisa lebih mudah menerima afirmasi itu. Sekali lagi, hasilnya ? Nggak maksimal. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah saya gagal ? Tidak. Saya berhasil mencapai sebagian dari apa yang saya afirmasikan. Namun saya merasa tidak puas. Energi dan waktu yang saya curahkan untuk melakukan afirmasi ternyata tidak memberikan hasil seperti yang saya harapkan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu apa yang salah ? Apakah saya malas dan tidak bekerja keras untuk mencapai goal saya ? Ah, nggak. Saya sangat fokus untuk mencapai impian itu. Hasil yang tidak maksimal ini membuat saya berpikir, ?Pasti ada yang salah dengan apa yang ditulis di buku-buku atau yang diajarkan di seminar yang telah saya hadiri?.  Logika saya sederhana saja. Banyak kawan saya yang juga melakukan afirmasi seperti yang saya lakukan ternyata hasilnya juga sami mawon  alias idem alias setali tiga uang alias sama saja. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Proses pencarian jawaban ?Mengapa afirmasi yang saya lakukan tidak membuahkan hasil yang maksimal ?? akhirnya mengantar saya pada petualangan pemahaman cara kerja pikiran yang luar biasa, dan ini yang ingin saya bagikan kepada anda melalui artikel ini. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi anda yang sukses dengan afirmasi, saya ucapkan selamat dan saya ikut bahagia dengan keberhasilan anda. Bagi anda yang mengalami ?nasib? seperti yang saya alami, mudah-mudahan dengan apa yang saya jelaskan berikut ini akan dapat membantu anda untuk bisa segera meraih keberhasilan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;So, mengapa afirmasi tidak memberikan hasil maksimal ? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Indera penglihatan memberikan kontribusi sebesar 87% dari total stimulus yang masuk ke otak. Kalau dilihat sekilas jalur visual ini kesannya sangat dominan. Namun bila ditelaah lebih jauh ternyata input visual masih berupa ide sugestif yang bersifat sadar. Teknik afirmasi, yang menggunakan gambar atau membaca script, ternyata hanya cocok untuk 5 % populasi yang masuk dalam kategori sangat sugestif. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Faktor lain yang berpengaruh terhadap keefektifan afirmasi adalah kapan waktu kita menulis atau membaca afirmasi itu. Sering kali kita diajarkan untuk menulis, membaca, atau melihat afirmasi kita saat bagun tidur atau di siang hari. Ternyata waktu ini tidak cocok dengan prinsip kerja pikiran. Ternyata dari riset ditemukan fakta menarik bahwa ada waktu tertentu yang memberikan pengaruh paling maksimal. Nah, pertanyaannya sekarang adalah, ?Kapan waktu yang paling tepat untuk melakukan afirmasi ??. Waktu yang paling tepat adalah malam hari saat gelombang otak kita dominan berada di kondisi alfa atau theta. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cara melakukan afirmasi lainnya, seperti yang sering disarankan oleh banyak seminar atau buku, adalah dengan menuliskan afirmasi setiap hari. Ternyata ini counterproductive. Afirmasi cukup ditulis seminggu sekali dan harus bersifat jangka pendek. Nah, bingung kan ? Kok beda dengan yang anda ketahui selama ini ? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu kita perlu membatasi jumlah afirmasi yang kita tulis dan hanya untuk beberapa aspek kehidupan kita. Maksudnya ? Anda tidak boleh menuliskan lebih dari tiga afirmasi. Batasi diri pada tiga aspek kehidupan. Misalnya, aspek kesehatan, aspek finansial, dan aspek relasi. Apa akibatnya kalau kita menulis banyak afirmasi untuk tiap aspek kehidupan ? Pikiran bawah sadar akan bingung dan akan kehilangan daya untuk membantu anda mencapai goal anda. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat anda telah menulis afirmasi, tunggu dan lihat efeknya. Kalau dalam waktu 2 (dua) minggu belum ada efeknya maka anda perlu menulis ulang afirmasi anda. Mungkin cara anda menulis atau pilihan kata atau struktur kalimat yang digunakan tidak berkesan bagi pikiran bawah sadar anda.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu, bagaimana bila setelah anda menulis ulang afirmasi sampai beberapa kali namun tetap belum ada hasil yang tampak ? Yang terjadi adalah resistansi / penolakan terhadap afirmasi itu. Ada bagian dari diri anda yang menolak sugesti (afirmasi) yang anda lakukan. Lalu bagaimana caranya mengatasi hal ini ? Berhenti dan jangan pernah lagi mengotak-atik afirmasi ini selama beberapa minggu. Semakin anda bernafsu untuk memperkuat (re-inforce) afirmasi ini maka semakin kuat penolakan dari pikiran bawah sadar anda. Saat anda tidak lagi memaksa afirmasi ini untuk diterima pikiran bawah sadar maka daya tolak pikiran bawah sadar terhadap afirmasi anda juga menurun. Cepat atau lambat afirmasi yang sebenarnya telah masuk ke pikiran bawah sadar akan mulai diterima dan dijalankan. Penolakan muncul karena kita cenderung bersifat memaksa pikiran bawah sadar untuk menerima afirmasi yang kita ucapkan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu hal lagi yang membuat afirmasi susah berhasil, untuk kebanyakan orang, adalah bahwa jarang orang sadar bahwa afirmasi sebenarnya sama dengan sugesti. Nah, kalau sudah bicara sugesti maka anda harus tahu anda termasuk orang tipe apa. Ada orang yang mudah disugesti secara fisik (physically suggestive) dan ada orang yang hanya bisa disugesti secara emosional (emotionally suggestive), dan ada yang bisa ac-dc alias kiri-kanan ok atau bisa keduanya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wording atau cara penulisan afirmasi untuk tiap tipe ini tidak sama. Bila anda termasuk kategori sugestif secara fisik dan anda, karena tidak tahu, menulis afirmasi yang bersifat emosional maka dijamin afirmasi anda tidak bisa jalan. Demikian pula sebaliknya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terlepas dari afirmasi apa yang anda gunakan, untuk panduan dalam menuliskan afirmasi, anda perlu memerhatikan hal-hal berikut:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Gunakan afirmasi untuk goal jangka pendek&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tulis afirmasi dengan tulisan tangan, bukan diketik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tulis afirmasi seminggu sekali&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Minimalkan jumlah afirmasi  untuk mendapatkan efek konsentrasi sugesti&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tulis afirmasi dengan kalimat positip dan sekarang, jelas atau spesifik, dan tanggal pasti kapan anda ingin mencapai goal anda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tulis ulang afirmasi bila dirasa perlu. Jika afirmasi tidak bekerja seperti yang diharapkan maka berhenti melakukan afirmasi.  &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Ada kawan saya yang meskipun telah saya jelaskan cara melakukan afirmasi secara benar tetap menolak apa yang saya sampaikan. Saat saya bertanya, ?Kenapa sih, anda kok begitu yakin dan memegang teguh cara anda melakukan afirmasi padahal anda tahu hasilnya nggak maksimal??. ?Lho, cara afirmasi yang saya gunakan selama ini saya dapatkan dari seminar dan workshop yang sangat mahal. Kan, eman (sayang) kalo nggak saya pake?, jawabnya. ?Tapi, kalau ternyata cara yang anda gunakan tidak bisa memberikan hasil maksimal, mengapa anda tidak mencoba cara lain ??, kejar saya lagi. ?Saya yakin cara yang saya gunakan sudah benar. Soalnya pembicaranya orang terkenal. Saya percaya banget dengan apa yang ia ajarkan?, jawab kawan saya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya hanya bisa tersenyum saat mendengar jawabannya. Saya teringat kata bijak Winston Churchil, ?A fanatic is one who can?t change his mind and won?t change the subject. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Written by Adi W. Gunawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-87643024413931178?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/87643024413931178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/why-affirmation-fails.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/87643024413931178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/87643024413931178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/why-affirmation-fails.html' title='Why Affirmation Fails?'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-6819231541425334704</id><published>2009-05-15T03:27:00.000+07:00</published><updated>2009-05-15T03:35:34.019+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>You Were Born Rich!</title><content type='html'>&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Man's mind mirrors a universe which mirrors man's mind&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;Joseph Chilton Pearce&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam perjalanan dari Surabaya ke Semarang minggu lalu saya sempat berbincang dengan seorang kawan lama. Setelah berbincang sesaat ia lalu menanyakan apa yang sekarang saya lakukan. Saya lalu menjelaskan mengenai kegiatan saya akhir-akhir ini sebagai ?pria panggilan? dan ?pria penghibur?. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar penjelasan ini mukanya langsung berubah. Dan saya tahu apa yang ada di pikirannya. Saya langsung meluruskan bahwa saya biasa ?dipanggil?  untuk memberikan seminar/workshop dan cara saya membawakan sangat entertaining sehingga peserta biasanya betah duduk sampai 8 jam. Mendengar penjelasan ini kawan saya akhirnya manggut-manggut dan tersenyum menandakan ia mengerti. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembicaraan akhirnya berlanjut ke topik menarik yaitu mengenai sukses. Kawan saya ini berkeluh kesah bahwa sekarang susah cari uang. Ekonomi lagi sulit. Dia harus kerja ekstra keras untuk bisa mendapatkan income yang ia inginkan. Kawan saya ini seorang salesman di perusahaan peralatan listrik. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebenarnya tidak ada yang namanya ekonomi sulit bagi orang yang siap dengan perubahan. Ekonomi menjadi sulit karena kita tidak mampu melakukan adaptasi secara tepat dan cepat mengikuti perubahan keadaan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam setiap perubahan yang terjadi adalah polarisasi kemakmuran. Apa maksudnya ? Uang atau aset yang ada di masyarakat jumlahnya sama sebelum dan pada masa ekonomi sulit terjadi. Yang terjadi sebenarnya adalah perpindahan kemakmuran dari suatu kelompok masyarakat ke kelompok masyarakat lainnya. Jadi, jumlah uang dan aset tetap namun pemiliknya berganti. Dengan kata lain orang kaya makin kaya dan orang miskin makin miskin. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar penjelasan ini kawan saya langsung protes, ?Lho, semua orang tahu kalo sekarang ini ekonomi makin sulit. Orang kaya makin kaya karena mereka menggunakan kekayaan mereka untuk menekan orang miskin sehingga mereka dapat memetik keuntungan yang sebesar-besarnya?.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;?Tahu nggak mengapa kondisi keuangan kamu payah saat ini ??, saya balik bertanya. ?Ya itu tadi, saat ini persaingan semakin ketat. Cari uang nggak gampang. Pokoknya sulit banget?, jawabnya cepat. ?Nah, ini dia alasannya mengapa kamu sulit cari duit?, jawab saya lagi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya melihat kawan saya ingin protes lagi. Namun sebelum ia sempat berbicara saya langsung meneruskan dengan berkata, ?Coba dengar apa yang akan saya jelaskan. Nanti kalo sudah selesai baru kamu boleh komentar lagi. Ok ??. ?Ok?, jawab kawan saya dengan penasaran. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya lalu menjelaskan, ?Mengapa orang sulit cari uang ? Karena ada keyakinan atau blocking atau resistansi atau program negatip atau apapun istilah yang ternyata menghambat mereka dalam mencari uang. Saya mengerti bahwa sekarang ini cari uang itu sulit, bagi kebanyakan orang. Nah, mengapa nggak terpikir untuk membuat uang yang nyari kita ? Kan lebih mudah kalo uang nyari kita dan ........?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tanpa memberikan saya waktu untuk menyelesaikan kalimat saya, kawan saya ini langsung memotong, ?Nggak masuk akal. Saya nggak pernah dengar ?uang nyari kita?. Yang benar adalah kita nyari uang?. