Sunday, May 31, 2009

Hidup Adalah Sebuah Proses

Dear Momo,

Kalau ngikutin postingan seorang Rudi Muliyono di milist MM, saya jadi makin "ngeh"
Kalau memang setiap manusia itu selalu punya masalah...
Sekarang tinggal gimana setiap manusia itu menyikapinya.
Rasa kesepian, rasa takut kekurangan... Normal banget kan? Saya ngerasain!
Dan ternyata, Momo juga! :-)

Setiap baca postingan2 Momo, jadi suka ngerasa, gw banget yah? Ehmmm maksud, kok gw juga gitu?
Saya belajar buanyak banget dari seorang Momo lewat tulisan-tulisannya Dan beberapa kali temu muka :)
Bukan hasil yang di fokusin, tapi proses hidup itu sendiri. Bukan juga orang lain yang disalahin untuk apa yang terjadi sama diri kita.
Proses yang baik, gak usah mikir hasil, kalau orang tua saya selalu bilang,
"Gusti Allah ora sare" masa iya sih, kalau prosesnya udah baik, hasilnya amburadul?
Allah kan Ga pernah tidur!

Mo, saya seneng banget udah di Bantu untuk melewati tangga-tangga awal pembelajaran.
Dulu, saya selalu liat Dan mau loncat ke tangga paling atas. Tanpa mau melewati Dan membersihkan
Program2 di tangga-tangga pertama.
Tapi, dengan melihat kamu Dan belajar dari kamu, saya gak lagi mau tergesa-gesa.
Beresin dulu yang sekarang...
Thank you yah Mo....
Saya nyaman banget kalau cerita sama kamu, se frekwensi kali yah? :-)
Pokoknya terima kasih banyak!

Salam,
Erita

Saturday, May 16, 2009

Sungguh Tak Kuduga!

Selamat malam Pak Rudi,

Pertama-tama saya hendak mengucapkan banyak terima kasih pada Pak Rudi. Sungguh saya dulu tidak mengira bahwa saya bisa berubah begitu banyak seperti sekarang ini. Saya yang dulu sering merasa canggung dan pemalu, tidak berani menegur orang lebih dulu, sejak saya diterapi mulai berubah jadi lebih santai, suka bersosialisasi dan tidak canggung lagi. Rasanya nyaman sekali. Dan perubahan ini berlangsung terus sampai sekarang sehingga saya makin merasa nyaman dengan diri saya sendiri, dan makin percaya diri. Dulu saya pikir supaya saya bisa percaya diri saya harus ikut John Robert Powers atau sebangsanya, ternyata hanya dgn diterapi Pak Rudi saya sudah mendapatkan itu. Dan saya juga berterima kasih atas kesediaan Pak Rudi untuk membimbing saya via email dan chatting sehingga saya bisa menyembuhkan luka batin saya, sehingga sekarang saya bisa lebih sabar, tidak mudah panik dan lebih tenang. Terima kasih banyak Pak Rudi, God bless you always.

Salam hangat

Mary

Sahabat, Guru dan Temanku ^_^

Perkenalan saya dengan dunia pikiran dimulai dengan satu cerita seru seorang sahabat saya bernama Rudi Muliyono yang saya kenal sejak 5 tahun lalu. Suatu hari, Rudi atau yang biasa saya panggil Momo ini bercerita bagaimana hebatnya pikiran manusia lewat pengalamannya mengikuti SuperCamp V di Jakarta, Mei 2006 silam. Cerita dan pengalaman yang begitu menginspirasi, yang hingga kini selalu saya syukuri. Karena inspirasi cerita itulah yang membawa kaki dan hidup saya kini untuk bertemu dengan banyak teman baru serta guru-guru kehidupan yang senantiasa membagi ilmunya bagi dunia. Hal yang dulu tak pernah sedikitpun terpikirkan oleh saya.

