Friday, May 15, 2009

Mitos Motivasi: Antara Harapan dan Kenyataan

The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams - Eleanor Roosevelt

Minggu lalu beberapa orang kawan dari sebuah bank nasional ternama mengajak saya makan siang sambil mendiskusikan detil acara yang akan mereka laksanakan, di mana saya adalah pembicara di acara tersebut. Saat menunggu makanan kawan saya, yang kebetulan adalah seorang Area Manager, bertanya, ?Pak Adi apa bisa memberikan seminar motivasi ??. ?Maksudnya ??, saya balik bertanya. ?Kami pernah mengundang pembicara untuk memberikan motivasi bagi staff kami. Apa Bapak juga bisa memberikan seminar motivasi untuk membangkitkan semangat staff ??, tanyanya lagi. Sebelum menjawab pertanyaan kawan saya ini, saya bertanya, ?Apa yang Ibu harapkan dari seminar motivasi ?? ?Kami ingin semangat kerja staff kami meningkat. Namun selama ini motivasi yang mucul setelah mengikuti seminar tidak bisa bertahan lama. Paling lama satu-dua hari. Setelah itu semangat kerja kembali ke keadaan semula seperti saat sebelum mengikuti seminar. Saya sendiri sudah sangat sering menghadiri berbagai seminar motivasi. Biasanya kalau saat seminar, motivasi saya akan sangat tinggi. Tapi satu dua hari setelah seminar, motivasi saya gembos seperti balon kehabisan udara. Mengapa bisa begini ya Pak ??, kejar kawan saya dengan penasaran.

Pernahkah anda mengalami seperti yang diceritakan kawan saya ini ? Saya sendiri telah mengalaminya. Kesulitan yang selalu ditemui setiap peserta seminar motivasi adalah motivasi yang mereka dapatkan di seminar tidak bisa bertahan lama. Mengapa ini terjadi ? Apakah ada cara untuk bisa mempertahankan motivasi ? Kalau ada, bagaimana caranya?

Saya mulai aktif menghadiri berbagai seminar motivasi sejak tahun 1994. Saya membaca sangat banyak buku motivasi, mendengarkan ratusan kaset seminar motivasi, dan bahkan sampai beberapa kali mengikuti seminar motivasi yang lamanya 2 hari, di luar negeri, yang dihadiri lebih dari 35.000 (tiga puluh lima ribu) orang dalam satu stadion. Saat di seminar biasanya saya membuat ?keputusan besar? untuk sukses, untuk berubah, untuk ini, untuk itu, dan masih banyak ?keputusan besar? yang lain. Namun apa yang terjadi setelah itu ? Semangat yang begitu menggebu-gebu dengan cepat hilang tak berbekas dan saya kembali seperti diri saya sebelum menghadiri seminar motivasi itu.

Pertanyaannya sekarang adalah, ?Apakah pembicara motivasinya tidak mampu memotivasi audiensnya ??. Wah, kalau soal memotivasi, mereka sungguh luar biasa. Saya katakan ?mereka? karena yang berbicara di seminar motivasi selama 2 hari itu adalah para pembicara kaliber internasional. Mereka adalah figur sukses yang menjadi contoh bagi banyak orang. Mereka telah berhasil mengubah hidup mereka dari orang biasa menjadi luar biasa. Mereka sukses secara finansial dengan income 6 digit, dan ini dalam dollar Amerika bukan rupiah.
Mereka banyak membantu orang lain, keluarganya bahagia, kondisi mental dan fisik sangat prima. Mereka adalah orang yang walk the talk. Bukan sekedar talk the talk seperti kebanyakan orang. Namun mengapa motivasi saya masih tetap seperti yo-yo ? Sebentar naik, sebentar turun ? Padahal saya sudah dimotivasi oleh pembicara yang sangat luar biasa ?

Cukup lama saya mencari jawaban atas pertanyaan ini. Dalam upaya mencari jawaban atas pertanyaan ini saya terus menghadiri berbagai seminar motivasi. Saya membandingkan style pembicara satu dengan pembicara lainnya. Saya mengajak diskusi dan bertukar pikiran dengan sesama peserta seminar. Diakui oleh peserta seminar, ada pembicara yang sangat bagus memotivasi audiens sehingga motivasi bisa bertahan lama. Ada yang motivasinya hanya bisa bertahan satu atau dua hari. Dari perbandingan yang saya lakukan saya mendapatkan satu pola yang konsisten. Pembicara motivasi yang mampu memotivasi audiens dengan baik, sehingga audiens tetap bersemangat untuk waktu yang lama, mempunyai kelebihan tersendiri. Meskipun demikian, motivasi ini tidak dapat bertahan seterusnya. Cepat atau lambat, seperti yang telah saya alami, motivasi ini akan berkurang dan akhirnya habis... bis.... seperti balon yang kehabisan udara.

Apa sebabnya ? Motivasi yang didapat saat mengikuti seminar adalah motivasi yang berasal dari luar atau motivasi ekstrinsik. Motivasi jenis ini tidak bisa bertahan lama. Untuk berubah dan mencapai sukses kita harus mempunyai motivasi yang tumbuh dari dalam (intrinsik). Pembicara motivasi yang lihay adalah pembicara yang mampu menimbulkan motivasi intrinsik dalam diri audiensnya dan mengajarkan cara mempertahankan motivasi itu, setelah audiens pulang ke rumah dan menjalani kehidupan sehari-hari yang penuh tantangan. Jika audiens tidak diajarkan cara memelihara dan mempertahankan motivasinya maka motivasi itu pasti gembos dengan sendirinya.

Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang datang dari luar dan bersifat sementara. Motivasi eksternal membuat kita sangat bersemangat, pada saat di seminar, namun tidak bisa membuat semangat itu bertahan lama. Motivasi eksternal dapat mempengaruhi kita untuk melakukan perubahan namun tidak bisa membuat perubahan bagi kita.

Mungkin anda akan bertanya, ?Mengapa motivasi yang berasal dari luar tidak dapat bertahan lama ??. Ini semua berhubungan dengan program pikiran. Motivasi eksternal membuat kita berpikir, dan ini adalah kerja pikiran sadar, bahwa kita dapat melakukan apa saja untuk mencapai semua impian hidup kita. Kita tentu ingin percaya bahwa kita bisa mencapai goal kita. Namun program pikiran, yang mempengaruhi 90% kemampuan berpikir kita, berkata lain, ?Ah.... goal itu nggak masuk akal. Saya nggak mungkin bisa mencapainya. Saya sudah gagal berulang kali. Latar belakang saya berbeda dengan si pembicara. Saya punya banyak masalah dan hambatan. Saya nggak bisa ini.... nggak bisa itu... Tentu saya akan sangat sulit berhasil?

Kembali saya ulangi pertanyaan, ?Mengapa motivasi yang berasal dari luar tidak dapat bertahan lama ?? Karena motivasi eksternal hanya mampu membuat perubahan yang bersifat sementara. Motivasi eksternal bekerja tidak sejalan dengan prinsip kerja otak dan pikiran bawah sadar.

Lalu, bagaimana caranya untuk bisa menghasilkan perubahan yang permanen ? Inilah rahasianya. Empowerment atau peningkatan diri bukanlah hasil dari proses kerja pikiran sadar. Empowerment adalah suatu pengalaman pribadi yang kita alami karena pikiran bawah sadar berhasil mencapai goal dan kemudian pengalaman ini naik ke level pikiran sadar dalam bentuk perasaan ?in control? terhadap hidup kita.

Kita bisa ?mencoba? untuk merasa berubah. Kita bisa menggunakan kekuatan kehendak (will power) kita. Kita bisa datang ke berbagai seminar, membaca berbagai buku, mendengarkan kaset-kaset motivasi, dan setelah itu, untuk beberapa saat, kita merasa lebih mampu mengendalikan diri dan lebih fokus. Meskipun demikian kita tetap tidak bisa berubah atau mengalami empowerment bila tidak mendapat dukungan pikiran bawah sadar kita.


Inti perubahan adalah kita harus mengganti program-program negatip yang ada di pikiran bawah sadar kita dengan program yang positip. Saat kita termotivasi untuk berubah kita memutuskan untuk meng-uninstall program negatip. Namun kita tidak diajarkan, di seminar motivasi itu, bagaimana cara untuk meng-install program positip.

Mengapa kita perlu mengganti program negatip dengan yang positip ? Karena program mental yang ada di pikiran bawah sadar adalah program lama ? program yang akan menolak setiap informasi yang tidak sejalan dengan informasi yang telah tersimpan sebelumnya. Sesuai dengan cara kerja pikiran, semakin lama suatu program ?menetap? di pikiran bawah sadar maka semakin kuat program itu. Salah satu hukum penting yang berhubungan dengan pikiran yaitu bila terjadi konflik antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar maka yang menang adalah pikiran bawah sadar.

Satu hal yang luar biasa mengenai program ini adalah bahwa setiap program bertindak seperti mahluk hidup yang mempunyai kehidupan sendiri. Saat kita akan mengganti program lama dengan yang baru, program lama ini akan melawan dengan segala cara untuk bisa bertahan ?hidup?. Itulah sebabnya mengapa orang biasanya sulit untuk melakukan perubahan.

Seorang pakar di bidang pikiran, yang bukunya baru-baru ini saya baca, malah mengatakan bahwa pikiran bawah sadar bekerja mirip dengan suatu jaringan komputer (network) yang terdiri dari sangat banyak komputer (baca: proses berpikir/program). Setiap komputer ini ada yang saling berbagai resource dan ada yang menutup diri tidak mau berbagi resource. Setiap komputer ini saling mempengaruhi.

Satu kisah menarik saya alami saat saya membantu seorang kawan memprogram ulang pikirannya. Selang beberapa saat, saya didatangi kawan saya ini dan sambil menangis ia berkata, ?Pak, saya merasa diri saya saat ini bukanlah diri saya yang sesungguhnya. Namun di sisi lain saya merasakan ada sesuatu yang baru dalam diri saya. Seakan-akan ada dua bagian dalam diri saya yang saling tarik ulur, saling bertempur. Ada apa yang dengan diri saya ??. Saya lalu menjelaskan bahwa ini adalah sesuatu yang normal. Saya pernah mengalami keadaan ini. Kawan saya yang lain juga pernah. Saya kemudian meminta ia meneruskan programming-nya. Jika ia terus bertahan dengan program barunya maka program ini akan semakin kuat dan akhirnya akan mengalahkan pengaruh program yang lama. Seminggu kemudian ia memberikan laporan bahwa ia sudah merasa jauh lebih baik dan program barunya yang menang.

Komputer Mental
Setelah membaca sejauh ini saya yakin anda pasti akan bertanya, ?Bagaimana melakukan pemrograman ulang pikiran bawah sadar ??. Sebenarnya mudah. Caranya sama dengan, namun sudah tentu tidak sesederhana, memprogram ulang komputer.

