Showing posts with label Testimoni / Sharing. Show all posts
Showing posts with label Testimoni / Sharing. Show all posts

Monday, April 12, 2010

Testimony: Bisa tidur nyenyak. Semakin PD dan Bahagia.

Buat pk Arifin Y dn Momo,

Trimakasih banyak loh dng adanya acara gathering Jumat kemarin.Sy dapat banyak MANFAAT pembelajaran dr momo.Krn sy baru di komunitas hypnoterapi dn sy juga masih dlm penyembuhan krn TIA(Transient Ischemic Attack) atau Mini Stroke.

Malam itu peserta gathering langsung "dibimbing" Momo u selfmeditation(bener gk sih namanya)...juga di terangkan "Bagaimana bila menghadapi masalah2 dlm perjalanan hidup ini,dn u mencapai tujuan kita".....Wuiiihhhh "MANTAB"....sy yg harusnya "gk boleh tidur liwat jam 9/10 malam.....baru bisa pulang jam 11 malam.....dng perjalanan dr tomang ke jagakarsa yg lumayan jauh....sampai rumah...langsung ganti baju siap2 u tidur...eee..weleh2..."LANGSUNG TIDUR PULAS las las...gak terbangun sama sekali sampai pagi...wuiiihhh..padahal sudah 3 minggu ini sy tidak bisa tidur nyenyak sejak sakit dn bolak balik ke toilet (3-4x)dlm se mlm krn pengaruh obat hypertensi.Tapi Jumat malam kemarin"Luar Biasa"...tidur nyenyak,pulas,tanpa di interupsi kebelakang.Dan....sy juga "sudah bisa PD dn Hepi "dlm menjalani hari2 sy kedepannya.Tq ya Mo...juga sy seneng bisa gabung di milis ini...isinya "ok"loh.

Senangnya ada orang2 yang "Luar Biasa" seperti MOMO yg Ikhlas ber"BAGI" ilmu tanpa pamrih.Tq juga u pk Arifin yg ramah dn ikhlas menyediakan rumahnya untuk kami belajar.
Semoga Allah membalas kebaikkan2 kalian berlipat ganda.Amin.^-^
Salam sehat yuli.

Wednesday, January 13, 2010

Jadi Rajin dan Lepas Dari Ketagihan Ganja

Pak Rudi, sejak diterapi Pak Rudi. Saya berhasil lepas dari kecanduan ganja. Karenanya tubuh saya juga jadi lebih sehat dan pikiran saya lebih jernih. Skripsi yang saya tunda-tunda akhirnya selesai.

Arya - mahasiswa
Calon pilot

Hidup Berubah dan Maju Pesat Dalam Berbagai Hal

Makasih ya Mas MOMO.

Sekarang banyak kemajuan yg aku dapatkan. Aku jadi tahu pengen kemana sebenarnya hidup ini. Rangkaian peristiwa saling berhubungan membantu aku.

Thanks.

Icha - Jogja
Ibu rumah tangga, pebisnis dan networker.

Sunday, October 4, 2009

Bisa Memaafkan Mantan Kekasih - KEREN!

Pak Rudi, setelah diterapi, kemarin itu sempat bertemu dgn orang yg tlah membuat luka bathin diriku. Ee, pas ketemu sama dia, rasa marah itu entah LENYAP kemana lho hehehehe... KEREN, bisa seperti ini:)) Dan sangat bisa bersikap dewasa untuk mendengarkan segala ceritanya. Walau pun cerita itu sebenarnya adalah yg membuat saya bisa sakit hati .........

Wah SUNGGUH KEREN........nita jadi kagum ma perubahan nita:)) makasih y p:))........SENANG nya mulai damai ma diri sendiri ni baru SUKSES:))

Nita - mahasiswi

Wednesday, September 9, 2009

Sukses Diet Setelah Dihipnoterapi

Dear pembaca,

Berikut ini testimoni dari seorang klien saya. Untuk menjaga privasinya, sebut saja namanya Andi. Andi memiliki berat badan 215 kg. Selalu gagal diet dan tidak bisa menahan nafsu makan. Butuh berapa kali sesi terapi untuk kasus "berat" seperti ini? Cukup dua sesi saja dengan hipnoterapi hehehe...



Woiii rud gw skrg makin oke. Uda bener2 vegetarian en ga makan nasi. Cm kadang2 aja masih kepengen makan nasi. Tapi, udah jarang banget. Kalo gw PAKSA makan daging eneg sendiri en gw berasa salah gede hehehe thanks bos



Senang sekali saya mendengar kemajuannya ^_^ Saya banyak membaca PROMOSI di koran2 atau media2 yang kadang memasang biaya program sampai belasan juta dan belasa sesi untuk pelangsingan. Nah, mengapa saya posting ini? Mau dianggap promosi? Yah MEMANG wakakaka… Promosi ciamiknya metode terapi ala QHI :p Tapi, gak cuma promosi, saya juga akan bagi rahasia keberhasilan terapinya ;-)

Mengapa diet GAGAL? Karena diet itu TIDAK MENYENANGKAN dan seringkali TIDAK COCOK sama orang yang menjalankannya. Karena terasa tidak menyenangkan dan tidak cocok, seringkali kita mesti MEMAKSA diri untuk menahan nafsu makan atau bahkan melaparkan diri (yang sudah jelas metode diet yang salah dan ditentang para ahli nutrisi karena mengacaukan pola metabolism tubuh). Saat kita MENEKAN PAKSA rasa gak senang dan gak nyaman karena gak cocok itu, terjadilah penekanan emosi yang secara hipnoterapi disebut REPRESSED CONTENT! Saat emosi yang tertekan ini MELEDAK. Itulah saat terjadinya kita KALAP makan dan kemudian terjadi YOYO EFFECT. Ujung2nya -> SELULIT!

Bagaimana hipnoterapi BERHASIL? SIMPLE, saya membimbing klien saya untuk membuat SEBUAH PROGRAM yang COCOK, MUDAH DIJALANKAN dan DISUKAI oleh bawah sadarnya. Karena cocok, mudah dijalankan dan disukai otomatis MAU dan BISA menjalankannya. Baca kembali sharing Andi di atas. Setelah terapi, biasanya Andi sukarela makan daging sampai kelebihan dan buat dia gemuk. Sekarang, mau makan daging aja mesti MAKSA. Enak kan, sama saja TIDAK DIET. Mengapa? Diet kerapkali diasosiasikan dengan menahan diri. Nah, kalo ini malah sebaliknya? Secara otomatis malah suka sama pola makan barunya dan TIDAK BISA LAGI balik ke pola lama. Itu namanya sudah mengubah habit, bukan lagi diet. Oh ya, teknik yang saya gunakan adalah teknik BARU yang saya buat dari hasil saya menerapi banyak orang. Selalu ada yang baru ;-) dan semakin EFEKTIF serta EFISIEN. Itulah prinsip saya sebagai terapis QHI.

MAU? Hahaha… Emang iklan tri ya :p

Rudi Muliyono, C. Ht. - Quantum Hypnosis Indonesia
Certified - Client Centered Hypnotherapist
www.rudi-muliyono.blogspot.com

Friday, August 21, 2009

Hidup Saya Berubah Drastis!