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;?Nah, itulah sebabnya mengapa kamu nggak bisa maju dan berkembang dalam aspek finansial. Kamu berpikiran negatip soal kemakmuran. Kamu bilang orang kaya itu nggak baik karena menyalahgunakan kekayaan mereka untuk menindas orang miskin?, jawab saya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;?Lho, saya nggak negatip soal orang kaya. Saya hanya tidak senang dengan cara mereka menggunakan kekayaan mereka dan cara mereka cari uang?, jawab kawan saya cepat, membela diri. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;?Coba perhatikan kalimat kamu yang terakhir. Di sini tampak jelas bahwa ada muatan emosi negatip saat kamu bicara soal orang kaya, lebih tepatnya perasaan iri dan dengki. Coba kamu jujur memeriksa dirimu sendiri?, ujar saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kawan saya lalu diam sejenak. Sambil menunggu ia berpikir saya lalu berkata, ?Tahukah kamu bahwa sebenarnya kita ini terlahir sebagai orang kaya. We were born rich?.  Kali ini kawan saya nggak protes ataupun berkomentar. Ia malah meminta saya untuk menjelaskan maksud pernyataan saya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya percaya bahwa Tuhan, ada yang menyebutnya dengan Supra Sadar atau Semesta Alam,  sangat adil. Semua orang punya hak yang sama untuk bisa sukses. Pertanyaannya sekarang adalah mengapa nggak semua orang bisa sukses ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ternyata ada sangat banyak faktor yang menghambat diri kita untuk sukses. Salah satunya adalah karena kita hidup tidak selaras dengan hukum alam. Diri kita, sebagai manusia, adalah mikro kosmos. Semesta alam adalah makro kosmos. Saat kita hidup tidak selaras dengan hukum alam maka saat itu kita mengalami ?bocking? sehingga sangat sulit untuk bisa berhasil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa yang membuat mikro kosmos tidak selaras dengan makro kosmos ? Salah satunya adalah sistem kepercayaan atau program negatip yang ada di dalam pikiran kita. Pada kasus kawan saya, secara tidak sadar, ia membenci orang kaya. Ia mempunyai persepsi yang negatip mengenai uang atau kemakmuran. Kepercayaan yang negatip ini berlaku sebagai suatu penghambat yang menghalangi dirinya untuk sukses. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada saat kita berhasil mengatasi mental block saat itu pula kita mampu menarik energi yang sangat besar dari Semesta Alam. Dengan selarasnya diri kita dengan makro kosmos maka kita tidak perlu cari uang. Uang yang akan mencari kita. Lha, kok bisa?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sudah tentu bisa. Apa buktinya ? Saat kita telah selaras dengan ?vibrasi? Semesta Alam, saat itu kita akan dapat mencapai tujuan atau cita-cita kita dengan sangat mudah. Akan ada banyak ?kebetulan? yang mengarahkan kita mencapai tujuan kita. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Misalnya ? Kita akan bertemu dengan orang yang akan membantu kita. Kita akan secara ?kebetulan? mendapatkan informasi dari sumber yang tidak kita perhitungkan sebelumnya, yang ternyata mampu membawa kita ke tujuan yang kita ingin capai. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya melihat kening kawan saya berkerut, tanda ia sedang berpikir keras. ?Ada yang ingin kamu tanyakan ??, tanya saya. ?Saya masih belum bisa menerima sepenuhnya konsep yang kamu sampaikan. Namun saya juga tidak menolak. Bisa lebih detil penjelasannya ??, minta kawan saya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya lalu menjelaskan, ?Pikiran itu bekerja seperti pemancar radio. Saat kita benar-benar menginginkan sesuatu, dengan intensitas emosi yang tinggi, maka seketika itu juga ?berita? ini terpancar ke seluruh alam. Saat itu frekwensi pikiran kita akan mencari berbagai kemungkinan untuk pencapaian target yang telah kita tetapkan. Besarnya daya pancar pikiran bergantung pada keyakinan kita. Kalau ada banyak mental block maka daya pancarnya kecil Akibatnya ? Area jangkauannya sempit. Mental block ini berfungsi sebagai penghambat energi (semesta) yang kita akses. Kalau mental block ini sangat minim maka daya pancarnya akan sangat kuat, sehingga area jangkauannya menjadi sangat luas. Dengan demikian kita mempunyai lebih banyak peluang untuk menarik atau menciptakan berbagai ?kebetulan? yang akan membantu kita sukses. Omong gampangnya, kita nggak usah cari uang. Uang yang akan nyari kita?. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;?Masih tetap bingung dan kayaknya nggak masuk akal?, kawan saya berkomentar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;?Ini nggak masuk akalmu. Mengapa ? Karena di data-base kamu nggak ada data seperti yang saya sampaikan. Benar, nggak ??, saya langsung balik bertanya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya lalu melanjutkan, ?Begini saja deh. Saya berikan contoh kasus yang mudah untuk kamu praktekkan. Nanti kalo pas malam minggu, coba kamu ke Mall. Cari jam sibuk di mana cari parkir sangat sulit. Nah, saat kamu mau berangkat ke Mall itu, tetapkan keinginan yaitu kamu mau mendapatkan satu tempat parkir yang nyaman. Setelah itu jangan lagi memikirkan mengenai hal ini. Nanti kamu lihat apa yang terjadi?.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;?Apa yang akan terjadi ??, tanya kawan saya dengan penasaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;?Kalo kamu yakin sekali akan mendapatkan tempat parkir maka meskipun sangat padat pengunjung, kamu pasti akan dapat. Dapatnya juga secara ?kebetulan?. Pas kamu lewat ternyata di depanmu ada mobil yang keluar. Nah, saat itu kamu bisa langsung parkir. Ini bukan kebetulan lho. Ini adalah hasil kerja gelombang pikiranmu. Tapi kalo kamu, setelah menetapkan keinginan mendapatkan tempat parkir, mulai ragu karena berpikir bahwa akan sangat sulit mendapat tempat parkir, karena saat ini malam Minggu, saat padat-padatnya lahan parkir, maka keraguan kamu ini mengakibatkan kamu nggak akan dapat tempat parkir?, jawab saya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;?Apakah apa yang kamu jelaskan telah dibuktikan ??, kawan saya kembali bertanya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;?Lha, saya sudah mempraktekkan dengan hasil yang sangat memuaskan. Saya mengajarkan orang lain melakukan hal ini dan mereka mendapatkan hasil yang sama. Kalo sudah dilakukan berkali-kali, oleh orang yang berbeda, di tempat yang berbeda, dengan hasil yang sama, apakah ini kebetulan ??, saya balik bertanya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;?Tapi ini kan soal parkir. Kan nggak sama dengan kekayaan atau cari uang?, kembali kawan saya menunjukkan salah satu program negatipnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;?Lha, apa bedanya antara cari lahan parkir dengan cari duit. Misalnya kamu mau menjual sesuatu. Saat kamu menetapkan keinginanmu dengan yakin, dengan catatan mental block-mu sudah diberesin lho, maka kamu akan bertemu dengan pembeli secara kebetulan. Yang membuat kamu nggak bisa melakukan hal ini karena kamu nggak yakin ini bisa berhasil. Dan bila kamu nggak yakin maka hasilnya ya nggak ada. Ada yang mengatakan bahwa keyakinan sebesar biji sesawi bisa memindahkan gunung lho?, jawab saya sedikit filosofis. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar penjelasan ini kawan saya kembali hanya bisa manggut-manggut dan tidak lagi berkomentar namun ia bertanya, ?Ok, kalo gitu apa yang harus saya lakukan?.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;?Oh mudah, beresin dulu berbagai mental block-mu maka kamu akan mampu untuk selaras dengan vibrasi alam dan kamu akan dapat lebih mudah mencapai sukses?, jawab saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya lalu menjelaskan mengenai mengapa kita harus menulis impian-impian kita dan bagaimana hubungannya dengan cara kerja hukum alam. Sayang, saat diskusi menjadi semakin asyik, saya terpaksa mengakhiri  mengakhiri pembicaraan karena ada boarding call. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para pembaca yang budiman, kita sebenarnya terlahir dengan potensi menjadi orang sukses atau kaya. Yang menghambat diri kita selama ini adalah bahwa nilai hidup, belief system, karakter, kebiasaan berpikir, dan apa yang kita lakukan dalam hidup ternyata tidak selaras dengan hukum alam (Supra Sadar). Ketidakselarasan ini mengakibatkan timbulnya berbagai hambatan hidup yang seharusnya tidak perlu terjadi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada banyak kawan kami yang setelah berhasil mengatasi mental block mereka dan me-reprogram pikiran bawah sadar dengan program yang positip dan powerful mengatakan, ?Kami mengalami miracle. Belum pernah selama ini Kami merasakan bahwa hidup itu ternyata mudah. Kami bertemu dengan begitu banyak kebetulan yang secara ajaib mengarahkan kami pada pencapaian tujuan kami?. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini menjawab mengapa pada orang-orang tertentu, biar bagaimana buruk situasi ekonomi, mereka tetap bisa menghasilkan sangat banyak uang. Situasi ekonomi sama sekali tidak mempengaruhi mereka. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mental block inilah yang selama ini tidak dapat kita bereskan hanya dengan membaca buku-buku positip atau mengikuti berbagai seminar motivasi. Hal ini pula menjawab mengapa ada begitu banyak orang yang hanya jadi penggembira di berbagai seminar. Saya sendiri dulunya seperti itu. Ternyata selama blocking ini nggak dibereskan maka suskes akan menjadi sangat sulit. Saya telah mengalaminya selama tujuh tahun. Saya membaca berbagai buku positip dan menghadiri berbagai seminar motivasi bahkan sampai ke luar negeri. Seorang kawan saya, yang juga sangat gemar membaca buku dan menghadiri berbagai seminar juga mengalami hal yang sama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Written by Adi W. Gunawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-6819231541425334704?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/6819231541425334704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/you-were-born-rich.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/6819231541425334704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/6819231541425334704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/you-were-born-rich.html' title='You Were Born Rich!'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-7111398972576017853</id><published>2009-05-15T03:11:00.004+07:00</published><updated>2009-05-15T03:17:45.144+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hypnosis / Hypnotherapy'/><title type='text'>FAQ</title><content type='html'>&lt;table style="width: 665px; height: 5026px;" align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" valign="top"&gt;&lt;table width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top"&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="txtblue12"&gt;&lt;strong&gt;Apa sebenarnya hipnosis itu?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span class="txtcontent"&gt;Hipnosis adalah suatu cabang ilmu yang terus berkembang. Di luar negeri, khususnya di Amerika, hipnosis telah diajarkan secara resmi di berbagai lembaga pendidikan terkemuka. Meskipun ada sangat banyak pakar yang menjelaskan atau menulis tentang hipnosis, apabila diteliti dengan cermat, apa yang mereka jelaskan selalu mengacu pada satu konsep dasar. Konsep dasar ini yang harus dikuasai untuk bisa mengerti dengan benar hipnosis dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulunya sebelum saya mempelajari hipnosis, saya juga mempunyai pandangan yang negatip terhadap hipnosis. Namun setelah mendalami dengan sungguh-sungguh, saya akhirnya mengerti, jatuh cinta, dan dapat memetik manfaat yang luar biasa dari cabang ilmu ini, baik untuk diri saya sendiri maupun untuk membantu orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;/span&gt;                                     &lt;span class="txtblue12"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="23"&gt;&lt;/a&gt;Apa bedanya dengan hipnotis dan hipnotisme?