Sebuah komputer menerima input dan mengeluarkan output. Untuk mengubah output, kita mesti mengubah input atau mengubah program. Prinsip ini berlaku untuk pikiran bawah sadar. Kalau kita hanya mengubah input maka kualitas output dibatasi oleh program yang digunakan. Jika programnya buruk maka meskipun input diubah maka output tetap tidak bisa maksimal. Saat kita mencoba mengubah suatu pola perilaku atau cara berpikir dengan hanya mengubah input tanpa mengubah program yang ada di bawah sadar maka cepat atau lambat program lama ini akan memicu ulang pola perilaku dan cara berpikir yang lama. Dalam hidup, sering kali lebih mudah bagi kita untuk mengubah program dari pada mengubah input secara permanen.

Ada lima cara untuk masuk ke pikiran bawah sadar yaitu repetisi, identifikasi kelompok/keluarga, informasi yang disampaikan oleh figur yang dipandang mempunyai otoritas, emosi yang intens, dan hipnosis. Kita bisa menggunakan satu cara saja atau kombinasi dari beberapa cara sekaligus. Begitu kita dapat masuk ke pikiran bawah sadar maka akan sangat mudah untuk melakukan perubahan atau modifikasi program.

Pemrograman ulang bawah sadar ada banyak cara. Yang pertama adalah dengan mengubah self-talk kita (untuk self-talk, saya akan bahas di artikel tersendiri). Cara lain adalah dengan visualisasi kreatif, kisah sukses, simbol sukses, dan self-hypnosis. Yang lebih rumit adalah dengan bantuan seorang hipnoterapis yang berpengalaman. Khusus untuk hipnoterapi saya sarankan agar anda mencari orang yang benar-benar kompeten agar jangan sampai terjadi kesalahan prosedur terapi.


Written by Adi W. Gunawan

Why Affirmation Fails?

When you affirm big, believe big and pray big, big things happen.
- Norman Vincent Peale

Saya yakin, anda semua, pasti pernah mendengar kata ?Afirmasi?. Mungkin anda pernah menghadiri seminar atau loka karya dan pembicaranya menyarankan anda melakukan afirmasi untuk menunjang keberhasilan anda. Mungkin juga anda pernah membaca buku-buku positive thinking yang banyak terdapat di toko buku. Para pelaku MLM (multi level marketing) , DS (Direct Selling), agen asuransi, atau mereka yang suka dengan pengembangan diri pasti tahu betul apa itu ?Afirmasi?.

Mengapa afirmasi sangat banyak disarankan untuk digunakan ? Jawabnya sederhana. Afirmasi adalah self-talk yang kita ucapkan pada diri kita sendiri dan merupakan salah satu bentuk pemrograman ulang pikiran. Menurut kebanyakan orang, afirmasi sangat mujarab untuk membantu pencapaian prestasi. Benarkah demikian ?

Benarkah afirmasi bisa sedemikian efektif ? Jawabnya, ?TIDAK?. Saya pernah melakukannya selama 7 (tujuh) tahun tanpa hasil yang maksimal. Saya telah mengikuti semua aturan menulis afirmasi yang benar, yang dijelaskan oleh banyak pembicara terkenal, dan juga ditulis di berbagai buku best seller. Saya bahkan membeli buku yang khusus membahas mengenai self-talk. Hasilnya ? Tetap tidak bisa maksimal. Saya tidak mengatakan ?tidak ada hasil?, lho. Yang saya tekankan adalah hasilnya ?tidak maksimal?.

Cukup lama saya mencari jawaban mengapa afirmasi yang saya lakukan kok nggak bisa memberikan hasil yang maksimal ? Apa saja yang telah saya lakukan untuk afirmasi ? Saya menulis script dan saya tempelkan di tempat yang biasa saya lihat. Misalnya di cermin kamar mandi, di pintu kamar tidur, di pintu kamar mandi, di komputer, di dashboard mobil, di hand phone, di diary, dan dijadikan screen saver.

Selain itu saya juga menggunting gambar-gambar impian saya. Saya tempelkan di tempat yang dapat saya lihat dengan mudah. Tujuannya ? Untuk mengingatkan (baca: memprogram) diri saya agar saya selalu fokus pada impian-impian itu. Hasilnya ? Tetap tidak maksimal.

Saya bahkan membuat kaset khusus yang berisi berbagai afirmasi yang ingin saya masukkan ke pikiran bawah sadar saya. Kaset ini saya mainkan setiap kali saya berada di dalam mobil. Saya bahkan sampai menggabungkan afirmasi dengan musik khusus untuk membantu pikiran saya untuk bisa lebih mudah menerima afirmasi itu. Sekali lagi, hasilnya ? Nggak maksimal.

Apakah saya gagal ? Tidak. Saya berhasil mencapai sebagian dari apa yang saya afirmasikan. Namun saya merasa tidak puas. Energi dan waktu yang saya curahkan untuk melakukan afirmasi ternyata tidak memberikan hasil seperti yang saya harapkan.

Lalu apa yang salah ? Apakah saya malas dan tidak bekerja keras untuk mencapai goal saya ? Ah, nggak. Saya sangat fokus untuk mencapai impian itu. Hasil yang tidak maksimal ini membuat saya berpikir, ?Pasti ada yang salah dengan apa yang ditulis di buku-buku atau yang diajarkan di seminar yang telah saya hadiri?. Logika saya sederhana saja. Banyak kawan saya yang juga melakukan afirmasi seperti yang saya lakukan ternyata hasilnya juga sami mawon alias idem alias setali tiga uang alias sama saja.

Proses pencarian jawaban ?Mengapa afirmasi yang saya lakukan tidak membuahkan hasil yang maksimal ?? akhirnya mengantar saya pada petualangan pemahaman cara kerja pikiran yang luar biasa, dan ini yang ingin saya bagikan kepada anda melalui artikel ini.

Bagi anda yang sukses dengan afirmasi, saya ucapkan selamat dan saya ikut bahagia dengan keberhasilan anda. Bagi anda yang mengalami ?nasib? seperti yang saya alami, mudah-mudahan dengan apa yang saya jelaskan berikut ini akan dapat membantu anda untuk bisa segera meraih keberhasilan.

So, mengapa afirmasi tidak memberikan hasil maksimal ?

Indera penglihatan memberikan kontribusi sebesar 87% dari total stimulus yang masuk ke otak. Kalau dilihat sekilas jalur visual ini kesannya sangat dominan. Namun bila ditelaah lebih jauh ternyata input visual masih berupa ide sugestif yang bersifat sadar. Teknik afirmasi, yang menggunakan gambar atau membaca script, ternyata hanya cocok untuk 5 % populasi yang masuk dalam kategori sangat sugestif.

Faktor lain yang berpengaruh terhadap keefektifan afirmasi adalah kapan waktu kita menulis atau membaca afirmasi itu. Sering kali kita diajarkan untuk menulis, membaca, atau melihat afirmasi kita saat bagun tidur atau di siang hari. Ternyata waktu ini tidak cocok dengan prinsip kerja pikiran. Ternyata dari riset ditemukan fakta menarik bahwa ada waktu tertentu yang memberikan pengaruh paling maksimal. Nah, pertanyaannya sekarang adalah, ?Kapan waktu yang paling tepat untuk melakukan afirmasi ??. Waktu yang paling tepat adalah malam hari saat gelombang otak kita dominan berada di kondisi alfa atau theta.

Cara melakukan afirmasi lainnya, seperti yang sering disarankan oleh banyak seminar atau buku, adalah dengan menuliskan afirmasi setiap hari. Ternyata ini counterproductive. Afirmasi cukup ditulis seminggu sekali dan harus bersifat jangka pendek. Nah, bingung kan ? Kok beda dengan yang anda ketahui selama ini ?

Selain itu kita perlu membatasi jumlah afirmasi yang kita tulis dan hanya untuk beberapa aspek kehidupan kita. Maksudnya ? Anda tidak boleh menuliskan lebih dari tiga afirmasi. Batasi diri pada tiga aspek kehidupan. Misalnya, aspek kesehatan, aspek finansial, dan aspek relasi. Apa akibatnya kalau kita menulis banyak afirmasi untuk tiap aspek kehidupan ? Pikiran bawah sadar akan bingung dan akan kehilangan daya untuk membantu anda mencapai goal anda.

Saat anda telah menulis afirmasi, tunggu dan lihat efeknya. Kalau dalam waktu 2 (dua) minggu belum ada efeknya maka anda perlu menulis ulang afirmasi anda. Mungkin cara anda menulis atau pilihan kata atau struktur kalimat yang digunakan tidak berkesan bagi pikiran bawah sadar anda.

Lalu, bagaimana bila setelah anda menulis ulang afirmasi sampai beberapa kali namun tetap belum ada hasil yang tampak ? Yang terjadi adalah resistansi / penolakan terhadap afirmasi itu. Ada bagian dari diri anda yang menolak sugesti (afirmasi) yang anda lakukan. Lalu bagaimana caranya mengatasi hal ini ? Berhenti dan jangan pernah lagi mengotak-atik afirmasi ini selama beberapa minggu. Semakin anda bernafsu untuk memperkuat (re-inforce) afirmasi ini maka semakin kuat penolakan dari pikiran bawah sadar anda. Saat anda tidak lagi memaksa afirmasi ini untuk diterima pikiran bawah sadar maka daya tolak pikiran bawah sadar terhadap afirmasi anda juga menurun. Cepat atau lambat afirmasi yang sebenarnya telah masuk ke pikiran bawah sadar akan mulai diterima dan dijalankan. Penolakan muncul karena kita cenderung bersifat memaksa pikiran bawah sadar untuk menerima afirmasi yang kita ucapkan.

Satu hal lagi yang membuat afirmasi susah berhasil, untuk kebanyakan orang, adalah bahwa jarang orang sadar bahwa afirmasi sebenarnya sama dengan sugesti. Nah, kalau sudah bicara sugesti maka anda harus tahu anda termasuk orang tipe apa. Ada orang yang mudah disugesti secara fisik (physically suggestive) dan ada orang yang hanya bisa disugesti secara emosional (emotionally suggestive), dan ada yang bisa ac-dc alias kiri-kanan ok atau bisa keduanya.

Wording atau cara penulisan afirmasi untuk tiap tipe ini tidak sama. Bila anda termasuk kategori sugestif secara fisik dan anda, karena tidak tahu, menulis afirmasi yang bersifat emosional maka dijamin afirmasi anda tidak bisa jalan. Demikian pula sebaliknya.

Terlepas dari afirmasi apa yang anda gunakan, untuk panduan dalam menuliskan afirmasi, anda perlu memerhatikan hal-hal berikut:

  1. Gunakan afirmasi untuk goal jangka pendek
  2. Tulis afirmasi dengan tulisan tangan, bukan diketik
  3. Tulis afirmasi seminggu sekali
  4. Minimalkan jumlah afirmasi untuk mendapatkan efek konsentrasi sugesti
  5. Tulis afirmasi dengan kalimat positip dan sekarang, jelas atau spesifik, dan tanggal pasti kapan anda ingin mencapai goal anda.
  6. Tulis ulang afirmasi bila dirasa perlu. Jika afirmasi tidak bekerja seperti yang diharapkan maka berhenti melakukan afirmasi.