Pak Adi, Terima kasih atas kebaikan bp selama ini tak lupa sy ucapkan terimakasih kpd Rudi Mulyono Cht (Momo) yg telah membantu membereskan mental blok tertentu yg "bandel" hanya dalam 2x sesi Therapi. Salam Bahagia Arifin

Sent from BB-nya Ipin

====================================================================

From: "Adi W. Gunawan" Date: Mon, 13 Jul 2009 17:50:52 +0700 To: Subject: [Money Magnet] Arifin QLT1 Hi Alls,

Saya mendapat email dari Pak Arifin, peserta QLT 1 di Selecta. Perubahan yang ia alami begitu dahsyat dan sampe jadi bintang iklan Bank Permata…ck..ck..ck.. Yang Pak Arifin itu yang pake baju putih sedang berbicara pake HP.

Selamat ya Pak Arifin. Kami ikut bahagia dengan kemajuan Bapak.

Testimoni Pak Arifin sudah saya sedikit “modifikasi”, atas ijin beliau, untuk menjaga privasi.

Salam hangat selalu,

Adi

====================================================================

From: arifin sutedja [mailto:arifin. sutedja@gmail. com] Sent: 11 Juli 2009 23:16 To: adi@adiwgunawan. com Subject: Scientific Meditation

Dear Pak Adi, Sy alumnus QLT 1 Malang yang sempat maju duduk di depan sebagai "Mama Arifin".

Hidup saya sudah banyak berubah, setelah pulang dari Malang, saya pulang langsung mencium ibu saya tercinta & sangat terbantu dengan sesi terakhir untuk memaafkan papa yg telah tiada. Saya juga telah melakukan saran dari subsconscious utk mencetakkan buku Pelimpahan jasa kepada Papa yang telah meninggal.

Dan saya juga sudah minta bantuan terapis, salah satu murid Pak Adi di Jakarta utk membereskan mental blok tertentu yang “bandel”. Dan hasil terapi juga sangat terasa. Tidak berapa lama saya ditawari untuk menjadi Talent salah satu Bank dan fotonya sudah terpasang di jembatan Bundaran HI walaupun sebelumnya sudah 5 tahun saya bekerja di Advertising tidak pernah ditawarkan jadi Talent iklan.

Terus saya juga sudah mendapatkan rumah tinggal sendiri didekat rumah mama yang sekarang, sehingga kalo ada sesuatu masih bisa menjenguk mama. Dream saya yang ditulis di QLT 1 yaitu ingin memiliki rumah yang dekat rumah mama berkamar 4, ada garasi sehingga tidak bayar lagi sewa parkir mobil seperti sebelumnya, syukurlah bisa terwujud.

Terus akhirnya juga saya bisa belajar PhotoReading ke Certified Trainer di Malaysia. Terima kasih banyak saya haturkan ke Pak Adi, Bu Elly & team QLT1 Malang. Suatu saat saya ingin membalas kebaikan Pak Adi dalam bentuk apapun asal saya mampu. Saya baru selesai membaca artikel terbaru Bapak mengenai "Scientific Meditation". Dan ini sangat menggugah saya untuk melatih meditasi lagi. Dalam benak pikiran saya apabila dengan "Scientific Meditasi" kita sebagai manusia mencapai "The Awakened Mind" atau lebih the "The Evolved Mind", bukan tidak mungkin kita dapat "Memutus Roda Samsara" pada saat kehidupan manusia ini & juga bisa membantu/membimbing yang lainnya untuk hal yg sama bila yang lainnya juga ingin/tertarik pd Scientific Meditation ini. Pak Adi, bila Bapak berkenan untuk melakukan pelatihan / pengajaran , saya daftar yg pertama yach Pak. Salam Metta & Mudita.
Semoga Pak Adi selalu Sehat, Kuat, Damai & Berbahagia Selalu. Arifin

Sunday, May 31, 2009

Hidup Adalah Sebuah Proses

Dear Momo,

Kalau ngikutin postingan seorang Rudi Muliyono di milist MM, saya jadi makin "ngeh"
Kalau memang setiap manusia itu selalu punya masalah...
Sekarang tinggal gimana setiap manusia itu menyikapinya.
Rasa kesepian, rasa takut kekurangan... Normal banget kan? Saya ngerasain!
Dan ternyata, Momo juga! :-)

Setiap baca postingan2 Momo, jadi suka ngerasa, gw banget yah? Ehmmm maksud, kok gw juga gitu?
Saya belajar buanyak banget dari seorang Momo lewat tulisan-tulisannya Dan beberapa kali temu muka :)
Bukan hasil yang di fokusin, tapi proses hidup itu sendiri. Bukan juga orang lain yang disalahin untuk apa yang terjadi sama diri kita.
Proses yang baik, gak usah mikir hasil, kalau orang tua saya selalu bilang,
"Gusti Allah ora sare" masa iya sih, kalau prosesnya udah baik, hasilnya amburadul?
Allah kan Ga pernah tidur!

Mo, saya seneng banget udah di Bantu untuk melewati tangga-tangga awal pembelajaran.
Dulu, saya selalu liat Dan mau loncat ke tangga paling atas. Tanpa mau melewati Dan membersihkan
Program2 di tangga-tangga pertama.
Tapi, dengan melihat kamu Dan belajar dari kamu, saya gak lagi mau tergesa-gesa.
Beresin dulu yang sekarang...
Thank you yah Mo....
Saya nyaman banget kalau cerita sama kamu, se frekwensi kali yah? :-)
Pokoknya terima kasih banyak!

Salam,
Erita

Saturday, May 16, 2009

Sungguh Tak Kuduga!

Selamat malam Pak Rudi,

Pertama-tama saya hendak mengucapkan banyak terima kasih pada Pak Rudi. Sungguh saya dulu tidak mengira bahwa saya bisa berubah begitu banyak seperti sekarang ini. Saya yang dulu sering merasa canggung dan pemalu, tidak berani menegur orang lebih dulu, sejak saya diterapi mulai berubah jadi lebih santai, suka bersosialisasi dan tidak canggung lagi. Rasanya nyaman sekali. Dan perubahan ini berlangsung terus sampai sekarang sehingga saya makin merasa nyaman dengan diri saya sendiri, dan makin percaya diri. Dulu saya pikir supaya saya bisa percaya diri saya harus ikut John Robert Powers atau sebangsanya, ternyata hanya dgn diterapi Pak Rudi saya sudah mendapatkan itu. Dan saya juga berterima kasih atas kesediaan Pak Rudi untuk membimbing saya via email dan chatting sehingga saya bisa menyembuhkan luka batin saya, sehingga sekarang saya bisa lebih sabar, tidak mudah panik dan lebih tenang. Terima kasih banyak Pak Rudi, God bless you always.

Salam hangat

Mary

Sahabat, Guru dan Temanku ^_^

Perkenalan saya dengan dunia pikiran dimulai dengan satu cerita seru seorang sahabat saya bernama Rudi Muliyono yang saya kenal sejak 5 tahun lalu. Suatu hari, Rudi atau yang biasa saya panggil Momo ini bercerita bagaimana hebatnya pikiran manusia lewat pengalamannya mengikuti SuperCamp V di Jakarta, Mei 2006 silam. Cerita dan pengalaman yang begitu menginspirasi, yang hingga kini selalu saya syukuri. Karena inspirasi cerita itulah yang membawa kaki dan hidup saya kini untuk bertemu dengan banyak teman baru serta guru-guru kehidupan yang senantiasa membagi ilmunya bagi dunia. Hal yang dulu tak pernah sedikitpun terpikirkan oleh saya.