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span class="txtcontent"&gt;Kata hypnosis berasal dari kata hypnos, yaitu dewa tidur pada mitologi Yunani. Hipnosis adalah ilmunya, hipnotis adalah orang yang melakukan hipnosis, sedangkan hipnotisme sama dengan hipnosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;         &lt;span class="txtblue12"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="24"&gt;&lt;/a&gt;Apa beda hipnotis dan hipnoterapis?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span class="txtcontent"&gt;Gelar hipnotis atau hipnoterapis memang agak membingungkan. Namun untuk mudahnya, hipnotis adalah seseorang yang telah mempelajari dasar-sadar ilmu hipnosis. Hipnoterapis adalah hipnotis yang mempelajari teknik terapi dengan menggunakan kondisi hipnosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipnotis belum tentu seorang hipnoterapis. Hipnoterapis pasti seorang hipnotis. Seorang hipnotis yang biasa membawakan pertunjukan belum tentu mampu melakukan terapi. Namun seorang hipnoterapis pasti bisa melakukan apa yang dilakukan hipnotis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;         &lt;span class="txtblue12"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="25"&gt;&lt;/a&gt;Apakah benar saat ini banyak orang yang salah mengartikan apa itu hipnosis?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span class="txtcontent"&gt;Saat ini masyarakat Indonesia mulai mengenal hipnosis, baik dari pertunjukkan di televisi maupun dari pemberitaan di berbagai media masa. Seiring dengan semakin gencarnya publikasi, masyarakat juga dihadapkan pada berbagai informasi yang tidak tepat atau bahkan salah mengenai hipnosis. Beberapa pandangan yang salah tentang hipnosis, yang beredar di masyarakat, antara lain, hipnosis adalah praktek supranatural atau klenik, hipnosis sama dengan gendam atau kejahatan, hipnosis adalah penguasaan pikiran, hipnosis adalah ilmu sesat yang menggunakan kekuatan mahluk halus, dan hipnosis adalah sama dengan tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hipnosis seperti itu? Tentu tidak. Pandangan yang salah tentunya akan sangat merugikan masyarakat. Masyarakat yang tidak mengerti hipnosis yang sebenarnya akan menutup diri dan menolak mempelajari hipnosis, dan tentunya tidak akan bisa mendapatkan manfaat luar biasa dari praktek hipnosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;         &lt;span class="txtblue12"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="26"&gt;&lt;/a&gt;Bagaimana cara kerja hipnosis?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span class="txtcontent"&gt;Kondisi hipnosis sebenarnya identik dengan gelombang otak alfa dan theta. Gelombang alfa berada pada kisaran 8 – 12 Hz dan theta pada 4 – 8 Hz. Saat seseorang berada dalam kondisi trance maka kisaran gelombang otaknya pasti berada di antara alfa dan theta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang dalam satu hari minimal pasti berada dalam kisaran gelombang ini yaitu saat mau tidur dan saat baru bangun tidur. Secara alamiah saat kita mau tidur gelombang otak akan turun dari beta, ke alfa, ke theta, dan akhirnya di delta (tidur pulas tanpa mimpi). Demikian pula sebaliknya. Saat kita bangun tidur maka gelombang otak akan naik dari delta, ke theta, ke alfa, dan akhirnya di beta atau sadar penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;         &lt;span class="txtblue12"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="27"&gt;&lt;/a&gt;Apakah benar kita selalu mengalami hipnosis setiap saat?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span class="txtcontent"&gt;Sebenarnya setiap hari kita mengalami kondisi hipnosis. Anda pasti pernah nonton film, bukan? Saat adegan film sedang seru-serunya anda pasti merasa tubuh anda menjadi tegang, napas berubah, dan jantung anda berdebar lebih kencang. Mengapa? Bukankah anda tahu bahwa apa yang sedang anda tonton bukanlah suatu kejadian nyata? Pikiran sadar anda tahu bahwa film itu bukan sesuatu yang nyata. Namun pikiran bawah sadar anda menerima apa yang anda lihat dan alami sebagai suatu hal yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menonton film, perhatian anda sangat terpusat pada apa yang sedang berlangsung di layar sehingga anda mem-blok suara-suara lain, misalnya suara batuk penonton lainnya, atau suara handphone yang berbunyi. Pada saat ini anda sangat sadar dengan keberadaan diri anda yang sedang menonton film. Semua sensasi atau perasaan yang anda rasakan saat menonton film, misalnya perasaan sedih, gembira, kecewa, marah, jengkel, atau bahagia merupakan hasil dari kerja pikiran bawah sadar anda. Saat itu anda sebenarnya berada dalam kondisi hipnosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah anda dikendalikan oleh film yang anda tonton? Tentu tidak! Film itu tidak mengendalikan diri anda tetapi mengarahkan pikiran anda dengan alur ceritanya. Inilah sebenarnya yang dimaksud dengan keadaan hipnosis atau trance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan pemahaman kebanyakan orang, yang mengatakan bahwa saat dalam kondisi hipnosis atau trance kesadaran seseorang sangat lemah, saat dalam kondisi trance level kesadaran seseorang justru meningkat sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;         &lt;span class="txtblue12"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="28"&gt;&lt;/a&gt;Bagaimana definisi hipnosis yang benar?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span class="txtcontent"&gt;Saat ini, definisi yang paling banyak digunakan dan diterima berbagai lembaga / asosiasi hipnosis dan hipnoterapi di dunia adalah definisi yang dikeluarkan oleh &lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;U.S. Dept. of Education, Human Services Division&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;: "&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt;hypnosis is the by-pass of the critical factor of the conscious mind followed by the establishment acceptable selective thinking"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; atau "hipnosis adalah penembusan faktor kiritis pikiran sadar diikuti dengan diterimanya suatu pemikiran selektif (sugesti)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;         &lt;span class="txtblue12"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="29"&gt;&lt;/a&gt;Apakah hipnosis hanya bisa untuk acara hiburan, seperti yang ditampilkan di Televisi? &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span class="txtcontent"&gt;Tentu tidak. Berikut ini adalah jenis hipnosis dan manfaatnya: &lt;p&gt;1. Stage Hypnosis&lt;br /&gt;Stage hypnosis adalah hipnosis yang digunakan untuk pertunjukan hiburan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy&lt;br /&gt;Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy adalah aplikasi hipnosis dalam menyembuhkan masalah mental dan fisik (psikosomatis). Aplikasi dalam pengobatan penyakit antara lain: depresi, kecemasan, phobia, stress, penyimpangan perilaku, mual dan muntah, melahirkan, penyakit kulit, dan masih banyak lagi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Anodyne Awareness&lt;br /&gt;Anodyne Awareness adalah aplikasi hipnosis untuk mengurangi rasa sakit fisik dan kecemasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Forensic Hypnosis&lt;br /&gt;Forensic Hypnosis adalah penggunaan hipnosis sebagai alat bantu dalam melakukan investigasi atau penggalian informasi dari memori. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;5. Metaphysical Hypnosis&lt;br /&gt;Metaphysical Hypnosis adalah aplikasi hipnosis dalam meneliti berbagai fenomena metafisik. Jenis hipnosis ini bersifat ekperimental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;         &lt;span class="txtblue12"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="30"&gt;&lt;/a&gt;Bagaimana sebenarnya hipnosis itu, apa termasuk unsur klenik?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span class="txtcontent"&gt;Hipnosis berhubungan dengan kondisi kesadaran seseorang pada satu waktu tertentu. Tidak ada unsur klenik sama sekali. Hipnosis sebenarnya merupakan seni komunikasi dengan pikiran bawah sadar. Dulunya saya tidak percaya bahwa hipnosis adalah suatu seni komunikasi. Namun setelah saya mempraktikkan hipnosis baik untuk diri sendiri maupun dengan orang lain maka saya akhirnya sadar bahwa memang benar bahwa hipnosis adalah seni komunikasi bawah sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap kesempatan saya memberikan workshop hypnosis selalu muncul pertanyaan, "Apa hubungan hipnosis dengan mahluk halus?", "Gendam itu jenis hipnosis yang mana ?". Saya berusaha menerangkan bahwa sebenarnya hipnosis itu murni seni komunikasi dan nggak ada hubungannya dengan mahluk halus. Sambil guyon saya berkata, "Hipnosis memang ada hubungannya dengan mahluk halus bila yang menghipnosis anda adalah seorang wanita yang cantik, berkulit mulus, dan tutur katanya halus. Jadi benar itu mahluk halus".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu bagaimana dengan gendam? Bukankah ada banyak contoh kasus di mana seseorang ditelpon, katanya ia dapat hadiah, dan diminta menyetor sejumlah uang ke rekening tertentu, lha…. koq mau? Itu pasti kena gendam", kejar si penanya. Benarkah demikian? Untuk menjelaskan fenomena ini saya akan membahas mengenai cara kerja pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;         &lt;span class="txtblue12"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="31"&gt;&lt;/a&gt;Bagaimana cara kerja pikiran manusia?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span class="txtcontent"&gt;Manusia mempunyai dua jenis pikiran yang bekerja secara simultan dan saling mempengaruhi, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Besarnya pengaruh pikiran sadar terhadap seluruh aspek kehidupan seseorang, misalnya sikap, kepribadian, perilaku, kebiasaan, cara pikir, dan kondisi mental seseorang hanya 12%. Sedangkan besarnya pengaruh pikiran bawah sadar adalah 88%. Untuk mudahnya kita bulatkan menjadi 10% dan 90%. Dari sini dapat kita ketahui bahwa pikiran bawah sadar mengendalikan diri kita 9 kali lebih kuat dibandingkan pikiran sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;         &lt;span class="txtblue12"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="32"&gt;&lt;/a&gt;Apakah setiap orang bisa dihipnosis?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span class="txtcontent"&gt;Jawabnya bisa. Semua orang bisa dihipnosis asalkan mereka bersedia. Satu-satunya faktor yang menghambat seseorang untuk masuk kondisi hipnosis adalah rasa takut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;         &lt;span class="txtblue12"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="33"&gt;&lt;/a&gt;Apakah benar jika kita menolak untuk dihipnosis maka kita tidak dapat dihipnosis?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span class="txtcontent"&gt;Syarat utama agar dapat dihipnosis adalah subjek (orang yang dihipnosis) harus bersedia untuk dihipnosis. Bila subjek menolak maka hipnotis / hipnoterapis tidak akan mampu menghipnosis. Saat hipnotis melakukan hipnosis, yang terjadi adalah si hipnotis mem-by-pass pikiran sadar subyek dan langsung berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar subjek. By-pass di sini jangan salah dimengerti sebagai suatu bentuk manipulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By pass maksudnya adalah pikiran sadar subjek dibuat sibuk, lengah, bosan, bingung atau lelah sehingga pintu gerbang menuju pikiran bawah sadar, yaitu RAS (Reticular Activating System) terbuka atau tidak terjaga dengan baik. Karena RAS terbuka atau pengawasannya lemah maka si hipnotis akan dengan mudah menjangkau pikiran bawah sadar. Apabila subjek merasa takut, tidak suka, khawatir, atau tidak percaya pada hipnotis, maka proses hipnosis akan menjadi sangat sulit karena RAS akan terkunci rapat. Dalam kondisi ini hipnotis akan sulit sekali menjangkau dan berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar subjek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;         &lt;span class="txtblue12"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="34"&gt;&lt;/a&gt;Apa yang dimaksud dengan self-hypnosis?