Ada kawan saya yang meskipun telah saya jelaskan cara melakukan afirmasi secara benar tetap menolak apa yang saya sampaikan. Saat saya bertanya, ?Kenapa sih, anda kok begitu yakin dan memegang teguh cara anda melakukan afirmasi padahal anda tahu hasilnya nggak maksimal??. ?Lho, cara afirmasi yang saya gunakan selama ini saya dapatkan dari seminar dan workshop yang sangat mahal. Kan, eman (sayang) kalo nggak saya pake?, jawabnya. ?Tapi, kalau ternyata cara yang anda gunakan tidak bisa memberikan hasil maksimal, mengapa anda tidak mencoba cara lain ??, kejar saya lagi. ?Saya yakin cara yang saya gunakan sudah benar. Soalnya pembicaranya orang terkenal. Saya percaya banget dengan apa yang ia ajarkan?, jawab kawan saya.

Saya hanya bisa tersenyum saat mendengar jawabannya. Saya teringat kata bijak Winston Churchil, ?A fanatic is one who can?t change his mind and won?t change the subject.


Written by Adi W. Gunawan

You Were Born Rich!

Man's mind mirrors a universe which mirrors man's mind
Joseph Chilton Pearce

Dalam perjalanan dari Surabaya ke Semarang minggu lalu saya sempat berbincang dengan seorang kawan lama. Setelah berbincang sesaat ia lalu menanyakan apa yang sekarang saya lakukan. Saya lalu menjelaskan mengenai kegiatan saya akhir-akhir ini sebagai ?pria panggilan? dan ?pria penghibur?.

Mendengar penjelasan ini mukanya langsung berubah. Dan saya tahu apa yang ada di pikirannya. Saya langsung meluruskan bahwa saya biasa ?dipanggil? untuk memberikan seminar/workshop dan cara saya membawakan sangat entertaining sehingga peserta biasanya betah duduk sampai 8 jam. Mendengar penjelasan ini kawan saya akhirnya manggut-manggut dan tersenyum menandakan ia mengerti.

Pembicaraan akhirnya berlanjut ke topik menarik yaitu mengenai sukses. Kawan saya ini berkeluh kesah bahwa sekarang susah cari uang. Ekonomi lagi sulit. Dia harus kerja ekstra keras untuk bisa mendapatkan income yang ia inginkan. Kawan saya ini seorang salesman di perusahaan peralatan listrik.

Sebenarnya tidak ada yang namanya ekonomi sulit bagi orang yang siap dengan perubahan. Ekonomi menjadi sulit karena kita tidak mampu melakukan adaptasi secara tepat dan cepat mengikuti perubahan keadaan.

Dalam setiap perubahan yang terjadi adalah polarisasi kemakmuran. Apa maksudnya ? Uang atau aset yang ada di masyarakat jumlahnya sama sebelum dan pada masa ekonomi sulit terjadi. Yang terjadi sebenarnya adalah perpindahan kemakmuran dari suatu kelompok masyarakat ke kelompok masyarakat lainnya. Jadi, jumlah uang dan aset tetap namun pemiliknya berganti. Dengan kata lain orang kaya makin kaya dan orang miskin makin miskin.

Mendengar penjelasan ini kawan saya langsung protes, ?Lho, semua orang tahu kalo sekarang ini ekonomi makin sulit. Orang kaya makin kaya karena mereka menggunakan kekayaan mereka untuk menekan orang miskin sehingga mereka dapat memetik keuntungan yang sebesar-besarnya?.

?Tahu nggak mengapa kondisi keuangan kamu payah saat ini ??, saya balik bertanya. ?Ya itu tadi, saat ini persaingan semakin ketat. Cari uang nggak gampang. Pokoknya sulit banget?, jawabnya cepat. ?Nah, ini dia alasannya mengapa kamu sulit cari duit?, jawab saya lagi.

Saya melihat kawan saya ingin protes lagi. Namun sebelum ia sempat berbicara saya langsung meneruskan dengan berkata, ?Coba dengar apa yang akan saya jelaskan. Nanti kalo sudah selesai baru kamu boleh komentar lagi. Ok ??. ?Ok?, jawab kawan saya dengan penasaran.

Saya lalu menjelaskan, ?Mengapa orang sulit cari uang ? Karena ada keyakinan atau blocking atau resistansi atau program negatip atau apapun istilah yang ternyata menghambat mereka dalam mencari uang. Saya mengerti bahwa sekarang ini cari uang itu sulit, bagi kebanyakan orang. Nah, mengapa nggak terpikir untuk membuat uang yang nyari kita ? Kan lebih mudah kalo uang nyari kita dan ........?

Tanpa memberikan saya waktu untuk menyelesaikan kalimat saya, kawan saya ini langsung memotong, ?Nggak masuk akal. Saya nggak pernah dengar ?uang nyari kita?. Yang benar adalah kita nyari uang?.

?Nah, itulah sebabnya mengapa kamu nggak bisa maju dan berkembang dalam aspek finansial. Kamu berpikiran negatip soal kemakmuran. Kamu bilang orang kaya itu nggak baik karena menyalahgunakan kekayaan mereka untuk menindas orang miskin?, jawab saya.

?Lho, saya nggak negatip soal orang kaya. Saya hanya tidak senang dengan cara mereka menggunakan kekayaan mereka dan cara mereka cari uang?, jawab kawan saya cepat, membela diri.

?Coba perhatikan kalimat kamu yang terakhir. Di sini tampak jelas bahwa ada muatan emosi negatip saat kamu bicara soal orang kaya, lebih tepatnya perasaan iri dan dengki. Coba kamu jujur memeriksa dirimu sendiri?, ujar saya.

Kawan saya lalu diam sejenak. Sambil menunggu ia berpikir saya lalu berkata, ?Tahukah kamu bahwa sebenarnya kita ini terlahir sebagai orang kaya. We were born rich?. Kali ini kawan saya nggak protes ataupun berkomentar. Ia malah meminta saya untuk menjelaskan maksud pernyataan saya.

Saya percaya bahwa Tuhan, ada yang menyebutnya dengan Supra Sadar atau Semesta Alam, sangat adil. Semua orang punya hak yang sama untuk bisa sukses. Pertanyaannya sekarang adalah mengapa nggak semua orang bisa sukses ?

Ternyata ada sangat banyak faktor yang menghambat diri kita untuk sukses. Salah satunya adalah karena kita hidup tidak selaras dengan hukum alam. Diri kita, sebagai manusia, adalah mikro kosmos. Semesta alam adalah makro kosmos. Saat kita hidup tidak selaras dengan hukum alam maka saat itu kita mengalami ?bocking? sehingga sangat sulit untuk bisa berhasil.

Apa yang membuat mikro kosmos tidak selaras dengan makro kosmos ? Salah satunya adalah sistem kepercayaan atau program negatip yang ada di dalam pikiran kita. Pada kasus kawan saya, secara tidak sadar, ia membenci orang kaya. Ia mempunyai persepsi yang negatip mengenai uang atau kemakmuran. Kepercayaan yang negatip ini berlaku sebagai suatu penghambat yang menghalangi dirinya untuk sukses.

Pada saat kita berhasil mengatasi mental block saat itu pula kita mampu menarik energi yang sangat besar dari Semesta Alam. Dengan selarasnya diri kita dengan makro kosmos maka kita tidak perlu cari uang. Uang yang akan mencari kita. Lha, kok bisa?

Sudah tentu bisa. Apa buktinya ? Saat kita telah selaras dengan ?vibrasi? Semesta Alam, saat itu kita akan dapat mencapai tujuan atau cita-cita kita dengan sangat mudah. Akan ada banyak ?kebetulan? yang mengarahkan kita mencapai tujuan kita.

Misalnya ? Kita akan bertemu dengan orang yang akan membantu kita. Kita akan secara ?kebetulan? mendapatkan informasi dari sumber yang tidak kita perhitungkan sebelumnya, yang ternyata mampu membawa kita ke tujuan yang kita ingin capai.

Saya melihat kening kawan saya berkerut, tanda ia sedang berpikir keras. ?Ada yang ingin kamu tanyakan ??, tanya saya. ?Saya masih belum bisa menerima sepenuhnya konsep yang kamu sampaikan. Namun saya juga tidak menolak. Bisa lebih detil penjelasannya ??, minta kawan saya.

Saya lalu menjelaskan, ?Pikiran itu bekerja seperti pemancar radio. Saat kita benar-benar menginginkan sesuatu, dengan intensitas emosi yang tinggi, maka seketika itu juga ?berita? ini terpancar ke seluruh alam. Saat itu frekwensi pikiran kita akan mencari berbagai kemungkinan untuk pencapaian target yang telah kita tetapkan. Besarnya daya pancar pikiran bergantung pada keyakinan kita. Kalau ada banyak mental block maka daya pancarnya kecil Akibatnya ? Area jangkauannya sempit. Mental block ini berfungsi sebagai penghambat energi (semesta) yang kita akses. Kalau mental block ini sangat minim maka daya pancarnya akan sangat kuat, sehingga area jangkauannya menjadi sangat luas. Dengan demikian kita mempunyai lebih banyak peluang untuk menarik atau menciptakan berbagai ?kebetulan? yang akan membantu kita sukses. Omong gampangnya, kita nggak usah cari uang. Uang yang akan nyari kita?.

?Masih tetap bingung dan kayaknya nggak masuk akal?, kawan saya berkomentar.

?Ini nggak masuk akalmu. Mengapa ? Karena di data-base kamu nggak ada data seperti yang saya sampaikan. Benar, nggak ??, saya langsung balik bertanya.

Saya lalu melanjutkan, ?Begini saja deh. Saya berikan contoh kasus yang mudah untuk kamu praktekkan. Nanti kalo pas malam minggu, coba kamu ke Mall. Cari jam sibuk di mana cari parkir sangat sulit. Nah, saat kamu mau berangkat ke Mall itu, tetapkan keinginan yaitu kamu mau mendapatkan satu tempat parkir yang nyaman. Setelah itu jangan lagi memikirkan mengenai hal ini. Nanti kamu lihat apa yang terjadi?.

?Apa yang akan terjadi ??, tanya kawan saya dengan penasaran.

?Kalo kamu yakin sekali akan mendapatkan tempat parkir maka meskipun sangat padat pengunjung, kamu pasti akan dapat. Dapatnya juga secara ?kebetulan?. Pas kamu lewat ternyata di depanmu ada mobil yang keluar. Nah, saat itu kamu bisa langsung parkir. Ini bukan kebetulan lho. Ini adalah hasil kerja gelombang pikiranmu. Tapi kalo kamu, setelah menetapkan keinginan mendapatkan tempat parkir, mulai ragu karena berpikir bahwa akan sangat sulit mendapat tempat parkir, karena saat ini malam Minggu, saat padat-padatnya lahan parkir, maka keraguan kamu ini mengakibatkan kamu nggak akan dapat tempat parkir?, jawab saya.