Awalnya saya dan Momo berkenalan di dunia maya lewat salah satu bisnis online yang kami geluti. Dari awal saya kenal pria berkulit putih ini dia sudah biasa jadi selebritis milist hahahaha... Kepandaiannya serta kemauannya untuk selalu belajar agar jadi yang terbaik di bidangnya , membuat banyak orang berdecak kagum. Saya salah satunya. Dan beruntunglah saya, ternyata Momo ini adalah orang yang tidak pelit ilmu. Selama 5 tahun ini, saya terus menerus belajar dari dia. Bukan lagi soal bisnis online tapi kehidupan.

Buat Anda yang masih punya pola pikir bahwa usia muda artinya belum bijaksana, buat saya artinya Anda belum bertemu dengan sosok satu ini. Kemauannya yang luar biasa untuk menemukan jati diri dan hakekat hidupnya di dunia, menghantar Momo menuju berbagai kesadaran melalui pengalaman hidup yang mencengangkan. Selalu bangkit dan belajar sesuatu dari tiap kejadian serta membuatnya sebagai pelajaran yang dipahaminya dengan benar, membuatnya matang.

Bagi banyak orang, termasuk saya, Momo ini adalah sahabat serta salah satu guru kehidupan saya yang terbaik. Sebagai terapis, ilmu-ilmu yang berkaitan dengan hipnoterapi dikuasainya dengan baik. Saya banyak kali dibantu beliau dalam menemukan berbagai hambatan hidup berdasarkan memori buruk atas berbagai pengalaman hidup saya selama ini. Di kursi terapinya yang empuk, saya berkali-kali serasa dihidupkan kembali dengan kelegaan dan pemahaman baru mengenai hidup ini.

Tidak hanya itu, saya juga sering dibangunkan kembali saat chatting oleh Terapis satu ini. Tanpa saya sadari, Momo mengajarkan, mengarahkan saya banyak hal bijak dan juga potensi-potensi diri yang tadinya tak saya sadari hanya lewat chatting. Perubahan ini tak hanya memberi dampak baik bagi saya, namun juga bagi setiap relasi yang saya bangun dengan sesama dan keluarga.

Berkat bantuan seorang sahabat baik sebaik Momo ini, saya kini bisa menatap hidup saya sebagai satu perjalanan yang mengasyikkan, yang membahagiakan penuh berkat dan cinta dari sesama dan semesta.

Semoga semua hidup berbahagia
Saya mengasihi Anda semua...

~ Dwi Yuniarti Dharmanto, 30, copywriter ~

Friday, May 15, 2009

Langsing Dengan Hypnosis

Dear Pak Momo,


Saya ingin mengucapkan terima kasih untuk Hypnoslim yang begitu singkat namun juga begitu dahsyat.
Setelah di terapi, esok harinya langsung celana saya terasa longgar, dan badan saya terasa lebih ringan.
Apakah efeknya langsung begitu terasa?, saya sendiri sampai terheran-heran, kok cepat banget.
Pikirku mungkin celanaku yang sudah molor karena udah di pake 2 hari, he…, tapi ternyata sampai di kos saya coba
Pake celana yang lain, hasilnya juga sama, terasa longgar.
Sebelum di terapi sama Pak Momo, saya sempat diet kira2 2 minggu, sangat tersiksa, pagi dan malam makan apel,
Baru siang hari makan nasi. Saya tidak suka makan buah jadi pada waktu itu saya benar2 maksa sampai2 setiap kali makan rasanya pengen muntah.
Malam hari juga saya membiarkan diri saya kelaparan, hingga pencernaan saya juga terganggu sampai kadang 2/3 hari baru bisa buang air besar.
Makanya ga banyak efeknya ke tubuh saya, yang ada malah sering bad mood.
Tapi setelah di terapi, saya berani makan apapun, dan kapanpun asal tiak sampai berlebihan, kalo sampai berlebihan maka perut langsung memberi isyarat.
Sekarang saya juga lebih bisa mengontrol selera makan, karena kalo sudah kenyang sudah ga pengen makan apa2 lagi.
Kalo dulu, heemmm hajar terusss, he….
Pencernaan saya juga semakin lancar, meskipun saya tetap tidak makan malam, (bukan maksa tapi memang ga pengen), pagi harinya tetap lancar.
Sampai saat ini saya masih belum berani timbang badan, ya.. Nanti aja dulu deh.. ^_^
Kalo ini sudah benar2 terlihat hasilnya, saya ingin belajar hypnoslim biar bisa bantu teman2 saya yang ingin langsing dan tetap sehat.
Demikian curhatan saya (mo ngucapin terima kasih malah curhat, he..)
Terima kasih Pak Momo… ^_^

Salam
Heni K

Merasa Terlahir Kembali

Halo Hari (katanya jangan dipanggil Pak yah? Maaf kalau salah), dan semua anggota milis Money Magnet.
Salam kenal. Saya Nel, sudah join di milis yang luar biasa ini sekitar 1 bulan, maaf baru posting sekarang.
Saya belajar banyak dari teman-teman, dan pengalaman-pengalaman yang dibagikan teman-teman di sini mengingatkan saya untuk take action daripada terus menunggu, menganalisa atau mempertanyakan kebenaran atau keampuhan suatu metode.

Email Hari mendorong saya untuk berbagi pengalaman.

Hari, sebelumnya saya ucapkan selamat karena telah menemukan mental block yang ada dalam diri Hari.
Mengapa selamat?
Karena banyak orang yang kesulitan mengenali mental blocknya, tidak menyadari, atau bahkan menyangkal.
Kalau tidak pernah menyadari, tidak akan bisa disembuhkan, dan akan terus menjadi penghalang, padahal di luar sana begitu banyak peluang yang terbuka (karena LOA bekerja terus tanpa henti).

Saya juga pernah seperti Hari, tidak percaya diri, kalau bertemu orang bingung bagaimana memulai percakapan, berusaha menghindari mata teman bicara (seperti kata Pak Johansyah, bukan lawan bicara :) ).
Dalam kelas atau seminar, meskipun punya banyak pertanyaan karena saya orang yang selalu ingin tahu lebih banyak, tapi berat sekali untuk mengangkat tangan.
Berbagai macam pikiran bermain, seperti "pertanyaannya bego gak yah?", "perlu gak yah ditanyain?", "mengganggu orang lain gak yah kalau saya tanya?".
Ketika sudah meniatkan diri untuk tidak mengindahkan apa kata orang pun, tangan serasa ada yang menahan.

Lama sekali saya membawa emosi negatif tersebut.
Ketika menyadari adanya emosi negatif tersebut, saya menyangkalnya.
Tadinya saya berpikir mungkin karena saya orang yang pemalu.
Ketika saya merasa tidak kompeten dalam "menjual diri", saya mencari alasan dengan mengatakan "kalau harus mempromosikan diri sendiri kok rasanya seperti orang sombong atau pamer yah?".
Padahal kalau melihat orang lain mempromosikan diri sendiri, saya melihat itu sebagai hal yang wajar.
Sulit sekali menerima bahwa saya tidak percaya diri, mengingat saya yakin dengan kemampuan saya, di sekolah selalu menjadi salah satu yang terbaik, di lingkungan pekerjaan saya selalu memberikan kontribusi terbaik dan tidak pernah mengecewakan.