Awalnya saya dan Momo berkenalan di dunia maya lewat salah satu bisnis online yang kami geluti. Dari awal saya kenal pria berkulit putih ini dia sudah biasa jadi selebritis milist hahahaha... Kepandaiannya serta kemauannya untuk selalu belajar agar jadi yang terbaik di bidangnya , membuat banyak orang berdecak kagum. Saya salah satunya. Dan beruntunglah saya, ternyata Momo ini adalah orang yang tidak pelit ilmu. Selama 5 tahun ini, saya terus menerus belajar dari dia. Bukan lagi soal bisnis online tapi kehidupan.

Buat Anda yang masih punya pola pikir bahwa usia muda artinya belum bijaksana, buat saya artinya Anda belum bertemu dengan sosok satu ini. Kemauannya yang luar biasa untuk menemukan jati diri dan hakekat hidupnya di dunia, menghantar Momo menuju berbagai kesadaran melalui pengalaman hidup yang mencengangkan. Selalu bangkit dan belajar sesuatu dari tiap kejadian serta membuatnya sebagai pelajaran yang dipahaminya dengan benar, membuatnya matang.

Bagi banyak orang, termasuk saya, Momo ini adalah sahabat serta salah satu guru kehidupan saya yang terbaik. Sebagai terapis, ilmu-ilmu yang berkaitan dengan hipnoterapi dikuasainya dengan baik. Saya banyak kali dibantu beliau dalam menemukan berbagai hambatan hidup berdasarkan memori buruk atas berbagai pengalaman hidup saya selama ini. Di kursi terapinya yang empuk, saya berkali-kali serasa dihidupkan kembali dengan kelegaan dan pemahaman baru mengenai hidup ini.

Tidak hanya itu, saya juga sering dibangunkan kembali saat chatting oleh Terapis satu ini. Tanpa saya sadari, Momo mengajarkan, mengarahkan saya banyak hal bijak dan juga potensi-potensi diri yang tadinya tak saya sadari hanya lewat chatting. Perubahan ini tak hanya memberi dampak baik bagi saya, namun juga bagi setiap relasi yang saya bangun dengan sesama dan keluarga.

Berkat bantuan seorang sahabat baik sebaik Momo ini, saya kini bisa menatap hidup saya sebagai satu perjalanan yang mengasyikkan, yang membahagiakan penuh berkat dan cinta dari sesama dan semesta.

Semoga semua hidup berbahagia
Saya mengasihi Anda semua...

~ Dwi Yuniarti Dharmanto, 30, copywriter ~

Friday, May 15, 2009

Halo!

Dear pembaca,


Salam ketemu di blog saya ini. Blog ini masih baru. Jadi, belum semua isinya terposting. Sambil menunggu banyak tulisan baru saya dikumpulkan dan ditulis lagi, Anda bisa menikmati tulisan-tulisan yang ada saat ini yang termasuk dalam kategori BASIC atau mendasar sehingga lebih mudah dimengerti. Sebagian besar saya ambil dari guru-guru saya yang sangat mumpuni dan pakar dalam mind technology. Tulisan-tulisan yang lebih ADVANCED akan menyusul kemudian. Silakan meninggalkan komentar dan pertanyaan jika Anda menginginkannya. Saya akan menjawab sesegera mungkin. Semoga isi blog ini dapat bermanfaat bagi Anda.

Terima kasih.