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span class="txtcontent"&gt;Kerja sama dari subjek sangat dibutuhkan agar proses hipnosis dapat berlangsung dengan mudah dan lancar. Mengapa? Karena semua proses hipnosis sebenarnya adalah self-hypnosis. Dikatakan self-hypnosis karena seorang hipnotis sebenarnya hanya berperan sebagai fasilitator atau operator. Subjek menghipnosis dirinya sendiri dengan mengikuti instruksi yang diberikan oleh hipnotis. Bila subjek menolak dengan cara tidak bersedia mengikuti instruksi maka hipnosis tidak akan bisa terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;         &lt;span class="txtblue12"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="35"&gt;&lt;/a&gt;Bagaimana cara seorang hipnotis / hipnoterapis menjangkau pikiran bawah sadar seseorang?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span class="txtcontent"&gt;Seorang hipnotis / hipnoterapis yang ahli tentu mempunyai sangat banyak cara untuk bisa menjangkau pikiran bawah sadar subjeknya. Cara untuk menjangkau pikiran bawah sadar ini dinamakan induksi. Ada sangat banyak cara melakukan induksi. Dari semua cara itu, bila dicermati, akan tampak suatu pola umum. Pola umum ini membagi teknik induksi menjadi enam kategori. Para pakar biasanya menggabungkan beberapa pola induksi menjadi satu pola baru. Ada teknik induksi untuk orang yang mudah dihipnosis.Ada yang untuk yang moderat. Dan ada yang untuk orang yang sulit dihipnosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;         &lt;span class="txtblue12"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="36"&gt;&lt;/a&gt;Apakah saya bisa menjadi seorang hipnotis / hipnoterapis?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span class="txtcontent"&gt;Untuk menjadi seorang hipnotis / hipnoterapis yang andal diperlukan beberapa syarat utama, antara lain konsep diri positif, rasa percaya diri yang tinggi, memahami cara kerja pikiran, kemampuan komunikasi verbal dan non verbal yang baik, kreatif, dan menguasai ilmu hipnosis dengan baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;         &lt;span class="txtblue12"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="37"&gt;&lt;/a&gt;Di mana saya bisa mempelajari hipnosis / hipnoterapi?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span class="txtcontent"&gt;Ini satu pertanyaan yang sangat bagus. Saat ini ada banyak orang atau lembaga yang melakukan loka karya hipnosis. Ada yang memasang harga yang murah sampai harga yang cukup mahal. Terlepas dari berapa harga yang dipasang untuk loka karya hipnosis, yang harus benar-benar diperhatikan adalah siapa yang mengajar di loka karya hipnosis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instruktur yang mengajar mempunyai pengaruh yang sangat penting. Bila anda belajar pada orang yang salah, yang hanya mengerti sedikit namun telah berani mengadakan loka karya, maka anda akan membuang uang, waktu, pikiran, dan tenaga karena telah salah belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dapat bercerita seperti ini karena pengalaman pribadi. Sebelum mendalami hipnosis, dengan mengikuti loka karya, saya banyak membaca buku-buku hipnosis yang ada di toko buku. Semakin saya membaca maka semakin bingung saya jadinya. Saya akhirnya memutuskan untuk mengikuti loka karya yang diselenggarakan oleh beberapa pakar hipnosis. Ada pakar dari dalam negeri maupun yang dari luar negeri, sudah tentu dengan biaya yang tidak sedikit. Dari mereka akhirnya saya mendapat pemahaman yang benar mengenai apa itu hipnosis. Selanjutnya saya mendalami sendiri dengan banyak membeli buku dari luar negeri dan tentu saja banyak praktik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Cara yang lebih mudah adalah dengan mengikuti pelatihan hipnosis/hipnoterapi 100 jam yang diselenggarakan&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt; Quantum Hypnosis Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;         &lt;span class="txtblue12"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="38"&gt;&lt;/a&gt;Apakah benar belajar hipnosis itu sangat sulit?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span class="txtcontent"&gt;Untuk mendalami hipnosis dan melakukan stage hypnosis bukanlah sesuatu yang sulit. Namun untuk melakukan hypnotherapy, ini anda harus hati-hati. Aplikasi hipnosis dalam terapi memerlukan pengetahuan yang lebih dalam. Belajar di loka karya saja belum cukup. Kita masih harus mendalami dari berbagai sumber lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini saya mendapat cerita dari seorang kawan mengenai suatu lembaga yang menyelenggarakan loka karya hypnotherapy. Ternyata apa yang diajarkan sangat keliru. Dari cerita kawan saya ini dapat disimpulkan bahwa sebenarnya teknik terapi yang diajarkan di loka karya tersebut, kalau di Amerika, masuk dalam kategori malpraktik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sengaja menceritakan hal ini tidak bertujuan mendiskreditkan suatu lembaga atau pribadi tertentu. Saya ingin agar kita semua berhati-hati agar kita dapat belajar dari sumber yang benar dan kompeten agar ilmu hipnosis dapat dikuasi dengan benar dan dapat dimanfaatkan untuk kemajuan kita bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;         &lt;span class="txtblue12"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="39"&gt;&lt;/a&gt;Apakah hipnoterapis bisa melakukan diagnosa penyakit?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span class="txtcontent"&gt;Hipnoterapis tidak bisa dan tidak boleh melakukan diagnosa penyakit karena hipnoterapis bukan dokter. Hipnoterapis juga bukan psikolog atau psikiater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa menjadi seorang hipnoterapis andal tidak perlu harus menjadi dokter, psikolog, atau psikiater dulu. Namun dokter, psikolog, atau psikiater bisa menjadi hipnoterapis dengan mengikuti pelatihan hipnoterapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;         &lt;span class="txtblue12"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="40"&gt;&lt;/a&gt;Apakah seseorang, saat dihipnosis, bisa tidak "bangun" atau "tersangkut" di dalam kondisi hipnosis?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span class="txtcontent"&gt;Ini pandangan yang salah yang diyakini kebanyakan orang. Belum pernah dalam sejarah hipnosis/hipnoterapi ada orang yang "tersangkut" dan tidak bisa keluar dari kondisi hipnosis. Orang dikatakan tidak mau keluar atau "tersangkut" sebenarnya karena mereka merasa enggan untuk keluar dari kondisi hipnosis yang sangat rileks dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun bisa keluar dari kondisi hipnosis dengan segera saat ia memutuskan untuk keluar dari kondisi hipnosis. Saat dalam kondisi hipnosis, subjek tetap memiliki kontrol sepenuhnya atas pikirannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);" class="txtcontent"&gt;Taken from  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;http://www.quantum-hypnosis.com/index.php?pid=faq&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;        &lt;/td&gt;     &lt;td width="15" bgcolor="#ffffff"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-7111398972576017853?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/7111398972576017853/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/faq.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/7111398972576017853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/7111398972576017853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/faq.html' title='FAQ'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-4412103300464207133</id><published>2009-05-15T02:59:00.002+07:00</published><updated>2010-09-20T04:30:02.686+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Alasan...</title><content type='html'>Alasan...&lt;br /&gt;Saya baru tahu alasan saya menjadi magnet uang&lt;br /&gt;Bukan soal kebahagiaan&lt;br /&gt;Bukan...bukan tentang itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saatku bersama-sama sahabatku&lt;br /&gt;Di tengah harum bau kopi yang diskon 50% karena kartu kreditku hehehe...&lt;br /&gt;Aku baru menyadari betapa aku menikmati nyamannya situasi&lt;br /&gt;Bahwa aku bisa sangat menikmati&lt;br /&gt;Sofa yang empuk ini&lt;br /&gt;Cheesecake yang enak ini&lt;br /&gt;Dan... atmosfir tempat ngopi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu...kenapa selama ini jadi ada masalah tentang uang ya?&lt;br /&gt;Aku pun terdiam...&lt;br /&gt;Menatap logo2 yang tercetak di atas papan kayu yang bisu&lt;br /&gt;Yang balik memandangku dengan warnanya yang temaram cokelat kelabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku bisa begitu menikmati segala kenyamanan dan fasilitas yang aku&lt;br /&gt;dapatkan dgn uang ini...Mengapa di hari-hari yang lalu yang kelabu.&lt;br /&gt;Saat aku tenggelam dalam lesu kalbuku..&lt;br /&gt;Hatiku penuh dengan cemas pilu...&lt;br /&gt;Selalu ada PERTENTANGAN BATIN tentang uang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan...aku pun kembali terdiam&lt;br /&gt;Sambil merasakan dingginnya semilir angin yang bukan dari alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm....&lt;br /&gt;Aku pernah menulis bahwa aku bisa BAHAGIA APA ADANYA&lt;br /&gt;Tentang nasi uduk yang enak dengan harga di bawah sepuluh ribu itu.&lt;br /&gt;Tentang kedai soto yang saat kuceritakan selalu mengundang air liur temanku.&lt;br /&gt;Tentang betapa aku pintar mencari tempat makan enak dan tak butuh banyak uang&lt;br /&gt;meski tidak ada kenyamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AHA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba terhentilah layar pikiranku. Aku MEMAHAMI dengan rasa hatiku.&lt;br /&gt;Selama ini aku mengira aku mencari uang banyak demi kebahagaiaan. Sehingga, saat&lt;br /&gt;banyak uangku namun tidak bahagia hatiku, kusalahkan uangku. Bahwa ia...&lt;br /&gt;Tidak cukup untuk menceriakan hatiku...&lt;br /&gt;Dan aku pun mulai menjadi miskin...&lt;br /&gt;Karena kebodohanku sendiri...dungu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NYAMAN!&lt;br /&gt;Itulah ternyata alasanku menginginkan uang banyak.&lt;br /&gt;Aku jadi teringat cerita temanku Aloysia.&lt;br /&gt;Tentang pembelajarannya soal emosi.&lt;br /&gt;Betapa ia selama ini tidak memahami emosinya.&lt;br /&gt;Dan, betapa saat ia tidak paham, ia jadi terlarut dan dikendalikan olehnya.&lt;br /&gt;Sekarang aku mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama aku mencari uang demi kebahagiaan...takkan pernah ku mendapatkannya.&lt;br /&gt;Karena...aku tidak butuh itu.&lt;br /&gt;Tetapi, aku butuh kenyamanan.&lt;br /&gt;Karena nyaman, bagi rasa hatiku tak selalu terkait dgn bahagia.&lt;br /&gt;Aku tidak selalu butuh bahagia untuk merasa nyaman.&lt;br /&gt;Dan aku juga tidak selalu butuh kenyamanan agar bisa bahagia.&lt;br /&gt;Sekarang, aku mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih oh Tuhan atas segala kebaikan-mu.&lt;br /&gt;Atas harumnya biji kopi ciptaanmu.&lt;br /&gt;Atas segala kebaiakan suasana dan cinta-Mu.&lt;br /&gt;Atas sahabat yang selalu Kau utus kepadaku.&lt;br /&gt;Atas segala pengalaman hidup yang buat ku mengerti, bahwa setiap pikiran dan&lt;br /&gt;perasannku hendak mengajariku sesuatu. Aku mengerti T_T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, saat semuanya sudah lebih jelas begini.&lt;br /&gt;Waktunya kembali menghadapi dunia ini.&lt;br /&gt;Biarlah ini juga menjadi sebuah testimoni.&lt;br /&gt;Bagi guruku, Pak Adi.&lt;br /&gt;Betapa dahsyatnya ho'oponopono yang DIGABUNGKAN dengan hipnoterapi.&lt;br /&gt;Biarlah cukup sampai sepenggal di sini.&lt;br /&gt;Sampai waktuku bercerita sebagai seorang praktisi yang berbicara selayaknya&lt;br /&gt;seoran lulusan QHI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ps: maksudnya, nanti gw tulis pandangan gw tentang ho'oponopono dari sisi&lt;br /&gt;sebagai hipnoterapis gitu loh wakaakka :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi "Momo" Muliyono, C.Ht. - Quantum Hypnosis Indonesia&lt;br /&gt;Certified Client - Centered Hypnotherapist&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-4412103300464207133?