Bahkan orang lain pun mungkin akan sulit percaya meskipun terlihat dari bahasa tubuh. Beberapa kali saya diingatkan "loe jangan begini begini begini... kayak orang gak percaya diri", "berpikir positif, jangan mikir yang aneh-aneh, bla bla bla...".
Saya juga membaca buku-buku dan mengikuti seminar pengembangan diri dan motivasi, tapi tetap tidak bisa mengendalikan emosi-emosi negatif tersebut.
Sampai saya berpikir ini cuma pikiran saya saja, saya mengada-ada, dan lain-lain.

Sampai bertemu buku Pak Adi "The Secret Of Mindset" (buku yang sangat membuka mata dan pikiran), saya menyadari bahwa hal-hal yang saya rasakan itu wajar dan akhirnya mengingatkan saya akan luka masa lalu yang menyebabkan terjadinya mental block itu.
Dan thank God, sudah diterapi oleh Pak Adi dan Pak Rudi (Momo).
(Pak Adi dan Pak Rudi, terima kasih banyak, saya merasa terlahir kembali. I can't thank you enough. God bless you)

Saran saya untuk Hari:
1. Apapun emosi negatif yang ada, terimalah. Emosi itu ada sebagai pesan.
2. Jika hanya ingin menghilangkan emosi negatif tersebut, bisa dengan EFT (ada di "The Secret Of Mindset").
Emosi negatif biasanya adalah efek dari luka hati atau mental.
Kalau lukanya (core issue) tidak disembuhkan, kemungkinan emosi negatifnya akan muncul lagi.
Jika setelah EFT sembuh dan kemudian muncul lagi, tidak apa-apa, biasanya intensitasnya sudah berkurang, silakan EFT lagi.

3. Tetapi jika ingin mencari tahu penyebab dari emosi negatif tersebut, bisa dengan Ego State Therapy (dengan arahan CD EST yang ada di buku Hard Cover "The Secret Of Mindset").
Jika tidak menemukan apa-apa, jangan kuatir. Mungkin pikiran bawah sadar kita akan berkomunikasi atau memberi pesan lewat mimpi atau kesempatan lain.

4. Jika emosi negatifnya berat dan mengganggu sekali, hubungi terapis.

Semoga bisa sedikit menjawab pertanyaan Hari dan semoga Hari bisa mengatasi mental block yang ada.

Hari, you are great!

Warm Regards,
Nel


Taken from http://asia.groups.yahoo.com/group/money_magnet/message/11267

Kembali Damai Dengan Orang Tua

Dear temen2 money magnet…

Perkenalkan, nama saya Damayantie.

Saya sudah agak lama juga ikut di milis ini stelah membaca buku BaMM, tapi cuman jadi pembaca aja, belum berani nulis dan kasih komentar…

Cerita dibawah yg diposting oleh Pak Momo ini adalah cerita saya.

Sebenarnya pengen langsung nulis begitu cerita ini diposting, tapi karena kesibukan, jadi tertunda, baru bisa sekarang…

Awalnya, setelah membaca buku BaMM, saya tertarik sekali, karena merasa inilah buku yg saya cari. Hampir semua buku karangan Pak Adi saya beli dan baca habis, kesimpulannya : Saya harus bertemu beliau utk membantu masalah saya, saya coba kirim email ke beliau, ternyata beliau baru bisa ada waktu sekitar bulan September, which is saya yg gak bisa karena anak saya sudah masuk sekolah dan gak ada yg ngantar kalo dia sekolah, tetapi keinginan saya utk menyelesaikan masalah saya itu sangat besar, jadi setelah berdiskusi dengan suami, kita coba utk cari di Jakarta, karena kita sudah familiar dengan kota itu dibanding Surabaya.. Lalu saya coba cari tau dari Ibu elly, siapa aja murid beliau di Jakarta, dan dapatlah nama Pak Momo ini…

Awalnya saya dan suami agak ragu, kira2 bisa gak ya muridnya Pak Adi menerapi kami (saya terutama..), karena saya merasa masalah saya sangat kompleks, saya sempat agak ragu dan rada2 gak percaya...

saya sampai kirim email ke pak Adi loh, menanyakan Pak Momo ini, dan hilang keraguan saya saat Pak Adi reply email saya dan bilang : Ibu, saya SANGAT MEREKOMENDASIKAN Pak Rudi Momo sebagai terapis ibu...

jadilah kami berangkat ke jakarta...

Sebenarnya sih, waktu di Kompas, wajahnya pak Momo ini udah liat, tapi pas ketemu..wuih… ternyata orangnya jauh lebih slim daripada fotonya dan jauh lebih muda loh…

Asyik juga ternyata begitu tau pak momo ini orang yg heboh, sedikit perfeksionis. .tapi baik hati…

Sesi terapi saya dan suami berlangsung 2 hari, saya memilih aspek yg saya rasa sangat berat dan benar2 membuat saya tidak nyaman, yaitu hubungan dengan orang tua…

Bagaimana proses terapinya, kalo saya cerita bisa jadi 5 halaman nich…(belum lagi bagian saat saya menghabiskan stok tissue nya pak momo…hehehe…)

Intinya, saya diajak utk berdamai dengan orang tua saya…semua kemarahan dan rasa benci saya pada orang tua saya tumpahkan, dan setelah semuanya terbuang habis, saya memeluk orang tua saya dan berdamai dengan mereka…saya bisa tersenyum, dan memandang mereka dengan perasaan plong…duh leganya…

Nah, sisanya pas pulang ke Balikpapan…seperti yg teman2 baca…(Saya saja masih heran kog..)

Dan sampai sekarang, saya bisa biasa aja ke orang tua, gak ada lagi perasaan takut, khawatir or perasaan gak enak...kalo dulu, mo telp orang tua aja, mikir 1000 kali, kalo sekarang, jadi sering2 telp, soalnya rencana bisnis yg ditawarin oleh ayah saya akan segera terealisasi bulan September... Puji Tuhan... J

Sebenarnya masih banyak sih masalah saya yg saya ingin diterapi...( Pak Momo, masih nyimpan gak catatan saya??? Hehehe...) Tapi seperti kata beliau, terapi gak bisa sekaligus, ntar bawah sadarnya bingung mo jalanin yg mana duluan....jadi ya...sabar.. .ditambah syukur, bahagia dan pasrah...

Buat teman2 yg merasa stuck dengan masalah dan butuh bantuan terapis, jangan salah pilih terapis ya...seperti yg pak Adi bilang di artikel beliau, hati2 saat memilih hypnoterapist, harus yg benar2 client centered, bukan terapist centered, seperti yg sudah saya rasakan...Pak Momo...thank you !

Oya, saya juga sudah mendaftar ikutan QLT bulan November mendatang (mumpung masih early bird), berharap bisa menimba ilmu yg banyak utk lompatan kehidupan saya selanjutnya. ..dan bertemu dengan idola saya, Pak Adi, Pak Aries, Ibu Elly....dan Pak Rudi ”Momo” Mulyono....cihui! !!