Rudi Muliyono

Langsing Dengan Hypnosis

Dear Pak Momo,


Saya ingin mengucapkan terima kasih untuk Hypnoslim yang begitu singkat namun juga begitu dahsyat.
Setelah di terapi, esok harinya langsung celana saya terasa longgar, dan badan saya terasa lebih ringan.
Apakah efeknya langsung begitu terasa?, saya sendiri sampai terheran-heran, kok cepat banget.
Pikirku mungkin celanaku yang sudah molor karena udah di pake 2 hari, he…, tapi ternyata sampai di kos saya coba
Pake celana yang lain, hasilnya juga sama, terasa longgar.
Sebelum di terapi sama Pak Momo, saya sempat diet kira2 2 minggu, sangat tersiksa, pagi dan malam makan apel,
Baru siang hari makan nasi. Saya tidak suka makan buah jadi pada waktu itu saya benar2 maksa sampai2 setiap kali makan rasanya pengen muntah.
Malam hari juga saya membiarkan diri saya kelaparan, hingga pencernaan saya juga terganggu sampai kadang 2/3 hari baru bisa buang air besar.
Makanya ga banyak efeknya ke tubuh saya, yang ada malah sering bad mood.
Tapi setelah di terapi, saya berani makan apapun, dan kapanpun asal tiak sampai berlebihan, kalo sampai berlebihan maka perut langsung memberi isyarat.
Sekarang saya juga lebih bisa mengontrol selera makan, karena kalo sudah kenyang sudah ga pengen makan apa2 lagi.
Kalo dulu, heemmm hajar terusss, he….
Pencernaan saya juga semakin lancar, meskipun saya tetap tidak makan malam, (bukan maksa tapi memang ga pengen), pagi harinya tetap lancar.
Sampai saat ini saya masih belum berani timbang badan, ya.. Nanti aja dulu deh.. ^_^
Kalo ini sudah benar2 terlihat hasilnya, saya ingin belajar hypnoslim biar bisa bantu teman2 saya yang ingin langsing dan tetap sehat.
Demikian curhatan saya (mo ngucapin terima kasih malah curhat, he..)
Terima kasih Pak Momo… ^_^

Salam
Heni K

Merasa Terlahir Kembali

Halo Hari (katanya jangan dipanggil Pak yah? Maaf kalau salah), dan semua anggota milis Money Magnet.
Salam kenal. Saya Nel, sudah join di milis yang luar biasa ini sekitar 1 bulan, maaf baru posting sekarang.
Saya belajar banyak dari teman-teman, dan pengalaman-pengalaman yang dibagikan teman-teman di sini mengingatkan saya untuk take action daripada terus menunggu, menganalisa atau mempertanyakan kebenaran atau keampuhan suatu metode.

Email Hari mendorong saya untuk berbagi pengalaman.

Hari, sebelumnya saya ucapkan selamat karena telah menemukan mental block yang ada dalam diri Hari.
Mengapa selamat?
Karena banyak orang yang kesulitan mengenali mental blocknya, tidak menyadari, atau bahkan menyangkal.
Kalau tidak pernah menyadari, tidak akan bisa disembuhkan, dan akan terus menjadi penghalang, padahal di luar sana begitu banyak peluang yang terbuka (karena LOA bekerja terus tanpa henti).

Saya juga pernah seperti Hari, tidak percaya diri, kalau bertemu orang bingung bagaimana memulai percakapan, berusaha menghindari mata teman bicara (seperti kata Pak Johansyah, bukan lawan bicara :) ).
Dalam kelas atau seminar, meskipun punya banyak pertanyaan karena saya orang yang selalu ingin tahu lebih banyak, tapi berat sekali untuk mengangkat tangan.
Berbagai macam pikiran bermain, seperti "pertanyaannya bego gak yah?", "perlu gak yah ditanyain?", "mengganggu orang lain gak yah kalau saya tanya?".
Ketika sudah meniatkan diri untuk tidak mengindahkan apa kata orang pun, tangan serasa ada yang menahan.

Lama sekali saya membawa emosi negatif tersebut.
Ketika menyadari adanya emosi negatif tersebut, saya menyangkalnya.
Tadinya saya berpikir mungkin karena saya orang yang pemalu.
Ketika saya merasa tidak kompeten dalam "menjual diri", saya mencari alasan dengan mengatakan "kalau harus mempromosikan diri sendiri kok rasanya seperti orang sombong atau pamer yah?".
Padahal kalau melihat orang lain mempromosikan diri sendiri, saya melihat itu sebagai hal yang wajar.
Sulit sekali menerima bahwa saya tidak percaya diri, mengingat saya yakin dengan kemampuan saya, di sekolah selalu menjadi salah satu yang terbaik, di lingkungan pekerjaan saya selalu memberikan kontribusi terbaik dan tidak pernah mengecewakan.