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/4412103300464207133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/alasan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/4412103300464207133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/4412103300464207133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/alasan.html' title='Alasan...'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-4503709757322983096</id><published>2009-05-15T02:57:00.001+07:00</published><updated>2009-05-15T04:22:35.030+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hypnosis / Hypnotherapy'/><title type='text'>Hipnoterapi Bukan Pil Ajaib</title><content type='html'>Sejak buku saya yang ke delapan, Hypnotherapy: The Art of Subconscious Restructuring, beredar dan kini telah menjadi national best seller saya mendapat sangat banyak sms, telpon, maupun email dari pembaca. Ada yang mengucapkan selamat atas terbitnya buku, yang menurut mereka sangat informatif, mudah dicerna, dan diaplikasikan. Ada juga yang bertanya hal-hal yang masih kurang mereka mengerti. Ada juga yang minta waktu bertemu untuk konsultasi dan terapi.&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;span class="txtblue14"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="txtcontent"&gt; &lt;p&gt;Dari sekian banyak klien yang pernah saya tangani ternyata banyak yang mempunyai persepsi, ekspektasi, dan pemahaman yang kurang pas mengenai hipnosis dan hipnoterapi. Banyak klien yang bertanya,”Pak, apakah dalam satu sesi masalah saya bisa terselesaikan?”, ”Pak, bisa tolong anak saya dihipnosis atau dihipnoterapi supaya mau mengikuti saran saya?”, ”Pak, suami saya selingkuh. Bisa terapi supaya dia lupa sama WIL-nya?”, ”Pak, usaha saya sepi. Bisa bapak ajarkan cara menghipnosis pembeli supaya setiap kali saya menawarkan produk mereka langsung beli?”. Dan yang lebih heboh lagi ada yang pernah bertanya, ”Pak, tolong ajarkan teknik hipnosis supaya orang yang memberikan utang pada saya bisa dihipnosis sehingga menjadi baik hati dan tidak tega atau sungkan menagih hutangnya”. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anda mungkin bisa tersenyum saat membaca berbagai pertanyaan di atas. Namun begitulah yang saya alami. Saya sendiri seringkali hanya bisa tersenyum sambil geleng-geleng kepala.&lt;br /&gt;Dari berbagai pengalaman itulah saya akhirnya memutuskan menulis artikel ini untuk “meluruskan” pandangan keliru mengenai hipnoterapi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah hipnoterapi sangat efektif untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah klien, khususnya yang berhubungan dengan mental/emosi? Jawabannya sudah tentu,”Ya”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah semua masalah bisa langsung diselesaikan dengan hipnoterapi? May be yes...may be no. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hipnoterapi walaupun sangat efektif, karena bisa langsung mengakses pikiran bawah sadar, tetap membutuhkan pengetahuan pendukung agar terapi bisa dilakukan dengan hasil optimal dengan sesedikit mungkin sesi terapi. Memang, selama ini dari pengalaman saya pribadi, saya mampu membantu klien menyelesaikan masalah mereka hanya dengan satu sesi terapi saja. Namun seringkali saya juga membutuhkan beberapa sesi. Bahkan ada yang sampai beberapa bulan. Rentang waktu untuk tiap sesi biasanya satu minggu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini saya beri contoh beberapa kasus. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang Ibu, sebut saja Bu Aan, menghubungi saya dan mengeluh mengenai anaknya, Ayuk, yang saat itu duduk di kelas 6 SD. Apa masalahnya Ayuk? Menurut Bu Aan si Ayuk ini malas, tidak disiplin, tidak punya tanggung jawab, tidak punya motivasi belajar, tidak mandiri, tidak percaya diri, boros, dan masih banyak lagi masalah lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah memberikan banyak “masukan” Bu Aan ingin membuat janji segera bertemu dengan saya. Semakin cepat semakin baik. Saat saya tanyakan apa yang ia inginkan, Bu Aan dengan cepat dan mantap menjawab, “Pak Adi, saya tahu Bapak seorang terapis. Saya sudah membaca beberapa buku Bapak. Saya juga telah mengikuti beberapa seminar Bapak. Nah, saya ingin Pak Adi menerapi anak saya, pake hipnosis, biar anak saya bisa langsung berubah. Nggak seperti sekarang ini, bikin saya stress.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Bu, apapun yang terjadi pada anak kita, ini merupakan hasil pendidikan yang kita lakukan. Baik itu pendidikan di rumah maupun di sekolah. Untuk bisa membantu anak berubah maka yang pertama kali harus berubah adalah orangtuanya. Dalam hal ini ayah dan ibunya. Mengapa begitu? Ya, karena orangtualah yang sebenarnya menjadi sebab utama masalah yang ada dalam diri anak. Orangtua dan lingkungan telah memprogram pikiran bawah sadar anak sehingga anak menjadi seperti sekarang ini. Saya hanya bisa membantu menerapi dengan satu syarat. Saya ingin kerjasama penuh dari orangtua. Kerjasama ini dalam bentuk kesediaan orangtua untuk berubah demi membantu keberhasilan terapi si anak. Terapi pada anak akan sia-sia jika lingkungan tidak berubah. Mengapa demikian? Karena anak adalah hasil pembentukan orangtua dan lingkungan. Nah, pertanyaan saya sekarang adalah apakah Ibu dan Bapak, selaku orangtua Ayuk, bersedia memberikan dukungan ini? Saya hanya bersedia menerapi Ayuk jika orangtuanya juga bersedia berubah.”, jelas saya panjang lebar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya bisa merasakan Bu Aan agak kaget saat saya meminta kerjasama orangtua. Sempat terjadi kesenyapan sesaat sebelum Bu Aan kembali berbicara, ”Pak Adi, apa bisa kalau Bapak langsung saja menerapi Ayuk. Masalahnya kan ada dalam diri Ayuk”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembaca, inilah tipikal orangtua yang mau menangnya sendiri. Orangtua seperti ini sama sekali tidak bersedia mengakui bahwa mereka turut andil dalam masalah yang ada di dalam diri anak mereka. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat Bu Aan tidak bersedia memberikan komitmen untuk turut serta dalam membantu proses terapi Ayuk maka saya juga tidak bersedia memberikan waktu saya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengalaman saya membuktikan bahwa seringkali orangtualah yang menjadi sebab utama  penyimpangan perilaku anak. Ada orangtua yang mempunyai tuntutan yang tidak realistis terhadap anak. Mereka ingin anak mereka sempurna mengikuti standar mereka. Anak yang tidak mampu mengikuti kemauan orangtua akhirnya menjadi tertekan. Dari sini muncul banyak masalah yang berkaitan dengan emosi dan perilaku. Apalagi bila orangtua sering memarahi dan menekan anak, sadar atau tidak sadar, secara psikis. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembaca, saya bahkan seringkali tidak perlu menerapi si anak. Yang saya bantu (baca: terapi) berubah adalah orangtuanya. Begitu orangtuanya berubah maka efeknya langsung terlihat dalam diri si anak. Anaknya juga berubah. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada lagi seorang ibu, sebut saja Bu Fani, yang mengeluh motivasi belajar anaknya, Andi, yang saat ini duduk di kelas 3 SD, di salah satu sekolah di pusat kota Surabaya, turun drastis. Dulu sewaktu mulai kelas 1 SD sampai kelas 2 SD semuanya ok..ok.. saja. Nggak ada masalah. Semangat belajar anaknya sangat tinggi, percaya diri, dan senang sekolah. Namun semuanya berubah saat anaknya naik kelas 3 SD. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari hasil berbincang dengan Bu Fani saya tahu bahwa ia dan suaminya sangat supportif dan peduli dengan anaknya. Karena orangtuanya tidak ada masalah maka saya minta bertemu dengan anaknya. Ternyata setelah saya selidiki lebih dalam didapatkan fakta bahwa yang menjadi sumber masalah adalah guru dan kepala sekolahnya.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa yang terjadi pada Andi? Ternyata Andi mengalami intimidasi dan tekanan psikis yang luar biasa. Andi berubah total. Dari seorang anak yang sangat percaya diri, cerdas, pemberani, ramah, dan suka bergaul, Andi berubah menjadi anak yang minder, tidak percaya diri, takut berinteraksi, benci guru, benci kepala sekolah, dan tidak mau masuk sekolah sama sekali. Tekanan psikis dan perlakuan guru dan kepala sekolah di sekolah terhadap Andi sangatlah tidak manusiawi dan sangat layak bila dilaporkan ke Komnas Perlindungan Anak. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembaca, yang membuat saya tidak habis pikir adalah ternyata sekolah itu sama sekali tidak menghargai kelebihan Andi, yang ternyata IQ-nya 144 pada skala Weschler. Saya sungguh sedih dan kecewa pada sekolah ini. Bagaimana mungkin seorang anak jenius seperti Andi sampai mendapat perlakuan yang sungguh tidak manusiawi? Andi telah berjuang keras membawa nama baik sekolah dalam kompetisi olimpiade sains dan telah masuk final. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, kalau akar masalahnya  ada pada guru atau lingkungan sekolah maka hipnoterapi tidak akan bisa menyelesaikan masalahnya. Mengapa? Karena saya tidak bisa menerapi guru dan kepala sekolahnya. Hipnoterapi bisa digunakan untuk membantu mengatasi emosi negatif atau trauma yang dialami Andi. Namun apabila lingkungan yang menjadi penyebab trauma tidak ikut dimodifikasi, tidak berubah, maka cepat atau lambat Andi akan kembali mengalami trauma. Bisa jadi trauma kambuhan ini akan lebih berat dari sebelumnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu bagaimana saya membantu menyelesaikan masalah Andi? Oh, mudah sekali. Saya meminta orangtua Andi untuk memindahkan anak mereka ke sekolah lain yang lebih baik. Inilah satu-satunya cara yang bisa saya lakukan untuk melakukan modifikasi lingkungan. Sudah tentu si Andi juga diterapi agar trauma atau luka batinnya bisa disembuhkan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hasilnya? Sungguh luar biasa. Dalam waktu singkat, tidak sampai satu minggu sejak pindah sekolah,  Andi telah pulih kondisi mental dan emosinya. Walaupun belum seratus persen namun keadaannya sudah sangat-sangat baik. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasus lain? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang Ibu menghubungi saya berkeluh kesah mengenai suaminya yang ternyata kini ada ”main mata” dengan wanita lain. Ibu ini ingin saya untuk menghipnosis suaminya agar melupakan WIL-nya dan kembali setia padanya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wah, ini bukan kasus ringan. Peran saya tidak sekedar sebagai seorang hipnoterapis namun juga sebagai Family Therapist. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah hipnoterapi bisa membantu menyelesaikan masalah ini? Bisa. Namun akar masalahnya tidaklah sesederhana yang diperkirakan. Ada sangat banyak faktor yang bermain. Kemungkinannya antara lain masalah komunikasi, kurangnya perhatian, kurangnya waktu bersama karena sama-sama sibuk, tuntutan ekonomi yang terlalu tinggi, istri yang dirasa kurang menghargai suami, masalah sex, atau mungkin juga pada dasarnya si suami memang tipe pria mata keranjang. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk menyelesaikan masalah ini dibutuhkan komitmen dari istri maupun suami. Mereka harus sepakat, antara lain, untuk sama-sama belajar, berubah, meningkatkan diri, saling memaafkan kekurangan dan kekhilafan, dan menyusun rencana baru mengenai arah hidup mereka. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu kasus lagi sebagai penutup artikel ini adalah mengenai seorang pria, Pak Tri, yang merasa sangat sulit untuk maju di bisnis atau karirnya. Segala cara sudah dilakukan namun tetap saja ia mengalami berbagai hambatan. Lalu apa akar masalahnya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ternyata ada beberapa mental block yang sangat besar yang menghambat kinerjanya. Apakah setelah mental block ini berhasil diatasi maka ia langsung bisa sukses? Belum tentu. Mental block bisa dengan sangat cepat diatasi dengan hipnoterapi. Namun ada hal lain lagi yang membutuhkan penanganan khusus dan segera. Apa itu?