Ayo...mari kita raih kesuksesan bersama !!!

Salam Berkelimpahan,

damayantie

----- Original Message ----
From: Rudi Muliyono
To: money_magnet@ yahoogroups. com
Sent: Monday, August 4, 2008 11:04:00 AM
Subject: [Money Magnet] Curhat Setelah Terapi <== Perubahan dalam hidup setelah sesi terapi ^_^ Email ini saya posting kemari atas ijin kliennya dan juga Pak Adi. Dari cerita klien ini membuktikan bahwa SEGALA HAL MUNGKIN dan bisa terjadi setelah terapi. Dan hasil-hasil terapi ini seringkali JAUH MELEBIHI dugaan baik klien maupun terapisnya. Ini semua tergantung kondisi kliennya. Kalau sudah siap berubah dan berani bayar "harga"nya (ada tanda kutip, berarti bukan soal duit aja, yang terpenting adalah kemauan). Hanya 1-2 sesi saja berubahnya sudah bisa drastis kayak cerita di bawah ini. Tulisan bagian atasnya adalah jawaban dan tanggapan saya. Bacanya mulai dari yang paling bawah dulu ya. Vinsens Gerardo Rudi Muliyono, C.Ht. Client Centered Hypnotherapist ----- Original Message ----- From: "Rudi Muliyono" <rudi.muliyono@ gmail.com>
To: Mrs. D
Sent: Thursday, July 31, 2008 1:06 AM
Subject: Re: Curhat setelah Terapi

> Dear Bu D,
>
> Yang sudah diterapi waktu itu memang titik beratnya masalah dengan orang
> tua. Sesi yang pertama adalah untuk mengatasi masalah yang Anda bilang ini
> loh "saya juga tidak pernah minta utk diikutkan karena saya merasa gak
> enak dan gak pantas". Ini yang paling penting :-) Saya meletakan fondasi
> HARGA DIRI pada Ibu D. Seperti penjelasan saya sebelumnya, salah satu ciri
> harga diri yang rendah yang paling kelihatan adalah rasa tidak pantas
> (malu/shame) . Nah, berhasil kan. Setelah ini diberesi, tanpa Ibu minta aja
> ditawari.. Selama Ibu merasa ga pantas, orang lain yang mau nawari juga
> jadi ga yakin dan jadi merasa sungkan omong sama Ibu. Jadi, terapi yang
> kemarin itu bisa dinilai sangat berhasil ya karena aspek yang mau diterapi
> kena semua dan langsung kelihatan hasilnya. Termasuk bisa menghadapi orang
> tua dengan hasil ini: "Pas ketemu ayah, jess...perasaan kog ada yg aneh
> ya?? saya cium tangan beliau seperti biasa, trus duduk lagi di ruang tamu.
> Beliau juga duduk. Kami berempat (Saya, suami, ibu, ayah) ngobrol2.
> Obrolan berlangsung biasa2 saja, tetapi perasaan saya yg awalnya deg2an,
> perlahan mulai hilang, dan saya bisa menikmati obrolan tersebut"
>
> Soal aspek yang ini:
> 1) takut gelap
> 2) mau jual mobil
> 3) perasaan ga enak waktu mau prospek orang
>
> Memang belum diterapi karena aspek ini beda sama yang kemarin itu,
> sementara dalam waktu bersamaan ga bisa terapi banyak hal sekaligus. Nanti
> pikiran bawah sadarnya bingung program mana yang mesti dijalanin duluan.
> Sesi pertama Ibu adalah peletakan fondasi dasar kesuksesan yaitu harga
> diri dan percaya diri bahwa Ibu boleh dan pantas untuk sukses dan bahagia,
> belum restructuring secara spesifik. Sesi ke-2 Ibu saya bantu
> restructuring untuk hubungan dengan orang tua.

> Afirmasi Ibu sudah benar kok, memang kadang butuh proses supaya afirmasi
> itu jalan. Kalau gak jalan-jalan pasti karena ada mental block. Rasanya
> terapi berikutnya kita sudah bisa masuk ke bidang finansial ya.
>