Bahkan orang lain pun mungkin akan sulit percaya meskipun terlihat dari bahasa tubuh. Beberapa kali saya diingatkan "loe jangan begini begini begini... kayak orang gak percaya diri", "berpikir positif, jangan mikir yang aneh-aneh, bla bla bla...".
Saya juga membaca buku-buku dan mengikuti seminar pengembangan diri dan motivasi, tapi tetap tidak bisa mengendalikan emosi-emosi negatif tersebut.
Sampai saya berpikir ini cuma pikiran saya saja, saya mengada-ada, dan lain-lain.

Sampai bertemu buku Pak Adi "The Secret Of Mindset" (buku yang sangat membuka mata dan pikiran), saya menyadari bahwa hal-hal yang saya rasakan itu wajar dan akhirnya mengingatkan saya akan luka masa lalu yang menyebabkan terjadinya mental block itu.
Dan thank God, sudah diterapi oleh Pak Adi dan Pak Rudi (Momo).
(Pak Adi dan Pak Rudi, terima kasih banyak, saya merasa terlahir kembali. I can't thank you enough. God bless you)

Saran saya untuk Hari:
1. Apapun emosi negatif yang ada, terimalah. Emosi itu ada sebagai pesan.
2. Jika hanya ingin menghilangkan emosi negatif tersebut, bisa dengan EFT (ada di "The Secret Of Mindset").
Emosi negatif biasanya adalah efek dari luka hati atau mental.
Kalau lukanya (core issue) tidak disembuhkan, kemungkinan emosi negatifnya akan muncul lagi.
Jika setelah EFT sembuh dan kemudian muncul lagi, tidak apa-apa, biasanya intensitasnya sudah berkurang, silakan EFT lagi.

3. Tetapi jika ingin mencari tahu penyebab dari emosi negatif tersebut, bisa dengan Ego State Therapy (dengan arahan CD EST yang ada di buku Hard Cover "The Secret Of Mindset").
Jika tidak menemukan apa-apa, jangan kuatir. Mungkin pikiran bawah sadar kita akan berkomunikasi atau memberi pesan lewat mimpi atau kesempatan lain.

4. Jika emosi negatifnya berat dan mengganggu sekali, hubungi terapis.

Semoga bisa sedikit menjawab pertanyaan Hari dan semoga Hari bisa mengatasi mental block yang ada.

Hari, you are great!

Warm Regards,
Nel


Taken from http://asia.groups.yahoo.com/group/money_magnet/message/11267

Kembali Damai Dengan Orang Tua

Dear temen2 money magnet…

Perkenalkan, nama saya Damayantie.

Saya sudah agak lama juga ikut di milis ini stelah membaca buku BaMM, tapi cuman jadi pembaca aja, belum berani nulis dan kasih komentar…

Cerita dibawah yg diposting oleh Pak Momo ini adalah cerita saya.

Sebenarnya pengen langsung nulis begitu cerita ini diposting, tapi karena kesibukan, jadi tertunda, baru bisa sekarang…

Awalnya, setelah membaca buku BaMM, saya tertarik sekali, karena merasa inilah buku yg saya cari. Hampir semua buku karangan Pak Adi saya beli dan baca habis, kesimpulannya : Saya harus bertemu beliau utk membantu masalah saya, saya coba kirim email ke beliau, ternyata beliau baru bisa ada waktu sekitar bulan September, which is saya yg gak bisa karena anak saya sudah masuk sekolah dan gak ada yg ngantar kalo dia sekolah, tetapi keinginan saya utk menyelesaikan masalah saya itu sangat besar, jadi setelah berdiskusi dengan suami, kita coba utk cari di Jakarta, karena kita sudah familiar dengan kota itu dibanding Surabaya.. Lalu saya coba cari tau dari Ibu elly, siapa aja murid beliau di Jakarta, dan dapatlah nama Pak Momo ini…

Awalnya saya dan suami agak ragu, kira2 bisa gak ya muridnya Pak Adi menerapi kami (saya terutama..), karena saya merasa masalah saya sangat kompleks, saya sempat agak ragu dan rada2 gak percaya...

saya sampai kirim email ke pak Adi loh, menanyakan Pak Momo ini, dan hilang keraguan saya saat Pak Adi reply email saya dan bilang : Ibu, saya SANGAT MEREKOMENDASIKAN Pak Rudi Momo sebagai terapis ibu...

jadilah kami berangkat ke jakarta...