?Apakah apa yang kamu jelaskan telah dibuktikan ??, kawan saya kembali bertanya.

?Lha, saya sudah mempraktekkan dengan hasil yang sangat memuaskan. Saya mengajarkan orang lain melakukan hal ini dan mereka mendapatkan hasil yang sama. Kalo sudah dilakukan berkali-kali, oleh orang yang berbeda, di tempat yang berbeda, dengan hasil yang sama, apakah ini kebetulan ??, saya balik bertanya.

?Tapi ini kan soal parkir. Kan nggak sama dengan kekayaan atau cari uang?, kembali kawan saya menunjukkan salah satu program negatipnya.

?Lha, apa bedanya antara cari lahan parkir dengan cari duit. Misalnya kamu mau menjual sesuatu. Saat kamu menetapkan keinginanmu dengan yakin, dengan catatan mental block-mu sudah diberesin lho, maka kamu akan bertemu dengan pembeli secara kebetulan. Yang membuat kamu nggak bisa melakukan hal ini karena kamu nggak yakin ini bisa berhasil. Dan bila kamu nggak yakin maka hasilnya ya nggak ada. Ada yang mengatakan bahwa keyakinan sebesar biji sesawi bisa memindahkan gunung lho?, jawab saya sedikit filosofis.

Mendengar penjelasan ini kawan saya kembali hanya bisa manggut-manggut dan tidak lagi berkomentar namun ia bertanya, ?Ok, kalo gitu apa yang harus saya lakukan?.

?Oh mudah, beresin dulu berbagai mental block-mu maka kamu akan mampu untuk selaras dengan vibrasi alam dan kamu akan dapat lebih mudah mencapai sukses?, jawab saya.

Saya lalu menjelaskan mengenai mengapa kita harus menulis impian-impian kita dan bagaimana hubungannya dengan cara kerja hukum alam. Sayang, saat diskusi menjadi semakin asyik, saya terpaksa mengakhiri mengakhiri pembicaraan karena ada boarding call.

Para pembaca yang budiman, kita sebenarnya terlahir dengan potensi menjadi orang sukses atau kaya. Yang menghambat diri kita selama ini adalah bahwa nilai hidup, belief system, karakter, kebiasaan berpikir, dan apa yang kita lakukan dalam hidup ternyata tidak selaras dengan hukum alam (Supra Sadar). Ketidakselarasan ini mengakibatkan timbulnya berbagai hambatan hidup yang seharusnya tidak perlu terjadi.

Ada banyak kawan kami yang setelah berhasil mengatasi mental block mereka dan me-reprogram pikiran bawah sadar dengan program yang positip dan powerful mengatakan, ?Kami mengalami miracle. Belum pernah selama ini Kami merasakan bahwa hidup itu ternyata mudah. Kami bertemu dengan begitu banyak kebetulan yang secara ajaib mengarahkan kami pada pencapaian tujuan kami?.

Hal ini menjawab mengapa pada orang-orang tertentu, biar bagaimana buruk situasi ekonomi, mereka tetap bisa menghasilkan sangat banyak uang. Situasi ekonomi sama sekali tidak mempengaruhi mereka.

Mental block inilah yang selama ini tidak dapat kita bereskan hanya dengan membaca buku-buku positip atau mengikuti berbagai seminar motivasi. Hal ini pula menjawab mengapa ada begitu banyak orang yang hanya jadi penggembira di berbagai seminar. Saya sendiri dulunya seperti itu. Ternyata selama blocking ini nggak dibereskan maka suskes akan menjadi sangat sulit. Saya telah mengalaminya selama tujuh tahun. Saya membaca berbagai buku positip dan menghadiri berbagai seminar motivasi bahkan sampai ke luar negeri. Seorang kawan saya, yang juga sangat gemar membaca buku dan menghadiri berbagai seminar juga mengalami hal yang sama.


Written by Adi W. Gunawan


FAQ

Apa sebenarnya hipnosis itu?
Hipnosis adalah suatu cabang ilmu yang terus berkembang. Di luar negeri, khususnya di Amerika, hipnosis telah diajarkan secara resmi di berbagai lembaga pendidikan terkemuka. Meskipun ada sangat banyak pakar yang menjelaskan atau menulis tentang hipnosis, apabila diteliti dengan cermat, apa yang mereka jelaskan selalu mengacu pada satu konsep dasar. Konsep dasar ini yang harus dikuasai untuk bisa mengerti dengan benar hipnosis dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Dulunya sebelum saya mempelajari hipnosis, saya juga mempunyai pandangan yang negatip terhadap hipnosis. Namun setelah mendalami dengan sungguh-sungguh, saya akhirnya mengerti, jatuh cinta, dan dapat memetik manfaat yang luar biasa dari cabang ilmu ini, baik untuk diri saya sendiri maupun untuk membantu orang lain.




Apa bedanya dengan hipnotis dan hipnotisme?
Kata hypnosis berasal dari kata hypnos, yaitu dewa tidur pada mitologi Yunani. Hipnosis adalah ilmunya, hipnotis adalah orang yang melakukan hipnosis, sedangkan hipnotisme sama dengan hipnosis.



Apa beda hipnotis dan hipnoterapis?
Gelar hipnotis atau hipnoterapis memang agak membingungkan. Namun untuk mudahnya, hipnotis adalah seseorang yang telah mempelajari dasar-sadar ilmu hipnosis. Hipnoterapis adalah hipnotis yang mempelajari teknik terapi dengan menggunakan kondisi hipnosis.

Hipnotis belum tentu seorang hipnoterapis. Hipnoterapis pasti seorang hipnotis. Seorang hipnotis yang biasa membawakan pertunjukan belum tentu mampu melakukan terapi. Namun seorang hipnoterapis pasti bisa melakukan apa yang dilakukan hipnotis.



Apakah benar saat ini banyak orang yang salah mengartikan apa itu hipnosis?
Saat ini masyarakat Indonesia mulai mengenal hipnosis, baik dari pertunjukkan di televisi maupun dari pemberitaan di berbagai media masa. Seiring dengan semakin gencarnya publikasi, masyarakat juga dihadapkan pada berbagai informasi yang tidak tepat atau bahkan salah mengenai hipnosis. Beberapa pandangan yang salah tentang hipnosis, yang beredar di masyarakat, antara lain, hipnosis adalah praktek supranatural atau klenik, hipnosis sama dengan gendam atau kejahatan, hipnosis adalah penguasaan pikiran, hipnosis adalah ilmu sesat yang menggunakan kekuatan mahluk halus, dan hipnosis adalah sama dengan tidur.

Apakah hipnosis seperti itu? Tentu tidak. Pandangan yang salah tentunya akan sangat merugikan masyarakat. Masyarakat yang tidak mengerti hipnosis yang sebenarnya akan menutup diri dan menolak mempelajari hipnosis, dan tentunya tidak akan bisa mendapatkan manfaat luar biasa dari praktek hipnosis.



Bagaimana cara kerja hipnosis?
Kondisi hipnosis sebenarnya identik dengan gelombang otak alfa dan theta. Gelombang alfa berada pada kisaran 8 – 12 Hz dan theta pada 4 – 8 Hz. Saat seseorang berada dalam kondisi trance maka kisaran gelombang otaknya pasti berada di antara alfa dan theta.

Setiap orang dalam satu hari minimal pasti berada dalam kisaran gelombang ini yaitu saat mau tidur dan saat baru bangun tidur. Secara alamiah saat kita mau tidur gelombang otak akan turun dari beta, ke alfa, ke theta, dan akhirnya di delta (tidur pulas tanpa mimpi). Demikian pula sebaliknya. Saat kita bangun tidur maka gelombang otak akan naik dari delta, ke theta, ke alfa, dan akhirnya di beta atau sadar penuh.



Apakah benar kita selalu mengalami hipnosis setiap saat?
Sebenarnya setiap hari kita mengalami kondisi hipnosis. Anda pasti pernah nonton film, bukan? Saat adegan film sedang seru-serunya anda pasti merasa tubuh anda menjadi tegang, napas berubah, dan jantung anda berdebar lebih kencang. Mengapa? Bukankah anda tahu bahwa apa yang sedang anda tonton bukanlah suatu kejadian nyata? Pikiran sadar anda tahu bahwa film itu bukan sesuatu yang nyata. Namun pikiran bawah sadar anda menerima apa yang anda lihat dan alami sebagai suatu hal yang nyata.

Saat menonton film, perhatian anda sangat terpusat pada apa yang sedang berlangsung di layar sehingga anda mem-blok suara-suara lain, misalnya suara batuk penonton lainnya, atau suara handphone yang berbunyi. Pada saat ini anda sangat sadar dengan keberadaan diri anda yang sedang menonton film. Semua sensasi atau perasaan yang anda rasakan saat menonton film, misalnya perasaan sedih, gembira, kecewa, marah, jengkel, atau bahagia merupakan hasil dari kerja pikiran bawah sadar anda. Saat itu anda sebenarnya berada dalam kondisi hipnosis.

Lalu, apakah anda dikendalikan oleh film yang anda tonton? Tentu tidak! Film itu tidak mengendalikan diri anda tetapi mengarahkan pikiran anda dengan alur ceritanya. Inilah sebenarnya yang dimaksud dengan keadaan hipnosis atau trance.

Berbeda dengan pemahaman kebanyakan orang, yang mengatakan bahwa saat dalam kondisi hipnosis atau trance kesadaran seseorang sangat lemah, saat dalam kondisi trance level kesadaran seseorang justru meningkat sangat tinggi.



Bagaimana definisi hipnosis yang benar?
Saat ini, definisi yang paling banyak digunakan dan diterima berbagai lembaga / asosiasi hipnosis dan hipnoterapi di dunia adalah definisi yang dikeluarkan oleh U.S. Dept. of Education, Human Services Division: "hypnosis is the by-pass of the critical factor of the conscious mind followed by the establishment acceptable selective thinking" atau "hipnosis adalah penembusan faktor kiritis pikiran sadar diikuti dengan diterimanya suatu pemikiran selektif (sugesti)."



Apakah hipnosis hanya bisa untuk acara hiburan, seperti yang ditampilkan di Televisi?
Tentu tidak. Berikut ini adalah jenis hipnosis dan manfaatnya:

1. Stage Hypnosis
Stage hypnosis adalah hipnosis yang digunakan untuk pertunjukan hiburan.

2. Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy
Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy adalah aplikasi hipnosis dalam menyembuhkan masalah mental dan fisik (psikosomatis). Aplikasi dalam pengobatan penyakit antara lain: depresi, kecemasan, phobia, stress, penyimpangan perilaku, mual dan muntah, melahirkan, penyakit kulit, dan masih banyak lagi.