> Soal RBM, tools ini sangat powerful. CUMA, ada cumanya hehehe...Tools ini
> baru bisa dipakai dan berjalan dengan baik setelah serangkaian sesi
> terapi. Makanya, RBM baru dikasih setelah orang ikutan Supercamp. Karena
> di Supercamp biasanya bisa sampai 8 sesi terapi semuanya terutama untuk
> menunjang bidang finansial. Jadi, kalau Bapak dan Ibu kerjakan saat ini,
> mungkin ga terlalu ada gunanya. Penjelasannya pun sangat kompleks dan
> panjang. Gak bisa dijelasin pake email. Bingung ane jelasinnya gimana :p
> Di Supercamp untuk menjelaskan RBM Pak Adi biasanya mengambil waktu 1-2
> jam. Mungkin ada baiknya Ibu ikutan QLT Ws karena workshop ini jauh lebih
> lengkap lagi dan formatnya berbeda dari Supercamp, disempurnakan dan
> banyak tambahan. Terus yang "dibenahi" ga cuma aspek finansial aja. Sesuai
> namanya, lompatan kuantum dalam kehidupan.
>
> Oke, saya tunggu kedatangannya ya. Saya senang sekali menerima dan membaca
> email ini. Kemajuan Ibu luar biasa :-) Dilanjutkan dengan bahagia, ikhlas
> dan pasrah ya Bu. Saya senang pada orang-orang yang mau maju dan berubah
> seperti Ibu dan Bapak. Silakan email saya jika merasa perlu dan ada
> pertanyaan. Saya akan menjawab selengkap dan sebaik mungkin.. Terima kasih
> ya.
>
>
> Vinsens Gerardo Rudi Muliyono, C.Ht.
> Client Centered Hypnotherapist
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Mrs. D
> To: <rudi.muliyono@ gmail.com>
> Sent: Tuesday, July 29, 2008 11:27 AM
> Subject: Curhat setelah Terapi
>
>
>> Selamat Pagi Pak Rudi...
>>
>> Semoga dalam keadaan sehat ya...
>> Pak, saya gak tau mesti mulai nulis darimana nich...saya ini antara
>> senang
>> dan bingung juga....
>> persisnya seperti ini pak...
>>
>> Saya udah pernah cerita ke Pak Rudi masalah saya dan orang tua, saya
>> rasanya gak pernah betah kalau berada di rumah orang tua..dan utk itu
>> saya
>> minta diterapi...
>> nah, waktu pulang dari jakarta kemarin itu, kan anak2 saya titip di rumah
>> orangtua, dan begitu kami sampai di balikpapan, kami cuman mampir bentar
>> ke
>> rumah, ambil mobil dan berangkat lagi mau jemput anak2, soalnya udah
>> kangen
>> banget...
>> eng ing eng.... waktu diperjalanan mau ke rumah orangtua, saya ada
>> perasaan
>> deg2an, gimana ya ntar kalo pas ketemu sama ayah saya, duh rasanya kog
>> jadi
>> pengen putar mobil aja, pulang lagi..tapi saya diam aja, gak ngasih tau
>> suami perasaan gak enak saya...
>>
>> Sampai di rumah orangtua, ketemu sama ibu dulu, biasa aja, trus ibu
>> manggil
>> ayah...saya duduk di ruang tamu sambil main sama anak saya, numpahin
>> perasaan kangen yg menumpuk2. Pas ketemu ayah, jess...perasaan kog ada yg
>> aneh ya?? saya cium tangan beliau seperti biasa, trus duduk lagi di ruang
>> tamu. Beliau juga duduk. Kami berempat (Saya, suami, ibu, ayah) ngobrol2.
>> Obrolan berlangsung biasa2 saja, tetapi perasaan saya yg awalnya deg2an,
>> perlahan mulai hilang, dan saya bisa menikmati obrolan tersebut. Ayah n
>> Ibu
>> cerita panjang lebar ttg kelakuan lucu anak2 saya, n tiba2...jess, ayah
>> saya nawarin saya utk ikut tanam modal di stand yg dibeli beliau. Beliau
>> ngajak saya bisnis!!! Wah...sesuatu yg luar biasa loh pak! Soalnya selama
>> ini, beliau tidak pernah ngajak anak2nya utk ikut di bisnis beliau. Ayah
>> saya punya usaha kos2an, punya CV, punya rumah kontrakan, dan semua itu
>> tidak pernah beliau sharing ke saya selama ini. Beliau jalankan bisnis
>> itu
>> hanya dengan ibu saya, dan saya juga tidak pernah minta utk diikutkan
>> karena saya merasa gak enak dan gak pantas. Dan sekarang, beliau ada beli
>> 1
>> stand di Plaza, dan minta saya utk join ngisi stand tsb, keuntungannya
>> ntar
>> terserah saya aja...wah, saya langsung senang bukan main, soalnya saya
>> dan
>> suami emang berencana mo mulai buka usaha, tapi modal belum cukup...eh,
>> tiba2 ada yg nawarin...ayah saya lagi...Puji Tuhan!
>> Dan menurut suami saya, perasaannya sekarang ke orangtua saya biasa2
>> saja,
>> sudah gak ada ganjalan seperti dulu saat kami pertama menikah.
>> Yah, mudah2an dengan berjalannya waktu, dan kami memperbaiki sikap kami,
>> hubungan dengan orangtua menjadi semakin baik dan semakin baik ya...
>>
>> Itu yg bikin saya senang, tapi ada juga yg bikin saya bingung..
>>
>> Saya dan suami kan pengen jual mobil kami, Mazda thn 91.. sebelum kami
>> pergi terapi sih udah diiklanin di koran, tetapi sampai hari ini belum
>> ada
>> juga yg tertarik beli, kalo yg nelp sih udah banyak, tapi belum satupun
>> yg
>> datang liat mobil itu, padahal kita mau lepas cepat2, soalnya duitnya mo
>> diputar utk modal usaha yg lain.
>> Sebelum tidur saya sudah afirmasi kira2 begini : (karena saya tipe
>> emosional)
>>
>> "Uang dari hasil penjualan mobil mazda sebesar Rp. 37,5 juta akan saya
>> gunakan utk modal usaha utk menambah kebahagiaan anak - anak saya"
>>
>> Apa afirmasinya salah ya pak? Please masukannya.
>> Oya, karena mobil itu belum juga terjual, kadang suami saya suka ngeluh,
>> "Apa harganya kemahalan ya?, Apa gak ada yg tertarik beli ya? dll"
>> duih, jadi pusing sayanya...
>>
>> Trus, Saya kan pengennya jadi agen asuransi yg sukses nich, pengennya
>> apapun yg saya katakan bisa mempengaruhi orang, bisa dipercaya orang, dan
>> akhirnya mau membeli produk saya.
>> Tapi kayaknya saya masih belum bisa utk berbicara di depan orang banyak.
>> Saya sih udah coba pelajari lagi produk yg saya jual, tapi
>> Saya masih takut utk presentasi di depan calon nasabah saya, mulut saya
>> masih terkunci rapat kalo mo prospect. Trus, kalo saya mo nelp nasabah
>> saya, kayak ada perasaan gak enak yg bikin saya batal nelp nasabah saya.
>>
>> Dan satu lagi, saya juga masih takut berada di kegelapan, kalo saya mau
>> keluar kamar pas tengah malam, mo buatin susu buat anak saya, saya masih
>> ketakutan, saya akhirnya bangunin suami saya aja. Apa masih ada mental
>> bloknya ya?
>>
>> Kalo memang iya, saya masih mau diterapi lagi Pak Rudi, biar hilang
>> semuanya.
>> Kalo memang begitu, rencananya suami saya akan ditugaskan ke Jakarta tgl
>> 25
>> - 29 Agustus'08. Mungkin saya bisa ikut 1-2 hari.
>> Mohon masukannya.
>>
>> Oya, boleh minta tolong dijelasin bagaimana menulis Rekening Bank Mental?
>> Kami memang belum pernah ikut SC, tapi dari buku yg kami baca, ada
>> dijelasin soal RBM itu, cuman yg bikin bingung, apa ya fungsinya RBM itu?
>> Apa dengan menulis RBM itu, akan membantu kami utk mensyukuri hidup ini?
>> Dan bagaimana cara mengisinya? (kalo gak keberatan, boleh dong dishare)
>>
>> Tuh kan?? panjang jadinya curhat saya... :))
>> Mudah2an Pak Rudi gak bosan ya?? Dan masih mau bantu kami....
>>
>> Terima kasih atas waktunya membaca email saya.
>>
>> Salam n GBU
>> D dan T



Taken from http://asia.groups.yahoo.com/group/money_magnet/message/6833

Terima Kasih Ya ALLAH!

Saya pengen sharing sedikit tentang manfaat Hipnoterapi.

Bulan puasa tiba, dan ironisnya di bulan suci ini saya mencapai titik terendah dalam hidup saya dengan situasi kesulitan finansial yang tak kunjung selesai, belum lagi masalah di kantor, masalah keluarga dan masalah relationship dengan pasangan saya. Saat itulah saya membaca lagi postingan-postingan tentang hipnoterapi di milis ini. Saya merenung sejenak, kenapa saya tidak mencoba saja untuk terapi. Akhirnya saya mendapatkan jawaban, ada bagian diri saya yang menolak untuk terapi karena:

1. Saya tidak punya uang

2. Saya takut ada program yang bertentangan dengan belief saya yang dimasukkan ke dalam pikiran bawah sadar saya oleh terapis.

3. Ada bagian diri saya yang ingin sukses tanpa bantuan orang lain. Dalam arti jika saya minta bantuan terapis, jika nanti saya sukses itu artinya sukses karena dibantu terapis, berarti saya pada dasarnya tidak bisa apa-apa, berarti saya menyerahkan nasib pada orang lain.

Tapi saat itu saya benar-benar merasa hidup saya hancur, serasa tak ada harapan lagi dalam hidup ini. Berbagai usaha untuk memecahkan masalah finansial dan masalah lainnya tak kunjung mendapatkan jawaban. Akhirnya saya renungkan kembali, saya berkata dalam hati, "Kalau saya ga pernah coba terapi, bagaimana mungkin saya tahu manfaat hipnoterapi?"