Sebenarnya sih, waktu di Kompas, wajahnya pak Momo ini udah liat, tapi pas ketemu..wuih… ternyata orangnya jauh lebih slim daripada fotonya dan jauh lebih muda loh…

Asyik juga ternyata begitu tau pak momo ini orang yg heboh, sedikit perfeksionis. .tapi baik hati…

Sesi terapi saya dan suami berlangsung 2 hari, saya memilih aspek yg saya rasa sangat berat dan benar2 membuat saya tidak nyaman, yaitu hubungan dengan orang tua…

Bagaimana proses terapinya, kalo saya cerita bisa jadi 5 halaman nich…(belum lagi bagian saat saya menghabiskan stok tissue nya pak momo…hehehe…)

Intinya, saya diajak utk berdamai dengan orang tua saya…semua kemarahan dan rasa benci saya pada orang tua saya tumpahkan, dan setelah semuanya terbuang habis, saya memeluk orang tua saya dan berdamai dengan mereka…saya bisa tersenyum, dan memandang mereka dengan perasaan plong…duh leganya…

Nah, sisanya pas pulang ke Balikpapan…seperti yg teman2 baca…(Saya saja masih heran kog..)

Dan sampai sekarang, saya bisa biasa aja ke orang tua, gak ada lagi perasaan takut, khawatir or perasaan gak enak...kalo dulu, mo telp orang tua aja, mikir 1000 kali, kalo sekarang, jadi sering2 telp, soalnya rencana bisnis yg ditawarin oleh ayah saya akan segera terealisasi bulan September... Puji Tuhan... J

Sebenarnya masih banyak sih masalah saya yg saya ingin diterapi...( Pak Momo, masih nyimpan gak catatan saya??? Hehehe...) Tapi seperti kata beliau, terapi gak bisa sekaligus, ntar bawah sadarnya bingung mo jalanin yg mana duluan....jadi ya...sabar.. .ditambah syukur, bahagia dan pasrah...

Buat teman2 yg merasa stuck dengan masalah dan butuh bantuan terapis, jangan salah pilih terapis ya...seperti yg pak Adi bilang di artikel beliau, hati2 saat memilih hypnoterapist, harus yg benar2 client centered, bukan terapist centered, seperti yg sudah saya rasakan...Pak Momo...thank you !

Oya, saya juga sudah mendaftar ikutan QLT bulan November mendatang (mumpung masih early bird), berharap bisa menimba ilmu yg banyak utk lompatan kehidupan saya selanjutnya. ..dan bertemu dengan idola saya, Pak Adi, Pak Aries, Ibu Elly....dan Pak Rudi ”Momo” Mulyono....cihui! !!

Ayo...mari kita raih kesuksesan bersama !!!

Salam Berkelimpahan,

damayantie

----- Original Message ----
From: Rudi Muliyono
To: money_magnet@ yahoogroups. com
Sent: Monday, August 4, 2008 11:04:00 AM
Subject: [Money Magnet] Curhat Setelah Terapi <== Perubahan dalam hidup setelah sesi terapi ^_^ Email ini saya posting kemari atas ijin kliennya dan juga Pak Adi. Dari cerita klien ini membuktikan bahwa SEGALA HAL MUNGKIN dan bisa terjadi setelah terapi. Dan hasil-hasil terapi ini seringkali JAUH MELEBIHI dugaan baik klien maupun terapisnya. Ini semua tergantung kondisi kliennya. Kalau sudah siap berubah dan berani bayar "harga"nya (ada tanda kutip, berarti bukan soal duit aja, yang terpenting adalah kemauan). Hanya 1-2 sesi saja berubahnya sudah bisa drastis kayak cerita di bawah ini. Tulisan bagian atasnya adalah jawaban dan tanggapan saya. Bacanya mulai dari yang paling bawah dulu ya. Vinsens Gerardo Rudi Muliyono, C.Ht. Client Centered Hypnotherapist ----- Original Message ----- From: "Rudi Muliyono" <rudi.muliyono@ gmail.com>
To: Mrs. D
Sent: Thursday, July 31, 2008 1:06 AM
Subject: Re: Curhat setelah Terapi