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ternyata hubungan Pak Tri dengan istrinya tidak baik. Semua ini terjadi karena ia jarang bersedia mendengarkan saran istrinya. Setelah bertahun-tahun hidup dalam keadaan seperti ini akhirnya si istri memilih bersikap apatis dan tidak lagi menunjukkan gairah hidup dalam bentuk dukungan penuh pada suaminya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, yang saya minta ia lakukan adalah, setelah selesai diterapi, setelah mental blocknya dibereskan, ia harus minta maaf pada istri untuk segala kesalahan yang telah ia lakukan terhadap istrinya. Selain itu ia perlu meminta dukungan istrinya dan berjanji akan memulai satu hidup baru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hasilnya? Sangat luar biasa. Pada saat ia mendapatkan kembali dukungan penuh dari istrinya, ditambah lagi mental blocknya telah dibereskan, karir dan bisnisnya maju dengan sangat pesat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembaca, dari apa yang telah saya uraikan di artikel ini saya yakin anda kini mengerti bahwa hipnoterapi, walaupun sangat efektif membantu menyelesaikan masalah, bukanlah pil ajaib yang begitu ”ditelan” bisa langsung menyembuhkan segala macam penyakit dan keluhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Writte by Adi W. Gunawan posted by Rudi Muliyono&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-4503709757322983096?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/4503709757322983096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/hipnoterapi-bukan-pil-ajaib.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/4503709757322983096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/4503709757322983096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/hipnoterapi-bukan-pil-ajaib.html' title='Hipnoterapi Bukan Pil Ajaib'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-7118753490568306147</id><published>2009-05-15T02:38:00.005+07:00</published><updated>2009-05-15T02:53:51.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Testimoni / Sharing'/><title type='text'>Terima Kasih Ya ALLAH!</title><content type='html'>&lt;span class="txtblue14"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Saya pengen sharing sedikit tentang manfaat Hipnoterapi.&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bulan puasa tiba, dan ironisnya di bulan suci ini saya mencapai titik terendah dalam hidup saya dengan situasi kesulitan finansial yang tak kunjung selesai, belum lagi masalah di kantor, masalah keluarga dan masalah relationship dengan pasangan saya. Saat itulah saya membaca lagi postingan-postingan tentang hipnoterapi di milis ini. Saya merenung sejenak, kenapa saya tidak mencoba saja untuk terapi. Akhirnya saya mendapatkan jawaban, ada bagian diri saya yang menolak untuk terapi karena:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1. Saya tidak punya uang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2. Saya takut ada program yang bertentangan dengan belief saya yang dimasukkan ke dalam pikiran bawah sadar saya oleh terapis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3. Ada bagian diri saya yang ingin sukses tanpa bantuan orang lain. Dalam arti jika saya minta bantuan terapis, jika nanti saya sukses itu artinya sukses karena dibantu terapis, berarti saya pada dasarnya tidak bisa apa-apa, berarti saya menyerahkan nasib pada orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tapi saat itu saya benar-benar merasa hidup saya hancur, serasa tak ada harapan lagi dalam hidup ini. Berbagai usaha untuk memecahkan masalah finansial dan masalah lainnya tak kunjung mendapatkan jawaban. Akhirnya saya renungkan kembali, saya berkata dalam hati, "Kalau saya ga pernah coba terapi, bagaimana mungkin saya tahu manfaat hipnoterapi?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan setelah menanyakan di milis ini pada thread Hipnoterapi Q&amp;amp;A, setelah mendapatkan jawaban dari Pak Johan dan kawan-kawan yang lain, muncullah tekad saya untuk berubah sekaligus membuktikan manfaat hipnoterapi ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah memperhitungkan segala sesuatu, saya nekad menggunakan sisa biaya hidup yang saya miliki untuk terapi. Dan kebetulan karena tempat terdekat dari saya adalah Fatmawati, saya memilih Momo untuk jadi terapis saya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pertemuan awal dengan Momo sangat menyenangkan. Dia berbicara panjang lebar tentang hipnoterapi, bahwa yang dia lakukan hanyalah guiding, dan bukan problem solving. Sehebat apapun seorang terapis, tetap saja tak akan berhasil jika klien tak mau berubah. Dan hanya klien lah yang bisa membuat perubahan itu. Dan dia juga meyakinkan saya bahwa dia bukanlah seorang misionaris yang akan mengubah belief saya tentang agama yang saya anut. Thanks for your kind explanation, Mo.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Akhirnya setelah diajarkan menemukan tempat kedamaian, terapi pun dimulai. Saya merasakan sensasi yang aneh, mungkin saking rileksnya, saya bahkan sulit merasakan tubuh saya. Saya cuma merasa ringan sekali. Saya bisa mendengar Momo mengajukan beberapa pertanyaan, tapi saya tidak bisa menjawab. Mulut saya mengucapkan jawaban atas pertanyaan Momo, tapi saya tidak merasa menjawab. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;p&gt;Lalu siapa yang menjawab? &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketika Momo menyuruh saya membayangkan hal-hal yang ingin saya capai di masa depan, saya melihat banyak hal yang indah. Tapi ketika Momo mengajukan pertanyaan, "Yakinkah anda bisa mencapai semua itu?" Saya mendengar diri saya menangis pedih, tapi saya tak bisa membuka mata saya. Saya bahkan tidak merasakan tubuh saya. Saya seolah hanya jadi penonton yang berada di suatu tempat yang tak bisa saya jelaskan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ternyata saya menjawab bahwa saya tidak yakin bisa mencapai semua impian indah itu. Ada beberapa hal yang tak bisa saya tulis di sini karena terlalu private, tapi saya menemukan satu kenyataan yang sangat membuat saya shock, yang mungkin adalah root cause dari semua problem saya. Yaitu ada bagian diri saya "&lt;strong&gt;YANG TIDAK YAKIN PADA PERTOLONGAN ALLAH&lt;/strong&gt;". &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tentu saja sangat mengejutkan, saya belajar agama sejak lahir, dan saya beribadah kepada-Nya. Tapi ternyata ada bagian diri saya yang tidak pernah tertuju pada-Nya. Kemudian Momo pun mengarahkan saya untuk menemui Allah dalam sholat. Saya melihat diri saya berada dalam masjid, dengan tulisan besar Allah di depan saya. Saya pun curhat habis-habisan semua masalah saya pada Allah. Dan setelah selesai, Momo mencari jawaban penyelesaian masalah saya dengan cara berbicara dengan Allah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ini sebuah pengalaman baru bagi saya. Allah menjawab lewat kata-kata yang terucap dari mulut saya. Tapi dalam keadaan hipnosis, saya masih tetap menganalisa, siapa yang sebenarnya bicara ini? Masa sih Allah bicara langsung sama saya? Tapi kata-kata Allah yang terucap dari mulut saya itu sangat bijak, dan memberikan jawaban yang sangat akurat bahwa jika saya ingin ditolong oleh-Nya, saya harus mengizinkan pertolongan-Nya untuk hadir ke dalam diri saya. Saya harus merasakan kehadiran-Nya. Dan jawaban yang sangat berkesan bagi saya adalah, &lt;strong&gt;TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGIKU&lt;/strong&gt;". Artinya apapun yang saya minta pada-Nya, Allah akan berikan sepanjang diri saya pun mengizinkan pertolongannya pada saya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemudian Momo membimbing saya untuk menghadirkan Allah dalam hati saya, dan saya melihat cahaya putih yang terang benderang memasuki hati saya. Terasa hangat, bahkan saya bisa merasakan wajah saya tersenyum ikhlas. Saya mendapatkan ketenangan, kebahagiaan, rasa berkelimpahan, keberanian dan kepercayaan diri. Saya pun merasa jadi berani menghadapi hidup ini. Tapi kalo analisa saya sih, yang berbicara itu bukan Allah melainkan belief yang sudah tertanam di pikiran bawah sadar yang berasal dari pelajaran agama yang saya dapatkan selama ini. Intinya, sebenarnya saya sendiri sudah tahu jawabannya, tapi tidak menyadarinya. Dan jawaban itu muncul ke permukaan berkat hipnoterapi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah itu Momo kemudian kembali menyuruh saya membayangkan kembali masa depan yang saya inginkan. Saya terus terang kaget, karena ada satu bayangan yang tak pernah muncul selama ini, dan tak pernah terpikirkan. Agak malu juga nyeritainnya hehehe. Tapi berhubung malu adalah energi terendah dalam map of consciousness, oke sayah beranikan diri untuk menceritakan apa yang saya lihat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-size:85%;" &gt;"Saya berbicara di depan publik di sebuah aula yang besar. Saya ingat, itu adalah pemandangan di Hotel Novotel ketika mengikuti seminar BaMM. Tapi tak ada Pak Adi di sana. Justru sayalah yang berbicara di panggung. Dan saya bisa melihat foto besar yang terpampang di background bukan foto Pak Adi, tapi foto saya dengan pose yang sama seperti pose Pak Adi."  &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebuah gambaran masa depan yang tak pernah terpikirkan, tapi saya merasakan kedamaian yang luar biasa ketika saya berbicara di depan publik, ketika mereka merasa senang dengan apa yang saya sampaikan, ketika saya bisa berbagi kebahagiaan dengan membagikan ilmu pengetahuan yang saya miliki. Di tengah kondisi trance tersebut, saya masih sempet-sempetnya menganalisa bayangan itu. "Masa sih? sayah jadi pembicara? jadi trainer?"  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tapi saya merasa hati saya tersenyum, damaaaai sekali rasanya. Saya bisa merasakan betapa mulianya pekerjaan yang dilakukan seorang Pak Adi. Disitulah saya merasakan bahwa uang bukanlah segalanya untuk menjadi bahagia. Bisa berbagi dengan sesama, membahagiakan orang lain, itulah kebahagiaan sejati. Lalu hati saya pun semakin tersenyum dan berbisik, &lt;strong&gt;"Jika itu adalah masa depan saya, why not? Let's go get it!!" &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terapi pun selesai, dan begitu saya membuka mata dan bisa merasakan kembali tubuh saya dalam penuh kedamaian seolah tak ada masalah sama sekali. Dan saya kaget sekali ternyata waktu terapi berjalan selama sekitar dua jam, padahal saya merasa hanya sekitar setengah jam, dan kalo ditambah konseling awal totalnya tiga jam. Ada distorsi waktu? Tapi peduli amat dengan itu, saya merasa sudah menemukan apa yang saya cari dalam kehidupan ini. &lt;strong&gt;Helping others will make you feel better! &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah berkutat dengan banyak hal, setelah mencoba berbagai hal untuk memecahkan masalah saya sendiri, setelah terperangkap dalam kehampaan karena tak tahu mau jadi apa dalam hidup ini, saya menemukan jawabannya melalui hipnoterapi. Saya tak peduli apa kata orang, mungkin ada yang bilang jangan mimpi mau gantiin Pak Adi, tapi who knows? kadang yang kita cari dalam hidup ini justru hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya dan tak pernah kita inginkan sebelumnya. Jadi afirmasi saya untuk cita-cita di masa depan adalah, &lt;strong&gt;"Melakukan pekerjaan mulia seperti Pak Adi...atau yang lebih baik."&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;p&gt;Saya tidak tahu darimana jalannya, tapi jika memang itu misi hidup saya yang sebenarnya, saya yakin jalannya akan perlahan terbuka.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pulang dari tempat praktek Momo, saya merasakan ketenangan yang belum pernah saya rasakan selama ini. Tak ada beban sedikitpun di hati. Disaat itulah saya mendapatkan beberapa keajaiban kecil. Hari sudah sore, sudah dekat waktu berbuka puasa. Tapi saya ingin makan tongseng di Pondok Labu. Dan sayangnya, jalanan macet total. Antrian kendaraan menuju arah pondok labu dan sebaliknya sangat padat. Rasanya tak akan terkejar untuk berbuka puasa di Pondok Labu. Tapi entah kenapa, saya merasa tak terbebani apa-apa. Dengan percaya diri saya berbisik, "Insyaalloh lancar..."