3. Anodyne Awareness
Anodyne Awareness adalah aplikasi hipnosis untuk mengurangi rasa sakit fisik dan kecemasan.

4. Forensic Hypnosis
Forensic Hypnosis adalah penggunaan hipnosis sebagai alat bantu dalam melakukan investigasi atau penggalian informasi dari memori.

5. Metaphysical Hypnosis
Metaphysical Hypnosis adalah aplikasi hipnosis dalam meneliti berbagai fenomena metafisik. Jenis hipnosis ini bersifat ekperimental.



Bagaimana sebenarnya hipnosis itu, apa termasuk unsur klenik?
Hipnosis berhubungan dengan kondisi kesadaran seseorang pada satu waktu tertentu. Tidak ada unsur klenik sama sekali. Hipnosis sebenarnya merupakan seni komunikasi dengan pikiran bawah sadar. Dulunya saya tidak percaya bahwa hipnosis adalah suatu seni komunikasi. Namun setelah saya mempraktikkan hipnosis baik untuk diri sendiri maupun dengan orang lain maka saya akhirnya sadar bahwa memang benar bahwa hipnosis adalah seni komunikasi bawah sadar.

Dalam setiap kesempatan saya memberikan workshop hypnosis selalu muncul pertanyaan, "Apa hubungan hipnosis dengan mahluk halus?", "Gendam itu jenis hipnosis yang mana ?". Saya berusaha menerangkan bahwa sebenarnya hipnosis itu murni seni komunikasi dan nggak ada hubungannya dengan mahluk halus. Sambil guyon saya berkata, "Hipnosis memang ada hubungannya dengan mahluk halus bila yang menghipnosis anda adalah seorang wanita yang cantik, berkulit mulus, dan tutur katanya halus. Jadi benar itu mahluk halus".

"Lalu bagaimana dengan gendam? Bukankah ada banyak contoh kasus di mana seseorang ditelpon, katanya ia dapat hadiah, dan diminta menyetor sejumlah uang ke rekening tertentu, lha…. koq mau? Itu pasti kena gendam", kejar si penanya. Benarkah demikian? Untuk menjelaskan fenomena ini saya akan membahas mengenai cara kerja pikiran.



Bagaimana cara kerja pikiran manusia?
Manusia mempunyai dua jenis pikiran yang bekerja secara simultan dan saling mempengaruhi, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Besarnya pengaruh pikiran sadar terhadap seluruh aspek kehidupan seseorang, misalnya sikap, kepribadian, perilaku, kebiasaan, cara pikir, dan kondisi mental seseorang hanya 12%. Sedangkan besarnya pengaruh pikiran bawah sadar adalah 88%. Untuk mudahnya kita bulatkan menjadi 10% dan 90%. Dari sini dapat kita ketahui bahwa pikiran bawah sadar mengendalikan diri kita 9 kali lebih kuat dibandingkan pikiran sadar.



Apakah setiap orang bisa dihipnosis?
Jawabnya bisa. Semua orang bisa dihipnosis asalkan mereka bersedia. Satu-satunya faktor yang menghambat seseorang untuk masuk kondisi hipnosis adalah rasa takut.


Apakah benar jika kita menolak untuk dihipnosis maka kita tidak dapat dihipnosis?
Syarat utama agar dapat dihipnosis adalah subjek (orang yang dihipnosis) harus bersedia untuk dihipnosis. Bila subjek menolak maka hipnotis / hipnoterapis tidak akan mampu menghipnosis. Saat hipnotis melakukan hipnosis, yang terjadi adalah si hipnotis mem-by-pass pikiran sadar subyek dan langsung berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar subjek. By-pass di sini jangan salah dimengerti sebagai suatu bentuk manipulasi.

By pass maksudnya adalah pikiran sadar subjek dibuat sibuk, lengah, bosan, bingung atau lelah sehingga pintu gerbang menuju pikiran bawah sadar, yaitu RAS (Reticular Activating System) terbuka atau tidak terjaga dengan baik. Karena RAS terbuka atau pengawasannya lemah maka si hipnotis akan dengan mudah menjangkau pikiran bawah sadar. Apabila subjek merasa takut, tidak suka, khawatir, atau tidak percaya pada hipnotis, maka proses hipnosis akan menjadi sangat sulit karena RAS akan terkunci rapat. Dalam kondisi ini hipnotis akan sulit sekali menjangkau dan berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar subjek.



Apa yang dimaksud dengan self-hypnosis?
Kerja sama dari subjek sangat dibutuhkan agar proses hipnosis dapat berlangsung dengan mudah dan lancar. Mengapa? Karena semua proses hipnosis sebenarnya adalah self-hypnosis. Dikatakan self-hypnosis karena seorang hipnotis sebenarnya hanya berperan sebagai fasilitator atau operator. Subjek menghipnosis dirinya sendiri dengan mengikuti instruksi yang diberikan oleh hipnotis. Bila subjek menolak dengan cara tidak bersedia mengikuti instruksi maka hipnosis tidak akan bisa terjadi.



Bagaimana cara seorang hipnotis / hipnoterapis menjangkau pikiran bawah sadar seseorang?
Seorang hipnotis / hipnoterapis yang ahli tentu mempunyai sangat banyak cara untuk bisa menjangkau pikiran bawah sadar subjeknya. Cara untuk menjangkau pikiran bawah sadar ini dinamakan induksi. Ada sangat banyak cara melakukan induksi. Dari semua cara itu, bila dicermati, akan tampak suatu pola umum. Pola umum ini membagi teknik induksi menjadi enam kategori. Para pakar biasanya menggabungkan beberapa pola induksi menjadi satu pola baru. Ada teknik induksi untuk orang yang mudah dihipnosis.Ada yang untuk yang moderat. Dan ada yang untuk orang yang sulit dihipnosis.



Apakah saya bisa menjadi seorang hipnotis / hipnoterapis?
Untuk menjadi seorang hipnotis / hipnoterapis yang andal diperlukan beberapa syarat utama, antara lain konsep diri positif, rasa percaya diri yang tinggi, memahami cara kerja pikiran, kemampuan komunikasi verbal dan non verbal yang baik, kreatif, dan menguasai ilmu hipnosis dengan baik dan benar.



Di mana saya bisa mempelajari hipnosis / hipnoterapi?
Ini satu pertanyaan yang sangat bagus. Saat ini ada banyak orang atau lembaga yang melakukan loka karya hipnosis. Ada yang memasang harga yang murah sampai harga yang cukup mahal. Terlepas dari berapa harga yang dipasang untuk loka karya hipnosis, yang harus benar-benar diperhatikan adalah siapa yang mengajar di loka karya hipnosis tersebut.

Instruktur yang mengajar mempunyai pengaruh yang sangat penting. Bila anda belajar pada orang yang salah, yang hanya mengerti sedikit namun telah berani mengadakan loka karya, maka anda akan membuang uang, waktu, pikiran, dan tenaga karena telah salah belajar.

Saya dapat bercerita seperti ini karena pengalaman pribadi. Sebelum mendalami hipnosis, dengan mengikuti loka karya, saya banyak membaca buku-buku hipnosis yang ada di toko buku. Semakin saya membaca maka semakin bingung saya jadinya. Saya akhirnya memutuskan untuk mengikuti loka karya yang diselenggarakan oleh beberapa pakar hipnosis. Ada pakar dari dalam negeri maupun yang dari luar negeri, sudah tentu dengan biaya yang tidak sedikit. Dari mereka akhirnya saya mendapat pemahaman yang benar mengenai apa itu hipnosis. Selanjutnya saya mendalami sendiri dengan banyak membeli buku dari luar negeri dan tentu saja banyak praktik.

Cara yang lebih mudah adalah dengan mengikuti pelatihan hipnosis/hipnoterapi 100 jam yang diselenggarakan Quantum Hypnosis Indonesia.


Apakah benar belajar hipnosis itu sangat sulit?
Untuk mendalami hipnosis dan melakukan stage hypnosis bukanlah sesuatu yang sulit. Namun untuk melakukan hypnotherapy, ini anda harus hati-hati. Aplikasi hipnosis dalam terapi memerlukan pengetahuan yang lebih dalam. Belajar di loka karya saja belum cukup. Kita masih harus mendalami dari berbagai sumber lainnya.

Baru-baru ini saya mendapat cerita dari seorang kawan mengenai suatu lembaga yang menyelenggarakan loka karya hypnotherapy. Ternyata apa yang diajarkan sangat keliru. Dari cerita kawan saya ini dapat disimpulkan bahwa sebenarnya teknik terapi yang diajarkan di loka karya tersebut, kalau di Amerika, masuk dalam kategori malpraktik.

Saya sengaja menceritakan hal ini tidak bertujuan mendiskreditkan suatu lembaga atau pribadi tertentu. Saya ingin agar kita semua berhati-hati agar kita dapat belajar dari sumber yang benar dan kompeten agar ilmu hipnosis dapat dikuasi dengan benar dan dapat dimanfaatkan untuk kemajuan kita bersama.



Apakah hipnoterapis bisa melakukan diagnosa penyakit?
Hipnoterapis tidak bisa dan tidak boleh melakukan diagnosa penyakit karena hipnoterapis bukan dokter. Hipnoterapis juga bukan psikolog atau psikiater.

Untuk bisa menjadi seorang hipnoterapis andal tidak perlu harus menjadi dokter, psikolog, atau psikiater dulu. Namun dokter, psikolog, atau psikiater bisa menjadi hipnoterapis dengan mengikuti pelatihan hipnoterapi.



Apakah seseorang, saat dihipnosis, bisa tidak "bangun" atau "tersangkut" di dalam kondisi hipnosis?
Ini pandangan yang salah yang diyakini kebanyakan orang. Belum pernah dalam sejarah hipnosis/hipnoterapi ada orang yang "tersangkut" dan tidak bisa keluar dari kondisi hipnosis. Orang dikatakan tidak mau keluar atau "tersangkut" sebenarnya karena mereka merasa enggan untuk keluar dari kondisi hipnosis yang sangat rileks dan menyenangkan.

Siapapun bisa keluar dari kondisi hipnosis dengan segera saat ia memutuskan untuk keluar dari kondisi hipnosis. Saat dalam kondisi hipnosis, subjek tetap memiliki kontrol sepenuhnya atas pikirannya sendiri.



Taken from http://www.quantum-hypnosis.com/index.php?pid=faq





Alasan...

Alasan...
Saya baru tahu alasan saya menjadi magnet uang
Bukan soal kebahagiaan
Bukan...bukan tentang itu

Hari ini saatku bersama-sama sahabatku
Di tengah harum bau kopi yang diskon 50% karena kartu kreditku hehehe...
Aku baru menyadari betapa aku menikmati nyamannya situasi
Bahwa aku bisa sangat menikmati
Sofa yang empuk ini
Cheesecake yang enak ini
Dan... atmosfir tempat ngopi ini.