> Dear Bu D,
>
> Yang sudah diterapi waktu itu memang titik beratnya masalah dengan orang
> tua. Sesi yang pertama adalah untuk mengatasi masalah yang Anda bilang ini
> loh "saya juga tidak pernah minta utk diikutkan karena saya merasa gak
> enak dan gak pantas". Ini yang paling penting :-) Saya meletakan fondasi
> HARGA DIRI pada Ibu D. Seperti penjelasan saya sebelumnya, salah satu ciri
> harga diri yang rendah yang paling kelihatan adalah rasa tidak pantas
> (malu/shame) . Nah, berhasil kan. Setelah ini diberesi, tanpa Ibu minta aja
> ditawari.. Selama Ibu merasa ga pantas, orang lain yang mau nawari juga
> jadi ga yakin dan jadi merasa sungkan omong sama Ibu. Jadi, terapi yang
> kemarin itu bisa dinilai sangat berhasil ya karena aspek yang mau diterapi
> kena semua dan langsung kelihatan hasilnya. Termasuk bisa menghadapi orang
> tua dengan hasil ini: "Pas ketemu ayah, jess...perasaan kog ada yg aneh
> ya?? saya cium tangan beliau seperti biasa, trus duduk lagi di ruang tamu.
> Beliau juga duduk. Kami berempat (Saya, suami, ibu, ayah) ngobrol2.
> Obrolan berlangsung biasa2 saja, tetapi perasaan saya yg awalnya deg2an,
> perlahan mulai hilang, dan saya bisa menikmati obrolan tersebut"
>
> Soal aspek yang ini:
> 1) takut gelap
> 2) mau jual mobil
> 3) perasaan ga enak waktu mau prospek orang
>
> Memang belum diterapi karena aspek ini beda sama yang kemarin itu,
> sementara dalam waktu bersamaan ga bisa terapi banyak hal sekaligus. Nanti
> pikiran bawah sadarnya bingung program mana yang mesti dijalanin duluan.
> Sesi pertama Ibu adalah peletakan fondasi dasar kesuksesan yaitu harga
> diri dan percaya diri bahwa Ibu boleh dan pantas untuk sukses dan bahagia,
> belum restructuring secara spesifik. Sesi ke-2 Ibu saya bantu
> restructuring untuk hubungan dengan orang tua.

> Afirmasi Ibu sudah benar kok, memang kadang butuh proses supaya afirmasi
> itu jalan. Kalau gak jalan-jalan pasti karena ada mental block. Rasanya
> terapi berikutnya kita sudah bisa masuk ke bidang finansial ya.
>