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saya pun naik sebuah metromini menuju Pondok Labu. Dan tepat begitu saya duduk di dalamnya, secara ajaib...kemacetan bubar! Jalanan langsung lancar, saya tiba di Pondok Labu kurang dari 10 menit. Luar biasa! Seumur hidup baru saya merasakan jalur lancar ke arah Pondok Labu. Saya pikir ini sebuah kebetulan. Kemudian setelah selesai berbuka puasa di Pondok Labu dan setelah sholat Isya di Masjid terdekat, saya pun bersiap untuk pulang. Tapi jalanan masih padat. Kembali saya ucapkan perlahan, "Insyaalloh lancar..." dan betapa takjubnya saya, ternyata begitu saya duduk di metromini, jalanan kembali mendadak lancar tanpa hambatan sampai Blok M. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan ketika saya naik Busway dari Blok M pun, perjalanan hanya terasa kurang dari 5 menit. Aneh! padahal biasanya nyampe 15 menitan. Waktu itu saya memang sempat melakukan relaksasi dalam Busway. Tapi rasanya baru juga nutup mata, tiba-tiba udah ada pengumuman kalau Busway sudah tiba di halte Bendungan Hilir. What the....Cepet banget? Aneh tapi menyenangkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Keajaiban tidak berhenti sampai di situ, begitu tiba di Benhil, mendadak saya ingin makan kolak. Tapi karena sudah malam, sudah tak ada yang menjual kolak. Saya pun pasrah dan pulang ke kostan. Hari itu saya kebagian kerja shift malam, saya pun bergegas menuju kantor pada pukul 10 malam. Begitu tiba di meja, ada sebuah bungkusan plastik di meja saya. Guess what? isinya kolak sodara-sodara. Saya heran, lalu saya tanya teman saya, "Ini kolak punya siapa? kok ditaruh di sini?"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;p&gt;Teman saya dengan enteng menjawab, "Buat elu aja, gua udah kenyang, kolaknya ga kemakan."&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saya takjub dan mengucapkan syukur Alhamdulillah. Seumur-umur belajar LOA, baru kali ini saya mendapatkan LOA works! Kolak pun jadi terasa nikmaaat sekali. Dari situlah saya mengerti inti dari kata "Ketidakmelekatan". Saya meminta jalanan lancar tanpa pemaksaan pada Allah, dan ternyata jalanan lancar. Saya minta kolak walaupun secara tidak langsung, tapi saya pasrah ketika tidak mendapatkannya. Tapi justru saya mendapatkannya. Kuncinya ternyata ada di hati yang tenang, tanpa beban, tanpa kemelekatan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Keajaiban belum berhenti sampai saat ini. Terus terang, duit saya habis dipake terapi, saya ga punya sisa duit yang banyak untuk makan bahkan ga ada duit untuk bayar kost bulan ini. Tapi ibu kost yang tadinya menyuruh saya bayar uang kost sebelum lebaran, mendadak memanggil saya dan memberi keringanan untuk bayar setelah lebaran. Dan setiap hari sampai sekarang, saya sering mendapatkan buka puasa gratis, banyak teman saya yang mentraktir, jadi saya tak perlu mengeluarkan uang untuk makan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan yang terpenting, dari hari ke hari saya sering tak sengaja menemukan pencerahan baik itu dari orang-orang terdekat, ataupun dari situs/milis yang tak sengaja saya temukan ketika browsing di internet. Terakhir saya dapat pencerahan dari ebook wawancara Bill Harris dengan Guru the Secret yaitu Joe Vitale, yang isinya sangat mencerahkan hati saya dan memberikan saya jawaban dari banyak pertanyaan saya selama ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tak lama berselang, dalam sebuah acara buka puasa bersama, ada seorang teman mendadak menawarkan side job pada saya, yang saya terima dengan senang hati karena pekerjaannya mudah dan ga menyita waktu walaupun honornya ga seberapa tapi cukup membantu. Dan bukan itu saja, dia juga mengajak saya bergabung dalam proyek bisnis bernilai puluhan juta bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Wow, saya shock saking senangnya. Dan yang lebih menyenangkan lagi, dia meminjami saya modal untuk bisnis yang akan dimulai selepas lebaran tersebut. Alhamdulillah...jalan mulai terbuka. &lt;strong&gt;Terima kasih Ya Allah...&lt;/strong&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karena itu, dalam kesempatan ini saya ucapkan terima kasih banyak pada Momo yang sudah membimbing saya menemukan root cause masalah saya. Pekerjaan yang Momo lakukan sangatlah mulia, saya sekarang benar-benar yakin bahwa hipnoterapi itu sangat bermanfaat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saat saya mengetik ini, uang saya hanya tersisa sekitar 15 ribuan lagi dalam bentuk kepingan recehan Rp.500-an yang saya ambil dari celengan saya. Tapi anehnya saya tidak merasa gelisah, hati saya tetap tenang, dan feel good sepanjang hari. Saya memandang kepingan recehan itu dengan senyum ikhlas, seolah saya sedang menatap kepingan emas murni yang bertebaran di meja kamar saya. Saya memandang dompet saya yang kosong, tapi saya malah berkata, "Dompet saya sudah kosong, itu artinya ada tempat baru untuk lembaran ratusan ribuan lainnya..."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan hari ini, saya menerima sms mesra dari pasangan saya yang membuat hari-hari saya semakin bersinar &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sekali lagi terima kasih buat Momo dan juga buat rekan-rekan terapis lainnya yang sudah memberi saya masukan tentang hipnoterapi di milis ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;p&gt;Bravo Hipnoterapi!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;GOEN&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        (&lt;em&gt;GOEN - &lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:85%;" &gt;Catatan: testimoni ini diposting dengan seijin dari Pak Goen. Semua nama yang disebut di sini adalah asli tanpa diubah. Sesuai dengan kisah aslinya dan seijin orang-orangnya.  Momo adalah panggilan akrab sahabat-sahabat dan klien kepada Rudi Muliyono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taken from http://www.quantum-hypnosis.com/index.php?pid=testimoni&amp;amp;mode=0&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-7118753490568306147?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/7118753490568306147/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/terima-kasih-ya-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/7118753490568306147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/7118753490568306147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/terima-kasih-ya-allah.html' title='Terima Kasih Ya ALLAH!'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7662582972083056026.post-3957743009724744562</id><published>2009-05-15T02:29:00.004+07:00</published><updated>2009-05-15T02:55:25.973+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hypnosis / Hypnotherapy'/><title type='text'>Apakah Hipnosis/Hipnoterapi Berbahaya?</title><content type='html'>&lt;span class="txtcontent"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;“With great power comes great responsibility”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Sebelum menjelaskan lebih lanjut saya ingin kita menyamakan dulu persepsi kita mengenai hipnosis, agar kita bisa berpikir dan berdiskusi dengan koridor pikir yang sama. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Selama ini telah terjadi kerancuan makna atau salah pemahaman mengenai hipnosis. Hipnosis telah dipersepsikan secara keliru sebagai klenik atau magic. Lalu apa sih sebenarnya hipnosis? Seperti yang saya jelaskan di buku saya &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Hypnosis: The Art of Subconscious Communication&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, hipnosis sebenarnya tidak lebih dari seni berkomunikasi. Lebih lengkap lagi hipnosis adalah seni berkomunikasi dengan penekanan pada aspek dan proses komunikasi timbal balik antara satu atau lebih orang yang terjadi pada level pikiran bawah sadar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Dari definisi di atas tampak jelas bahwa hipnosis sama sekali tidak ada hubungannya dengan ilmu sesat, magic, atau kekuatan supra natural. Dengan mengacu pada definisi hipnosis yang telah kita sepakati di atas, mari kita mulai diskusi kita. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Kerancuan makna juga sering tampak dari berbagai tulisan di media &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; atau internet. Saya sempat membaca iklan di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kabar atau cerita di milis, kebetulan saat itu lagi membahas topik mengenai hipnosis/hipnoterapi, yang mencampuradukkan antara hipnosis dan hipnotis. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Hipnosis adalah ilmu atau seni komunikasi sedangkan hipnotis adalah orang yang menggunakan atau mempraktikkan hipnosis. Lalu apa beda antara hipnosis dan hipnoterapi? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Semua hipnoterapi menggunakan hipnosis. Namun, hipnosis baru bisa dikatakan sebagai hipnoterapi apabila menggunakan teknik-teknik tertentu, yang bersifat terapeutik, untuk membantu klien meningkatkan diri mereka, sesuai dengan masalah yang dihadapi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Hipnoterapis, dengan demikian, adalah orang yang menggunakan atau mempraktikkan hipnoterapi. Hipnoterapis pasti adalah seorang hipnotis. Namun hipnotis belum tentu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hipnoterapis. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Kembali pada pertanyaan di atas, “Apakah hipnosis/hipnoterapi berbahaya?”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Hipnosis adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk bisa menjangkau pikiran bawah sadar dengan cepat dan mudah. Perubahan perilaku selama ini cukup sulit dilakukan karena orang, pada umumnya, tidak mengerti cara masuk ke pikiran bawah sadar yang menyimpan berbagai “program” yang mengendalikan diri kita. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; cara untuk masuk ke pikiran bawah sadar:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Repetisi&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Identifikasi kelompok atau keluarga&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Informasi yang disampaikan oleh figur yang dipandang mempunyai otoritas&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Emosi yang intens&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Kondisi alfa atau hipnosis&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Dengan menggunakan bantuan hipnosis seorang hipnotis atau hipnoterapis dapat dengan mudah masuk ke pikiran bawah sadar klien dan melakukan otak-atik “program”. Akibatnya bisa macam-macam. Bisa positif maupun negatif. Modifikasi atau rekonstruksi “program” pikiran ini selanjutnya akan mempengaruhi perilaku seseorang dan sebagai hasil akhir sudah tentu hidup orang juga akan berubah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Contohnya begini. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Anda bertemu dengan seseorang, sebut saja Budi, yang tidak bisa menjual dengan baik. Padahal Budi bekerja di bidang marketing dan sales. Kesulitan Budi disebabkan oleh belief-nya yang menyatakan bahwa ia tidak cakap dalam hal penjualan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Dengan pengetahuan dan kemampuan yang anda miliki, anda bisa masuk ke pikiran bawah sadar Budi dan memodifikasi ”program” (belief) yang menghambat Budi. Setelah ”program”nya dimodifikasi Budi akhirnya mampu menjadi seorang salesman handal. Nah, dalam hal ini hipnosis/hipnoterapi mengakibatkan suatu efek yang sangat positif. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Untuk lebih jelas mengenai teknik terapi yang digunakan dalam hipnoterapi anda bisa membaca buku saya &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Hypnotherapy : The Art of Subconscious Restructuring.