Dan setelah menanyakan di milis ini pada thread Hipnoterapi Q&A, setelah mendapatkan jawaban dari Pak Johan dan kawan-kawan yang lain, muncullah tekad saya untuk berubah sekaligus membuktikan manfaat hipnoterapi ini.

Setelah memperhitungkan segala sesuatu, saya nekad menggunakan sisa biaya hidup yang saya miliki untuk terapi. Dan kebetulan karena tempat terdekat dari saya adalah Fatmawati, saya memilih Momo untuk jadi terapis saya.

Pertemuan awal dengan Momo sangat menyenangkan. Dia berbicara panjang lebar tentang hipnoterapi, bahwa yang dia lakukan hanyalah guiding, dan bukan problem solving. Sehebat apapun seorang terapis, tetap saja tak akan berhasil jika klien tak mau berubah. Dan hanya klien lah yang bisa membuat perubahan itu. Dan dia juga meyakinkan saya bahwa dia bukanlah seorang misionaris yang akan mengubah belief saya tentang agama yang saya anut. Thanks for your kind explanation, Mo.

Akhirnya setelah diajarkan menemukan tempat kedamaian, terapi pun dimulai. Saya merasakan sensasi yang aneh, mungkin saking rileksnya, saya bahkan sulit merasakan tubuh saya. Saya cuma merasa ringan sekali. Saya bisa mendengar Momo mengajukan beberapa pertanyaan, tapi saya tidak bisa menjawab. Mulut saya mengucapkan jawaban atas pertanyaan Momo, tapi saya tidak merasa menjawab.

Lalu siapa yang menjawab?

Ketika Momo menyuruh saya membayangkan hal-hal yang ingin saya capai di masa depan, saya melihat banyak hal yang indah. Tapi ketika Momo mengajukan pertanyaan, "Yakinkah anda bisa mencapai semua itu?" Saya mendengar diri saya menangis pedih, tapi saya tak bisa membuka mata saya. Saya bahkan tidak merasakan tubuh saya. Saya seolah hanya jadi penonton yang berada di suatu tempat yang tak bisa saya jelaskan.

Ternyata saya menjawab bahwa saya tidak yakin bisa mencapai semua impian indah itu. Ada beberapa hal yang tak bisa saya tulis di sini karena terlalu private, tapi saya menemukan satu kenyataan yang sangat membuat saya shock, yang mungkin adalah root cause dari semua problem saya. Yaitu ada bagian diri saya "YANG TIDAK YAKIN PADA PERTOLONGAN ALLAH".

Tentu saja sangat mengejutkan, saya belajar agama sejak lahir, dan saya beribadah kepada-Nya. Tapi ternyata ada bagian diri saya yang tidak pernah tertuju pada-Nya. Kemudian Momo pun mengarahkan saya untuk menemui Allah dalam sholat. Saya melihat diri saya berada dalam masjid, dengan tulisan besar Allah di depan saya. Saya pun curhat habis-habisan semua masalah saya pada Allah. Dan setelah selesai, Momo mencari jawaban penyelesaian masalah saya dengan cara berbicara dengan Allah.

Ini sebuah pengalaman baru bagi saya. Allah menjawab lewat kata-kata yang terucap dari mulut saya. Tapi dalam keadaan hipnosis, saya masih tetap menganalisa, siapa yang sebenarnya bicara ini? Masa sih Allah bicara langsung sama saya? Tapi kata-kata Allah yang terucap dari mulut saya itu sangat bijak, dan memberikan jawaban yang sangat akurat bahwa jika saya ingin ditolong oleh-Nya, saya harus mengizinkan pertolongan-Nya untuk hadir ke dalam diri saya. Saya harus merasakan kehadiran-Nya. Dan jawaban yang sangat berkesan bagi saya adalah, TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGIKU". Artinya apapun yang saya minta pada-Nya, Allah akan berikan sepanjang diri saya pun mengizinkan pertolongannya pada saya.

Kemudian Momo membimbing saya untuk menghadirkan Allah dalam hati saya, dan saya melihat cahaya putih yang terang benderang memasuki hati saya. Terasa hangat, bahkan saya bisa merasakan wajah saya tersenyum ikhlas. Saya mendapatkan ketenangan, kebahagiaan, rasa berkelimpahan, keberanian dan kepercayaan diri. Saya pun merasa jadi berani menghadapi hidup ini. Tapi kalo analisa saya sih, yang berbicara itu bukan Allah melainkan belief yang sudah tertanam di pikiran bawah sadar yang berasal dari pelajaran agama yang saya dapatkan selama ini. Intinya, sebenarnya saya sendiri sudah tahu jawabannya, tapi tidak menyadarinya. Dan jawaban itu muncul ke permukaan berkat hipnoterapi.

Setelah itu Momo kemudian kembali menyuruh saya membayangkan kembali masa depan yang saya inginkan. Saya terus terang kaget, karena ada satu bayangan yang tak pernah muncul selama ini, dan tak pernah terpikirkan. Agak malu juga nyeritainnya hehehe. Tapi berhubung malu adalah energi terendah dalam map of consciousness, oke sayah beranikan diri untuk menceritakan apa yang saya lihat.

"Saya berbicara di depan publik di sebuah aula yang besar. Saya ingat, itu adalah pemandangan di Hotel Novotel ketika mengikuti seminar BaMM. Tapi tak ada Pak Adi di sana. Justru sayalah yang berbicara di panggung. Dan saya bisa melihat foto besar yang terpampang di background bukan foto Pak Adi, tapi foto saya dengan pose yang sama seperti pose Pak Adi."

Sebuah gambaran masa depan yang tak pernah terpikirkan, tapi saya merasakan kedamaian yang luar biasa ketika saya berbicara di depan publik, ketika mereka merasa senang dengan apa yang saya sampaikan, ketika saya bisa berbagi kebahagiaan dengan membagikan ilmu pengetahuan yang saya miliki. Di tengah kondisi trance tersebut, saya masih sempet-sempetnya menganalisa bayangan itu. "Masa sih? sayah jadi pembicara? jadi trainer?"

Tapi saya merasa hati saya tersenyum, damaaaai sekali rasanya. Saya bisa merasakan betapa mulianya pekerjaan yang dilakukan seorang Pak Adi. Disitulah saya merasakan bahwa uang bukanlah segalanya untuk menjadi bahagia. Bisa berbagi dengan sesama, membahagiakan orang lain, itulah kebahagiaan sejati. Lalu hati saya pun semakin tersenyum dan berbisik, "Jika itu adalah masa depan saya, why not? Let's go get it!!"

Terapi pun selesai, dan begitu saya membuka mata dan bisa merasakan kembali tubuh saya dalam penuh kedamaian seolah tak ada masalah sama sekali. Dan saya kaget sekali ternyata waktu terapi berjalan selama sekitar dua jam, padahal saya merasa hanya sekitar setengah jam, dan kalo ditambah konseling awal totalnya tiga jam. Ada distorsi waktu? Tapi peduli amat dengan itu, saya merasa sudah menemukan apa yang saya cari dalam kehidupan ini. Helping others will make you feel better!