Lalu...kenapa selama ini jadi ada masalah tentang uang ya?
Aku pun terdiam...
Menatap logo2 yang tercetak di atas papan kayu yang bisu
Yang balik memandangku dengan warnanya yang temaram cokelat kelabu.

Kalau aku bisa begitu menikmati segala kenyamanan dan fasilitas yang aku
dapatkan dgn uang ini...Mengapa di hari-hari yang lalu yang kelabu.
Saat aku tenggelam dalam lesu kalbuku..
Hatiku penuh dengan cemas pilu...
Selalu ada PERTENTANGAN BATIN tentang uang...

Dan...aku pun kembali terdiam
Sambil merasakan dingginnya semilir angin yang bukan dari alam.

Hmmm....
Aku pernah menulis bahwa aku bisa BAHAGIA APA ADANYA
Tentang nasi uduk yang enak dengan harga di bawah sepuluh ribu itu.
Tentang kedai soto yang saat kuceritakan selalu mengundang air liur temanku.
Tentang betapa aku pintar mencari tempat makan enak dan tak butuh banyak uang
meski tidak ada kenyamanan.

AHA!

Tiba-tiba terhentilah layar pikiranku. Aku MEMAHAMI dengan rasa hatiku.
Selama ini aku mengira aku mencari uang banyak demi kebahagaiaan. Sehingga, saat
banyak uangku namun tidak bahagia hatiku, kusalahkan uangku. Bahwa ia...
Tidak cukup untuk menceriakan hatiku...
Dan aku pun mulai menjadi miskin...
Karena kebodohanku sendiri...dungu!

NYAMAN!
Itulah ternyata alasanku menginginkan uang banyak.
Aku jadi teringat cerita temanku Aloysia.
Tentang pembelajarannya soal emosi.
Betapa ia selama ini tidak memahami emosinya.
Dan, betapa saat ia tidak paham, ia jadi terlarut dan dikendalikan olehnya.
Sekarang aku mengerti.

Selama aku mencari uang demi kebahagiaan...takkan pernah ku mendapatkannya.
Karena...aku tidak butuh itu.
Tetapi, aku butuh kenyamanan.
Karena nyaman, bagi rasa hatiku tak selalu terkait dgn bahagia.
Aku tidak selalu butuh bahagia untuk merasa nyaman.
Dan aku juga tidak selalu butuh kenyamanan agar bisa bahagia.
Sekarang, aku mengerti.

Terima kasih oh Tuhan atas segala kebaikan-mu.
Atas harumnya biji kopi ciptaanmu.
Atas segala kebaiakan suasana dan cinta-Mu.
Atas sahabat yang selalu Kau utus kepadaku.
Atas segala pengalaman hidup yang buat ku mengerti, bahwa setiap pikiran dan
perasannku hendak mengajariku sesuatu. Aku mengerti T_T

Sekarang, saat semuanya sudah lebih jelas begini.
Waktunya kembali menghadapi dunia ini.
Biarlah ini juga menjadi sebuah testimoni.
Bagi guruku, Pak Adi.
Betapa dahsyatnya ho'oponopono yang DIGABUNGKAN dengan hipnoterapi.
Biarlah cukup sampai sepenggal di sini.
Sampai waktuku bercerita sebagai seorang praktisi yang berbicara selayaknya
seoran lulusan QHI.


Ps: maksudnya, nanti gw tulis pandangan gw tentang ho'oponopono dari sisi
sebagai hipnoterapis gitu loh wakaakka :-)



Rudi "Momo" Muliyono, C.Ht. - Quantum Hypnosis Indonesia
Certified Client - Centered Hypnotherapist

Hipnoterapi Bukan Pil Ajaib

Sejak buku saya yang ke delapan, Hypnotherapy: The Art of Subconscious Restructuring, beredar dan kini telah menjadi national best seller saya mendapat sangat banyak sms, telpon, maupun email dari pembaca. Ada yang mengucapkan selamat atas terbitnya buku, yang menurut mereka sangat informatif, mudah dicerna, dan diaplikasikan. Ada juga yang bertanya hal-hal yang masih kurang mereka mengerti. Ada juga yang minta waktu bertemu untuk konsultasi dan terapi.

Dari sekian banyak klien yang pernah saya tangani ternyata banyak yang mempunyai persepsi, ekspektasi, dan pemahaman yang kurang pas mengenai hipnosis dan hipnoterapi. Banyak klien yang bertanya,”Pak, apakah dalam satu sesi masalah saya bisa terselesaikan?”, ”Pak, bisa tolong anak saya dihipnosis atau dihipnoterapi supaya mau mengikuti saran saya?”, ”Pak, suami saya selingkuh. Bisa terapi supaya dia lupa sama WIL-nya?”, ”Pak, usaha saya sepi. Bisa bapak ajarkan cara menghipnosis pembeli supaya setiap kali saya menawarkan produk mereka langsung beli?”. Dan yang lebih heboh lagi ada yang pernah bertanya, ”Pak, tolong ajarkan teknik hipnosis supaya orang yang memberikan utang pada saya bisa dihipnosis sehingga menjadi baik hati dan tidak tega atau sungkan menagih hutangnya”.

Anda mungkin bisa tersenyum saat membaca berbagai pertanyaan di atas. Namun begitulah yang saya alami. Saya sendiri seringkali hanya bisa tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
Dari berbagai pengalaman itulah saya akhirnya memutuskan menulis artikel ini untuk “meluruskan” pandangan keliru mengenai hipnoterapi.

Apakah hipnoterapi sangat efektif untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah klien, khususnya yang berhubungan dengan mental/emosi? Jawabannya sudah tentu,”Ya”.

Apakah semua masalah bisa langsung diselesaikan dengan hipnoterapi? May be yes...may be no.

Hipnoterapi walaupun sangat efektif, karena bisa langsung mengakses pikiran bawah sadar, tetap membutuhkan pengetahuan pendukung agar terapi bisa dilakukan dengan hasil optimal dengan sesedikit mungkin sesi terapi. Memang, selama ini dari pengalaman saya pribadi, saya mampu membantu klien menyelesaikan masalah mereka hanya dengan satu sesi terapi saja. Namun seringkali saya juga membutuhkan beberapa sesi. Bahkan ada yang sampai beberapa bulan. Rentang waktu untuk tiap sesi biasanya satu minggu.

Ini saya beri contoh beberapa kasus.

Seorang Ibu, sebut saja Bu Aan, menghubungi saya dan mengeluh mengenai anaknya, Ayuk, yang saat itu duduk di kelas 6 SD. Apa masalahnya Ayuk? Menurut Bu Aan si Ayuk ini malas, tidak disiplin, tidak punya tanggung jawab, tidak punya motivasi belajar, tidak mandiri, tidak percaya diri, boros, dan masih banyak lagi masalah lainnya.

Setelah memberikan banyak “masukan” Bu Aan ingin membuat janji segera bertemu dengan saya. Semakin cepat semakin baik. Saat saya tanyakan apa yang ia inginkan, Bu Aan dengan cepat dan mantap menjawab, “Pak Adi, saya tahu Bapak seorang terapis. Saya sudah membaca beberapa buku Bapak. Saya juga telah mengikuti beberapa seminar Bapak. Nah, saya ingin Pak Adi menerapi anak saya, pake hipnosis, biar anak saya bisa langsung berubah. Nggak seperti sekarang ini, bikin saya stress.”

”Bu, apapun yang terjadi pada anak kita, ini merupakan hasil pendidikan yang kita lakukan. Baik itu pendidikan di rumah maupun di sekolah. Untuk bisa membantu anak berubah maka yang pertama kali harus berubah adalah orangtuanya. Dalam hal ini ayah dan ibunya. Mengapa begitu? Ya, karena orangtualah yang sebenarnya menjadi sebab utama masalah yang ada dalam diri anak. Orangtua dan lingkungan telah memprogram pikiran bawah sadar anak sehingga anak menjadi seperti sekarang ini. Saya hanya bisa membantu menerapi dengan satu syarat. Saya ingin kerjasama penuh dari orangtua. Kerjasama ini dalam bentuk kesediaan orangtua untuk berubah demi membantu keberhasilan terapi si anak. Terapi pada anak akan sia-sia jika lingkungan tidak berubah. Mengapa demikian? Karena anak adalah hasil pembentukan orangtua dan lingkungan. Nah, pertanyaan saya sekarang adalah apakah Ibu dan Bapak, selaku orangtua Ayuk, bersedia memberikan dukungan ini? Saya hanya bersedia menerapi Ayuk jika orangtuanya juga bersedia berubah.”, jelas saya panjang lebar.

Saya bisa merasakan Bu Aan agak kaget saat saya meminta kerjasama orangtua. Sempat terjadi kesenyapan sesaat sebelum Bu Aan kembali berbicara, ”Pak Adi, apa bisa kalau Bapak langsung saja menerapi Ayuk. Masalahnya kan ada dalam diri Ayuk”.

Pembaca, inilah tipikal orangtua yang mau menangnya sendiri. Orangtua seperti ini sama sekali tidak bersedia mengakui bahwa mereka turut andil dalam masalah yang ada di dalam diri anak mereka.

Saat Bu Aan tidak bersedia memberikan komitmen untuk turut serta dalam membantu proses terapi Ayuk maka saya juga tidak bersedia memberikan waktu saya.

Pengalaman saya membuktikan bahwa seringkali orangtualah yang menjadi sebab utama penyimpangan perilaku anak. Ada orangtua yang mempunyai tuntutan yang tidak realistis terhadap anak. Mereka ingin anak mereka sempurna mengikuti standar mereka. Anak yang tidak mampu mengikuti kemauan orangtua akhirnya menjadi tertekan. Dari sini muncul banyak masalah yang berkaitan dengan emosi dan perilaku. Apalagi bila orangtua sering memarahi dan menekan anak, sadar atau tidak sadar, secara psikis.

Pembaca, saya bahkan seringkali tidak perlu menerapi si anak. Yang saya bantu (baca: terapi) berubah adalah orangtuanya. Begitu orangtuanya berubah maka efeknya langsung terlihat dalam diri si anak. Anaknya juga berubah.

Ada lagi seorang ibu, sebut saja Bu Fani, yang mengeluh motivasi belajar anaknya, Andi, yang saat ini duduk di kelas 3 SD, di salah satu sekolah di pusat kota Surabaya, turun drastis. Dulu sewaktu mulai kelas 1 SD sampai kelas 2 SD semuanya ok..ok.. saja. Nggak ada masalah. Semangat belajar anaknya sangat tinggi, percaya diri, dan senang sekolah. Namun semuanya berubah saat anaknya naik kelas 3 SD.