> Soal RBM, tools ini sangat powerful. CUMA, ada cumanya hehehe...Tools ini
> baru bisa dipakai dan berjalan dengan baik setelah serangkaian sesi
> terapi. Makanya, RBM baru dikasih setelah orang ikutan Supercamp. Karena
> di Supercamp biasanya bisa sampai 8 sesi terapi semuanya terutama untuk
> menunjang bidang finansial. Jadi, kalau Bapak dan Ibu kerjakan saat ini,
> mungkin ga terlalu ada gunanya. Penjelasannya pun sangat kompleks dan
> panjang. Gak bisa dijelasin pake email. Bingung ane jelasinnya gimana :p
> Di Supercamp untuk menjelaskan RBM Pak Adi biasanya mengambil waktu 1-2
> jam. Mungkin ada baiknya Ibu ikutan QLT Ws karena workshop ini jauh lebih
> lengkap lagi dan formatnya berbeda dari Supercamp, disempurnakan dan
> banyak tambahan. Terus yang "dibenahi" ga cuma aspek finansial aja. Sesuai
> namanya, lompatan kuantum dalam kehidupan.
>
> Oke, saya tunggu kedatangannya ya. Saya senang sekali menerima dan membaca
> email ini. Kemajuan Ibu luar biasa :-) Dilanjutkan dengan bahagia, ikhlas
> dan pasrah ya Bu. Saya senang pada orang-orang yang mau maju dan berubah
> seperti Ibu dan Bapak. Silakan email saya jika merasa perlu dan ada
> pertanyaan. Saya akan menjawab selengkap dan sebaik mungkin.. Terima kasih
> ya.
>
>
> Vinsens Gerardo Rudi Muliyono, C.Ht.
> Client Centered Hypnotherapist
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Mrs. D
> To: <rudi.muliyono@ gmail.com>
> Sent: Tuesday, July 29, 2008 11:27 AM
> Subject: Curhat setelah Terapi
>
>
>> Selamat Pagi Pak Rudi...
>>
>> Semoga dalam keadaan sehat ya...
>> Pak, saya gak tau mesti mulai nulis darimana nich...saya ini antara
>> senang
>> dan bingung juga....
>> persisnya seperti ini pak...
>>
>> Saya udah pernah cerita ke Pak Rudi masalah saya dan orang tua, saya
>> rasanya gak pernah betah kalau berada di rumah orang tua..dan utk itu
>> saya
>> minta diterapi...
>> nah, waktu pulang dari jakarta kemarin itu, kan anak2 saya titip di rumah
>> orangtua, dan begitu kami sampai di balikpapan, kami cuman mampir bentar
>> ke
>> rumah, ambil mobil dan berangkat lagi mau jemput anak2, soalnya udah
>> kangen
>> banget...
>> eng ing eng.... waktu diperjalanan mau ke rumah orangtua, saya ada
>> perasaan
>> deg2an, gimana ya ntar kalo pas ketemu sama ayah saya, duh rasanya kog
>> jadi
>> pengen putar mobil aja, pulang lagi..tapi saya diam aja, gak ngasih tau
>> suami perasaan gak enak saya...
>>
>> Sampai di rumah orangtua, ketemu sama ibu dulu, biasa aja, trus ibu
>> manggil
>> ayah...saya duduk di ruang tamu sambil main sama anak saya, numpahin
>> perasaan kangen yg menumpuk2. Pas ketemu ayah, jess...perasaan kog ada yg
>> aneh ya?? saya cium tangan beliau seperti biasa, trus duduk lagi di ruang
>> tamu. Beliau juga duduk. Kami berempat (Saya, suami, ibu, ayah) ngobrol2.
>> Obrolan berlangsung biasa2 saja, tetapi perasaan saya yg awalnya deg2an,
>> perlahan mulai hilang, dan saya bisa menikmati obrolan tersebut. Ayah n
>> Ibu
>> cerita panjang lebar ttg kelakuan lucu anak2 saya, n tiba2...jess, ayah
>> saya nawarin saya utk ikut tanam modal di stand yg dibeli beliau. Beliau
>> ngajak saya bisnis!!! Wah...sesuatu yg luar biasa loh pak! Soalnya selama
>> ini, beliau tidak pernah ngajak anak2nya utk ikut di bisnis beliau. Ayah
>> saya punya usaha kos2an, punya CV, punya rumah kontrakan, dan semua itu
>> tidak pernah beliau sharing ke saya selama ini. Beliau jalankan bisnis