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Contoh yang negatif seperti ini. Misalnya anda, sebagai orangtua dan figur yang dipandang memiliki otoritas, saat mengetahui bahwa anak anda nilai ujiannya jauh di bawah harapan anda, berkata, “Dasar anak goblok. Kamu &lt;u&gt;selalu&lt;/u&gt; dapat nilai jelek. &lt;u&gt;Dari dulu sampe sekarang&lt;/u&gt; nilaimu &lt;u&gt;nggak pernah&lt;/u&gt; bagus. Heran ya... kok ada anak goblok seperti kamu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Apa yang anda lakukan pada anak anda adalah satu bentuk hipnosis yang sangat dahsyat. Hipnosis yang anda lakukan mampu menembus langsung ke pikiran bawah sadar anak, melalui gerbang pikiran bawah sadar yang saat itu terbuka lebar akibat perasaan takut mendapat nilai jelek, dan akan sangat efektif. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mengapa efektif? Karena kalimat yang anda “pilih” sungguh merupakan afirmasi yang sangat ampuh. Coba anda perhatikan kembali kalimat di atas, khususnya kata-kata yang saya garisbawahi. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Saya beri contoh lain yang positif. Bagaimana caranya membuat anak, misalnya usia 1,5 – 4 tahun,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang sulit makan menjadi suka makan? Bagaimana caranya membuat anak yang sampai usia 7 atau 8 tahun masih juga “ngompol” (bahasa teknisnya, enuresis) saat tidur malam hari menjadi tidak “ngompolan”?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Dengan pemahaman akan cara kerja pikiran kita dapat dengan mudah memasukkan sugesti positif untuk membantu anak mengubah perilakunya. Caranya bagaimana? Kita harus tahu kapan gerbang bawah sadar terbuka secara alamiah dan pada saat itu kita harus segera memasukkan afirmasi positif, tentunya dengan pilihan kata yang cermat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Saya mengajarkan teknik ini pada setiap orangtua yang hadir di seminar saya di berbagai &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Hasilnya? Cespleng. Saya sendiri sampai saat ini, meskipun saya mengerti betul cara kerja teknik ini, sering kagum dan takjub melibat betapa cepatnya perubahan bisa terjadi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Sebaliknya bila kita tidak berhati-hati saat berbicara dengan anak kita, terutama dengan kata-kata yang kita gunakan, maka secara sengaja maupun tidak, kita telah melakukan hipnosis yang efeknya akan sangat negatif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Riset yang dilakukan para pakar di bidang pikiran dan otak, di luar negeri., mendapatkan satu hasil yang perlu kita cermati dengan hati-hati sekali. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Riset itu menyatakan bahwa anak saat berusia 0 – 3 tahun hanya beroperasi dengan menggunakan pikiran bawah sadar. Dengan demikian apapun yang dialami oleh seorang anak pada 3 tahun pertama hidupnya akan diserap semuanya oleh pikiran bawah sadarnya. Jika mau lebih tepat, sebenarnya pikiran bawah sadar sudah aktif sejak anak masih dalam kandungan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Filter mental (pikiran sadar) baru mulai terbentuk saat anak berusia 3 tahun. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Filter ini akan semakin menebal pada usia 8 tahun dan akan sangat tebal pada usia 13 tahun. Walaupun pikiran sadar ini semakin kuat kerjanya pada usia 13 tahun, dari penelitian yang lain didapatkan satu penemuan menarik, yaitu anak mulai usia 0 – 13 tahun masih sangat banyak yang beroperasi pada gelombang otak theta ( 4 – 8 Hz). Ini adalah gelombang pikiran bawah sadar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Penasaran dengan penemuan ini saya mengukur gelombang otak anak kami yang bungsu, usia 5,5 tahun, dengan piranti Brain Wave 1 yang saya miliki dan menemukan satu hal yang sangat mengejutkan saya. Hasil pengukuran menunjukkan anak kami, saat dalam kondisi sadar, ternyata beroperasi dengan sama sekali tidak ada gelombang beta, sangat sedikit gelombang otak ”very low” alpha, dan sangat banyak theta dan delta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Bisa anda bayangkan betapa berbahayanya bila kami, dan juga anda tentunya sebagai orangtua, salah bicara dan bersikap pada anak. Apapun yang kita katakan akan langsung tertanam di pikiran bawah sadar anda. Selanjutnya akan menjadi program pikiran yang menentukan perilakunya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Berikut saya akan berikan contoh efek positif dan negatif hipnoterapi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Di buku &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Hypnotherapy : The Art of Subconscious Restructuring&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; saya memberikan empat contoh, dari sekian banyak kasus, yang pernah saya tangani dengan hasil yang sangat baik. Ada klien yang telah mengalami trauma selama 41 tahun dan bisa disembuhkan hanya dalam waktu 30 menit terapi. Ada juga yang phobia tensoplast, selama lebih dari 20 tahun, sembuh total juga hanya dalam waktu sekitar 30 menit. Ada juga yang phobia matematika dan juga ada yang gagap berhasil disembuhkan dengan hipnoterapi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ada klien yang hanya membutuhkan satu sesi terapi. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ada yang membutuhkan beberapa sesi. Bergantung situasi dan kondisi klien. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Nah, apa bahayanya hipnoterapi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Hipnoterapi akan sangat berbahaya bila teknik terapi yang digunakan salah. Ini ada satu kasus nyata. Seorang klien yang ingin berhenti merokok mendatangi seorang hipnoterapis. Oleh si hipnoterapis, si klien diinduksi, masuk ke kondisi trance, lalu disugesti dengan kalimat berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;”Mulai sekarang setiap kali anda merokok anda akan merasa muak dan jijik dengan rokok. Setiap kali anda mencium bau rokok anda merasa muak, mual, dan jijik. Mulai saat ini dan seterusnya anda benci dan tidak suka merokok. Bila anda merokok, anda akan merasakan seluruh tubuh anda sakit sekali, kepala anda pusing, dan langsung terbayang paru-paru anda kena kanker yang sangat ganas dan mengerikan. Anda tentunya tidak mau kena kanker ganas dan mengerikan, bukan? Untuk itu anda harus berhenti merokok mulai sekarang dan seterusnya” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Untuk orang awam, apa yang dilakukan si hipnoterapis ini kesannya sudah benar. Tahukah anda bahwa teknik terapi seperti di atas, kalau di Amerika, masuk kategori malpraktik? Si hipnoterapis bisa dituntut dan masuk penjara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Apa yang salah dengan teknik di atas? &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Lha, kalau si klien tetap merokok, apa yang akan terjadi? Program yang menyatakan ”Bila anda merokok, anda akan merasakan seluruh tubuh anda sakit sekali, kepala anda pusing, dan langsung terbayang paru-paru anda kena kanker yang sangat ganas dan mengerikan” akan langsung bekerja. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bisa jadi si klien akan benar-benar kena kanker paru-paru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Anda lihat sekarang betapa bahayanya bila caranya salah? Saat dalam kondisi trance pikiran sadar klien ”off” sehingga sugesti yang diberikan akan langsung tertanam di pikiran bawah sadar klien. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Apakah mungkin hipnoterapis bisa ”mengarahkan” klien untuk melakukan hal-hal yang merugikan diri klien? Jawabnya bisa namun tidak mudah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Saat seorang klien dalam kondisi deep trance, tiga buah filter pada pikiran sadar tidak bisa bekerja/off. Ketiga filter ini, yang dikenal dengan nama three antisuggestive barriers, berfungsi untuk menyaring berbagai informasi yang diterima pikiran sadar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Saat dalam kondisi deep trance yang masih aktif adalah dua buah filter yang terletak di pikiran bawah sadar. Filter pertama memeriksa apakah informasi yang masuk, bila dilaksanakan, akan membahayakan diri klien atau tidak. Filter kedua memeriksa apakah informasi ini, bila dilaksanakan, akan bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang dipegang oleh klien. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Bila berhasil lolos dari dua filter ini maka informasi/sugesti (baca: perintah) ini akan dilaksanakan dengan patuh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Jadi, seorang klien akan melakukan perintah yang disugestikan oleh hipnoterapis bergantung pada dua hal. Pertama, kecakapan hipnoterapis dalam meyakinkan pikiran bawah sadar klien bahwa si klien harus melakukan yang diminta oleh si hipnoterapis. Kedua, apabila ternyata nilai-nilai yang dipegang oleh klien mengijinkan untuk melakukan perintah yang diminta oleh hipnoterapis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Bingung? Saya beri contoh konkrit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Misalnya seorang klien, sebut saja Anto, sangat sayang pada orangtuanya. Saat dihipnosis, masuk dalam kondisi deep trance, ia diminta untuk membunuh orangtuanya. Apakah sugesti/perintah ini akan ia laksanakan? Tidak!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Mengapa? Karena perintah ini bertentangan dengan nilai dasar yang Anto pegang. Anda jelas sekarang? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Misalnya Anto, yang ternyata sangat kuat ibadahnya, diminta menginjak kitab suci agamanya. Apakah akan ia lakukan? Tidak! Menurut nilai dasar yang Anto pegang, menginjak kitab suci akan masuk neraka dan akan dibakar tujuh kali. Tentu saja Anton tidak mau masuk neraka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Lain halnya bila Anto memang sangat membenci kedua orangtuanya. Atau misalnya ia adalah seorang atheis. Kalau begini kondisinya maka perintah untuk membunuh orangtuanya atau menginjak kitab suci akan dilakukan dengan patuh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Pembaca, sugesti apapun tidak akan dilakukan bila tidak mendapat persetujuan dari pikiran bawah sadar klien. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Saya yakin, sekarang di benak anda ada pertanyaan berikut, ”Bagaimana caranya untuk bisa meyakinkan dan mendapat persetujuan dari pikiran bawah sadar klien sehingga mau melakukan yang kita minta?”. Saya tidak akan memberikan jawaban untuk pertanyaan ini. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Menjawab pertanyaan apakah hipnosis/hipnoterapi berbahaya atau tidak? Jawabnya tidak. Hipnosis/hipnoterapi bersifat netral. Tidak baik atau buruk. Baik atau buruk bergantung pada siapa yang menggunakan dan untuk apa. Jadi ini semua kembali kepada diri kita masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Sama seperti sebuah pisau. Pisau bisa digunakan untuk memasak. Pisau yang sama, setelah digunakan untuk memasak, bisa digunakan untuk membunuh orang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Jadi, sebenarnya yang berbahaya apakah hipnosis/hipnoterapi ataukah hipnotis/hipnoterapis? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Setiap kali mendapat pertanyaan seperti di atas saya selalu teringat dengan apa yang dikatakan oleh paman Spiderman, ”With great power comes great responsibility”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Written by Adi W. Gunawan posted by Rudi Muliyono.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7662582972083056026-3957743009724744562?l=rudi-muliyono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/feeds/3957743009724744562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/apakah-hipnosishipnoterapi-berbahaya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/3957743009724744562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7662582972083056026/posts/default/3957743009724744562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rudi-muliyono.blogspot.com/2009/05/apakah-hipnosishipnoterapi-berbahaya.html' title='Apakah Hipnosis/Hipnoterapi Berbahaya?'/><author><name>Rudi Muliyono, SE., C.Ht.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11091333646898381507</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_nHzvUOzEZ1Y/SksYJNwAhUI/AAAAAAAAADs/XODyM3d2Jws/S220/IMG_8577kecil-edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