Dari hasil berbincang dengan Bu Fani saya tahu bahwa ia dan suaminya sangat supportif dan peduli dengan anaknya. Karena orangtuanya tidak ada masalah maka saya minta bertemu dengan anaknya. Ternyata setelah saya selidiki lebih dalam didapatkan fakta bahwa yang menjadi sumber masalah adalah guru dan kepala sekolahnya.

Apa yang terjadi pada Andi? Ternyata Andi mengalami intimidasi dan tekanan psikis yang luar biasa. Andi berubah total. Dari seorang anak yang sangat percaya diri, cerdas, pemberani, ramah, dan suka bergaul, Andi berubah menjadi anak yang minder, tidak percaya diri, takut berinteraksi, benci guru, benci kepala sekolah, dan tidak mau masuk sekolah sama sekali. Tekanan psikis dan perlakuan guru dan kepala sekolah di sekolah terhadap Andi sangatlah tidak manusiawi dan sangat layak bila dilaporkan ke Komnas Perlindungan Anak.

Pembaca, yang membuat saya tidak habis pikir adalah ternyata sekolah itu sama sekali tidak menghargai kelebihan Andi, yang ternyata IQ-nya 144 pada skala Weschler. Saya sungguh sedih dan kecewa pada sekolah ini. Bagaimana mungkin seorang anak jenius seperti Andi sampai mendapat perlakuan yang sungguh tidak manusiawi? Andi telah berjuang keras membawa nama baik sekolah dalam kompetisi olimpiade sains dan telah masuk final.

Nah, kalau akar masalahnya ada pada guru atau lingkungan sekolah maka hipnoterapi tidak akan bisa menyelesaikan masalahnya. Mengapa? Karena saya tidak bisa menerapi guru dan kepala sekolahnya. Hipnoterapi bisa digunakan untuk membantu mengatasi emosi negatif atau trauma yang dialami Andi. Namun apabila lingkungan yang menjadi penyebab trauma tidak ikut dimodifikasi, tidak berubah, maka cepat atau lambat Andi akan kembali mengalami trauma. Bisa jadi trauma kambuhan ini akan lebih berat dari sebelumnya.

Lalu bagaimana saya membantu menyelesaikan masalah Andi? Oh, mudah sekali. Saya meminta orangtua Andi untuk memindahkan anak mereka ke sekolah lain yang lebih baik. Inilah satu-satunya cara yang bisa saya lakukan untuk melakukan modifikasi lingkungan. Sudah tentu si Andi juga diterapi agar trauma atau luka batinnya bisa disembuhkan.

Hasilnya? Sungguh luar biasa. Dalam waktu singkat, tidak sampai satu minggu sejak pindah sekolah, Andi telah pulih kondisi mental dan emosinya. Walaupun belum seratus persen namun keadaannya sudah sangat-sangat baik.

Kasus lain?

Seorang Ibu menghubungi saya berkeluh kesah mengenai suaminya yang ternyata kini ada ”main mata” dengan wanita lain. Ibu ini ingin saya untuk menghipnosis suaminya agar melupakan WIL-nya dan kembali setia padanya.

Wah, ini bukan kasus ringan. Peran saya tidak sekedar sebagai seorang hipnoterapis namun juga sebagai Family Therapist.

Apakah hipnoterapi bisa membantu menyelesaikan masalah ini? Bisa. Namun akar masalahnya tidaklah sesederhana yang diperkirakan. Ada sangat banyak faktor yang bermain. Kemungkinannya antara lain masalah komunikasi, kurangnya perhatian, kurangnya waktu bersama karena sama-sama sibuk, tuntutan ekonomi yang terlalu tinggi, istri yang dirasa kurang menghargai suami, masalah sex, atau mungkin juga pada dasarnya si suami memang tipe pria mata keranjang.

Untuk menyelesaikan masalah ini dibutuhkan komitmen dari istri maupun suami. Mereka harus sepakat, antara lain, untuk sama-sama belajar, berubah, meningkatkan diri, saling memaafkan kekurangan dan kekhilafan, dan menyusun rencana baru mengenai arah hidup mereka.

Satu kasus lagi sebagai penutup artikel ini adalah mengenai seorang pria, Pak Tri, yang merasa sangat sulit untuk maju di bisnis atau karirnya. Segala cara sudah dilakukan namun tetap saja ia mengalami berbagai hambatan. Lalu apa akar masalahnya?

Ternyata ada beberapa mental block yang sangat besar yang menghambat kinerjanya. Apakah setelah mental block ini berhasil diatasi maka ia langsung bisa sukses? Belum tentu. Mental block bisa dengan sangat cepat diatasi dengan hipnoterapi. Namun ada hal lain lagi yang membutuhkan penanganan khusus dan segera. Apa itu?

Ternyata hubungan Pak Tri dengan istrinya tidak baik. Semua ini terjadi karena ia jarang bersedia mendengarkan saran istrinya. Setelah bertahun-tahun hidup dalam keadaan seperti ini akhirnya si istri memilih bersikap apatis dan tidak lagi menunjukkan gairah hidup dalam bentuk dukungan penuh pada suaminya.

Nah, yang saya minta ia lakukan adalah, setelah selesai diterapi, setelah mental blocknya dibereskan, ia harus minta maaf pada istri untuk segala kesalahan yang telah ia lakukan terhadap istrinya. Selain itu ia perlu meminta dukungan istrinya dan berjanji akan memulai satu hidup baru.

Hasilnya? Sangat luar biasa. Pada saat ia mendapatkan kembali dukungan penuh dari istrinya, ditambah lagi mental blocknya telah dibereskan, karir dan bisnisnya maju dengan sangat pesat.

Pembaca, dari apa yang telah saya uraikan di artikel ini saya yakin anda kini mengerti bahwa hipnoterapi, walaupun sangat efektif membantu menyelesaikan masalah, bukanlah pil ajaib yang begitu ”ditelan” bisa langsung menyembuhkan segala macam penyakit dan keluhan.


Writte by Adi W. Gunawan posted by Rudi Muliyono

Terima Kasih Ya ALLAH!

Saya pengen sharing sedikit tentang manfaat Hipnoterapi.

Bulan puasa tiba, dan ironisnya di bulan suci ini saya mencapai titik terendah dalam hidup saya dengan situasi kesulitan finansial yang tak kunjung selesai, belum lagi masalah di kantor, masalah keluarga dan masalah relationship dengan pasangan saya. Saat itulah saya membaca lagi postingan-postingan tentang hipnoterapi di milis ini. Saya merenung sejenak, kenapa saya tidak mencoba saja untuk terapi. Akhirnya saya mendapatkan jawaban, ada bagian diri saya yang menolak untuk terapi karena:

1. Saya tidak punya uang

2. Saya takut ada program yang bertentangan dengan belief saya yang dimasukkan ke dalam pikiran bawah sadar saya oleh terapis.

3. Ada bagian diri saya yang ingin sukses tanpa bantuan orang lain. Dalam arti jika saya minta bantuan terapis, jika nanti saya sukses itu artinya sukses karena dibantu terapis, berarti saya pada dasarnya tidak bisa apa-apa, berarti saya menyerahkan nasib pada orang lain.

Tapi saat itu saya benar-benar merasa hidup saya hancur, serasa tak ada harapan lagi dalam hidup ini. Berbagai usaha untuk memecahkan masalah finansial dan masalah lainnya tak kunjung mendapatkan jawaban. Akhirnya saya renungkan kembali, saya berkata dalam hati, "Kalau saya ga pernah coba terapi, bagaimana mungkin saya tahu manfaat hipnoterapi?"

Dan setelah menanyakan di milis ini pada thread Hipnoterapi Q&A, setelah mendapatkan jawaban dari Pak Johan dan kawan-kawan yang lain, muncullah tekad saya untuk berubah sekaligus membuktikan manfaat hipnoterapi ini.

Setelah memperhitungkan segala sesuatu, saya nekad menggunakan sisa biaya hidup yang saya miliki untuk terapi. Dan kebetulan karena tempat terdekat dari saya adalah Fatmawati, saya memilih Momo untuk jadi terapis saya.

Pertemuan awal dengan Momo sangat menyenangkan. Dia berbicara panjang lebar tentang hipnoterapi, bahwa yang dia lakukan hanyalah guiding, dan bukan problem solving. Sehebat apapun seorang terapis, tetap saja tak akan berhasil jika klien tak mau berubah. Dan hanya klien lah yang bisa membuat perubahan itu. Dan dia juga meyakinkan saya bahwa dia bukanlah seorang misionaris yang akan mengubah belief saya tentang agama yang saya anut. Thanks for your kind explanation, Mo.

Akhirnya setelah diajarkan menemukan tempat kedamaian, terapi pun dimulai. Saya merasakan sensasi yang aneh, mungkin saking rileksnya, saya bahkan sulit merasakan tubuh saya. Saya cuma merasa ringan sekali. Saya bisa mendengar Momo mengajukan beberapa pertanyaan, tapi saya tidak bisa menjawab. Mulut saya mengucapkan jawaban atas pertanyaan Momo, tapi saya tidak merasa menjawab.

Lalu siapa yang menjawab?

Ketika Momo menyuruh saya membayangkan hal-hal yang ingin saya capai di masa depan, saya melihat banyak hal yang indah. Tapi ketika Momo mengajukan pertanyaan, "Yakinkah anda bisa mencapai semua itu?" Saya mendengar diri saya menangis pedih, tapi saya tak bisa membuka mata saya. Saya bahkan tidak merasakan tubuh saya. Saya seolah hanya jadi penonton yang berada di suatu tempat yang tak bisa saya jelaskan.

Ternyata saya menjawab bahwa saya tidak yakin bisa mencapai semua impian indah itu. Ada beberapa hal yang tak bisa saya tulis di sini karena terlalu private, tapi saya menemukan satu kenyataan yang sangat membuat saya shock, yang mungkin adalah root cause dari semua problem saya. Yaitu ada bagian diri saya "YANG TIDAK YAKIN PADA PERTOLONGAN ALLAH".

Tentu saja sangat mengejutkan, saya belajar agama sejak lahir, dan saya beribadah kepada-Nya. Tapi ternyata ada bagian diri saya yang tidak pernah tertuju pada-Nya. Kemudian Momo pun mengarahkan saya untuk menemui Allah dalam sholat. Saya melihat diri saya berada dalam masjid, dengan tulisan besar Allah di depan saya. Saya pun curhat habis-habisan semua masalah saya pada Allah. Dan setelah selesai, Momo mencari jawaban penyelesaian masalah saya dengan cara berbicara dengan Allah.

Ini sebuah pengalaman baru bagi saya. Allah menjawab lewat kata-kata yang terucap dari mulut saya. Tapi dalam keadaan hipnosis, saya masih tetap menganalisa, siapa yang sebenarnya bicara ini? Masa sih Allah bicara langsung sama saya? Tapi kata-kata Allah yang terucap dari mulut saya itu sangat bijak, dan memberikan jawaban yang sangat akurat bahwa jika saya ingin ditolong oleh-Nya, saya harus mengizinkan pertolongan-Nya untuk hadir ke dalam diri saya. Saya harus merasakan kehadiran-Nya. Dan jawaban yang sangat berkesan bagi saya adalah, TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGIKU". Artinya apapun yang saya minta pada-Nya, Allah akan berikan sepanjang diri saya pun mengizinkan pertolongannya pada saya.