Setelah berkutat dengan banyak hal, setelah mencoba berbagai hal untuk memecahkan masalah saya sendiri, setelah terperangkap dalam kehampaan karena tak tahu mau jadi apa dalam hidup ini, saya menemukan jawabannya melalui hipnoterapi. Saya tak peduli apa kata orang, mungkin ada yang bilang jangan mimpi mau gantiin Pak Adi, tapi who knows? kadang yang kita cari dalam hidup ini justru hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya dan tak pernah kita inginkan sebelumnya. Jadi afirmasi saya untuk cita-cita di masa depan adalah, "Melakukan pekerjaan mulia seperti Pak Adi...atau yang lebih baik."

Saya tidak tahu darimana jalannya, tapi jika memang itu misi hidup saya yang sebenarnya, saya yakin jalannya akan perlahan terbuka.

Pulang dari tempat praktek Momo, saya merasakan ketenangan yang belum pernah saya rasakan selama ini. Tak ada beban sedikitpun di hati. Disaat itulah saya mendapatkan beberapa keajaiban kecil. Hari sudah sore, sudah dekat waktu berbuka puasa. Tapi saya ingin makan tongseng di Pondok Labu. Dan sayangnya, jalanan macet total. Antrian kendaraan menuju arah pondok labu dan sebaliknya sangat padat. Rasanya tak akan terkejar untuk berbuka puasa di Pondok Labu. Tapi entah kenapa, saya merasa tak terbebani apa-apa. Dengan percaya diri saya berbisik, "Insyaalloh lancar..."

Saya pun naik sebuah metromini menuju Pondok Labu. Dan tepat begitu saya duduk di dalamnya, secara ajaib...kemacetan bubar! Jalanan langsung lancar, saya tiba di Pondok Labu kurang dari 10 menit. Luar biasa! Seumur hidup baru saya merasakan jalur lancar ke arah Pondok Labu. Saya pikir ini sebuah kebetulan. Kemudian setelah selesai berbuka puasa di Pondok Labu dan setelah sholat Isya di Masjid terdekat, saya pun bersiap untuk pulang. Tapi jalanan masih padat. Kembali saya ucapkan perlahan, "Insyaalloh lancar..." dan betapa takjubnya saya, ternyata begitu saya duduk di metromini, jalanan kembali mendadak lancar tanpa hambatan sampai Blok M.

Dan ketika saya naik Busway dari Blok M pun, perjalanan hanya terasa kurang dari 5 menit. Aneh! padahal biasanya nyampe 15 menitan. Waktu itu saya memang sempat melakukan relaksasi dalam Busway. Tapi rasanya baru juga nutup mata, tiba-tiba udah ada pengumuman kalau Busway sudah tiba di halte Bendungan Hilir. What the....Cepet banget? Aneh tapi menyenangkan.

Keajaiban tidak berhenti sampai di situ, begitu tiba di Benhil, mendadak saya ingin makan kolak. Tapi karena sudah malam, sudah tak ada yang menjual kolak. Saya pun pasrah dan pulang ke kostan. Hari itu saya kebagian kerja shift malam, saya pun bergegas menuju kantor pada pukul 10 malam. Begitu tiba di meja, ada sebuah bungkusan plastik di meja saya. Guess what? isinya kolak sodara-sodara. Saya heran, lalu saya tanya teman saya, "Ini kolak punya siapa? kok ditaruh di sini?"

Teman saya dengan enteng menjawab, "Buat elu aja, gua udah kenyang, kolaknya ga kemakan."

Saya takjub dan mengucapkan syukur Alhamdulillah. Seumur-umur belajar LOA, baru kali ini saya mendapatkan LOA works! Kolak pun jadi terasa nikmaaat sekali. Dari situlah saya mengerti inti dari kata "Ketidakmelekatan". Saya meminta jalanan lancar tanpa pemaksaan pada Allah, dan ternyata jalanan lancar. Saya minta kolak walaupun secara tidak langsung, tapi saya pasrah ketika tidak mendapatkannya. Tapi justru saya mendapatkannya. Kuncinya ternyata ada di hati yang tenang, tanpa beban, tanpa kemelekatan.

Keajaiban belum berhenti sampai saat ini. Terus terang, duit saya habis dipake terapi, saya ga punya sisa duit yang banyak untuk makan bahkan ga ada duit untuk bayar kost bulan ini. Tapi ibu kost yang tadinya menyuruh saya bayar uang kost sebelum lebaran, mendadak memanggil saya dan memberi keringanan untuk bayar setelah lebaran. Dan setiap hari sampai sekarang, saya sering mendapatkan buka puasa gratis, banyak teman saya yang mentraktir, jadi saya tak perlu mengeluarkan uang untuk makan.

Dan yang terpenting, dari hari ke hari saya sering tak sengaja menemukan pencerahan baik itu dari orang-orang terdekat, ataupun dari situs/milis yang tak sengaja saya temukan ketika browsing di internet. Terakhir saya dapat pencerahan dari ebook wawancara Bill Harris dengan Guru the Secret yaitu Joe Vitale, yang isinya sangat mencerahkan hati saya dan memberikan saya jawaban dari banyak pertanyaan saya selama ini.

Tak lama berselang, dalam sebuah acara buka puasa bersama, ada seorang teman mendadak menawarkan side job pada saya, yang saya terima dengan senang hati karena pekerjaannya mudah dan ga menyita waktu walaupun honornya ga seberapa tapi cukup membantu. Dan bukan itu saja, dia juga mengajak saya bergabung dalam proyek bisnis bernilai puluhan juta bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Wow, saya shock saking senangnya. Dan yang lebih menyenangkan lagi, dia meminjami saya modal untuk bisnis yang akan dimulai selepas lebaran tersebut. Alhamdulillah...jalan mulai terbuka. Terima kasih Ya Allah...

Karena itu, dalam kesempatan ini saya ucapkan terima kasih banyak pada Momo yang sudah membimbing saya menemukan root cause masalah saya. Pekerjaan yang Momo lakukan sangatlah mulia, saya sekarang benar-benar yakin bahwa hipnoterapi itu sangat bermanfaat.

Saat saya mengetik ini, uang saya hanya tersisa sekitar 15 ribuan lagi dalam bentuk kepingan recehan Rp.500-an yang saya ambil dari celengan saya. Tapi anehnya saya tidak merasa gelisah, hati saya tetap tenang, dan feel good sepanjang hari. Saya memandang kepingan recehan itu dengan senyum ikhlas, seolah saya sedang menatap kepingan emas murni yang bertebaran di meja kamar saya. Saya memandang dompet saya yang kosong, tapi saya malah berkata, "Dompet saya sudah kosong, itu artinya ada tempat baru untuk lembaran ratusan ribuan lainnya..."

Dan hari ini, saya menerima sms mesra dari pasangan saya yang membuat hari-hari saya semakin bersinar

Sekali lagi terima kasih buat Momo dan juga buat rekan-rekan terapis lainnya yang sudah memberi saya masukan tentang hipnoterapi di milis ini.

Bravo Hipnoterapi!!

GOEN


(GOEN - )




Catatan: testimoni ini diposting dengan seijin dari Pak Goen. Semua nama yang disebut di sini adalah asli tanpa diubah. Sesuai dengan kisah aslinya dan seijin orang-orangnya. Momo adalah panggilan akrab sahabat-sahabat dan klien kepada Rudi Muliyono

Terima kasih.

Taken from http://www.quantum-hypnosis.com/index.php?pid=testimoni&mode=0