>> itu
>> hanya dengan ibu saya, dan saya juga tidak pernah minta utk diikutkan
>> karena saya merasa gak enak dan gak pantas. Dan sekarang, beliau ada beli
>> 1
>> stand di Plaza, dan minta saya utk join ngisi stand tsb, keuntungannya
>> ntar
>> terserah saya aja...wah, saya langsung senang bukan main, soalnya saya
>> dan
>> suami emang berencana mo mulai buka usaha, tapi modal belum cukup...eh,
>> tiba2 ada yg nawarin...ayah saya lagi...Puji Tuhan!
>> Dan menurut suami saya, perasaannya sekarang ke orangtua saya biasa2
>> saja,
>> sudah gak ada ganjalan seperti dulu saat kami pertama menikah.
>> Yah, mudah2an dengan berjalannya waktu, dan kami memperbaiki sikap kami,
>> hubungan dengan orangtua menjadi semakin baik dan semakin baik ya...
>>
>> Itu yg bikin saya senang, tapi ada juga yg bikin saya bingung..
>>
>> Saya dan suami kan pengen jual mobil kami, Mazda thn 91.. sebelum kami
>> pergi terapi sih udah diiklanin di koran, tetapi sampai hari ini belum
>> ada
>> juga yg tertarik beli, kalo yg nelp sih udah banyak, tapi belum satupun
>> yg
>> datang liat mobil itu, padahal kita mau lepas cepat2, soalnya duitnya mo
>> diputar utk modal usaha yg lain.
>> Sebelum tidur saya sudah afirmasi kira2 begini : (karena saya tipe
>> emosional)
>>
>> "Uang dari hasil penjualan mobil mazda sebesar Rp. 37,5 juta akan saya
>> gunakan utk modal usaha utk menambah kebahagiaan anak - anak saya"
>>
>> Apa afirmasinya salah ya pak? Please masukannya.
>> Oya, karena mobil itu belum juga terjual, kadang suami saya suka ngeluh,
>> "Apa harganya kemahalan ya?, Apa gak ada yg tertarik beli ya? dll"
>> duih, jadi pusing sayanya...
>>
>> Trus, Saya kan pengennya jadi agen asuransi yg sukses nich, pengennya
>> apapun yg saya katakan bisa mempengaruhi orang, bisa dipercaya orang, dan
>> akhirnya mau membeli produk saya.
>> Tapi kayaknya saya masih belum bisa utk berbicara di depan orang banyak.
>> Saya sih udah coba pelajari lagi produk yg saya jual, tapi
>> Saya masih takut utk presentasi di depan calon nasabah saya, mulut saya
>> masih terkunci rapat kalo mo prospect. Trus, kalo saya mo nelp nasabah
>> saya, kayak ada perasaan gak enak yg bikin saya batal nelp nasabah saya.
>>
>> Dan satu lagi, saya juga masih takut berada di kegelapan, kalo saya mau
>> keluar kamar pas tengah malam, mo buatin susu buat anak saya, saya masih
>> ketakutan, saya akhirnya bangunin suami saya aja. Apa masih ada mental
>> bloknya ya?
>>
>> Kalo memang iya, saya masih mau diterapi lagi Pak Rudi, biar hilang
>> semuanya.
>> Kalo memang begitu, rencananya suami saya akan ditugaskan ke Jakarta tgl
>> 25
>> - 29 Agustus'08. Mungkin saya bisa ikut 1-2 hari.
>> Mohon masukannya.
>>
>> Oya, boleh minta tolong dijelasin bagaimana menulis Rekening Bank Mental?
>> Kami memang belum pernah ikut SC, tapi dari buku yg kami baca, ada
>> dijelasin soal RBM itu, cuman yg bikin bingung, apa ya fungsinya RBM itu?
>> Apa dengan menulis RBM itu, akan membantu kami utk mensyukuri hidup ini?
>> Dan bagaimana cara mengisinya? (kalo gak keberatan, boleh dong dishare)
>>
>> Tuh kan?? panjang jadinya curhat saya... :))
>> Mudah2an Pak Rudi gak bosan ya?? Dan masih mau bantu kami....
>>
>> Terima kasih atas waktunya membaca email saya.
>>
>> Salam n GBU
>> D dan T



Taken from http://asia.groups.yahoo.com/group/money_magnet/message/6833