Kemudian Momo membimbing saya untuk menghadirkan Allah dalam hati saya, dan saya melihat cahaya putih yang terang benderang memasuki hati saya. Terasa hangat, bahkan saya bisa merasakan wajah saya tersenyum ikhlas. Saya mendapatkan ketenangan, kebahagiaan, rasa berkelimpahan, keberanian dan kepercayaan diri. Saya pun merasa jadi berani menghadapi hidup ini. Tapi kalo analisa saya sih, yang berbicara itu bukan Allah melainkan belief yang sudah tertanam di pikiran bawah sadar yang berasal dari pelajaran agama yang saya dapatkan selama ini. Intinya, sebenarnya saya sendiri sudah tahu jawabannya, tapi tidak menyadarinya. Dan jawaban itu muncul ke permukaan berkat hipnoterapi.

Setelah itu Momo kemudian kembali menyuruh saya membayangkan kembali masa depan yang saya inginkan. Saya terus terang kaget, karena ada satu bayangan yang tak pernah muncul selama ini, dan tak pernah terpikirkan. Agak malu juga nyeritainnya hehehe. Tapi berhubung malu adalah energi terendah dalam map of consciousness, oke sayah beranikan diri untuk menceritakan apa yang saya lihat.

"Saya berbicara di depan publik di sebuah aula yang besar. Saya ingat, itu adalah pemandangan di Hotel Novotel ketika mengikuti seminar BaMM. Tapi tak ada Pak Adi di sana. Justru sayalah yang berbicara di panggung. Dan saya bisa melihat foto besar yang terpampang di background bukan foto Pak Adi, tapi foto saya dengan pose yang sama seperti pose Pak Adi."

Sebuah gambaran masa depan yang tak pernah terpikirkan, tapi saya merasakan kedamaian yang luar biasa ketika saya berbicara di depan publik, ketika mereka merasa senang dengan apa yang saya sampaikan, ketika saya bisa berbagi kebahagiaan dengan membagikan ilmu pengetahuan yang saya miliki. Di tengah kondisi trance tersebut, saya masih sempet-sempetnya menganalisa bayangan itu. "Masa sih? sayah jadi pembicara? jadi trainer?"

Tapi saya merasa hati saya tersenyum, damaaaai sekali rasanya. Saya bisa merasakan betapa mulianya pekerjaan yang dilakukan seorang Pak Adi. Disitulah saya merasakan bahwa uang bukanlah segalanya untuk menjadi bahagia. Bisa berbagi dengan sesama, membahagiakan orang lain, itulah kebahagiaan sejati. Lalu hati saya pun semakin tersenyum dan berbisik, "Jika itu adalah masa depan saya, why not? Let's go get it!!"

Terapi pun selesai, dan begitu saya membuka mata dan bisa merasakan kembali tubuh saya dalam penuh kedamaian seolah tak ada masalah sama sekali. Dan saya kaget sekali ternyata waktu terapi berjalan selama sekitar dua jam, padahal saya merasa hanya sekitar setengah jam, dan kalo ditambah konseling awal totalnya tiga jam. Ada distorsi waktu? Tapi peduli amat dengan itu, saya merasa sudah menemukan apa yang saya cari dalam kehidupan ini. Helping others will make you feel better!

Setelah berkutat dengan banyak hal, setelah mencoba berbagai hal untuk memecahkan masalah saya sendiri, setelah terperangkap dalam kehampaan karena tak tahu mau jadi apa dalam hidup ini, saya menemukan jawabannya melalui hipnoterapi. Saya tak peduli apa kata orang, mungkin ada yang bilang jangan mimpi mau gantiin Pak Adi, tapi who knows? kadang yang kita cari dalam hidup ini justru hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya dan tak pernah kita inginkan sebelumnya. Jadi afirmasi saya untuk cita-cita di masa depan adalah, "Melakukan pekerjaan mulia seperti Pak Adi...atau yang lebih baik."

Saya tidak tahu darimana jalannya, tapi jika memang itu misi hidup saya yang sebenarnya, saya yakin jalannya akan perlahan terbuka.

Pulang dari tempat praktek Momo, saya merasakan ketenangan yang belum pernah saya rasakan selama ini. Tak ada beban sedikitpun di hati. Disaat itulah saya mendapatkan beberapa keajaiban kecil. Hari sudah sore, sudah dekat waktu berbuka puasa. Tapi saya ingin makan tongseng di Pondok Labu. Dan sayangnya, jalanan macet total. Antrian kendaraan menuju arah pondok labu dan sebaliknya sangat padat. Rasanya tak akan terkejar untuk berbuka puasa di Pondok Labu. Tapi entah kenapa, saya merasa tak terbebani apa-apa. Dengan percaya diri saya berbisik, "Insyaalloh lancar..."

Saya pun naik sebuah metromini menuju Pondok Labu. Dan tepat begitu saya duduk di dalamnya, secara ajaib...kemacetan bubar! Jalanan langsung lancar, saya tiba di Pondok Labu kurang dari 10 menit. Luar biasa! Seumur hidup baru saya merasakan jalur lancar ke arah Pondok Labu. Saya pikir ini sebuah kebetulan. Kemudian setelah selesai berbuka puasa di Pondok Labu dan setelah sholat Isya di Masjid terdekat, saya pun bersiap untuk pulang. Tapi jalanan masih padat. Kembali saya ucapkan perlahan, "Insyaalloh lancar..." dan betapa takjubnya saya, ternyata begitu saya duduk di metromini, jalanan kembali mendadak lancar tanpa hambatan sampai Blok M.

Dan ketika saya naik Busway dari Blok M pun, perjalanan hanya terasa kurang dari 5 menit. Aneh! padahal biasanya nyampe 15 menitan. Waktu itu saya memang sempat melakukan relaksasi dalam Busway. Tapi rasanya baru juga nutup mata, tiba-tiba udah ada pengumuman kalau Busway sudah tiba di halte Bendungan Hilir. What the....Cepet banget? Aneh tapi menyenangkan.

Keajaiban tidak berhenti sampai di situ, begitu tiba di Benhil, mendadak saya ingin makan kolak. Tapi karena sudah malam, sudah tak ada yang menjual kolak. Saya pun pasrah dan pulang ke kostan. Hari itu saya kebagian kerja shift malam, saya pun bergegas menuju kantor pada pukul 10 malam. Begitu tiba di meja, ada sebuah bungkusan plastik di meja saya. Guess what? isinya kolak sodara-sodara. Saya heran, lalu saya tanya teman saya, "Ini kolak punya siapa? kok ditaruh di sini?"

Teman saya dengan enteng menjawab, "Buat elu aja, gua udah kenyang, kolaknya ga kemakan."

Saya takjub dan mengucapkan syukur Alhamdulillah. Seumur-umur belajar LOA, baru kali ini saya mendapatkan LOA works! Kolak pun jadi terasa nikmaaat sekali. Dari situlah saya mengerti inti dari kata "Ketidakmelekatan". Saya meminta jalanan lancar tanpa pemaksaan pada Allah, dan ternyata jalanan lancar. Saya minta kolak walaupun secara tidak langsung, tapi saya pasrah ketika tidak mendapatkannya. Tapi justru saya mendapatkannya. Kuncinya ternyata ada di hati yang tenang, tanpa beban, tanpa kemelekatan.

Keajaiban belum berhenti sampai saat ini. Terus terang, duit saya habis dipake terapi, saya ga punya sisa duit yang banyak untuk makan bahkan ga ada duit untuk bayar kost bulan ini. Tapi ibu kost yang tadinya menyuruh saya bayar uang kost sebelum lebaran, mendadak memanggil saya dan memberi keringanan untuk bayar setelah lebaran. Dan setiap hari sampai sekarang, saya sering mendapatkan buka puasa gratis, banyak teman saya yang mentraktir, jadi saya tak perlu mengeluarkan uang untuk makan.

Dan yang terpenting, dari hari ke hari saya sering tak sengaja menemukan pencerahan baik itu dari orang-orang terdekat, ataupun dari situs/milis yang tak sengaja saya temukan ketika browsing di internet. Terakhir saya dapat pencerahan dari ebook wawancara Bill Harris dengan Guru the Secret yaitu Joe Vitale, yang isinya sangat mencerahkan hati saya dan memberikan saya jawaban dari banyak pertanyaan saya selama ini.

Tak lama berselang, dalam sebuah acara buka puasa bersama, ada seorang teman mendadak menawarkan side job pada saya, yang saya terima dengan senang hati karena pekerjaannya mudah dan ga menyita waktu walaupun honornya ga seberapa tapi cukup membantu. Dan bukan itu saja, dia juga mengajak saya bergabung dalam proyek bisnis bernilai puluhan juta bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Wow, saya shock saking senangnya. Dan yang lebih menyenangkan lagi, dia meminjami saya modal untuk bisnis yang akan dimulai selepas lebaran tersebut. Alhamdulillah...jalan mulai terbuka. Terima kasih Ya Allah...

Karena itu, dalam kesempatan ini saya ucapkan terima kasih banyak pada Momo yang sudah membimbing saya menemukan root cause masalah saya. Pekerjaan yang Momo lakukan sangatlah mulia, saya sekarang benar-benar yakin bahwa hipnoterapi itu sangat bermanfaat.

Saat saya mengetik ini, uang saya hanya tersisa sekitar 15 ribuan lagi dalam bentuk kepingan recehan Rp.500-an yang saya ambil dari celengan saya. Tapi anehnya saya tidak merasa gelisah, hati saya tetap tenang, dan feel good sepanjang hari. Saya memandang kepingan recehan itu dengan senyum ikhlas, seolah saya sedang menatap kepingan emas murni yang bertebaran di meja kamar saya. Saya memandang dompet saya yang kosong, tapi saya malah berkata, "Dompet saya sudah kosong, itu artinya ada tempat baru untuk lembaran ratusan ribuan lainnya..."

Dan hari ini, saya menerima sms mesra dari pasangan saya yang membuat hari-hari saya semakin bersinar

Sekali lagi terima kasih buat Momo dan juga buat rekan-rekan terapis lainnya yang sudah memberi saya masukan tentang hipnoterapi di milis ini.

Bravo Hipnoterapi!!

GOEN


(GOEN - )




Catatan: testimoni ini diposting dengan seijin dari Pak Goen. Semua nama yang disebut di sini adalah asli tanpa diubah. Sesuai dengan kisah aslinya dan seijin orang-orangnya. Momo adalah panggilan akrab sahabat-sahabat dan klien kepada Rudi Muliyono

Terima kasih.

Taken from http://www.quantum-hypnosis.com/index.php?pid=testimoni&mode=0